IMG-LOGO
Internasional

Ratusan Warga Palestina Terluka Akibat Tembakan Israel di Gaza

Ahad 25 Agustus 2019 4:0 WIB
Bagikan:
Ratusan Warga Palestina Terluka Akibat Tembakan Israel di Gaza
Pasukan Israel melancarkan serangan ke sejumlah basis Hamas di Gaza pada Kamis (22/8). (Foto: Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)
Gaza, NU Online
Ratusan warga Palestina mengalami luka-luka setelah bentrok dengan pasukan Israel di Jalur Gaza. Semula warga Palestina menggelar demonstrasi mingguan Pawai Akbar Kepulangan di perbatasan timur Jalur Gaza, Jumat (23/8). Namun pasukan Israel yang ditempatkan tidak jauh dari lokasi aksi menindas para peserta aksi.

Diberitakan kantor berita resmi Palestina, WAFA, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, setidaknya 127 warga Palestina terluka akibat insiden tersebut. Dimana 54 orang ditembak dengan peluru aktif dan 73 orang lainnya terkena peluru karet dan gas air mata. Tidak hanya itu, pasukan Israel juga melukai tiga orang paramedis dalam bentrokan tersebut.

Di samping itu, puluhan orang lainnya mengalami sesak napas setelah terkena tembakan gas air mata yang dilancarkan pasukan Israel ke para peserta aksi di berbagai lokasi di sepanjang garis perbatasan Jalur Gaza dengan Israel.

Perlu diketahui, warga Palestina sudah sejak setahun terakhir menggelar aksi demo minggu di sepanjang garis perbatasan Jalur Gaza dengan Israel. Mereka melakukan itu untuk memprotes blockade Jalur Gaza dan menuntut pengembalian tanah-tanah mereka yang diduduki Israel sejak 1948 silam.

Sejak 30 Maret 2018 lalu, pasukan Israel telah membunuh setidaknya 305 warga Palestina yang ikut dalam aksi-aksi demo di wilayah tersebut. Di samping itu, dilaporkan 18 warga Palestina lainnya terluka.

Israel telah mem-blockade Gaza pada 2007 lalu. Akibat blokade tersebut, standar kehidupan warga Palestina di Gaza menurun. Pihak Israel telah beberapa kali melancarkan serangan dengan skala besar ke Gaza yang menewaskan ribuan orang dan menghancurkan infrastruktur.
 
Pada 4 sampai 5 Mei lalu, atau sehari sehari sebelum tiba bulan Ramadhan 1440 H, serangan udara Israel mengenai 260 sasaran di Gaza. Di antara yang menjadi target serangan Israel adalah terowongan yang membentang dari Gaza selatan ke wilayah Israel, dua gedung bertingkat di Gaza, kantor intelijen dan keamanan militer Hamas, dan kantor berita Anadolu. 
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Abdullah Alawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Ahad 25 Agustus 2019 1:0 WIB
Ribuan Artefak Langka di Museum Madinah, Termasuk Barang Milik Nabi
Ribuan Artefak Langka di Museum Madinah, Termasuk Barang Milik Nabi
Barang-barang langka yang ditampilkan di Museum Dar al-Madinah. (Foto: SPA)
Madinah, NU Online
Museum Dar al-Madinah menampilkan karya-karya bersejarah yang berkaitan dengan Nabi Muhammad. Tidak hanya itu, museum ini juga memperlihatkan sejarah, warisan, kehidupan sosial, dan budaya Kota Madinah lintas zaman.

Direktur Eksekutif Museum Dar al-Madinah, Hassan Taher menjelaskan, pameran yang digelar di museum tersebut dimulai dengan kehidupan Nabi Muhammad dan berakhir dengan era Kerajaan Saudi. Menurutnya, museum ini bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai luhur Nabi Muhammad dan mendorong masyarakat agar mempunyai ‘rasa memiliki’ dan menangkap sejarah, terutama Kota Madinag. 

“Museum ini melakukan penelitian khusus dalam warisan arsitektur Madinah. Ini berisi perpustakaan buku, penelitian, dan majalah yang relevan, yang semuanya dapat diakses oleh para peneliti," kata Hassan, dikutip laman Arab News, Jumat (23/8).

Hingga saat ini, lanjutnya, ada lebih dari 44 buku dan karya tentang arsitektut Kota Madinah yang sudah diterbitkan Museum Dar al-Madinah. Bagi Hassan, pihaknya perlu mendamaikan konteks temporal dan spasial ketika menyiapkan narasi museum. Sehingga kemudian diciptakan nilai moral dan intelektual tambahan untuk para pengunjung.

"Ada sekitar 2.000 artefak di ruang pameran museum. Ini termasuk barang antik, model yang sangat akurat, kerajinan tangan, manuskrip, dokumen, korespondensi, publikasi lama, perangko, foto dan karya seni," jelasnya.

Di antara pameran museum yang paling berharga adalah koleksi besar potongan langka yang terkait dengan momen penting dalam kehidupan Nabi Muhammad dan sejarah Kota Madinah. Termasuk berbagai bagian Ka’bah, koin langka yang digunakan di Kota Madinah selama era yang berbeda, tembikar kuno, naskah Islam, bahkan perhiasan dan koleksi dari era pra-Islam.

Untuk memudahkan para pengunjung yang datang dari berbagai negara, Hassan mengakut telah menyiapkan tim pemandu professional yang berbicara dalam beberapa bahasa. Termasuk bahasa Melayu, Inggris, Turki, dan Urdu. 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Abdullah Alawi
Sabtu 24 Agustus 2019 21:0 WIB
Prophet Mohammed, Masjid Terbesar di Eropa Resmi Dibuka
Prophet Mohammed, Masjid Terbesar di Eropa Resmi Dibuka
Otoritas Rusia untuk wilayah Chechnya meresmikan masjid terbesar di Eropa, Masjid Prophet Mohammed pada Jumat (23/8) waktu setempat. (Foto: Yelena Afonina / TASS)
Grozny, NU Online
Otoritas Rusia untuk wilayah Chechnya meresmikan Masjid Prophet Mohammed pada Jumat (23/8) waktu setempat. Masjid yang terletak di luar ibu kota Grozny ini digadang-gadang sebagai masjid terbesar di Eropa. Pasalnya, masjid ini mampu menampung puluhan ribu jamaah. Beberapa pejabat tinggi perwakilan negara asing dan masyarakat sekitar hadir saat acara peresmian tersebut.

Dikutip NU Online dari laman The Moscow Times, Sabtu (24/8), Masjid Prophet Mohammed mampu menampung hingga 70 ribu jamaah; 30 ribu jamaah untuk bagian dalam dan sisanya di luar. 

Masjid ini dinilai sebagai masjid paling besar dan paling indah di Eropa, mengingat lantainya marmer dan disainnya unik. Bagian luar masjid ditanami bunga-bunga dan dilengkapi dengan sejumlah air mancur.

Pemimpin Chechen, Ramzan Kadyrov, yang merupakan sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjelaskan, Masjid Prophet Mohammed terletak di Kota Chechen yang berpenduduk 54 ribu orang.

Pada 2008 silam, Kadyrov juga telah membangun sebuah masjid di ibu kota Grozny dengan kapasitas 10 ribu orang. Masjid tersebut diberi nama ‘Jantung Chechnya’ (Heart of Chechnya). Setelah Uni Soviet runtuh pada 1991, Kota Grozny hancur berantakan akibat perang antara Moskow dengan para kelompok separatis.  

Sebagaimana diketahui, Putin menunjuk Kadyrov untuk memimpin Chechnya yang mayoritas penduduknya Muslim. Semenjak itu, Kadyrov berusaha untuk membangkitkan semangat keislaman di Chechnya. Salah satunya dengan membangun masjid-masjid mewah dan megah.

Kiprah Kadyrov sendiri menuai pro dan kontra. Bagi pendukungny, dia dianggap telah mampu menciptakan stabilitas di wilayah yang selama beberapa tahun dirusah pemberontak. Sementara kelompok pendukung hak asasi manusia (HAM) menuduhnya telah melakukan pelanggaran HAM di wilayah itu. Namun, Kadyrov membantahnya.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Abdullah Alawi
 
Sabtu 24 Agustus 2019 18:0 WIB
Indonesia dan Malaysia Akan Ungkap Jasa Ulama dalam Perjuangan Kemerdekaan
Indonesia dan Malaysia Akan Ungkap Jasa Ulama dalam Perjuangan Kemerdekaan
null
Kualalumpur, NU Online 
Agustus merupakan bulan kemerdekaan dua negara, Indonesia dan Malaysia. Dua negara serumpun, dua negara bertetangga mempunyai momentum semangat kemerdekaan di bulan yang sama. Inilah menjadi salah satu perekat hubungan kedua negara ini.

PCINU Malaysia bekerja sama dengan IAIS Malaysia, dan Legasi Tun Abdullah Badawi mempunyai perspektif sendiri dalam menyambut dan mengapresiasi sambutan kemerdekaan, yaitu terkait jasa para ulama dalam perjuangan kemerdekaan baik bagi negara Indonesia maupun negara Malaysia. 

Terkait jasa ulama itu, akan dikemukakan pada forum internasional yang menampilkan sosok ketokohan Hadratusyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dari pihak Indonesia dan Syaikul Islam Tuan Guru Haji Abdullah Fahim. Kedua tokoh ini selain ulama, mereka ini juga sebagai pondorong kemerdekaan negaranya masing-masing.

Pembicara dalam forum yang dari Indonesia adalah KH Fahmi Amrullah Hadzik Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng Jombang, yang merupakan dzuriyah Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan KH Muhammad Hasan, Wakil Rektor IAIN Madura Jawa Timur. 

Adapun pembicara yang dari Malaysia adalah Dato’ Mohd. Yusof Othman, mantan Pengarah Institut Islam Hadhari UKM & Penasihat Pertubuhan Legasi Tun Abdullah Badawi (Legasi) dan Dato’ Ahamd Murad Marichan dari ISTAC IIUM. Sementara moderatornya adalah Mohamed Azam Mohamed Adil, Timbalan Ketua Pegawai Eksekutif IAIS Malaysia. 

Forum ini akan dihadiri oleh pihak KBRI, yang akan diwakili Agus Badrul Jamal selaku Atase Politik dan pihak Kementerian Luar Kerajaan Malaysia. Forum internasinal ini akan diselengarakan di Hall International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin, 26 Agustus 2019, pukul 9.30 am -1.00 am.

Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri sebanyak 200 orang dari masyarakat Indonesia dan Malaysia. 

Kontributor: Lazib
Editor: Abdullah Alawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG