IMG-LOGO
Daerah

Bupati Pekalongan Ajak Bangun Toleransi Antarumat Beragama

Ahad 25 Agustus 2019 17:0 WIB
Bagikan:
Bupati Pekalongan Ajak Bangun Toleransi Antarumat Beragama
Bupati Pekalongan (berdiri) saat memberikan sambutan pada Doa Bersama antarumat Beragama. (Foto: Muiz/NU Online)
Pekalongan, NU Online
Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, H Asif Kholbihi mengatakan, peringatan hari jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan dimaknai sebagai ajang untuk merefleksikan apa yang sudah dilakukan dan membangun cita-cita idealitas tatanan masyarakat.
 
"Tatanan idealitas mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir batin, masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai lokalitas dan menghargai prinsip-prinsip keyakinan religiusitas," katanya, Sabtu (24/8).
 
Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri acara Doa Bersama Antarumat Beragama dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan di pendopo setempat.
 
Dijelaskan bupati, doa bersama dimaksudkan meminta kepada Allah SWT agar perjalanan Kabupaten Pekalongan yang sudah baik untuk dapat ditingkatkan. 
 
"Sedang yang kurang baik agar menjadi koreksi kita bersama supaya pembangunan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
 
Pihaknya optimistis, persoalan yang ada seperti angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan infrastrukstur akan dapat diselesaikan dengan adanya modal utama yakni kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
 
"Pembangunan infrastruktur terus kita galakkan di antaranya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi serta infrastruktur dalam bidang keagamaan baik intern umat beragama maupun antar umat beragama. Karena hal itu merupakan modal utama pembangunan," paparnya.
 
Sehari sebelumnya, yakni Jumat (23/8) jajaran Pemkab Pekalongan melakukan ziarah ke makam para bupati pendahulu. Salah satunya yakni ke makam bupati pertama, Pangeran Mandurorejo yang dimakamkan di Kaliwungu Kabupaten Kendal.
 
Pada kesempatan tersebut, bupati menyampaikan terima kasih kepada penerus Pangeran Mandurorejo yang sudah menyambut kedatangan rombongan. 
 
Bupati Pekalongan mengatakan, tradisi ziarah ke makam Mandurorejo sudah menjadi kegiatan rutin karena sudah dilakukan oleh bupati terdahulu dan kebiasaan ini harus dipertahankan.
 
"Makam-makam Bupati Pekalongan terdahulu banyak tersebar di beberapa kota dan kabupaten di sepanjang pantai utara. Makam Bupati Pekalongan ada yang di Kendal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan bahkan ada pula yang di Gresik,” tutur bupati.
 
Dijelaskan Asip, ziarah ke makam Pangeran Mandurorejo merupakan agenda penting, karena makam tersebut merupakan situs sejarah bagi lahirnya Kabupaten Pekalongan. 
 
“Pangeran Mandurorejo merupakan bupati pertama Pekalongan yang sangat berjasa bagi perkembangan Kabupaten Pekalongan selanjutnya,” terangnya.
 
Bupati berharap, kepada keturunan Pangeran Mandurorejo agar dapat melanjutkan spirit perjuangannya yang sangat heroik dalam melawan pasukan VOC dan jika pada masa sekarang yakni dengan membangun wilayah masing-masing sesuai dengan kodratnya. 
 
“Semoga ziarah ini menjadi amal shaleh dan tercatat sebagai birul walidain sehingga hajat kita dapat dikabulkan,” harapnya.
 
Hadir dalam acara ziarah, selain Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi, juga nampak Wakil Bupati Pekalongan Hj Arini Harimurti, Ketua Sementara DPRD Hj Hindun, Wakapolres Pekalongan Kompol H Mashudi, Ketua Pengadilan Agama H Suwoto, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan, juga Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan.
 
Tampak pula Sekda Hj Mukaromah Syakoer beserta para asisten, para staf ahli bupati dan para Kepala OPD, Ketua MUI KH Rozikin Daman, Kepala Kantor Kemenag H Kasiman Mahmud Desky, dan perwakilan Kejari Kajen.
 
Pewarta: Muiz
Editor: Ibnu Nawawi
 
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Ahad 25 Agustus 2019 23:0 WIB
PCNU Ngawi Ingatkan Nahdliyin Agar Tak Terpengaruh Opini Liar 
PCNU Ngawi Ingatkan Nahdliyin Agar Tak Terpengaruh Opini Liar 
PCNU Ngawi menggelar Workshop Pedoman organisasi dan Admnistrasi Nahdatul Ulama di Ngawi (Foto: Latif/NU Online)
Ngawi, NU Online
Ketua PCNU Ngawi KH Ulinnuha Rozy mengingatkan kepada warga NU agar tidak terpengaruh opini-opini liar yang mengganggu perjalaman NU secara organisatoris. Ia menyatakan hal itu karena banyak muncul informasi seolah-olah benar padahal tidak benar. Yang benar dianggap tidak benar. 

Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan Workshop Pedoman organisasi dan Admnistrasi Nahdatul Ulama di Ngawi, Ahad (25/8).

“Workshop Pedoman Organisasi dan Admnistrasi Nahdlatul Ulama, adalah untuk merapatkan aturan organisasi dalam keadmnistrasian, sekaligus untuk menepis segala opini dan informasi yang tidak sesuai ilmu yang ditaati organisasi dan administrasi yang dipelajari diamali," ujar Kiai Ulin.

Menurut Kiai Ulin, mempelajari dan memahami POA NU adalah kewajiban pengurus dan warga NU. Mempelajari dan memahami POA harus kaffah, tidak hanya amaliah saja.   

Dalam acara ini, hadir Wakil Ketua PWNU Jatim KH Ahmad Khodr dan Bendahara PWNU Jatim Ahmad Rosyidi, serta diikuti seluruh pengurus PCNU Ngawi dan pengurus 19 MWC, serta lembaga dan banom.

Ahmad Khodri mengatakan, workshop POA PCNU Ngawi merupakan langkah strategis dalam mengelola organisasi NU secara modern dan berbasis data. Pasalnya, organisasi NU harus punya visi-misi merajut langkah baru dilingkungan NU secara bersama-sama untuk membesarkan NU. 

“Bagaimana Adminisrasi NU di rajut dengan kebersamaan, kalau tidak’ NU akan hancur!. Jadi harus punya semangat kebersamaan dan taat orgaisasi Nu,”tegasnya.

Khodri menambahkan, pengelolaan organisasi NU saat ini harus mengikuti arah manajemen modern yakni organisasi berbasis data. Dengan data, NU akan semakin solid dan tidak berjalan sendiri-sendiri serta taat auran organisasi. 

Ia mencontohkan, data sekolah Ma’arif yang dimiliki NU di kabupaten Ngawi, Masjid yang dimiliki NU dan lain sebagainya. 

M Khodri berharap, dengan worshop kali ini, pengurus NU bisa lebih memahami tata kekola organisasi NU. “mari kita jadikan hari kemerdekaan RI ini menjadi barokah bagi NU,” ungkapnya. 

Kontribuutor: Latif
Editor: Abdullah Alawi
 
Ahad 25 Agustus 2019 21:0 WIB
Sejumlah Kader Muda NU di Sidoarjo Mendapatkan Pelatihan Jurnalistik
Sejumlah Kader Muda NU di Sidoarjo Mendapatkan Pelatihan Jurnalistik
Fazil Qawi Kakar (tengah) beserta PCNU Sidoarjo dan peserta pelatihan jurnalistik. (Foto: Mila/NU Online)
Sidoarjo, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sidoarjo, Jawa Timur bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) setempat mengadakan pendidikan dan latihan (Diklat) jurnalistik tingkat dasar. 
 
Acara digelar dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis bagi kader Nahdliyin. Kegiatan berlangsung Ahad (25/8) sejak pagi hingga petang yang dipusatkan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo. 
 
“Ini adalah ikhtiar LAZISNU Sidoarjo memberikan keterampilan menulis agar kegiatan kita banyak diliput media melalui tulisan,” kata M Iksan saat sambutan.
 
Pelatihan yang diikuti puluhan peserta dari perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sidoarjo tersebut dikemas dalam bentuk workshop.
 
Selama kegiatan berlangsung menmghadirkan narasumber antara lain Yupiter Sulifan.Wartawan senior yang juga pengurus PC LTNNU Sidoarjo ini memberikan materi dasar-dasar jurnalistik, teknik pembuatan berita dan feature serta teknik wawancara.
 
Tidak hanya belajar tentang teori jurnalistik,  peserta juga diminta praktik membuat berita dan feature sebagai penugasan. Hasil karya tersebut kemudian dibahas bersama dalam diskusi sebagai bentuk penajaman materi. 
 
Hadir pula pada pelatihan tersebut M Zaenal Abidin selaku pengurus dari PCNU Sidoarjo yang juga memotivasi agar kader NU memiliki kapasitas menulis sebagaimana para muallif  yang berniat ikhlas berbagi ilmu dan pengalaman lewat buku yang mereka tulis.
 
Ada hal menarik dalam rangkaian kegiatan ini,  yakni hadirnya mahasiswa asal Afganistan,  Fazil Qawi Kakar. Yang bersangkutan adalah putra Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Afganistan yang mendapatkan beasiswa dari PC LAZIZNU Sidoarjo. 
 
Kepada peserta diklat, Fazil menceritakan bahwa saat ini telah dibangun rumah sakit dan madrasah di Afganistan atas bantuan dari Nahdlatul Ulama.  
 
"Terima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang telah membawa nilai-nilai NU Indonesia dalam menciptakan perdamaian di Afganistan," ujarnya yang disambut dengan tepuk tangan peserta pelatihan.  
 
Di akhir kegiatan sebagai penutup, Wakil Rais PCNU Sidoarjo, M Arisy Karomi memberikan penguatan. Ia juga berharap agar pelatihan akan menambah semangat peserta untuk terus berharakah dan berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama.  
 
 
Pewarta: Mila
Editor: Ibnu Nawawi
Ahad 25 Agustus 2019 20:0 WIB
Tugas PMII Melakukan Kaderisasi, Kajian dan Mencerdaskan 
Tugas PMII Melakukan Kaderisasi, Kajian dan Mencerdaskan 
Pengurus PMII Fisip Untan, Kalbar. (Foto: Rokib/NU Online)
Pontianak, NU Online
Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon KH Abdurrahman Wahid  (Gusdur) Fisip Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat resmi dilantik. 
 
Kepengurusan bersama Pengurus Omah Aksoro masa khidmah 2019-2020 tersebut dilanjutkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang dilaksanakan di aula Asrama Mahasiswa Mempawah, jalan Sepakat 1 A Yani Pontianak, Ahad (25/8).
 
Pengurus PMII Rayon KH Abdurrahman Wahid (Gusudr) tersebut dilantik oleh Faruzal Amir selaku Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak.
 
Dalam kesempatan itu, Ketua Rayon Fisip Untan, Khoirul Anam berharap kepada pengurusnya agar bisa tetap bekerja sama.
 
"Saya berharap agar pengurusan yang baru ini bisa selalu bergandengan tangan dalam menjalankan roda keorganisasian bersama dan berharap kepada calon anggota PMII Rayon Fisip agar bisa meneruskan kepengurusan ke depannya," ujarnya.
 
Di kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Komisariat PMII Untan, Syahril Hidayat menceritakan bahwa Rayon Fisip Untan adalah rayon tertua yang ada di lingkaran kampus tersebut.
 
Menurutnya, lanjut Syahril di sanalah banyak kader yang memiliki militansi dan loyalitasnya tinggi terhadap PMII.
 
"Saya berpesan kepada pengurus yang baru dilantik jadikanlah PMII ini sebagai wadah para kader untuk mengekspresikan dirinya melalui gerakan-gerakan dan ide segar yang ada pada setiap kader," ungkapnya.
 
Ketua PC PMII Kota Pontianak, Farizal Amir mengatakan bahwa pengurus Rayon Fisip Untan bisa lebih aktif dalam menjalankan tugas di pengurusan.
 
"Saya meminta agar pengurus yang baru ini bisa lebih aktif dan amanah dalam menjalankan tugas di kepengurusan," jelasnya.
 
Selain itu, Sekretaris Pengurus Kordinator Cabang PMII Kalimantan Barat, Musolli  mengatakan bahwa tugas rayon dalam ogranisasi PMII adalah mengkaderisasi, melakukan kajian, serta mencerdaskan kader PMII.
 
Ia menegaskan kepada pengurus Rayon PMII Fisip Untan agar tidak menjadi pengurus yang hanya tampil di panggung, akan tetapi menurutnya menjadi pengurus harus mempunyai inisiatif sendiri.
 
"Jangan hanya terfokus pada ketua saja yang memikirkan kepengurusannya," jelasnya.
 
Musolli menuturkan, bahwa  PMII tidak mengajarkan tentang keburukan dan tidak menyuruh untuk melalaikan ibadah. Pada kesempatan tersebut  Musolli berpesan kepada peserta Mapaba agar tidak ada rasa menyesal dalam mengikuti proses di masa perkuliahan.
 
"Untuk peserta Mapaba, jangan sampai menyesal mengikuti PMII dan jangan menyesal dalam proses kuliah. Karena waktu adalah kita yang menentukan bukan orang lain. Dan untuk menjadi anggota maupun kader harus berstatus mahasiswa, serta ada tahapan untuk menjadi pengurus maupun ketua," tukasnya.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut, Abdul Wasi selaku demisioner Ketua PC PMII Kota Pontianak, demisioner Ketua Rayon Fisip Untan, Ahmad Rinto, serta dihadiri berbagai ketua PMII komisariat, ketua rayon dan puluhan peserta Mapaba.
 
 
Pewarta: Rokib
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG