IMG-LOGO
Internasional

Setelah Armuzna, Jamaah Haji Diimbau Tetap Jaga Kesehatan

Senin 26 Agustus 2019 20:0 WIB
Bagikan:
Setelah Armuzna, Jamaah Haji Diimbau Tetap Jaga Kesehatan
Jamaah haji di Masjidil Haram, Makkah. (tripadvisor.ca)
Makkah, NU Online
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI dr Eka Jusup Singka mengungkapkan, angka kesakitan dan angka kematian jamaah haji setelah ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) cukup tinggi. Kondisi ini terutama dialami oleh jamaah yang berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
 
“Saya meminta kepada jamaah haji dan juga keluarganya serta pengurus KBIH yang sedang melakukan kunjungan kepada jamaah haji di KKI Makkah untuk membantu program pemerintah dan menyukseskan program kesehatan haji di mana jamaah haji yang kelelahan atau tua atau mengalami keterbatasan fisik untuk bisa diperhitungkan dan ditelaah kembali ibadah-ibadahnya," katanya sebagaimana siaran yang diterima NU Online, Senin (26/8).
 
Hal ini, lanjutnya, ditujukan agar seluruh jamaah bisa pulang ke tanah air dengan selamat dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing. Ia juga meminta kepada semua petugas agar berperan aktif memberikan penyuluhan kesehatan dan menjelaskan bahwa haji telah selesai. Saat ini jamaah tinggal menyelenggarakan ibadah-ibadah sunnah lainnya tetapi harus tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
 
Sementara Tim Promotif Preventif (TPP) Kementerian Kesehatan RI terus memberikan imbauan dan penyuluhan kepada jamaah sebelum dan setelah Armuzna. Secara masif, TPP juga terus menyampaikan delapan pesan kesehatan untuk jamaah haji Indonesia setelah Armuzna, khususnya kepada jamaah haji lansia dan beresiko tinggi 
 
Delapan pesan tersebut meliputi: (1) Melakukan ibadah sunnah sesuai dengan kemampuan fisik. Jangan memaksakan diri, (2) Hindari aktivitas di luar hotel yang tidak perlu, (3) Istirahat yang cukup minimal 6 hingga 8 jam dalam sehari, (4) Selalu menggunakan alat pelindung diri ketika berada di luar ruangan.
 
Selanjutnya, (5) Minum air sesering mungkin guna mencegah terjadinya kekurangan cairan, (6) Makan makanan yang bergizi dan buah-buahan secara teratur, (7) Selalu bepergian dalam kelompok, (8) Hindari stress dengan perbanyak dzikir dan melakukan aktivitas fisik bersama kelompok.
 
Di kesempatan lain, petugas dari Tim Kesehatan Haji Indonesia sektor 3 Daerah Kerja Makkah dr Neni mengatakan bahwa saat ini para jamaah sedang dilanda sakit batuk dan pilek. Kondisi  batuk dan pilek yang mayoritas diderita oleh para jamaah haji diakibatkan kondisi suhu, udara, dan menurunnya stamina jamaah setelah melaksanakan rangkaian ibadah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
 
"Jamaah harus tetap menjaga kesehatan untuk melanjutkan rangkaian ibadah dengan minum air dan istirahat cukup juga makan teratur," katanya kepada jamaah kelompok terbang JKG 51 dan 65 dari Lampung saat memberikan penyuluhan kesehatan di Hotel 301 Kawasan Raudhah, Makkah, Senin (26/8).
 
Apalagi, lanjutnya, bagi jamaah yang akan melanjutkan perjalanan ke Madinah diimbau untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya mengingat suhu di Madinah cenderung lebih panas dari Makkah.
 
"Suhu Madinah kering maka gampang mengakibatkan bibir dan kaki pecah-pecah serta kulit kering," ungkapnya.
 
Ia mengingatkan jamaah juga untuk senantiasa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) –seperti payung, masker, sandal, kacamata, dan semprotan air- untuk mengatasi permasalahan itu.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Muchlishon
Bagikan:

Baca Juga

Senin 26 Agustus 2019 18:0 WIB
Bonus yang Didapat Jamaah Haji Mabrur selain Surga
Bonus yang Didapat Jamaah Haji Mabrur selain Surga
H Zainul Anwar, pembimbing ibadah haji sektor 3 Makkah, saat menyampaikan ceramah di depan jamaah kloter JKG 51 dan 65 di Hotel 301 kawasan Raudhah, Makkah, Senin (26/8). (Muhammad Faizin/NU Online)
Makkah, NU Online
Haji merupakan ibadah yang istimewa. Pasalnya, rukun Islam kelima ini hanya diwajibkan kepada umat Islam sekali dalam seumur hidup dan itu pun bagi orang yang mampu. Selain itu, balasan bagi jamaah haji mabrur sudah dijanjikan oleh Allah yakni masuk ke dalam surga-Nya.
 
Demikian disampaikan H Zainul Anwar, pembimbing ibadah haji sektor 3 Makkah, di depan jamaah kloter JKG 51 dan 65 di Hotel 301 kawasan Raudhah, Makkah, Senin (26/8).
 
Menurut Zainul, mereka yang hajinya mabrur juga akan mendapatkan bonus lain dari Allah swt. Yakni dikabulkan segala doanya. “Haji adalah tamu Allah dan Allah sendiri yang akan menjamunya dengan mengabulkan segala doa. Inilah bonus yang akan didapat," katanya.
 
Bonus lain yang akan didapat lanjutnya adalah digantinya segala biaya yang sudah dikeluarkan untuk keperluan berangkat ke tanah suci oleh Allah swt. Sehingga jamaah tidak perlu khawatir akan jatuh miskin setelah berhaji.
 
“Biaya yang dikeluarkan akan diganti 700 kali oleh Allah swt," tegasnya pada kegiatan bimbingan ibadah dan kesehatan yang dilakukan paska Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
 
Zainul menerangkan, haji mabrur merupakan ibadah yang memiliki pahala sama dengan jihad di jalan Allah swt. Mereka yang hajinya mabrur akan diampuni dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini.
 
"Haji mabrur akan kembali suci seperti bayi yang terlahir kembali jika ibadah yang dilakukan benar-benar karena Allah. Tidak tercampur niatan ingin dipanggil Pak Haji atau Bu Haji dan juga tidak melakukan fusuk, rafas, jidal," terangnya.
 
Zainul mengingatkan, proses menjadi haji mabrur harus dilalui dengan perjuangan fisik dan mental yang berat. Oleh karenanya, perjuangan ini harus terus dipertahankan setelah kembali ke tanah air untuk mempertahankan kemabruran.
 
"Saat haji kita benar-benar telah melakukan pembinaan diri dengan berserah diri, sabar, ikhlas, selalu husnudzon (berbaik sangka), dan banyak berdzikir. Ini harus terus dipertahankan dan dilakukan terus setelah berhaji," anjurnya. 
 
Jikalau pun para jamaah sampai dengan saat ini masih dalam kondisi sakit, ia pun mengingatkan agar senantiasa tetap berbaik sangka kepada Allah dengan meyakini bahwa sakit yang diderita adalah anugerah yang mampu merontokkan dosa-dosa yang telah dilakukan.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Muchlishon
Senin 26 Agustus 2019 15:30 WIB
Lebih 1,3 Juta Siswa Palestina Masuk Tahun Ajaran Baru Sekolah Hari Ini
Lebih 1,3 Juta Siswa Palestina Masuk Tahun Ajaran Baru Sekolah Hari Ini
Lebih dari 1,3 juta siswa Palestina Palestina di seluruh Jalur Gaza dan Tepi Barat masuk sekolah untuk tahun ajaran baru pada Ahad (25/8) kemarin waktu setempat. (Riham Jafari/UNRWA)
Yerusalem, NU Online
Selama ini tanah Palestina selalu bergejolak. Seolah tidak ada perdamaian di sana. Kerap kali masyarakat Palestina yang melakukan aksi protes menuntut pengembalian tanah mereka yang diduduki berakhir bentrokan dengan pasukan Israel. Tidak jarang pula, pasukan Israel yang mengusik masyarakat Palestina sehingga melakukan perlawanan. 

Di tengah kondisi yang tidak menentu seperti itu, lebih dari 1,3 juta siswa Palestina di seluruh Jalur Gaza dan Tepi Barat masuk sekolah untuk tahun ajaran pada Ahad (25/8) kemarin waktu setempat.  

Para siswa Palestina tersebut akan belajar di sekolah negeri, sekolah swasta, dan sekolah yang dikelola badan-badan internasional. Menurut laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA, Ahad (26/8), sebanyak 853.300 siswa akan belajar di sekolah yang dikelola pemerintah Palestina dan 150 ribu siswa bersekolah di sekolah swasta. Sementara sisanya -100 ribu siswa- belajar di sekolah-sekolah yang dikelola Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).   

Juru bicara Kementerian Pendidikan Palestina, Sadeq Khdour, mengatakan, meski pemerintah Palestina mengalami krisis keuangan namun pihaknya bisa mengangkat 1.800 guru dan 116 kepala sekolah untuk mengganti mereka yang telah pensiun di sekolah negeri serta menampung pertumbuhan siswa yang mendaftar pada tahun ajaran baru kali ini. Di samping itu, ada 24 sekolah baru yang dibangun pada tahun ini. 

Sadeq menjelaskan, pihaknya tidak akan melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Palestina. Termasuk membangun sekolah baru dan memberikan bantuan keuangan kepada sekolah yang sudah ada.

Saat ini, pemerintah Palestina tengah mengalami krisis. Terutama setelah pemerintah Israel menahan uang pajak barang senilai 10 juta dolar AS setiap bulannya, yang sebetulnya milik pemerintah Palestina. Israel sengaja menangguhkan uang pajak tersebut sebagai bentuk protesnya kepada pemerintah Mahmoud Abbas yang terus membagian sebagian uang tersebut kepada narapidana Palestina di Israel. 

Sebelumnya, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan memecat semua penasihatnya karena tidak mampu menggaji mereka. Namun, tidak ada laporan lebih lanjut mengenai berapa jumlah penasihat presiden yang dipecat.

Seorang analis politik Palestina, Jihad Harb, menilai, langkah tersebut sengaja diambil untuk mengurangi pengeluaran kantor kepresidenan Palestina. “Abbas ingin mengurangi pengeluaran kantornya dengan mengambil langkah-langkah penghematan demi menghadapi krisis anggaran saat ini," katanya, diberitakan AFP, Selasa (20/8) lalu.

 
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Senin 26 Agustus 2019 13:0 WIB
Peringati 2 Tahun Hari Genosida, 200.000 Warga Rohingya Unjuk Rasa di Bangladesh
Peringati 2 Tahun Hari Genosida, 200.000 Warga Rohingya Unjuk Rasa di Bangladesh
Sekitar 200 ribu pengungsi Rohingya menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati dua tahun 'Hari Genosida' di kamp pengungsian Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh. (Foto: Reuters/Rafiqur Rahman)
Cox’s Bazar, NU Online
Sekitar 200 ribu pengungsi Rohingya menggelar aksi unjuk rasa di kamp pengungsian di Kutupalong, Cox’s Bazar, Bangladesh pada Ahad (25/8). Aksi demonstrasi itu merupakan peringatan ‘Hari Genosida’, menandai dua tahun mereka melarikan diri dari kampung halamannya di Rakhine, Myanmar dan mengungsi di Bangladesh. 

Pada 25 Agustus 2017 lalu, tentara Myanmar melakukan ‘operasi pembersihan’ di Rakhine. Mereka berdalih, operasi itu merupakan balasan atas serangan yang dilancarkan para pemberontak ke sejumlah pos polisi dan militer Myanmar. Insiden itu menewaskan ribuan etnis Rohingya dan membuat sekitar 750 lainnya melarikan diri dan mengungsi di Bangladesh hingga kini.

Dikutip laman Aljazeera, Ahad (25/8), para pengungsi Rohingya mendesak pemerintah Myanmar agar memberi hak-hak mereka, termasuk kewarganegaraan, sebelum mereka dipulangkan ke Rakhine.

Dalam aksi tersebut, anak-anak, perempuan, dan laki-laki Rohingya meneriakkan yel-yel ‘Tuhan Maha Besar, Rohingya panjang umur’ ketika mereka berbaris di kamp pengungsian terbesar di dunia tersebut. Beberapa orang membawa spandung bertuliskan ‘Jangan pernah lagi! Hari peringatan genosida Rohingya’ dan ‘Kembalikan kewarganegaraan kami’.

Salah satu panitia aksi unjuk rasa, Mohib Ullah, mengatakan, melalui aksi unjuk rasa ini etnis Rohingya ingin memberitahukan kepada dunia bahwa mereka ingin hak-haknya kembali. Menurutnya, mereka ingin rumah dan kampungnya kembali.

“Kami telah meminta pemerintah Burma untuk berdialog. Tetapi kami belum mendapat tanggapan dari mereka. Kami dipukuli, dibunuh, dan diperkosa di Rakhine. Tapi tetap saja itu rumah kami. Dan kami ingin kembali," katanya. “Myanmar adalah negara kita. Kita Rohingya,” lanjutnya.

Sementara, Tayaba Khatun (50) ikut berunjuk rasa untuk mencari keadilan atas terbunuhnya kedua anaknya. “Saya akan terus mencari keadilan sampai napas terakhir saya," kata Tayaba, diberitakan AFP.

Sebelumnya, otoritas Bangladesh sudah menyediakan lima bus dan 10 truk untuk mengangkut para pengungsi Rohingya dari Teknaf, Bangladesh ke negara bagian Rakhine, Myanmar, pada Kamis (22/8) lalu. Namun, para pengungsi Rohingya tidak ada yang muncul ketika kendaraan sudah disiapkan.

“Kami sudah menunggu sejak jam 9 pagi. Tapi tak ada yang muncul,” kata petugas Bangladesh yang bertanggung jawab di Teknaf, Khaled Hossain, diberitakan AFP.

Para pengungsi Rohingya yang hendak dipulangkan itu mengaku khawatir akan dimasukkan ke dalam kamp khusus ketika mereka tiba di Myanmar. Mereka tidak berani pulang sebelum ada jaminan keselamatan dan pemberian kewarganegaraan. 

Pewarta: Muchlishon 
Editor: Abdullah Alawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG