IMG-LOGO
Internasional

AS Dikecam Karena Hapus Palestina dari Daftar Negara

Selasa 27 Agustus 2019 18:15 WIB
Bagikan:
AS Dikecam Karena Hapus Palestina dari Daftar Negara
Otoritas Palestina mengecam Amerika Serikat (AS) karena menghapus nama Palestina dari daftar negara-negara di laman pemerintahannya. (Ilustrasi: AFP)
Yerusalem, NU Online
Otoritas Palestina mengecam Amerika Serikat (AS) karena menghapus nama Palestina dari daftar negara-negara di laman pemerintahannya. Juru bicara Kantor Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh, menilai, langkah tersebut merupakan ‘kemunduran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemerintahan AS.’ Bahkan, Nabil menyebut kalau langkah AS tersebut sejalan dengan rencana kelompok sayap kanan Israel.

"Langkah ini menunjukkan pemerintah AS tidak hanya bias terhadap pendudukan Israel, tetapi sepenuhnya selaras dengan rencana ekstremis sayap kanan Israel” kata Rudeineh, dikutip dari laman Xinhua, Senin (26/8).

Nabil menegaskan, AS seharusnya mengetahui bahwa perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah akan terwujud manakala ada pengakuan terhadap Palestina sebagai sebuah negara yang berdaulat dan merdeka.

Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengutuk langkah AS tersebut. Menurutnya, kebijakan AS tersebut merupakan upaya untuk menggagalkan solusi dua negara yang dinilai bisa mengakhiri konflik Palestina dan Israel.

“Pemerintah AS saat ini mengimplementasikan visi Israel untuk menghancurkan solusi dua negara dan melarikan diri dari haknya,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina dalam rilisnya.

Sebelumnya, Radio Israel melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri AS referensi wilayah Palestina atau Otoritas Palestina dalam situs resminya.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, menilai, kebijakan AS menghapus Palestina dari daftar negara-negara di situsnya tersebut bukan lah agenda negeri Paman Sam tersebut, melainkan agenda Israel untuk mengukuhkan agenda pendudukan Israel atas tanah Palestina.

“Menghapus Palestina dari daftar negara Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri AS itu bukan terkait kepentingan nasional Amerika. Ini terkait memajukan agenda permukiman Israel," tulis Erekat melalui Twitternya.

Dia menegaskan, apa yang dilakukan pemerintah AS tersebut bukan berarti menghilangkan eksisten negara Palestina.

Palestina memutus hubungan diplomatiknya dengan AS setelah Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memindahkan kedutaan besar AS ke sana. Semenjak itu, pemerintah AS di bawah Trump terus menekan Palestina agar bersedia berunding damai dengan Israel. Salah satunya dengan memotong bantuan untuk Palestina sebesar 200 juta dolar AS.

AS dilaporkan telah menyiapkan proposal ‘Kesepakatan Abad’ ini untuk mendamaikan Palestina dan Israel. Namun pihak Palestina dan negara-negara pro-Palestina tidak sepakat dengan proposal usulan AS tersebut, karena usulan tersebut dinilai merugikan Palestina dan menguntungkan Israel.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 27 Agustus 2019 7:45 WIB
Perempuan Iran Kini Diizinkan Nonton Sepak Bola di Stadion
Perempuan Iran Kini Diizinkan Nonton Sepak Bola di Stadion
Perempuan Iran. (Foto: Pandit Football)
Teheran, NU Online
Otoritas Iran akhirnya mengizinkan perempuan untuk menonton sepak bola di stadion. Pada Ahad (25/8) kemarin, Wakil Kementerian Olahraga untuk Urusan Hukum dan Provinsi Jamshid Taghizadeh mengumumkan, perempuan diizinkan memasuki stadion untuk melihat pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Iran dengan Kamboja pada Oktober mendatang.

“Perempuan dapat pergi ke stadion Azadi pada 10 Oktober 2019 untuk menyaksikan pertandingan antara tim nasional Iran dan Kamboja untuk kualifikasi Piala Dunia Qatar," kata Jamshid, diberitakan kantor berita Iran, IRNA, dilansir AFP, Ahad (25/8).

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) meningkatkan tekanan kepada Iran untuk memastikan perempuan diizinkan menonton pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tidak hanya itu, lanjut Jamshid, perempuan Iran juga boleh menonton Tim Melli –seperti tim nasional- di pertandingan kandang selanjutnya di Stadion Azadi Teheran.
 
“Tidak ada larangan hukum (untuk kehadiran perempuan di stadion) dan kami harus mengaktifkan infrastruktur, yang sedang berlangsung," katanya.  

"Pandangan kami tentang perempuan, di semua tingkatan, adalah untuk mempersiapkan kondisi yang diperlukan untuk kesuksesan perempuan," lanjutnya.

Otoritas Iran melarang perempuan menonton sepak bola di stadion sejak Revolusi Islam pada 1979 silam. Larangan tersebut merujuk pada pendapat ulama Iran yang menilai bahwa perempuan harus dilindungi atmosfer maskulin dan pandangan laki-laki.
 
Namun seiring dengan perkembangan zaman, pada 1987 ulama Iran mengeluarkan fatwa tentang perempuan boleh menyaksikan sepak bola, meski hanya lewat layar televisi. 

Pada masa lalu, otoritas Iran mengizinkan perempuan asing untuk datang ke stadion dan menyaksikan pertandingan sepak bola di negeri itu. 

Diketahui, Iran beberapa kali menahan perempuan yang menonton sepak bola di stadion. Baru-baru ini, otoritas Iran menahan empat perempuan di Stadion Azali sebelum akhirnya dilepaskan.

Tahun lalu, seperti diberitakan BBC, Jumat (2/3/2018), Iran juga menahan 35 perempuan karena berusaha menghadiri pertandingan sepak bola antara klub Teheran Esteqlal dan Persepolis. Namun kemudian dilaporkan mereka dibebaskan setelah pertandingan selesai.
 
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Senin 26 Agustus 2019 20:0 WIB
Setelah Armuzna, Jamaah Haji Diimbau Tetap Jaga Kesehatan
Setelah Armuzna, Jamaah Haji Diimbau Tetap Jaga Kesehatan
Jamaah haji di Masjidil Haram, Makkah. (tripadvisor.ca)
Makkah, NU Online
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI dr Eka Jusup Singka mengungkapkan, angka kesakitan dan angka kematian jamaah haji setelah ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) cukup tinggi. Kondisi ini terutama dialami oleh jamaah yang berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
 
“Saya meminta kepada jamaah haji dan juga keluarganya serta pengurus KBIH yang sedang melakukan kunjungan kepada jamaah haji di KKI Makkah untuk membantu program pemerintah dan menyukseskan program kesehatan haji di mana jamaah haji yang kelelahan atau tua atau mengalami keterbatasan fisik untuk bisa diperhitungkan dan ditelaah kembali ibadah-ibadahnya," katanya sebagaimana siaran yang diterima NU Online, Senin (26/8).
 
Hal ini, lanjutnya, ditujukan agar seluruh jamaah bisa pulang ke tanah air dengan selamat dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing. Ia juga meminta kepada semua petugas agar berperan aktif memberikan penyuluhan kesehatan dan menjelaskan bahwa haji telah selesai. Saat ini jamaah tinggal menyelenggarakan ibadah-ibadah sunnah lainnya tetapi harus tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
 
Sementara Tim Promotif Preventif (TPP) Kementerian Kesehatan RI terus memberikan imbauan dan penyuluhan kepada jamaah sebelum dan setelah Armuzna. Secara masif, TPP juga terus menyampaikan delapan pesan kesehatan untuk jamaah haji Indonesia setelah Armuzna, khususnya kepada jamaah haji lansia dan beresiko tinggi 
 
Delapan pesan tersebut meliputi: (1) Melakukan ibadah sunnah sesuai dengan kemampuan fisik. Jangan memaksakan diri, (2) Hindari aktivitas di luar hotel yang tidak perlu, (3) Istirahat yang cukup minimal 6 hingga 8 jam dalam sehari, (4) Selalu menggunakan alat pelindung diri ketika berada di luar ruangan.
 
Selanjutnya, (5) Minum air sesering mungkin guna mencegah terjadinya kekurangan cairan, (6) Makan makanan yang bergizi dan buah-buahan secara teratur, (7) Selalu bepergian dalam kelompok, (8) Hindari stress dengan perbanyak dzikir dan melakukan aktivitas fisik bersama kelompok.
 
Di kesempatan lain, petugas dari Tim Kesehatan Haji Indonesia sektor 3 Daerah Kerja Makkah dr Neni mengatakan bahwa saat ini para jamaah sedang dilanda sakit batuk dan pilek. Kondisi  batuk dan pilek yang mayoritas diderita oleh para jamaah haji diakibatkan kondisi suhu, udara, dan menurunnya stamina jamaah setelah melaksanakan rangkaian ibadah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
 
"Jamaah harus tetap menjaga kesehatan untuk melanjutkan rangkaian ibadah dengan minum air dan istirahat cukup juga makan teratur," katanya kepada jamaah kelompok terbang JKG 51 dan 65 dari Lampung saat memberikan penyuluhan kesehatan di Hotel 301 Kawasan Raudhah, Makkah, Senin (26/8).
 
Apalagi, lanjutnya, bagi jamaah yang akan melanjutkan perjalanan ke Madinah diimbau untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya mengingat suhu di Madinah cenderung lebih panas dari Makkah.
 
"Suhu Madinah kering maka gampang mengakibatkan bibir dan kaki pecah-pecah serta kulit kering," ungkapnya.
 
Ia mengingatkan jamaah juga untuk senantiasa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) –seperti payung, masker, sandal, kacamata, dan semprotan air- untuk mengatasi permasalahan itu.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Muchlishon
Senin 26 Agustus 2019 18:0 WIB
Bonus yang Didapat Jamaah Haji Mabrur selain Surga
Bonus yang Didapat Jamaah Haji Mabrur selain Surga
H Zainul Anwar, pembimbing ibadah haji sektor 3 Makkah, saat menyampaikan ceramah di depan jamaah kloter JKG 51 dan 65 di Hotel 301 kawasan Raudhah, Makkah, Senin (26/8). (Muhammad Faizin/NU Online)
Makkah, NU Online
Haji merupakan ibadah yang istimewa. Pasalnya, rukun Islam kelima ini hanya diwajibkan kepada umat Islam sekali dalam seumur hidup dan itu pun bagi orang yang mampu. Selain itu, balasan bagi jamaah haji mabrur sudah dijanjikan oleh Allah yakni masuk ke dalam surga-Nya.
 
Demikian disampaikan H Zainul Anwar, pembimbing ibadah haji sektor 3 Makkah, di depan jamaah kloter JKG 51 dan 65 di Hotel 301 kawasan Raudhah, Makkah, Senin (26/8).
 
Menurut Zainul, mereka yang hajinya mabrur juga akan mendapatkan bonus lain dari Allah swt. Yakni dikabulkan segala doanya. “Haji adalah tamu Allah dan Allah sendiri yang akan menjamunya dengan mengabulkan segala doa. Inilah bonus yang akan didapat," katanya.
 
Bonus lain yang akan didapat lanjutnya adalah digantinya segala biaya yang sudah dikeluarkan untuk keperluan berangkat ke tanah suci oleh Allah swt. Sehingga jamaah tidak perlu khawatir akan jatuh miskin setelah berhaji.
 
“Biaya yang dikeluarkan akan diganti 700 kali oleh Allah swt," tegasnya pada kegiatan bimbingan ibadah dan kesehatan yang dilakukan paska Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
 
Zainul menerangkan, haji mabrur merupakan ibadah yang memiliki pahala sama dengan jihad di jalan Allah swt. Mereka yang hajinya mabrur akan diampuni dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini.
 
"Haji mabrur akan kembali suci seperti bayi yang terlahir kembali jika ibadah yang dilakukan benar-benar karena Allah. Tidak tercampur niatan ingin dipanggil Pak Haji atau Bu Haji dan juga tidak melakukan fusuk, rafas, jidal," terangnya.
 
Zainul mengingatkan, proses menjadi haji mabrur harus dilalui dengan perjuangan fisik dan mental yang berat. Oleh karenanya, perjuangan ini harus terus dipertahankan setelah kembali ke tanah air untuk mempertahankan kemabruran.
 
"Saat haji kita benar-benar telah melakukan pembinaan diri dengan berserah diri, sabar, ikhlas, selalu husnudzon (berbaik sangka), dan banyak berdzikir. Ini harus terus dipertahankan dan dilakukan terus setelah berhaji," anjurnya. 
 
Jikalau pun para jamaah sampai dengan saat ini masih dalam kondisi sakit, ia pun mengingatkan agar senantiasa tetap berbaik sangka kepada Allah dengan meyakini bahwa sakit yang diderita adalah anugerah yang mampu merontokkan dosa-dosa yang telah dilakukan.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Muchlishon
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG