IMG-LOGO
Internasional

Saudi Umumkan Peserta Lomba Baca Al-Qur’an dan Adzan Lulus Tahap Kedua

Rabu 28 Agustus 2019 10:30 WIB
Bagikan:
Saudi Umumkan Peserta Lomba Baca Al-Qur’an dan Adzan Lulus Tahap Kedua
Ilustrasi Arab Saudi (ist)
Riyadh, NU Online
Otoritas Arab Saudi melalui Kingdom’s General Entertainment Authority (GEA) mengumumkan, ada lebih dari 42 ribu orang yang dinyatakan lulus tahap kedua dalam Lomba Membaca Al-Qur’an dan Adzan. 

Tahap kedua diikuti oleh puluhan ribu peserta dari 162 negara. Dilaporkan Arab News, Ahad (25/8), ada 24.766 peserta yang terdaftar dalam Lomba Membaca Al-Qur’an dan 17.347 peserta untuk Lomba Adzan.

Untuk Lomba Membaca Al-Qur’an, peserta dari Arab Saudi merupakan yang terbanyak dengan 9.082 pendaftar. Mesir di urutan kedua dengan 5.184 orang, kemudian diikuti Pakistan dengan 1.822 orang, Indonesia 1.801 orang, India 1.225 orang. Sisanya merupakan peserta dari 157 negara.

Hal yang sama juga terjadi dalam Lomba Adzan. Dimana lima negara tersebut mendominasi jumlah peserta: Arab Saudi (7.167 pendaftar), Mesir (2.872 pendaftar), Pakistan (2.193 pendaftar), Indonesia (1.064 pendaftar), dan India (956 pendaftar). Dan sisanya adalah peserta dari 157 negara.

Sebagaimana diketahui, Tahap pertama pendaftaran yang sudah selesai pada 18 Agustus lalu. Tahap kedua, penyaringan dan nominasi. Tahap ketiga, penilaian dan penampilan langsung. Tahap terakhir, pengumuman pemenang.

Kompetisi ini dianggap sebagai Lomba Membaca Al-Qur’an dan Adzan terbesar yang pernah ada, mengingat jumlah pendaftar dan hadiah yang dialokasikan panitia. Dilaporkan, total hadiah lomba ini adalah 3,2 juta dolar AS atau setara 45,6 miliar rupiah. Dimana pemenang Lomba Baca Al-Qur’an akan menerima uang sebesar 1,3 juta dolar AS (18,5 miliar rupiah), sementara juara Lomba Adzan akan mendapatkan 530.000 dolar AS (7,5 miliar rupiah).

Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru bagi dunia dalam menyoroti keragaman budaya dunia Islam. Hal itu tercermin dalam metode pembacaan Al-Qur’an dan lantunan azan. Lomba ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan citra Islam dan Muslim secara internasional.

Di samping itu, Arab Saudi hendak mendorong generasi muda Islam untuk giat membaca Al-Qur’an dan mengajak mereka untuk ikut kompetisi ini. 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Tags:
Bagikan:
Rabu 28 Agustus 2019 23:10 WIB
Bangladesh Hapus ‘Kolom Status Perawan’ di Buku Nikah
Bangladesh Hapus ‘Kolom Status Perawan’ di Buku Nikah
Foto: Reuters
Dhaka, NU Online
Pengadilan Tinggi Bangladesh memutuskan untuk menghapus ‘kolom status perawan’ di buku nikah. Dengan demikian, perempuan Bangladesj tidak lagi perlu menyatakan status keperawanannya di buku nikah. 

Selama ini, sesuai hukum pernikahan Bangladesh, seorang calon pengantin perempuan diharuskan menuliskan statusnya di kolom perawan. Apakah dia masih masih perawan (kumari), janda, atau sudah bercerai. 

Beberapa waktu lalu Pengadilan Tinggi Bangladesh memerintahkan kepada pemerintah untuk mengganti ‘kata kumari (perawan)’ dengan ‘belum menikah.’ Pengadilan juga memutuskan agar calon penganti pria menuliskan statusnya; lanjang, duda, atau bercerai. 

Keputusan ini lahir setelah selama lima tahun terakhir aktivis perempuan mengajukan gugatan kepada pemerintah untuk menghapus status keperawanan calon mempelai perempuan di buku nikah. 

“Ini adalah keputusan yang memberi kami keyakinan bahwa kami dapat berjuang dan menciptakan lebih banyak perubahan bagi perempuan di masa depan," kata Ainun Nahar Siddiqua, salah satu dari dua advokat yang mengawal gugatan itu, dilansir Reuters, Selasa (27/8).

Sesuai dengan UU Perkawinan dan Perceraian Muslim Bangladesh yang disahkan pada 1974, formulir pernikahan juga mencantumkan ‘status perawan’ bagi perempuan. Sejak 2014, Siddiqua dan rekannya menuntuk pemerintah Bangladesh untuk mengubah formulir pernikahan tersebut.

Advokat dari Bangladesh Legal Aid and Services Trust (BLAST) itu mengatakan, pihaknya kemudian mengajukan petisi untuk menggugat pemerintah Bangladesh agar menghapus kolom status perawan dalam buku.

“Kami mengajukan petisi tertulis karena mempertanyakan apakah seseorang perawan atau tidak itu bertentangan dengan hak privasi seseorang," jelasnya.

Pemerintah Bangladesh belum merespons putusan Pengadilan Tinggi tersebut hingga saat ini. Belum juga ada penjelasan apakah putusan ini akan diterapkan pemerintah atau tidak.

Salah satu petugas catatan sipil pernikahan di Dhaka, Muhammad Ali Akbar Sarker, mengapresiasi putuhan Pengadilan Tinggi tersebut. Dia mengaku, selama ini banyak yang bertanya kepadanya mengenai alasan perempuan harus menuliskan statusnya dan laki-laki tidak. Dengan putusan itu, dia berharap tidak akan ditanyai hal itu lagi.

"Saya banyak menyelenggarakan pernikahan di Dhaka. Sering ditanya terkait kenapa laki-laki bebas merahasiakan status. Sementara wanita tidak," kata Sarker.

Meski demikian, Sarker dan para penghulu lainnya di Dhaka masih menunggu keputusan Kementerian Hukum Bangladesh terkait dengan penghapusan status perawan dalam buku nikah tersebut.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Rabu 28 Agustus 2019 21:45 WIB
Pembunuh Imam Shalat di Iran Dieksekusi Gantung di Depan Umum
Pembunuh Imam Shalat di Iran Dieksekusi Gantung di Depan Umum
Ilustrasi (via Thinkstock)
Teheran, NU Online
Otoritas Iran mengeksekusi hukum gantung seorang terpidana mati kasus pembunuhan imam Shalat Jumat di Kota Kazeroun, Iran Selatan, pada hari ini, Rabu (28/8). Hamid dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan sang imam Shalat Jumat.

Dilaporkan kantor berita Iran, IRNA, seperti dilansir laman AFP, Rabu (28/8), pembunuh imam masjid tersebut bernama Hamid Reza Derakhshandeh. Dia digantung mati di depan umum di Kota Kazeroun, di tempat dimana dirinya membunuh sang imam pada 29 Mei lalu. 

Ketika itu, setelah pulang dari seremoni di bulan Ramadhan, sang imam mengalami luka parah setelah diserang dengan menggunakan senjata tajam hingga menyebabkannya kemudian meninggal dunia. Namun, tidak informasi mengenai senjata apa yang digunakan Hamid untuk menyerang sang imam.

Korban menjadi imam Shalat Jumat di Kota Kazeroun, Iran Selatan, sejak 2007 silam. Dia ditunjuk langsung oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk memimpin shalat di sana.

Kepala Kehakiman Provinsi Fars, Kazem Mousavi, mengatakan, Hamid diadili setelah ditangkap pihak berwenang. Dalam persidangan, Hamid mengakui kalau perbuatannya itu telah direncanakan.

"Setelah ditangkap, Derakhshandeh menjalani persidangan dan dia mengakui telah melakukan kejahatan yang direncanakan di hadapan otoritas pengadilan," katanya.

Dikatakan Mousavi, Mahkamah Agung (MA) Iran kemudian menguatkan vonis mati terhadap Hamid. Hukuman mati dijalankan setelah pihak keluarga sang imam tidak memberi maaf kepada terpidana –Hamid- yang tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.

"Karena sensitivitas kasus dan sentimen publik dalam hal ini, upaya-upaya dilakukan untuk menyelidiki kasus tersebut dengan segera," kata Mousavi.

Sesuai dengan peraturan di Iran, nyawa seorang terpidana mati bisa terselamatkan asal keluarga korban memberikan maaf dan menerima materi pengganti atau ‘uang darah.’ Diketahui, Iran merupakan salah satu negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati.

Berdasarkan laporan Amnesty Internasional, Iran mengeksekusi mati 253 orang –termasuk enam diantaranya divonis saat usia anak- sepanjang 2018. Jumlah itu tujun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2017, yang ‘hanya’ mencapai 507 terpidana mati. 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Rabu 28 Agustus 2019 16:0 WIB
Ini Perubahan Sikap Seseorang yang Meraih Haji Mabrur
Ini Perubahan Sikap Seseorang yang Meraih Haji Mabrur
Konsultan Ibadah Haji Indonesia sektor 1 Makkah, Habib Salim al-Jufri (berdiri)
Makkah, NU Online
Predikat haji mabrur tidaklah bisa dilihat dari perubahan secara dhahir (fisik). Haji mabrur bukanlah orang yang selalu menggunakan baju gamis dan peci putih setiap hari setelah pulang dari berhaji. Haji mabrur merupakan predikat dan ujian yang akan bisa dilihat dan dirasakan oleh orang lain dalam waktu lama.
 
"Haji mabrur akan mendapatkan ujian mulai dari setelah kembalinya ia dari tanah suci sampai dengan wafat," kata Konsultan Ibadah Haji Indonesia sektor 1 Makkah, Habib Salim al-Jufri, Rabu (28/8).

Menurutnya, yang diharapkan dari haji mabrur itu adalah perubahan sikap yang dilakukan oleh para haji sebagai hasil dari penggemblengan fisik dan mental melalui rangkaian rukun, wajib, dan sunnah haji.
 
"Tanda haji mabrur, setelah pulang kembali ke tanah air, ibadahnya semakin rajin, sedekahnya semakin masif, dan amal ibadah lainnya semakin ditingkatkan," jelasnya.
 
Diikatakan, Rasulullah pun telah menjelaskan perubahan sikap yang akan terlihat setelah orang benar-benar menjadi haji mabrur  Ada tiga perubahan yang kesemuanya akan membawa manfaat bagi orang sekitarnya.
 
"Haji mabrur menurut Rasulullah ditandai dengan senangnya ia memberi makan orang lain. Ini artinya, haji mabrur akan memiliki sifat mudah dan suka membantu orang yang membutuhkan. Tidak pulang haji malah pelit," katanya menjelaskan perubahan dan tanda pertama haji mabrur.
 
Yang kedua, haji mabrur akan senantiasa menyebar keselamatan dan kedamaian untuk orang yang ada di sekitarnya. Haji mabrur mampu mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin kepada siapa saja baik sesama muslim maupun dengan agama dan suku yang berbeda.
 
"Haji mabrur tidak akan gampang menyalahkan, mengafirkan, dan membid'ahkan orang lain," tegasnya saat memberi penyuluhan pada jemaah kelompok terbang (kloter) 51, 53, dan 55 yang berada di Hotel Al Zaer Mashaer 114 Syisyah, Makkah, Rabu (28/8).
 
Tanda yang ketiga, haji mabrur akan senantiasa mengeluarkan ucapan yang baik dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Yang keluar dari lisannya adalah hal yang baik seperti dzikir dan hal bermanfaat lainnya serta jauh dari membicarakan orang lain.
 
Kegiatan bimbingan ibadah dan penyuluhan seputar ibadah haji seperti yang dilaksanakan ini, secara periodik terus dilakukan oleh Kementerian Agama kepada jemaah melalui para petugasnya dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG