IMG-LOGO
Humor

Saat Bendera Belanda Berkibar di Papua

Rabu 28 Agustus 2019 22:20 WIB
Bagikan:
Saat Bendera Belanda Berkibar di Papua
Ilustrasi Pulau Papua (ist)
Lewat strategi diplomasi ‘Cancut Tali Wondo’ yang diinisiasi oleh KH Abdul Wahab Chasbullah, pada 1961 Irian Barat (kini Papua) berhasil dibebaskan dan dikembalikan ke pangkuan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda.

Beberapa tahun silam setelah perjuangan besar tersebut, bendera Belanda kembali berkibar di salah satu rumah warga di Irian Jaya (kini Papua) tepatnya pada 7 Juli 1998.

Mengetahui hal itu, pihak keamanan segera menuju lokasi di mana bendera Belanda berkibar. Setelah dicek ternyata bendera tersebut dikibarkan oleh warga Irian Jaya bernama Jhon Wanggai.

Tiga polisi kemudian menuju rumah Jhon Wanggai. Wanggai terlihat tenang, tak panik. Pria berusia 39 tahun itu berprofesi sebagai advokat.

"Ada apa ini?" kata Wanggai.

"Saudara mengibarkan bendera Belanda. Saudara kami tangkap," kata seorang polisi sambil menarik tangan Wanggai.

Wanggai menampik tarikan tangan polisi. "Bapak polisi ini kurang kerjaan, eh? Saya memang mengibarkan bendera Belanda, karena saya pendukung kesebelasan Belanda. Lihat tuh!” ucapnya.

Ternyata Wanggai menunjuk kepala suku setempat yang rumahnya berjarak 200 meter ke arah bawah.

"Itu bendera Brasil berkibar," tegas Wanggai.

"Ooh..Demam Piala Dunia," kata polisi malu.

Pada 7 Juli 1998, Timnas Belanda memang bertemu dengan Tim Samba Brasil di babak perempat final Piala Dunia 1998 di Perancis. Warga dunia menikmati pertandingan tersebut, termasuk di Papua. (Ahmad)
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 27 Agustus 2019 19:30 WIB
Indonesia dan Peru soal Pindah Ibu Kota
Indonesia dan Peru soal Pindah Ibu Kota
Bendera Peru dan Republik Indonesia. (ist)
Wacana pemindahan ibu kota negara oleh pemerintah memunculkan banyak reaksi dari masyarakat Indonesia di seluruh daerah. Ada yang pro, tidak sedikit pula yang kontra dengan program tersebut.

Di sudut sebuah desa di Madura, Jawa Timur, dua pemuda bernama Idin dan Jamal ikut membincang persoalan pemindahan ibu kota.

“Kenapa sih ibu kota harus pindah segala?” tanya Idin mengawali perbincangan.

“Itu bagus, biar ada pemerataan pembangunan,” jawab Jamal diplomatis.

“Loh, emang untuk meratakan pembangunan harus pindah ibu kota?” Idin terus berusaha kritis.

“Emang kenapa sih Din? Indonesia hanya punya satu ibu kota jadi gampang memindahkannya. Coba bayangkan dengan negara Peru,” Jamal mulai keki.

“Emang ada apa dengan Peru?” Idin penasaran.

“Mereka punyai ibu kota Lima,” seloroh Jamal. (Fathoni)
Jumat 16 Agustus 2019 16:55 WIB
Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan
Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan
Foto: Arsip Nasional
Suasana menjelang perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI sudah terasa hingga ke semua sudut sekolah menengah pertama di sebuah kota.

Ari siswa kelas delapan di sekolah ikut bergembira menyambut perayaan di sekolahnya itu. Sampai ia pun lupa membuka kembali pelajaran yang akan dihadapinya esok hari, Sejarah.

Benar saja, setelah sang guru masuk kelas, ia menjadi siswa pertama yang mendapat ujian pertanyaan dari gurunya.

“Ari, siapa yang membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI?” tanya sang guru memberikan apersepsi sebelum memulai materi pelajaran.

Lupa dan saking groginya, ia spontan menjawab: “Bukan saya pak.” Seisi kelas tertawa. (Ahmad)
Rabu 14 Agustus 2019 23:0 WIB
Kisah di Balik Kemah Pramuka
Kisah di Balik Kemah Pramuka
Ilustrasi (via Pesantren Nurul Jadid Paiton)
Perkemahan Pramuka Penggalang di sebuah kecamatan memasuki kegiatan mencari jejak. Semua peserta yang terbagi ke dalam kelompok melewati berbagai macam rintangan dan lain-lain, termasuk Pos Pengetahuan Umum.

Setelah sekian banyak kelompok yang melewati Pos Pengetahuan Umum, tibalah grup Kelinci untuk menerima pertanyaan dari kakak-kakak Pramuka.

“Baik, kepada grup Kelinci, coba terangkan dengan singkat hubungan antara Pramuka dengan Pancasila?” tanya kakak Pramuka.

Udin yang menjadi ketua grup Kelinci agak kebingungan. Ia lalu meminta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan anggota grupnya.

“Ya, bagaimana hubungan keduanya?” tanya kakak Pramuka lagi.

“Siap, baik-baik saja, kakak,” jawab Udin lantang. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG