Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tempat dan Waktu Muktamar NU Ke-34 Ditentukan Bulan Depan

Tempat dan Waktu Muktamar NU Ke-34 Ditentukan Bulan Depan
Sekretaris Rapat Pleno PBNU 2019 Ulil Abshar Hadrawi (kanan) (Foto: Abdullah Alawi/NU Online)
Sekretaris Rapat Pleno PBNU 2019 Ulil Abshar Hadrawi (kanan) (Foto: Abdullah Alawi/NU Online)
Jakarta, NU Online 
PBNU akan menggelar Rapat Pleno 2019 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, 20 sampai 22 September. Salah satu pembahasan rapat tersebut adalah tempat dan waktu muktamar NU ke-34 yang berlangsung tahun depan. 

“PBNU telah membentuk tim yang mengadakan survei ke beberapa daerah yang mengajukan diri menjadi tuan rumah muktamar tahun 2020,” ungkap Sekretaris Rapat Pleno PBNU 2019 H Ulil Abshar Hadrawi di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/8).

Menurut Ulil, para anggota tim tersebut akan melaporkan hasil survei mereka di Rapat Pleno PBNU. Setelah itu, PBNU akan membahas dan kemudian memutuskannya. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengatakan, sampai saat ini ada beberapa daerah yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah muktamar NU, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Banten, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Di antara lima daerah tersebut, Lampung, dan Kepulauan Riau belum pernah menjadi tempat muktamar. 

“Sumatera Selatan pernah menjadi tuan rumah, yaitu di Palembang pada tahun 1952, sementara Yogyakarta pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1989,” katanya. 

Rapat Pleno PBNU 2019 akan melibatkan seluruh pengurus NU, lembaga dan banomnya di tingkat pusat. Mereka terdiri, mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, awan di PBNU, serta pengurus lembaga dan banom di tingkat pusat. 

Menurut Ulil Abshar, selain penentuan tempat dan waktu muktamar, pada kegiatan tersebut, PBNU akan mendengarkan laporan dari para pengurus lembaga dan banom NU di tingkat pusat. Setelah itu, kata Ulil, peserta Rapat Pleno akan dibagi dalam tiga komisi, yaitu program, organisasi dan rekomendasi.  

“Di tiga komisi itulah laporan dari masing-masing lembaga dan banom NU akan dievaluasi. Kemudian masukannya akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi,” jelas pria asal kelahiran Pati, Jawa Tengah ini. 

Bagi warga NU atau masyarakat umum yang ingin hadir pada kegiatan tersebut, lanjut Ulil, panitia memfasilitasinya dengan menyediakan arena seni dan hiburan rakyat yang dipersiapkan Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Purwakarta. Juga akan ada bazar.

“Dua hari sebelum itu, panitia akan mengadakan seminar-seminar terkait isu-isu yang berkembang saat ini seperti dakwah media sosial, perekonomian, pertanahan dan lain-lain,” katanya. 

Penyelenggaraan Rapat Pleno PBNU 2019 ini melibatkan kepanitiaan gabungan yang terdiri pengurus PBNU bekerja sama dengan PCNU Purwakarta, PWNU Jawa Barat dan sahibul bait, yakni Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 KH Abun Bunyamin. 

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad

 
BNI Mobile