Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Islam Ramah Warisan Ulama Harus Terus Disebarkan

Islam Ramah Warisan Ulama Harus Terus Disebarkan
Musker MWCNU Sungai Raya, Kubu Raya, Kalbar. (Foto: Maulida/NU Online)
Musker MWCNU Sungai Raya, Kubu Raya, Kalbar. (Foto: Maulida/NU Online)
Kubu Raya, NU Online
Setiap kaum muslimin khususnya warga Nahdlatul Ulama memiliki kewajiban untuk menebar Islam yang ramah. Dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi saat ini, ajaran para ulama terdahulu ternyata sangat pas untuk diterapkan di tanah air.
 
Penegasan disampaikan Kiai Muhammad Amin Anshori usai pelaksanaan Musyawarah Kerja (Musker) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
 
Menurut Ketua MWCNU Sungai Raya tersebut, keberadaan kepengurusan yang ada memiliki tugas dan kewajiban tidak semata menjalankan roda organisasi. Juga menebar Islam ramah di tengah masyarakat. Apalagi masyarakat di sejumlah daerah juga memiliki keragaman budaya, suku, agama dan antargolongan.
 
“Terbentuknya MWCNU Sungai Raya untuk menjadi wadah penyebaran Islam yang ramah, Islam yang toleran sehingga ajaran Aswaja An-Nahdiyah bisa tersebar luas di kawasan ini,” katanya, Sabtu (31/8).
 
MWCNU Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya menggelar Musker di Taman Pendidikan al-Qur’an Darussalam, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.
 
Rais MWCNU Sungai Raya KH Muhyiddin Sholeh mengungkapkan Musker digelar dengan tujuan agar program organisasi MWCNU Sungai Raya bisa terarah dan terlaksana sesuai dengan harapan warga NU.
 
“Dengan adanya Musker ini saya berharap MWCNU mampu menyusun program-program terbaik, tersusun secara sistematis, sehingga bisa terlaksana dengan baik dan memberi dampak positif bagi warga sekitar," ujarnya.
 
Musker dihadiri Rais MWCNU Sungai Raya KH Muhyiddin Sholeh, ketua yakni Kiai Muhammad Amin Anshori, Katib Kiai Asruki Ustman, serta dihadiri seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Sungai Raya dan badan otonom NU di kawasan setempat.
 
Kiai Muhammad Amin Anshori menjelaskan bahwa Musker tentu saja memiliki peran dan fungsi strategis. Rumusan dan keputusan yang terlah dibuat hendaknya dapat membawa manfaat bagi jamiyah dan jamaah.
 
“Output yang diharapkan dari Musker ini adalah program NU bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga keberadaan organisasi NU bisa memberikan dampak yang positif dalam perkembangan pembangunan, khususnya di Kecamatan Sungai Raya,” tandasnya.
 
 
Pewarta: Maulida
Editor: Ibnu Nawawi
 
Posisi Bawah | Youtube NU Online