IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Kaderisasi PMII Kedepankan Nilai Keagamaan dan Kebangsaan

Ahad 1 September 2019 16:0 WIB
Bagikan:
Kaderisasi PMII Kedepankan Nilai Keagamaan dan Kebangsaan
Ketua PKC PMII Sumut bersama Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar pada pembukaan Mapaba PMII di STAI Samora. (Foto: NU Online/Arif Harahap)
Pematangsiantar, NU Online
Sejumlah kelebihan akan diperoleh bagi kader yang berproses di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII. Yang lebih menonjol adalah dimilikinya wawasan keagamaan yang dibalut dengan kebangsaan yang demikian kental.
 
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Sumut, Azlansyah Hasibuan. Hal itu disampaikannya pada kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru atau Mapaba PMII di Pematangsiantar. Acara berlangsung Ahad (1/9) di aula Sekolah Tinggi Agama Islam Samora Pematangsiantar.
 
"Sahabat-sahabat tidak akan menyesal bergabung di PMII karena organisaasi mahasiswa ini sehat lantaran proses kaderisasinya diisi dengan wawasan keagamaan dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI," kata Azlan.
 
Agar dapat menjadi kader yang andal, dirinya mengajak kepada peserta untuk bisa mengikuti seluruh proses kaderisasi dengan tuntas. Termasuk tentu saja mencerna dengan baik sejumlah materi yang disampaikan oleh narasumber selama kaderisasi berlangsung.
 
Turut serta dalam rombongan PKC PMII Sumut, Sekretaris Umum PKC, Muharram Hutasuhut dan Ibnu Raash Al-Islami.
 
Dari undangan yang hadir tampak pula Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pematangsiantar, Arjuna, perwakilan Polres Pematangsiantar, Polres Simalungun, Ketua Fatayat NU Pematangsiantar dan sejumlah alumni PMII. 
 
Ketua Pelaksana Mapaba Chotibul Umam Sirait dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu kegiatan PMII. “Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangsih dan perhatian berbagai kalangan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” katanya.
 
Pada kesempatan tersebut Sekretaris Mabinda PMII Sumut, Lintong Sirait turut memberikan arahan kepada peserta Mapaba.
 
Kegiatan Mapaba PMII Pematangsiantar akan dilaksanakan selama sehari penuh diikuti peserta dari berbagai kampus. 
 
Materi Mapaba akan disampaikan oleh instruktur dari PMII Sumut, juga dari Polres Simalungun dibantu beberapa alumni PMII Pematangsiantar seperti Ridwan Akbar Pulungan dan Samaun Al Arif Harahap.
 
 
Pewarta: Arif Harahap
Editor: Ibnu Nawawi
Bagikan:

Baca Juga

Ahad 1 September 2019 23:30 WIB
Polda Jateng Minta Mahasiswa UIN Semarang Selektif Pilih Informasi
Polda Jateng Minta Mahasiswa UIN Semarang Selektif Pilih Informasi
Kasubdit Binpolmas Dit Binmas Polda Jateng AKBP Bambang Purwadi (foto: UIN Wali Songo)
Semarang, NU Online
Kasubdit Binpolmas Dit Binmas Polda Jateng AKBP Bambang Purwadi menyampaikan, era saat ini adalah era generasi milenial yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan dan dinamika teknologi informasi. 
 
"Tentunya tantangan yang di hadapinya akan lebih beragam dan lebih dasyat, terutama pengaruh kuat dari kecepatan akses dunia informasi melalui internet, termasuk media sosial," ujarnya.
 
Hal itu disampaikan saat dirinya mengisi kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo Semarang dengan tema Generasi Milenial Perkembangan Teknologi dan Kesatuan Bangsa berlangsung di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Kamis (29/08).
 
Dikatakan, menghadapi tantangan itu, mahasiswa harus lebih cerdas dan dewasa dalam menyikapi informasi, terutama melalui internet.
 
“Diharapkan generasi milenial ini bisa lebih cerdas dan dewasa untuk menyikapi secara arif dan bijaksana terhadap segala hal informasi yang datang melalui internet," jelas Bambang.
 
Menurutnya, mau tidak mau dan sebuah keniscayaan generasi milenial sekarang harus ‘melek’ dan sadar serta terhadap dunia internet. Jika kita tidak familiar terhadap dunia internet, maka sangat mungkin kita menjadi korban ‘penjajahan’ dunia teknologi informasi. 
 
"Apabila ini terjadi pada generasi milenial, maka dapat mengganggu kesatuan bangsa dan stabilitas nasional.” ungkapnya.
 
Dalam rilis yang diterima NU Online, Sabtu (31/8) Rektor UIN Wali Songo Semarang, Prof Imam Taufiq mengatakan, sebagai generasi milenial, mahasiswa harus mampu menyaring segala informasi yang diterima.
 
“Saat ini banyak sekali berita hoaks, sehingga kita harus bisa memilih info yang akurat. Bagaimana generasi milenial menanggapi banyaknya arus informasi yang masuk,” ujarnya.
 
Ia juga berharap agar para mahasiswa dapat bersikap lebih dewasa. ”Kalian sudah bukan lagi pelajar, tetapi meningkat statusnya menjadi mahasiswa. Diharapkan kalian dapat menjadi mahasiswa yang dinamis, kritis, dan kreatif sehingga dapat menghasilkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.
 
Kuliah umum mahasiswa baru diikuti 2.200 mahasiswa baru dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Hujmaniora, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
 
Editor: Muiz
Ahad 1 September 2019 23:0 WIB
Ansor Jombang: Ansor Banser Tetap Jaga NKRI
Ansor Jombang: Ansor Banser Tetap Jaga NKRI
Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Dawam Ikhwanto
Jombang, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, Jawa Timur, H Zulfikar Dawam Ikhwanto mengatakan, pantang bagi organisasi Ansor menggerogoti NKRI. GP Ansor memiliki komitmen kuat tentang kebangsaan dan keagamaan dengan tetap menjaga keutuhan NKRI. 
 
"Semua tindakan Ansor dan Banser berangkat dari komitmen tersebut. Tentunya hal ini sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah," tegasnya kepada NU Online, Ahad (1/9) di Jombang.
 
Komitmen kepemudaan lanjutnya, terutama Banser diwujudkan dalam bentuk membuat Banser Lalu Lintas, Banser Tanggap Bencana, Badan Ansor Anti Narkoba, Banser Maritim, pengawalan pengajian, menjaga kiai, Banser Husada, dan relawan kebakaran. Tujuan semua itu agar pemuda Banser bisa menjadi khairunnas anfauhum linnas dan kegiatannya riil dirasakan masyarakat.
 
"Banser punya komitmen kuat menjaga empat pilar kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD. Banser di garda terdepan menjaga Indonesia dari Papua hingga Aceh. Jadi sangat aneh sekali bila Banser dikatakan intoleran dan memecah persatuan bangsa," tambah alumni SMA 2 Jombang ini.
 
Dengan kuatnya persatuan antar anak bangsa, Gus Antok panggilan akrabnya, yakin Indonesia bisa bicara banyak dalam banyak hal di dunia Internasional. Indonesia punya modal Sumber Daya Alam yang melimpah dan Sumber Daya Manusia yang cukup banyak. Hanya saja mereka butuh pembekalan khusus.
 
"Ayo kita jaga, biar Indonesia bisa menjadi negara yang kuat, maju, dan makmur. Sehingga bisa bicara banyak di dunia internasional," tandas Gus Antok.
 
Dijelaskan, munculnya tujuh tuntutan masyarakat Papua ke Pemerintah Indonesia yang salah satunya berbunyi 'bubarkan Banser' misalnya, tak menyurutkan langkah Ansor dan Banser menjaga NKRI.
 
"Ansor dan Banser tak kan mundur selangkahpun untuk menjaga ulama, kiai, dan NKRI, meski sering dihantam kanan kiri," tegasnya.
 
Nama Ansor ini merupakan saran KH Abdul Wahab, dinisbatkan ke nama pemberian Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah saat nabi hijrah dari Mekkah. KH Abdul Wahab Hasbullah sendiri adalah tokoh pesantren yang dilahirkan di Jombang pada 31 Maret 1888. Ayahnya bernama Hasbullah Said, Pengasuh  Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Keturunan Kiai Wahab yang masih aktif di politik saat ini adalah Hj Mundjidah Wahab (Bupati Jombang).
 
Ansor resmi menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 Muharam 1353 H atau 24 April 1934. 
 
"Dalam perjalanannya, Banser bermula dari Ansor Cabang Malang yang melebarkan sayap organisasi dengan membuat gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama). Hari ini disebut Banser (Barisan Ansor Serbaguna)," pungkas Gus Antok.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Muiz
Ahad 1 September 2019 22:0 WIB
Bumikan NU di Kawasan Wana Wisata, MWC Bulu Rembang Gelar Pawai Muharam
Bumikan NU di Kawasan Wana Wisata, MWC Bulu Rembang Gelar Pawai Muharam
PAC Fatayat NU Bulu ambil bagian dalam pawai Muharam (foto: NU Online/Asmui)
Rembang, NU Online
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah terus membuat gebrakan sebagai program untuk menebar ajaran Ahlusunnah Waljamaah.
 
Seperti halnya yang dilakukan pada Ahad (1/9) pagi, mereka menggelar pawai karnaval yang diikuti lebih dari 3.000 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus NU, badan otonom, dan lembaga di lingkup MWCNU setempat untuk menyemarakkan Peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah.
 
Ketua Pengurus MWCNU Kecamatan Bulu KH Muhammad Syarqowi mengatakan, kegiatan tersebut untuk menghidupkan tradisi Nahdlatul Ulama di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora.
 
Meski tidak mudah, namun berkat tekad bersama, acara yang rutin digelar setiap satu Muharam itu dapat terselenggara di wilayah Kecamatan Bulu paling timur.
 
“Misinya adalah untuk membumikan NU di Kecamatan Bulu, utamanya di wilayah timur yang terus terang memang agak kesulitan. Tapi Alhamdulillah acara Muharam ini bisa kita selenggarakan di wana wisata Mantingan yang merupakan wilayah timur ini,” kata Kiai Syarqowi.
 
Lebih lanjut Kiai Syarqowi menyampaikan, ada sejumlah target yang dicapai dalam program kegiatan yang terencana itu. Di antaranya, menghidupkan kembali kepengurusan ranting NU di wilayah setempat dan menangkal faham radikalismi masuk di kawasan pelosok pedesaan tepi hutan.
 
Pawai menempuh rute dengan start dari wana wisata pemandian Mantingan, Bulu. Kemudian berjalan menuju arah Rembang, belok di wilayah perkampungan Desa Mantingan. Menempuh jalur memutar hingga kembali finish di lokasi pemandian.
 
“Usai pawai ada pengundian hadiah bagi para peserta juga. Pawai seperti ini sudah setiap tahun kami lakukan. Sudah sejak aktif di NU sekitar 10 tahunan ini,” imbuhnya.
 
Dijelaskan, Wana Wisata Kartini Mantingan, berada di Desa Mantingan, Kecamatan Bulu 22 km ke selatan jurusan Blora. Obyek wisata dikawasan hutan jati yang teduh, nyaman, dan sejuk ini dikelola oleh Perum Perhutani.  
 
"Di kawasan ini ranting NU kurang aktif, sehingga perlu dihidupkan kembali melalui kegiatan Pawai Muharam 1441 Hijriyah," tuturnya.
 
Syarqowi menyebut, kegiatan menyambut tahun baru Hijriyah bukan hanya pawai Muharam saja. Selama satu bulan penuh, MWCNU Bulu telah mengagendakan serangkaian acara Muharam.
 
“Ada lomba hadrah, kasidah, voli, cerdas cermat, PKPNU besok tanggal 6 dan 7 September, ada juga lomba pidato dan baca puisi, qiraatul qur’an, dan banyak lagi. Dan akan ditutup dengan pengajian umum serta perkemahan,” pungkasnya.
 
Acara tersebut juga dihadiri oleh pengurus Cabang, Forkopimcam, dan perwakilan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bulu.
 
Kontributor: Ahmad Asmui
Editor: Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG