Generasi NU Jangan Mudah Termakan Propaganda Perusuh NKRI

Generasi NU Jangan Mudah Termakan Propaganda Perusuh NKRI
Daurah Mahasiswa NU di kantor PWNU Jatim
Daurah Mahasiswa NU di kantor PWNU Jatim
Surabaya, NU Online
Saat ini sudah semakin banyak kelompok yang melakukan propaganda dengan membenturkan antara Al-Qur'an dan dasar negara Indonesia, Pancasila. Propaganda ini biasanya diarahkan kepada masyarakat, khususnya kepada mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
 
Menyikapi hal ini, Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Syafruddin Syarif menekankan bahwa generasi NU jangan sampai mau terhasut oleh propaganda ini. 
 
"Generasi NU jangan mau dihasut oleh orang-orang yang suka membenturkan antara Al-Qur'an dan Pancasila. Hal ini karena Al-Qur'an itu tidak ada bandingannya dan Pancasila itu sendiri digunakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.
 
Hal ini disampaikan dalam rangkaian acara Daurah Mahasiswa NU 2019 yang berlangsung pada Ahad (1/9) di Kantor PWNU Jawa Timur.
 
Kiai Syafruddin mengutip ucapan Syaikhul Azhar, yakni Syekh Ahmed al-Tayeb yang pernah mengatakan bahwa Pancasila merupakan substansi dari ajaran Islam. "Bahkan Syekh Ahmed al-Tayeb yang merupakan Grand Syekh Al-Azhar bahkan menyatakan bahwa Pancasila merupakan substansi dari agama Islam," ungkapnya.
 
"Kalau sekarang ada yang ingin mengubah dasar negara, mereka itu tidak tahu perjuangan yang telah dilakukan oleh para pejuang," tambahnya.
 
Oleh karena itu, dirinya mengharapkan para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini untuk mantab dalam ber-NU, sebab jamiyyah ini membawa ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah.
 
"Karena NU ingin membawa ajaran Islam secara paripurna sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah yang peduli juga kepada masyarakat," ucapnya.
 
"Selain itu, NU adalah jamiyah diniyah ijtimaiyyah atau jamiyah sosial kemasyarakatan. Di NU ada beberapa lembaga atau badan otonom yang bertujuan untuk membawa kesejahteraan kepada masyarakat, sama seperti yang diajarkan oleh Rasulullah," imbuhnya.
 
Dikatakan, NU dalam langkahnya selalu dalam kepastian. Maksudnya adalah apa yang diajarkan dalam NU selaliu menetapi sunnah Nabi dan atsar para sahabat. "Jika diringkas NU dalam bidang aqidah mengikuti dua imam, dalam bidang ibadah atau fiqih dalam mengikuti empat madzhab, dan dalam bidang tasawuf mengikuti dua imam," bebernya.
 
Kiai Syafruddin melanjutkan, semakin banyaknya kelompok yang menyatakan bahwa mereka adalah ahlussunnah waljamaah, maka NU akhirnya membuat casing tersendiri, yakni Islam Nusantara.
 
"Islam Nusantara adalah apapun ajaran Islam yang sudah jadi kebiasaan di Nusantara, yakni mereka yang mengikuti sunnah Nabi dan sahabat dalam tiga hal tadi," tukasnya.
"Kalau kita tetap ber-NU, insyaallah akan diselamatkan oleh Allah," tutupnya.
 
Kegiatan Daurah Mahasiswa NU selama dua hari yang diselenggarakan di  Kantor PWNU Jawa Timur ini diikuti sekitar 200 mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mendapatkan beasiswa antara PWNU Jawa Timur dan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Jawa Timur.
 
Kontributor: Ahmad Hanan
Editor: Muiz
BNI Mobile