IMG-LOGO
Daerah

Sambut Haul Syekh Mutamakkin, LPBA Kajen Gelar Bazar Buku

Senin 2 September 2019 23:0 WIB
Bagikan:
Sambut Haul Syekh Mutamakkin, LPBA Kajen Gelar Bazar Buku
Bazar buku LPBA Kajen, Pati dalam rangka haul Syekh Ahmad Mutamakkin.
Pati, NU Online
Menyongsong haul Syeikh Ahmad Mutamakkin, Kajen, Pati, Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) Kajen menggelar bazar buku. Bazar ini dilakukan di gedung LPBA yang berada di sebelah timur makam.
 
Siswanto, panitia penyelenggara mengatakan bazar buku ini akan digelar hingga 15 September 2019 mendatang. Bazar dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Adapun untuk mensukseskan kegiatan ini, panitia merangkul penerbit-penerbit buku dari tingkat lokal hingga nasional. Beberapa diantaranya seperti Mizan, Gramedia, Kompas, Araska, Solusi dan puluhan penerbit lainnya turut mengisi bazar buku di LPBA tersebut.
 
Selain untuk memperingati haul Syeikh Ahmad Mutamakkin, dihelatnya bazar buku ini memiliki misi lain. LPBA saat ini sedang menggalakkan semangat literasi.
 
"Dengan momentum haul, LPBA mencoba menyediakan tempat bagi penggila literasi untuk memuaskan hasrat literasinya. Karena, dengan melalui literasi (baca dan tulis) semangat dalam membaca dan menulis santri terus terjaga, sehingga bazar buku ini sangat penting kami adakan untuk menjaga ghirrah santri dalam belajar," kata Siswanto, Senin (2/9).
 
Para pengunjung tidak hanya datang dari Pati, melainkan juga dari luar kota seperti Semarang, Salatiga, Demak, Kudus, Jepara, Blora, dan Rembang. Hal ini menunjukkan, bahwa semangat dunia literasi dalam dunia pesantren sangat tinggi.
 
"Oleh karena itu, ke depan kami berharap semangat literasi bisa tumbuh melalui kegiatan ini. Bazar buku yang kami buat adalah langkah kecil, namun jika semua kalangan muda mau mengikuti langkah kecil ini dengan berbagai bentuknya maka akan memperbanyak gerakan literasi," tutup Siswanto. 
 
Red: Kendi Setiawan
Bagikan:

Baca Juga

Senin 2 September 2019 23:30 WIB
Kader Ansor dan Banser Diharapkan Lebih Maju dan Cerdas Berorganisasi
Kader Ansor dan Banser Diharapkan Lebih Maju dan Cerdas Berorganisasi
Kegiatan PAC Ansor Nalumsari, Jepara, Jateng
Jepara, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jepara, Jawa Tengah, H Syamsul Anwar meminta kepada kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) lebih maju dan cerdas dalam berorganisasi, khususnya bagi mereka yang sudah mengikuti Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).
 
"Tentu dengan telah mengikuti Susbalan, kader Ansor dan Banser sudah memiliki ilmu yang muumpuni dalam mengelola organisasi. Maka, harus lebih baik dalam mengelola organisasi dan menjalankan program," ujarnya.
 
Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri acara Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara menggelar Doa Bersama dalam rangka memperingati tahun baru 1441 hijriyah di Gedung MWCNU Nalumsari pada Sabtu (31/8) malam.
 
Dikatakan, berbagai tingkatan pendidikan yang ada di Ansor dan Banser wajib diikuti oleh seluruh kader dan itu menjadi persyaratan untuk bisa menjadi pengurus, sehingga tata kelola organisasi akan semakin baik.
 
"Tidak bisa dengan secara tiba-tiba seseorang baru masuk Ansor dan Banser terus kepingin menjadi pengurus tanpa melalui tahapan pendidikan di Ansor," tegasnya.
 
Syamsul Anwar mengimbau kepada seluruh kader Ansor dan Banser Nalumsari untuk memeprsiapkan diri mengikuti Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) dan Susbalan yang akan diadakan PC Ansor Jepara.
 
“Saya harapkan kader Ansor dan Banser Nalumsari bisa mempersiapkan diri untuk ikut PKL dan Susbalan Ansor Jepara besok mulai tanggal 4 sampai 6 Oktober 2019 di Pesantren Dzillalul Qur’an Batealit Jepara,” katanya.
 
Mantan Ketua PAC GP Ansor Pecangaan ini menjelaskan, untuk persyaratan mengikuti kegiatan ini harus sudah pernah ikut dan memiliki sertifikat PKD dan Diklatsar. 
“Untuk PAC Nalumsari kuota peserta PKL maksimal lima kader Ansor, dan SUSBALAN tujuh kader Banser,” ujarnya.
 
Ketua PAC Ansor Nalumsari, Jepara Kholid Wardana kepada NU Online, Senin (2/9) menjelaskan, selain konlosidasi organisasi, kegiatan pertemuan di Gedung MWCNU Nalumsari dimanfaatkan untuk doa bersama memasuki tahun Islam 1441 Hijriyah.
 
"Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 wib tersebut dihadiri Ketua PC GP Ansor Jepara H. Syamsul Anwar, Kasatkoryon Nalumsari Abdul Malik dan Pimpinan Ranting Ansor Se-Kecamatan Nalumsari," pungkasnya.
 
Kontributor: Yusrul Wafa
Editor: Muiz
Senin 2 September 2019 22:0 WIB
Mustahik NU Care-LAZISNU Dibekali Pengolahan Jamur Tiram
Mustahik NU Care-LAZISNU Dibekali Pengolahan Jamur Tiram
Sejumlah peserta pelatihan pengolahan jamur tiram oleh NU Care-LAZISNU Cilacap. (Foto: NU Online/panitia)
Cilacap, NU Online
Sejumlah mustahik atau penerima bantuan sebagai binaan NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Cilacap, Jawa Barat mengikuti pelatihan pengolahan jamur tiram. 
 
Kegiatan ini atas kerja sama NU Care-LAZISNU Cilacap dengan Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi (DPC K) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia atau Sarbumusi setempat. Kegiatan dipusatkan di Gubug Jamur Desa Dondong Kecamatan Kesugihan Cilacap, Senin (2/9).
 
Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan untuk memberdayakan ekonomi mustahik itu.
 
“Para peserta diajari cara mengolah jamur tiram menjadi berbagai olahan makanan yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” kata Sekretaris NU Care-LAZISNU Cilacap ini.
 
Dalam penjelasannya, Ahmad Fauzi mengatakan bahwa pelatihan sebagai bagian dari program LAZISNU Cilacap yang bersifat pemberdayaan. 
 
"Salah satunya life skill ini,” tuturnya.
 
Fauzi menjelaskan, di antara tujuan dan harapan NU Care-LAZISNU Cilacap adalah mengubah posisi seseorang dari mustahik menjadi muzakki.
 
“Hal tersebut sesuai visi NU Care-LAZISNU yakni bertekad menjadi lembaga pengelola dana masyarakat dari mulai zakat, infaq, sedekah, Corporate Social Responsibility atau CSR yakni tanggung jawab sosial perusahaan dan dana sosial lainnya yang didayagunakan secara amanah dan profesional untuk pemberdayaan umat,” urainya.
 
Menurutnya, salah satunya adalah dengan membekali mustahik dengan keterampilan-keterampilan tertentu sehingga mereka akan menjadi lebih berdaya.
 
“Kalau sudah berdaya, nanti mereka bisa berwirausaha sendiri, mengembangkan skill atau keterampilannya itu, sehingga yang tadinya menjadi mustahik menjadi muzakki," ungkapnya.
 
Fauzi mengaku, NU Care-LAZISNU Kabupaten Cilacap bertekad akan terus menggelar kegiatan melalui pilar program ekonomi mandiri untuk mengembangkan keterampilan masyarakat yang awalnya sebagai mustahik agar menjadi muzakki.
 
Di akhir kegiatan, para mustahik yang mengikuti pelatihan akan dibina dan dikawal oleh tim NU Care-LAZISNU dan DPC K Sarbumusi Cilacap mulai dari proses pembelajaran pengolahan, penjualan, sampai benar benar berjalan dan berkembang.
 
“NU Care-LAZISNU Cilacap juga akan memberikan gerobak usaha bagi mustahik yang mengikuti pelatihan pada hari ini,” tandasnya. 
 
 
Editor: Ibnu Nawawi
 
Senin 2 September 2019 21:0 WIB
Lesbumi Cirebon Ajak Seniman Gunakan Naskah Bertema Toleransi
Lesbumi Cirebon Ajak Seniman Gunakan Naskah Bertema Toleransi
Pementasan wayang golek di Keraton Kasepuhan Cirebon yang didukung oleh Lesbumi Cirebon.
Cirebon, NU Online
Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Cirebon mengajak seniman di Cirebon untuk menggunakan naskah yang bertemakan toleransi.

Penggunaan naskah yang bertema toleransi ini, diawali dengan adanya kegiatan kurasi naskah yang dilaksanakan di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Ahad (1/9) kemarin.

Dalam kegiatan lokakarya dan kurasi naskah itu, Lesbumi mengundang sejumlah seniman di Cirebon, untuk mengumpulkan dan menginventarisir, naskah-naskah yang memiliki nilai toleransi.

"Para seniman kita ajak, untuk kembali mengumpulkan dan menggunakan naskah yang memiliki nilai toleransi," ujar Agung Firmansyah, Sekretaris Lesbumi Cirebon, Senin (2/9).

Nantinya, ujar Agung, naskah-naskah yang sudah dikumpulkan tersebut, akan digunakan sebagai acuan untuk pementasan kebudayan dalam program Njujug Tajug, yang diinisiasi oleh Lesbumi Cirebon.

Dalam program Njujug Tajug itu, Lesbumi akan meramaikan Tajug dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari kegiatan keagamaan, pertunjukan, keilmuan, kesehatan dan sejumlah kegiatan positif lainnya bagi masyarakat.

"Kita akan lakukan kegiatan tersebut disejumlah tajug yang ada di Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Dengan adanya naskah-naskah yang memiliki nilai-nilai toleransi, diharapkan kegiatan Njujug Tajug bisa ikut mendorong toleransi di Cirebon menjadi lebih kuat.

Raffan S Hasyim, sejarawan Cirebon, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Lesbumi. Menurutnya, sejak dulu Cirebon sudah sangat menerapkan toleransi dalam bermasyarakat.

Dengan adanya kurasi naskah ini, para seniman bisa mengetahui, naskah apa yang sangat layak untuk ditampilkan dalam pertunjukan, dengan membawa nilai-nilai toleransi didalamnya.

"Naskah zaman dulu itu, sarat akan kearifan dalam bermasyarakat," ujarnya.

Menurut pria yang kerap disapa Opan ini, kurasi naskah sangat penting dilakukan. Karena menurutnya, naskah-naskah pertunjukan, juga diambil dari naskah-naskah yang dibuat oleh para ulama atau ilmuwan zaman dulu.

Opan mencontohkan, kisah hilangnya salah satu saka di Masjid Sang Cipta Rasa, bisa juga dijadikan salah satu bukti toleransi yang kuat di Cirebon. 

Menurut Opan, salah satu saka di Masjid Sang Cipta Rasa, bukan hilang. Melainkan diserahkan oleh Sunan Gunungjati, kepada salah satu warga Tionghoa muslim. Saat itu, warga Tionghoa tersebut, membutuhkan kayu untuk membangun kelenteng, untuk rekannya yang beragama Konghucu.

"Akhirnya saka yang hilang itu, diganti oleh Sunan Kalijaga dengan saka tatal," kata Opan.

Dukungan penggunaan naskah pertunjukan yang bertemakan toleransi, juga didukung oleh aktivis toleransi, Marzuki Rais.

Menurut Marzuki, seni sejak dulu, bukan hanya digunakan sebagai hiburan semata, namun juga untuk menyebarkan Islam dan menyampaikan pesan-pesan moral.

Penggunaan seni budaya untuk menyampaikan pesan toleransi, menurutnya sangat tepat. Karena melalui seni budaya, bisa menyampaikan hingga mendalam dan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

"Lesbumi sangat tepat, untuk memilih seni dan budaya, untuk menyampaikan pesan toleransi," katanya.

Kontributor: Ahmad Rofahan
Editor: Fathoni Ahmad
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG