Kuliah Umum, IAIN Pontianak Ajak Mahasiswa Jadi Pribadi Sukses

Kuliah Umum, IAIN Pontianak Ajak Mahasiswa Jadi Pribadi Sukses
Seminar di FUAD IAIN Pontianak. (Foto: NU Online/Didik Darmadi)
Seminar di FUAD IAIN Pontianak. (Foto: NU Online/Didik Darmadi)
Pontianak, NU Online
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat menggelar kuliah umum. Kali ini yang mengangkat tema tentang sukses sarjana dengan metode terapi. 
 
Ismail Ruslan selaku Dekan FUAD menyampaikan bahwa kuliah umum ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru yang berjumlah 350 orang. Dirinya mengemukakan periode ini ada tiga program unggulan FUAD IAIN Pontianak, yaitu program FUAD Mengaji, Rumah Literasi, dan Rumah Qur'an. 
 
“Kita perlu membangun karakter mulia mahasiswa, karena ini yang diminta dan dibutuhkan masyarakat sebagai usernya,” katanya, Senin (2/9). 
 
Untuk menunjang itu semua, mulai semester ini FUAD menggunakan gedung kuliah baru Tower C dengan lima lantai. “Kami sudah siap melaksanakan perkuliahan dan berkomitmen memberikan yang terbaik kepada mahasiswa,” tuturnya.
 
Pada kesempatan yang sama, mewakili Rektor IAIN Pontianak, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Firdaus Achmad menyampaikan bahwa banyak amanah yang disematkan kepada fakultas ini. 
 
“Apalagi FUAD memiliki dosen dokor paling banyak, konsekuensi logis akademis FUAD harus lebih cerdas dan lebih baik serta lebih terapis dibandingkan fakultas lainnya,” katanya.
 
FUAD memiliki dua program studi yang mengkaji psikologi, yaitu bimbingan konseling Islam dan psikologi Islam. Pihak lembaga siap mengembangkan program studi yang ada di fakultas tersebut dan lainnya. 
 
“Kampus luar banyak yang ingin melakukan kerja sama dengan FUAD IAIN Pontianak. Kita harus promosikan sejumlah kekebihan yang ada di IAIN Pontianak,” ajaknya. 
 
Pada kesempatan tersebut dirinya menjelaskan agar para mahasiswa harus memiliki kompetensi dan menunjukkan eksistensinya karena FUAD sebagai ruh IAIN Pontianak. 
 
“Kami tidak ingin Islam tergerus hanya sebab pakaian maupun politik. Kalau itu yang terjadi, maka Islam kehilangan universalitasnya. Padahal Islam sangatlah universal, jangan disederhanakan bahkan menyebabkan umat Islam terbelah. Untuk itu kualitas diri sangatlah penting,” ungkapnya. 
 
Di akhir penjelasannya dia mendorong mahasiswa cepat selesai dan berkualitas dengan program yang sudah disiapkan.
 
Ahmad Jais as-Sambasy saat tampil sebagai pembicara menjelaskan pentingnya praktik sebagai kunci cepat meraih sarjana.
 
"Untuk menjadi sehat dan sukses demi masa depan, pikiran kita harus tenang, damai, dan rileks,” tandasnya.
 
 
Pewarta: Didik Darmadi
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile