Lagu 'Ayah' Gus Azmi Bikin Pengunjung Sedih 

Lagu 'Ayah' Gus Azmi Bikin Pengunjung Sedih 
Gema shalawat di Sukosewu, Bojonegoro bersama Gus Azmi
Gema shalawat di Sukosewu, Bojonegoro bersama Gus Azmi
Bojonegoro, NU Online
Saat Gus Azmi vokalis Syubbanul Muslimin dari Probolinggo menyanyikan lagu berjudul 'Ayah' semuanya ikut bersedih, termasuk pengasuh Ponpes Manba'ul Ulum, Gus Shofiuddin Abbas tampak meneteskan air mata karena mengenang ayahnya dan para pendiri pondok.
 
Ribuan jamaah shalawat nabi dari Kecamatan Sukosewu Bojonegroro dan sekitarnya yang didominasi anak muda ikut hanyut dalam lantunan shalawat yang dilantunkan Muhammad Ulul Azmi Askandar Al-Abshor, yang terkenal Gus Azmi. Tak hanya kawula muda, ribuan jamaah orang tua juga ikut larut mengikuti shalawat bersama sampai tengah malam.
 
Kehadiran Gus Azmi di Sukosewu Bojonegoro dalam rangka menghadiri Milad ke-30 Pesantren Manba'ul Ulum Desa Klepek Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, Ahad (1/9) malam.
 
Pengasuh Pesantren Manba'ul Ulum Sukosewu, Bojonegoro, Jawa Timur, KH Sofiuddin Abbas menjelaskan, kehadiran pesantren yang berdiri tahun 1989 mendapat dukungan dari ibunda dan masyarakat sekitar pesantren.
 
"Sejak berdiri 1989, berkat do'a dan dukungan ibu saya juga seluruh masyarakat, pondok bisa berkembang sampai sekarang ini," kata Gus Shofiuddin.
 
Diceritakan sekaligus mengenang berdirinya pondok, sebenarnya ia belum pantas mengasuh pondok tersebut. Namun karena kondisi, ia harus meneruskan perjuangan mengasuh Pesantren Manba'ul Ulum. "Terima kasih dukungan semuanya, termasuk para alumni MU (Manba'ul Ulum) community," terangnya.
 
Bupati Bojonegoro yang diwakil Staf Ahli bidang kemasyarakatan dan SDM, Ninik Sumiati mengungkapkan, merasa senang bisa hadir, karena melihat antusiasme masyarakat yang menghadiri Milad ke-30 Ponpes Manba'ul Ulum yang diisi dengan shalawat nabi. 
 
Menurutnya, shalawat menjadi daya tarik bahkan pemuda-pemudi dan masyarakat berdatangan ke Desa Klepek. "Semuanya terbius bershalawat, generasi muda banyak yang cinta bershalawat. Pemkab ikut membantu mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan dan pesantren," ungkapnya.
 
"Ke depannya pesantren harus bisa menjadi agen perubahan, kontrol sosial, dan bermanfaat," imbuhnya.
 
Khadimul Majlis Syubbanul Muslimin, KH Hafidzul Hakim Noer berpesan kepada para santri dalam belajar ada syaratnya, yakni kalau mau mendapatkan ilmu harus belajar. Jika tidak pernah belajar dipastikan tidak akan mendapatkan ilmu. 
 
"Ilmu bermanfaat raihlah ridho guru kita dan ilmu barokah harus mengabdi buat guru serta madrasah," pesan Gus Hafidz Paiton Probolinggo itu.
 
Tampak dalam shalawat bersama syubbanul muslimin dan syekhermania ribuan jamaah menikmati bacaan shalawat. Selain mengikuti bacaan shalawat nabi, tidak sedikit pengunjung yang mengibarkan bendera NU, syubbanul muslimin, dan bendera merah putih. Meskipun acara selesai sampai larut malam, ribuan jamaah tidak beranjak dari tempat duduknya yang tertib duduk bersila.
 
Kontributor: M Yazid
Editor: Muiz
BNI Mobile