IMG-LOGO
Internasional

Jamaah Haji Tidak Diperbolehkan Bawa Pulang Air Zam Zam

Rabu 4 September 2019 10:30 WIB
Bagikan:
Jamaah Haji Tidak Diperbolehkan Bawa Pulang Air Zam Zam
Para jamaah haji sedang berada di dekat sumur air zam-zam. (Foto: NU Online/Faizal Nuris)

Madinah, NU Online

Saat ini sebagian jamaah haji Indonesia masih ada yang berada di tanah suci Makkah khususnya yang masuk dalam penerbangan gelombang kedua. Selain di Makkah, sebagian besar jamaah haji gelombang kedua sudah berada di Madinah.

 

Secara bergelombang, mereka akan diterbangkan pulang ke tanah air melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah. Awal pemulangan Jamaah Haji Gelombang kedua dari Madinah sudah dimulai pada tanggal 30 Agustus 2019.

 

"Akhir pemulangan Jamaah Haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air tanggal 15 September 2019," demikian rilis yang diterima NU Online, Senin (2/9), berdasar edaran yang ditanda tangani Kepala Daerah Kerja Madinah, Ahmad Jauhari.

 

Persiapan dan sosialisasi barang bawaan dari beberapa kloter pun dilakukan petugas kloter sesuai jadwal penerbangan.

 

Sesuai edaran tersebut, beberapa barang dilarang dibawa oleh jamaah selama penerbangan. Di antaranya, jamaah tidak diperkenankan memasukkan air zam zam ke dalam koper besar (bagasi). Jika jamaah kedapatan membawa air zamzam, maka tas koper besar tidak akan diangkut oleh maskapai penerbangan.

 

Terkait dengan air zam zam ini jamaah haji akan menerima air zam zam sebanyak 5 liter pada saat kedatangan di Asrama Haji Embarkasi atau Debarkasi

 

"Tidak membawa botol parfum melebihi 100 mililiter; Tidak membawa cairan melebihi 100 mililiter dalam tas tentengan kecuali obat-obatan; Tidak membawa benda yang mengandung aerosol, gas, magnet, senjata tajam dan mainan yang menggunakan baterai (melepas baterai);," tegas Ahmad Jauhari.

 

Untuk kapasitas berat barang bawaan, jamaah haji hanya diperkenankan membawa tiga jenis tas yang sudah diberikan oleh maskapai penerbangan yakni tas paspor, tas tenteng (tas kabin) dengan maksimal berat 7 Kilogram dan koper besar (bagasi) maksimal 32 Kilogram.

 

Semua bawaan jamaah haji akan melalui proses penimbangan. Ini akan dilakukan sesuai dengan penempatan hotel jamaah paling cepat 2 x 24 jam (H-2) dari jadwal take off pesawat.

 

Imbauan tentang barang bawaan ini segera ditindaklanjuti oleh petugas kloter dengan melakukan sosialisasi kepada jamaah. Seperti yang dilakukan oleh petugas Kloter JKG 51 di Hotel Silbar Tabah Madinah, Selasa (3/9). Ketua Kloter, Hilal, menjelaskan bahwa semua peraturan yang ada tersebut merupakan langkah untuk menjaga keamanan dalam penerbangan.

 

"Kloter kami dijadwal berangkat ke tanah air tanggal 7 September 2019. Kita sudah sosialisasi, penimbangan koper, dan mempersiapkan segala sesuatunya dua hari sebelumnya," jelasnya.

 

Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Aryudi AR

Bagikan:

Baca Juga

Rabu 4 September 2019 22:45 WIB
Sempat Dicekal Pemerintah AS, Mahasiswa Asal Palestina Kini Bisa Kuliah di Harvard
Sempat Dicekal Pemerintah AS, Mahasiswa Asal Palestina Kini Bisa Kuliah di Harvard
Ismail Ajjawi (tengah) akhirnya bisa mulai belajar di Harvard University, Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya sempat dicekal di Bandara Logan, Boston pada akhir bulan lalu. (Foto: Twitter @raza_hamzah)
Boston, NU Online
Seorang warga Palestina, Ismail B Ajjawi (17) akhirnya bisa mulai belajar di Harvard University, Amerika Serikat (AS). Ismail kini sudah bisa masuk kelas dan mengikuti perkuliahan di Harvard University yang dimulai pada Selasa (3/9). 

Keterangan itu disampaikan Sebuah LSM pendidikan berbasis di Washington, Amideast. Menurut Amideast, Ismail tiba di Bandara Logan, Boston, satu hari sebelum masa perkuliahan dimulai.

"Kami senang mimpi Ismail di Harvard akan terwujud," kata Presiden dan CEO Amideast, Theodore Kattouf, seperti dikutip dari laman France24, Selasa (3/9).

Kattouf menyebut, Ismail adalah salah satu pemuda terbaik di Lebanon. Kegigihan dan kecerdasa Ismail membuat dirinya bisa mendapatkan beasiswa di Harvard University.

“Ismail adalah pemuda cerdas, pekerja keras. Kecerdasan dan kegigihannya membuatnya berhasil mengatasi tantangan yang dihadapi para pemuda pengungsi Palestina untuk mendapatkan beasiswa," katanya.

Pihak keluarga Ismail mengaku, dalam beberapa terakhir setelah Ismail ditolak masuk AS menjadi hari yang penuh dengan kecemasah. Pihak keluarga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Ismail. 

"10 hari terakhir yang sulit dan dipenuhi kecemasan, tetapi kami sangat berterima kasih atas ribuan pesan dukungan dan terutama pekerjaan Amideast," kata keluarga Ismail dalam sebuah pernyataan.

Sebagaimana diketahuim pada akhir bulan lalu, Jumat (23/8), Ismail tiba di Bandara Internasional Logan, Boston untuk memulai belajar di Harvard University. Namun ia ditolak masuk AS oleh petugas imigrasi setempat meski sudah memiliki visa.

Dikutip laman The Harvard Crimson, Selasa (28/8), Ajjawi mengaku ditahan dan ditanyai petugas imigrasi selama delapan jam ketika tiba di bandara. Sebelum akhirnya ia ditolak masuk karena komentar teman-temannya di media sosialnya.

Dia menceritakan, semula petugas imigrasi memerika handphone dan laptopnya selama lima jam. Setelah itu, seorang petugas imigrasi perempuan memintanya masuk ruangan dan berbicara kepadanya dengan nada tinggi.

Dikatakan Ajjawi, petugas imigrasi juga bertanya kepadanya perihal agama dan kegiatan keagamaan yang pernah dilakukannya di Lebanon. Dia adalah warga Palestina yang tinggal dan bersekolah di Tirus, Lebanon. 

Dalam pemeriksaan itu, petugas imigrasi menemukan komentar politik penentangan terhadap AS di media sosial Ajjawi. Dia menjelaskan, komentar-komentar itu dibuat oleh teman-temannya, dirinya tidak pernah membuatnya.
 
 
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Rabu 4 September 2019 21:30 WIB
Palestina Tekan Israel Kembalikan 51 Jenazah Syuhada
Palestina Tekan Israel Kembalikan 51 Jenazah Syuhada
Foto: Getty Images via alaraby.co.uk
Jakarta, NU Online
Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Muamar Milhem menekan Israel agar memulangkan 51 jenazah syuhada yang ditahan sejak Oktober 2015 lalu. Milhem menyebut, puluhan jenazah tersebut ditempat di lemari pendingin.

Dilaporkan, Israel sengaja mencuri anggota tubuh jenazah Palestina untuk diperdagangkan. Apa yang dilakukan Israel ini melanggar hukum dan hak asasi manusia. Menurut Milhem, sejak 1967 pihak Israel telah menahan 260 jenazah warga Palestina, termasuk 51 jenazah sejak Oktober 2015.

Milhem juga mendesak organisasi internasional untuk menekan Israel agar segera mengembalikan jenazah-jenazah warga Palestina tersebut. Ia menegaskan, pemulangan jenazah syuhada adalah sesuatu yang penting bagi Palestina. Dikatakan, Israel sengaja menahan jenazah para syuhada untuk menekan pemimpin Otoritas Palestina.

“Kampanye nasional ini memutuskan untuk meningkatkan langkah-langkah protes di semua kota Palestina untuk menekan pemerintah Israel dan organisasi internasional, termasuk Palang Merah Internasional, untuk segera turun tangan melepaskan jenazah warga Palestina,” kata Milhem dalam konferensi pers tentang kampanye nasional pemulangan jenazah syuhada Palestina di Jakarta, Rabu (4/9), seperti diberitakan Antaranews.

“Melalui forum ini kami ingin mengirim pesan kepada dunia bahwa pemulangan jenazah para syuhada isu yang sangat penting bagi kami,” lanjutnya.

Milhem menyebut, jenazah-jenazah warga Palestina yang ditahan Israel tersebut ditempatkan di ‘Kuburan Angka (Tombs of Numbers).’ Dinamai demikian mungkin karena jenazah-jenazah warga Palestina di sana ditandai dengan plat dengan keterangan angka.
 
Kuburan Angka adalah kuburan militer sehingga siapapun, baik keluarga ataupun lembaga hak asasi internasional, tidak diizinkan untuk masuk ke kompleks pemakaman tersebut.
 
“Para keluarga Palestina dan lembaga hak asasi manusia dilarang masuk ke dalam Kuburan Angka tersebut,” jelasnya.

Milhem menyeru agar seluruh umat Islam bersatu mendesak Israel agar memulangkan puluhan jenazah warga Palestina tersebut. Karena bagaimanapun, jenazah-jenazah Palestina tersebut harus dimakamkan sesuai dengan ajaran agamanya, Islam. 
 
 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Rabu 4 September 2019 3:30 WIB
NU Mesir Upayakan Tambah Kuota Beasiswa di Al-Azhar
NU Mesir Upayakan Tambah Kuota Beasiswa di Al-Azhar
Delegasi "Tadribud Duat wal Aimmah" di Universitas Al-Azhar ketiga tahun 2019 dari PBNU, Senin, 2 September 2019. (Foto: PCINU Mesir)
Jakarta, NU Online
Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Bukhori Muslim datang ke Mesir mengantarkan delegasi ketiga PBNU untuk Tadribud Duat wal Aimmah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kehadirannya bersama para peserta itu disambut hangat oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir.

Dalam acara penyambutan, Kiai Bukhori menyampaikan secara khusus kepada para pengurus PCINU Mesir agar dapat menindaklanjuti usulan PBNU terhadap Universitas Al-Azhar untuk menambah kuota beasiswanya bagi Nahdliyin.

“Menanggapi usulan PBNU yang disampaikan oleh KH Bukhori Muslim terkait penambahan kuota beasiswa, PCINU menyambut baik dan akan ikut berkontribusi untuk mengupayakan agar harapan penambahan beasiswa tersebut bisa terwujud,” kata KH Muhlason, Rais Syuriyah PCINU Mesir, kepada NU Online pada Selasa (3/9).

Untuk mewujudkan hal tersebut, langkah pertama NU Mesir adalah mengenalkan NU lebih jauh kepada Grand Syekh Al-Azhar dan ulama-ulama besar Al-Azhar. “Yang akan dilakukan oleh PCINU antara lain adalah dengan lebih mengenalkan Nahdhatul Ulama kepada Grand Sheikh Al-Azhar dan Anggota Kibar el Ulama Al-Azhar,” katanya.

PCINU Mesir akan menyampaikan kepada para ulama tersebut bahwa NU merupakan ormas Islam Indonesia yang memiliki peran-peran penting dalam menumbuhkan ekosistem yang toleran nan damai, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Dalam turut menciptakan perdamaian, menegakkan toleransi antarumat beragama dan antarbangsa dengan nilai-nilai Islam aswaja yang menjadi pegangan bagi Nahdhatul Ulama,” ujar kiai yang menamatkan studinya di Universitas Al-Azhar itu.

Menurutnya, hal ini penting, karena belum semua kiprah NU diketahui oleh para ulama Al-Azhar. Sementara itu, lanjutnya, untuk meningkatkan kiprah NU yang lebih besar diperlukan kader-kader yang mampu turut menyebarkan risalah Al-Azhar yang sejalan dengan risalah Nahdhatul Ulama.

Kiai Bukhori juga menyampaikan bahwa Universitas Al-Azhar juga sejak dahulu memiliki program untuk mengirimkan para pengajar bahasa Arab di pesantren salaf. “Dari Al-Azhar ada program pengirim native bahasa Arab untuk mengajar muhadatsah di pesantren salaf,” ujarnya.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG