IMG-LOGO
Internasional

Jelang Hadapi Indonesia, Timnas Malaysia Gelar Yasinan

Kamis 5 September 2019 16:30 WIB
Bagikan:
Jelang Hadapi Indonesia, Timnas Malaysia Gelar Yasinan
Timnas Malaysia menggelar yasinan dan doa bersama sebelum bertanding dengan Indonesia dalam laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. (Foto: FAM)
Jakarta, NU Online
Timnas Malaysia akan menghadapi Indonesia dalam pertandingan perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (5/9).

Demi mendapatkan hasil yang optimal di laga perdananya, skuat Malaysia melakukan serangkaian persiapan. Mulai dari persiapan fisik, teknik, mental, hingga rohani atau spiritual. Iya, Timnas Malaysia menggelar yasinan dan doa bersama sebelum terbang ke Jakarta. 

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @malayantiger.co, Rabu (4/9). Dalam video tersebut, terlihat beberapa pemain timnas Malaysia dan sejumlah kru yang sedang bersila –beberapa mengenakan peci- berada dalam sebuah ruangan besar. Mereka terdengar sedang membaca Yasin bersama-sama. Di akhir video, diperlihatkan mereka shalat berjamaah. 

Unggahan tersebut cenderung mendapatkan komentar positif dari warganet Malaysia. Mulai dari komentar Allah sebaik-baiknya tempat berserah diri hingga berharap Malaysia mendapatkan kemenangan

“Kepada Allah sebaik tempat kita berserah. Semoga kita dijauhi dari sifat bongkak,” tulis @suhaimizahid.

“Semoga dipermudahkan segala urusan. Amin.. MALAYSIA BOLEH!!!!!,” tulis warganet lainnya, @semangat_malaya.

“InsyaaAllah dipermudahkan untuk menang esok malam...MY boleh..aammiinn,” tulis @nakashima_67.

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, menjelaskan, acara yasinan dan doa bersama tersebut digelar di rumah Presiden FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin. Ia menuturkan, kegiatan tersebut dilaksanakan agar Yang Maha Kuasa memberi kekuatan kelancaran bagi tim yang dibesutnya.

“Acara itu digelar di rumah Datuk Hamidin Mohd Amin. Dia memang selalu mengadakan doa bersama supaya kami mendapatkan pertolongan dari Allah," kata Hoe kepada awak media saat jumpa pers sebelum pertandingan di SUGBK.

Senada dengan itu, penjaga gawang Timnas Malaysia Mohd Farizal Marlias yakin, apa yang diharapkannya tidak akan terwujud jika tidak mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia berharap, doa tersebut akan mempermudah segala urusannya.

“Kalau tidak mendekatkan diri dengan Tuhan, saya yakin apa yang kami lakukan tidak akan terwujud. Jadi, satu fase terakhir bagi kami, kami harus dekat dengan Allah dan selalu berdoa. Dan apa yang kami ingin, supaya dapat dipermudah,” jelasnya. 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Abdullah Alawi
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 5 September 2019 15:0 WIB
Silaturahmi dengan Pimpinan Al-Azhar, PBNU Tingkatkan Kerja Sama
Silaturahmi dengan Pimpinan Al-Azhar, PBNU Tingkatkan Kerja Sama
Sekretaris LD PBNU Ustadz Bukhori Muslim bersilaturahmi ke pimpinan Al-Azhar untuk meningkatkan hubungan kerja sama kedua belah pihak.
Jakarta, NU Online
Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), Ustadz Moch Bukhori Muslim, bersilaturahmi ke pimpinan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Menurut Bukhori, kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara PBNU dan pihak Al-Azhar.
 
Dalam pertemuan tersebut, kata Ustadz Bukhori, PBNU menyampaikan terima kasih kepada pihak Al-Azhar atas kerja sama yang semakin meningkat, terutama setelah kunjungan Grand Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Al-Thayyeb ke Kantor PBNU dan bertemu dengan Ketua Umum KH Said Aqil Siroj. 
 
“Di mana pihak Al-Azhar memberikan 30 beasiswa full S1, daurah imam dan duat sebanyak 140 orang,” kata Ustadz Bukhori kepada NU Online, Kamis (5/9).
 
Dia menambahkan, dalam silaturahmi itu juga dibicarakan mengenai keinginan untuk tambahan beasiswa bagi santri-santri dari pesantren NU. Hal itu menjadi penting karena jumlah santri NU yang sangat banyak. 
 
“Juga memberikan beasiswa bagi santri tingkat aliyah agar mendapat beasiswa juga dari Al-Azhar sehingga persiapan untuk kuliah di Al-Azhar akan lebih baik. Karena bisa nyambung langsung kuliah di Al-Azhar,” jelasnya.
 
Ia juga berharap, adanya pelatihan tadribul ifta dari pihak Al-Azhar bagi para pegiat bahtsul masail NU. Hal itu dimaksudkan untuk menambah wawasan global bagi mereka yang fokus dalam bidang bahtsul masail. 
 
Ustadz Bukhori tidak sendirian dalam kunjungannya tersebut. Dia ditemani peserta program Tadribud Duat wal Aimmat gelombang tiga. Rencananya, mereka akan mengikuti pelatihan di Al-Azhar selama dua bulan ke depan. 
 
Dalam silaturahmi tersebut, rombongan PBNU ditemui Wakil Grand Syekh Soleh Abbas dan penasihat Grand Syekh Safir Abdurrahman Musa.
 
Program Tadribud Duat wal Aimmat sendiri adalah program yang merupakan kelanjutan dari pertemuan pimpinan kedua pihak sebagai wujud komitmen memperkuat hubungan kerja sama dalam penguatan dakwah Islam wasathiyah untuk menciptakan dunia yang lebih beradab dan damai.
 
Editor: Muchlishon
Rabu 4 September 2019 22:45 WIB
Sempat Dicekal Pemerintah AS, Mahasiswa Asal Palestina Kini Bisa Kuliah di Harvard
Sempat Dicekal Pemerintah AS, Mahasiswa Asal Palestina Kini Bisa Kuliah di Harvard
Ismail Ajjawi (tengah) akhirnya bisa mulai belajar di Harvard University, Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya sempat dicekal di Bandara Logan, Boston pada akhir bulan lalu. (Foto: Twitter @raza_hamzah)
Boston, NU Online
Seorang warga Palestina, Ismail B Ajjawi (17) akhirnya bisa mulai belajar di Harvard University, Amerika Serikat (AS). Ismail kini sudah bisa masuk kelas dan mengikuti perkuliahan di Harvard University yang dimulai pada Selasa (3/9). 

Keterangan itu disampaikan Sebuah LSM pendidikan berbasis di Washington, Amideast. Menurut Amideast, Ismail tiba di Bandara Logan, Boston, satu hari sebelum masa perkuliahan dimulai.

"Kami senang mimpi Ismail di Harvard akan terwujud," kata Presiden dan CEO Amideast, Theodore Kattouf, seperti dikutip dari laman France24, Selasa (3/9).

Kattouf menyebut, Ismail adalah salah satu pemuda terbaik di Lebanon. Kegigihan dan kecerdasa Ismail membuat dirinya bisa mendapatkan beasiswa di Harvard University.

“Ismail adalah pemuda cerdas, pekerja keras. Kecerdasan dan kegigihannya membuatnya berhasil mengatasi tantangan yang dihadapi para pemuda pengungsi Palestina untuk mendapatkan beasiswa," katanya.

Pihak keluarga Ismail mengaku, dalam beberapa terakhir setelah Ismail ditolak masuk AS menjadi hari yang penuh dengan kecemasah. Pihak keluarga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Ismail. 

"10 hari terakhir yang sulit dan dipenuhi kecemasan, tetapi kami sangat berterima kasih atas ribuan pesan dukungan dan terutama pekerjaan Amideast," kata keluarga Ismail dalam sebuah pernyataan.

Sebagaimana diketahuim pada akhir bulan lalu, Jumat (23/8), Ismail tiba di Bandara Internasional Logan, Boston untuk memulai belajar di Harvard University. Namun ia ditolak masuk AS oleh petugas imigrasi setempat meski sudah memiliki visa.

Dikutip laman The Harvard Crimson, Selasa (28/8), Ajjawi mengaku ditahan dan ditanyai petugas imigrasi selama delapan jam ketika tiba di bandara. Sebelum akhirnya ia ditolak masuk karena komentar teman-temannya di media sosialnya.

Dia menceritakan, semula petugas imigrasi memerika handphone dan laptopnya selama lima jam. Setelah itu, seorang petugas imigrasi perempuan memintanya masuk ruangan dan berbicara kepadanya dengan nada tinggi.

Dikatakan Ajjawi, petugas imigrasi juga bertanya kepadanya perihal agama dan kegiatan keagamaan yang pernah dilakukannya di Lebanon. Dia adalah warga Palestina yang tinggal dan bersekolah di Tirus, Lebanon. 

Dalam pemeriksaan itu, petugas imigrasi menemukan komentar politik penentangan terhadap AS di media sosial Ajjawi. Dia menjelaskan, komentar-komentar itu dibuat oleh teman-temannya, dirinya tidak pernah membuatnya.
 
 
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Rabu 4 September 2019 21:30 WIB
Palestina Tekan Israel Kembalikan 51 Jenazah Syuhada
Palestina Tekan Israel Kembalikan 51 Jenazah Syuhada
Foto: Getty Images via alaraby.co.uk
Jakarta, NU Online
Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Muamar Milhem menekan Israel agar memulangkan 51 jenazah syuhada yang ditahan sejak Oktober 2015 lalu. Milhem menyebut, puluhan jenazah tersebut ditempat di lemari pendingin.

Dilaporkan, Israel sengaja mencuri anggota tubuh jenazah Palestina untuk diperdagangkan. Apa yang dilakukan Israel ini melanggar hukum dan hak asasi manusia. Menurut Milhem, sejak 1967 pihak Israel telah menahan 260 jenazah warga Palestina, termasuk 51 jenazah sejak Oktober 2015.

Milhem juga mendesak organisasi internasional untuk menekan Israel agar segera mengembalikan jenazah-jenazah warga Palestina tersebut. Ia menegaskan, pemulangan jenazah syuhada adalah sesuatu yang penting bagi Palestina. Dikatakan, Israel sengaja menahan jenazah para syuhada untuk menekan pemimpin Otoritas Palestina.

“Kampanye nasional ini memutuskan untuk meningkatkan langkah-langkah protes di semua kota Palestina untuk menekan pemerintah Israel dan organisasi internasional, termasuk Palang Merah Internasional, untuk segera turun tangan melepaskan jenazah warga Palestina,” kata Milhem dalam konferensi pers tentang kampanye nasional pemulangan jenazah syuhada Palestina di Jakarta, Rabu (4/9), seperti diberitakan Antaranews.

“Melalui forum ini kami ingin mengirim pesan kepada dunia bahwa pemulangan jenazah para syuhada isu yang sangat penting bagi kami,” lanjutnya.

Milhem menyebut, jenazah-jenazah warga Palestina yang ditahan Israel tersebut ditempatkan di ‘Kuburan Angka (Tombs of Numbers).’ Dinamai demikian mungkin karena jenazah-jenazah warga Palestina di sana ditandai dengan plat dengan keterangan angka.
 
Kuburan Angka adalah kuburan militer sehingga siapapun, baik keluarga ataupun lembaga hak asasi internasional, tidak diizinkan untuk masuk ke kompleks pemakaman tersebut.
 
“Para keluarga Palestina dan lembaga hak asasi manusia dilarang masuk ke dalam Kuburan Angka tersebut,” jelasnya.

Milhem menyeru agar seluruh umat Islam bersatu mendesak Israel agar memulangkan puluhan jenazah warga Palestina tersebut. Karena bagaimanapun, jenazah-jenazah Palestina tersebut harus dimakamkan sesuai dengan ajaran agamanya, Islam. 
 
 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG