IMG-LOGO
Nasional

Bonus Demografi Harus Dimanfaatkan untuk Bonus Ekonomi

Sabtu 7 September 2019 3:0 WIB
Bagikan:
Bonus Demografi Harus Dimanfaatkan untuk Bonus Ekonomi
null
Jakarta, NU Online
Beberapa tahun mendatang, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, pertumbuhan penduduk dengan mayoritas berada pada usia kerja. Hal itu harus dimanfaatkan betul untuk juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Bonus demografi kalau tidak dimanfaatkan menjadi bonus ekonomi itu akan rugi kita,” kata Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Luhur Pradjarto saat memberikan sambutan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2018 Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).

Ia juga mengungkapkan bahwa para kaum muda yang saat ini telah mendominasi jumlah penduduk negeri ini harus dimanfaatkan betul. Artinya, usaha yang dibuat oleh kader-kader Muslimat NU harus bisa menyasar mereka.

Karenanya, dalam RAT, harus dibuat rancangan dan strategi yang akan dilakukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan ke depan. Menurutnya, rencana kerja yang harus dilakukan tidak boleh mengawang-awang, tetapi harus jelas.

“Dalam pembuatan rencana kerjanya yang konkret, yang di realitas kehidupan. Insyaallah kalau konkret mudah dilaksanakan,” katanya.

Lebih lanjut, Luhur juga menyampaikan bahwa pengembangan koperasi itu harus ditunjang dengan pengetahuan, pusat kekuatan pengembangan format bisnisnya agar berjalan dengan usaha-usaha yang dilaksanakan anggota, grup dari para pelaku usaha mikro kecilnya, dan kaderisasi kepengurusannya mengingat pengurus dan pengawas koperasi dipilih dari dan oleh anggota.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Komite Pembinaan Wilayah Dewan Koperasi Indonesai (Dekopin) Dina Latifah. Ia menyampaikan dalam sambutannya bahwa RAT merupakan kewajiban koperasi. Menurutnya, hal tersebut adalah bukti tanggung jawab dan mampu menjalankan amanah dari anggota.

Dalam RAT, katanya, hal yang paling penting dilihat bukan soal besar kecilnya pendapatan, tetapi tertib administrasi. 

Dina juga menyampaikan bahwa hal yang penting adalah terus-menerusnya proses pembelajaran tentang perkoperasian kepada seluruh anggota. “Pemahaman tentang koperasi mohon untuk terus digalakkan, prinsip koperasi harus terus digaungkan,” tegasnya.

Pasalnya, dengan begitu, para anggota akan menyimpan, menjual, dan membeli berbagai produk hasil dari koperasinya mengingat semuanya juga akan kembali kepada dirinya. “Pasti koperasinya akan besar karena pasti menjual dan membelinya di koperasi. Karena mereka juga akan menyimpan uangnya di koperasi,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus Pusat Koperasi (Puskop) dan Primer Koperasi (Primkop) di bawah Inkopan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pewarta : Syakir NF
Editor : Abdullah Alawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 7 September 2019 20:0 WIB
Aliansi Petani Minta Pemerintah Perkuat SDM Petani 
Aliansi Petani Minta Pemerintah Perkuat SDM Petani 
Sekjen API, Muhammad Nuruddin
Jakarta, NU Online
Perkembangan pertanian di Indonesia terus mendapat saran dari sejumlah elemen, mulai dari akademisi sampai  aktivis organisasi petani. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI beragam tanggapan ada yang memberikan apresiasi ada juga yang mengevaluasi. 
 
Kali ini, giliran Aliansi Petani Indonesia (API) yang ikut memberikan komentar terkait agraria Indonesia. Organisasi petani yang memiliki misi melakukan pemberdayaan melalui pendidikan & penguatan ekonomi, politik, sosial, dan budaya bagi petani ini menginginkan Kementan tidak hanya fokus pada pengadaan barang alat tani saja tetapi harus memfaasilitasi petani meningkatkan kapasitas. 
 
Sekretaris Jenderal API, Muhammad Nuruddin mengatakan, selama ini pemerintah hanya fokus memberikan bantuan alat tani dan benih tani. Tidak menumbuhkan  Sumber Daya Manusa (SDM) petani. Hal itu dapat dibuktian dari banyaknya bantuan kepada para petani tidak dibarengi dengan program penguatan kapasitas kepada petani. 
 
"Padahal di lapangan sudah ada penyuluh pertanian dari tingkat Kecamatan sampai dengan tingkatan Desa. 
 
“Mereka lebih senang pengadaan barang yang diberikan kepada Gapotan, tapi untuk pengembagan SDM? bagaima  mengolah, memahami  adanya penyakit tanaman pangan, terutama  petani Padi Jagung kedelai tidak ada pembinaan SDM,” katanya kepada NU Online, Sabtu (7/9).

Menurutnya, dengan beragam perkembangan yang dimiliki pemerintah saat ini seharusnya mampu membangun manusia petani sehingga kebijakan maupun pengembangan petani benar-benar bermanfaat untuk petani bukan pengusaha tani. 

“Misalnya soal pengadaan bantuan benih saja, benih saja anggarannya besar hampir 5 Triliun. Ini gak tahu itu, yang dapat untung pengusaha. Kenapa petani tidak dilatih untuk menjadi penakar atau pemulih benih biar dia dapat mengadaptasi benih unggul yang memiliki karakteristik topografis dan krimatologis,” ujarnya. 
 
Program peningkatan kapasitas bagi petani lanjut Gus Din sangat penting karena menjadi seorang petanipun membutuhkan pengetahuan sehingga ketika pemerintah akan memberikan subsidi bibit tidak harus membeli ke pengusaha tani melainkan melalui petani-petani kecil yang dinilai sangat membutuhkan. 

Ia menjelaskan, saat ini pengawasan kepada penyedia bibitpun masih sangat lemah, hal itu dibuktikan dari bibit-bibit yang diterima para petani tidak laik bahkan mengecewakan. Penguatan kapasitas kepada petani, lanjutnya merupakan amanat konstitusi bahwa sebagai warga negara harus diberdayakan oleh pemerintah. 

“Selain itu jangan melihat petani sebagai konsumen, lihatlah petani sebagai manusia seutuhnya,” ujarnya. 
 
Untuk itu ia mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang berorientasi pada sistem ekonomi nasional sehingga dapat menyeimbangkan konsumsi dan produksi pertanian di Indonesia. Selanjutnya, petani  kecil harus diberikan retribusi lahan sehingga pertanian di bumi pertiwi  masih menjadi kekuatan pangan. 
 
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Muiz
Sabtu 7 September 2019 17:0 WIB
Moderat, Ciri Khas Islam Nusantara
Moderat, Ciri Khas Islam Nusantara
Guru Besar Fakultas Syariah IAIN Jember, Kiai Muhammad Noor Harisudin (kiri)
Jember, NU Online 
Islam Nusantara adalah Islam yang dipraktikkan di wilayah Indonesia. Yaitu Islam yang mengakomodasi kearifan lokal tanpa menabrak syariat Islam itu sendiri.
 
Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Syariah IAIN Jember, Kiai Muhammad Noor Harisudin saat menjadi narasumber dalam acara Wawasan Islam Nusantara  di gedung Pascasarjana IAIN Jember, Jawa Timur, Kamis (5/9).
 
Menurutnya, tidak ada yang aneh dengan Islam Nusantara. Sebab konsep yang digagas oleh Nahdlatul Ulama itu tidak ada bedanya dengan praktik keagamaan yang selama ini telah dijalankan sehari-hari, mulai dari soal akidah hingga soal muamalah.
 
“Shalat ya biasa, cuma ada wiridnya yang dibaca nyaring. Amalan-amalan lain juga biasa, cuma ada tahlilan, yasinan, ada halal bi halal, muludan, dan sebagainya,” tukasnya.
 
Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember itu menambahkan, sebagian orang memang tidak paham terhadap Islam Nusantara karena dianggapnya beda dengan Islam yang biasa. Bahkan ada yang menuding bahwa Islam Nusantara adalah ajaran Islam yang menyimpang dari Al-Qu’ran dan Hadits. Alasannya, sejak diturunkan 14 abad yang lampau, namanya adalah Islam, tidak ada embel-embel apapun.
 
“Itu salah besar. Islam Nusantara maksudnya adalah Islam di Nusantara. Islam di Indonesia. Bagaimana Islam di Indonesia, ya sama dengan Islam di tempat lain. Shalat, puasa, zakat, dan hajinya sama," jelas Kiai Haris.
 
Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia itu menegaskan, salah satu ciri khas Islam Nusantara adalah tawassut (moderat) dalam mengimplementasikan ajaran agama. Tidak kaku tapi elegan tanpa melanggar prinsip-prinsip Islam. Karena itu,  ajaran Islam mudah diterima di Indonesia. 
 
“Cara itulah yang ditempuh Wali Songo dalam menyebarkan Islam hingga berhasil. Cara yang sama juga dilakukan oleh para ulama NU,” paparnya.

Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tersebut juga menegaskan bahwa IAIN Jember kian memantapkan langkah sebagai pusat kajian Islam Nusantara. 
 
“Kekhasan IAIN Jember adalah terletak pada Islam Nusantaranya. Maka, nanti studinya khususnya di Pascasarjana IAIN Jember ini, harus berwawasan Islam Nusantara," pungkas Kiai Haris.
 
Pewarta: Aryudi AR 
Editor: Muiz
Sabtu 7 September 2019 16:30 WIB
Hadapi Teknologi, Wapres JK: Lembaga Pendidikan Harus Berbenah
Hadapi Teknologi, Wapres JK: Lembaga Pendidikan Harus Berbenah
Wapres HM Jusuf Kalla di Pesantren Tazakka Batang, Jateng
Batang, NU Online
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla mengatakan, perkembangan teknologi saat ini sangat cepat luar biasa. Maka, lembaga pendidikan harus cepat agar tidak tertinggal. Bahkan, harus mampu memanfaatkan teknologi itu dengan baik dan manfaat.
 
“Dengan perkembangan teknologi yang cepet tersebut, para guru juga harus lebih mengetahui dunia modern dan perkembangan zaman serta teknologi. Selain itu, juga mengetahui dinamika dunia yang cepat berubah,” kata JK saat menghadiri Peringatan Sewindu Pondok Modern Tazakka, Bandar, Batang, Jawa Tengah, Jumat (6/9).
 
Wapres Jusuf Kalla berharap agar sistem pendidikan lebih baik, lebih terbuka, lebih dinamis lagi ke depannya. “Dan upaya yang sudah dijalankan Tazakka ini sangat membanggakan,” tegasnya.
 
Wapres yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu juga mengajak untuk tetap bersyukur, karena di Indonesia hidup damai. Selain itu, di Indonesia pendidikan Islam maju, masjid sangat makmur, masyarakatnya sangat rukun.
 
Dijelaskan, Islam adalah ibadah Akidah Muamalah. Islam sangat luar biasa. Andai saja bersatu tidak berkonflik, maka dunia Islam akan menguasai dunia, karena negara-negara Islam kaya akan sumber daya alamnya.
 
“Kita harus menjaga wasathiyah, jalan tengah, saling memahami dan toleransi dan menghargai. Islam di Indonesia lebih moderat dari negara lain, karena faktor masuknya Islam ke Indonesia dengan perantara saudagar,” tegasnya.
 
Wapres Jusuf Kalla mengapresiasi Pesantren Modern (PM) Gontor yang melahirkan  Pesantren Modern Tazakka, ini menunjukkan bahwa jaringan  PM Gontor di Indonesia sangat luar biasa.
 
“Modern adalah sangat dinamis, modern adalah mengikuti bahkan mendahului zaman. Kesyukuran harus dengan kekuatan, lembaga lembaga pendidikan harus berada di dalamnya,” tuturnya.  
 
Pengasuh Pesantren Tazakka KH Anang Rikza menegaskan, Tazakka merupakan rumah besar bagi umat yang berdiri di atas dan untuk semua golongan.
 
“Tazakka ini pondok wakaf, maka akan diwariskan kepada umat Islam sepanjang masa dan menjadi tempat berkumpul orang-orang baik untuk bersinergi memajukan masyarakat,” tegasnya.
 
Tazakka, menurutnya adalah lembaga pendidikan pesantren yang berorientasi pada masa depan. Peradaban masa depan yang akan dibangun harus berkeunggulan, tetapi tidak boleh keluar dari nilai-nilai akhlakul karimah, karena di situlah peran pesantren.
 
Kiai Anang Rikza mengapresiasi dan berterimakasih kepada beberapa pimpinan organisasi pesantren dan ormas-ormas yang hadir. “Yang datang lengkap, ada NU, Muhammadiyah, DMI, MUI, Banser, Kokam, Pemuda Pancasila, FKPPI, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, PGRI, Pagar Nusa, Veteran, HNSI, HMI serta KAHMI, jaringan pesantren NU, Muhammadiyah dan Gontor,” tandasnya.
 
“Kehadiran Wapres dan rombongan ini akan menjadi sejarah yang sangat bernilai bagi Tazakka ke depan, dan bentuk dukungan yang maksimal untuk sebuah cita-cita peradaban masa depan,” imbuh Kiaii Anang.
 
Wapres datang ke Tazakka menggunakan tiga helikopter super puma mendarat di lapangan PM Tazakka dengan didampingi oleh Wakil Ketua DMI/Menteri PAN-RB Syafruddin, Rektor UIII/mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Komaruddin Hidayat, Sekda Prov Jateng, Wakapolda Jateng, serta Kasdam IV/Diponegoro, dan jajaran Forkopimda Batang.

Pewarta: Muiz
Editor:  Musthofa Asrori
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG