IMG-LOGO
Nasional

Masa Depan adalah Milik yang Punya Mimpi Besar

Selasa 10 September 2019 8:0 WIB
Bagikan:
Masa Depan adalah Milik yang Punya Mimpi Besar
Kuliah Umum di STISNU Nusantara Tangerang
Tangerang, NU Online
Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Imam Syafei mengatakan, mempunyai lembaga pendidikan itu ibarat menanam pohon. Pohon harus dirawat, rajin disiram dan diberi pupuk. Belum lagi saat tanaman itu terkena hama, maka harus diberi obat. 
 
"Tidak jauh berbeda dengan lembaga pendidikan. Pengelola harus intens dalam merawat sarana, prasarana, SDM, dan mahasiswanya," ujarnya.
 
Hal itu disampaikan dalam acara Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMRU) di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Ahad (8/9).
 
“Lembaga pendidikan yang hebat itu lembaga yang punya branding atau trendmark. NU perlu institusional branding lembaga-lembaga pendidikannya. Makanya, kampus mahal itu belum tentu berkualitas,” terangnya.
 
Ia melanjutkan, branding itu penting dalam membangun image di masyarakat. Agar kampus NU mudah dikenal masyarakat. Kekhasan itu yang akan mendorong masyarakat memasukkan anaknya untuk kuliah di kampus NU.
 
“Kampus NU harus profesional dan maksimal dalam menyiapkan kader-kadernya. Karena masa depan adalah milik mereka yang memiliki mimpi-mimpi besar. Walaupun santri itu secara ekonomi banyak dari kalangan menengah ke bawah, tapi mereka punya potensi besar,” tegasnya.
 
Menurutnya, semua mahasiswa adalah genius dan punya potensi beragam. Dosen perlu mengapresiasi mereka yang memiliki nilai jelek. Jangan salah, mereka yang punya nilai akademik jelek tidak berarti tidak punya potensi. Justru tidak sedikit orang besar dan sukses, karir akademiknya tidak selesai.
 
“Kita perlu mendeteksi potensi khusus. Yang punya IPK (Indek Prestasi Komulatif, red) jelek harus mendapatkan perhatian. Karena sesungguhnya ia punya potensi besar. Biasanya berpotensi menjadi interpreneur. Every student is star. Every student is genius. Tergantung kita sebagai pendidik memaksimalkan mereka,” tegas Syafei yang mengenakan batik merah maroon.
 
Ketua PWNU Banten KH Bunyamin memberikan pesan kepada para mahasiswa baru yang berjumlah 200 peserta agar menguatkan tekad mengabdikan diri di NU. 
“Jangan takut bergabung di NU. Saya tidak punya ilmu apalagi harta, tapi saya berkomitmen berkhidmat di NU. Alhamdulillah berkah,” pesannya.
 
Ia menambahkan, kuliah di STISNU tidak hanya diisi kecerdasan. Tapi juga diisi akhlak. Manusia bisa saja pintar dan cerdas. Tapi jika tidak punya akhlak, maka tidak sedikit yang melanggar hukum. 
 
Kontributor: Suhendra
Editor: Muiz
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 10 September 2019 20:30 WIB
Di Unusa, Mahfud MD Ajak Mahasiswa Baru Perkuat Jiwa Kebangsaan
Di Unusa, Mahfud MD Ajak Mahasiswa Baru Perkuat Jiwa Kebangsaan
Mahfud MD (tengah) bersama pimpinan Unusa. (Foto: NU Online/panitia)
Surabaya, NU Online
Mahfud MD hadir di tengah ribuan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang sedang mengikuti Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB). Kegiatan dipusatkan di lantai dasar Tower Unusa, Kampus B, Jemursari, Surabaya, Senin (9/9) malam. 
 
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 ini mengajak mahasiswa  untuk selalu membangun dan merawat Indonesia sebagai negara merdeka. Caranya, dengan memiliki sifat kedaulatan dan memperkuat jiwa kebangsaan.
 
“Kita sudah berdaulat secara resmi, tapi masih banyak perilaku yeng menggerus, sehingga perlu penguatan Pancasila dan revolusi mental. Kemerdekaan menjadi pintu berkah bagi masyarakat untuk bisa meraih cita-cita dan masa depan. Karena itu kedaulatan sebagai negara merdeka harus selalu dijaga,” kata Menteri Pertahanan pada era KH Abdurrahman Wahid tersebut bersemangat.
 
Mahfud mengatakan masa depan seseorang tidak ditentukan seseorang lulus dari mana, namun lebih tergantung orang itu sendiri. Universitas hanya menyediakan sarana dan menunjukkan caranya bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa.  
 
“Mencerdaskan kehidupan tak sekadar mencerdaskan otak saja, namun juga mencerdaskan watak. Karenanya, kalian yang bisa kuliah di Universitas NU ini harus bersyukur, karena landasan yang digunakan sudah mencerminkan pada kecerdasan otak atau ilmu pengetahuan dan watak  yakni akhlak atau iman untuk menghasilkan generasi rahmatan lil alamin,” tandasnya. 
 
Untuk memiliki kecerdasan otak dan watak, Mahfud mengajak mahasiswa baru untuk aktif dalam norma akademik maupun budaya atau tradisi akademik dengan rajin membaca, diskusi, serta aktif menulis. 
 
“Selain aktif dalam norma akademik, mahasiswa baru harus juga lebih aktif dalam budaya atau tradisi akademik secara bersamaan. Ini akan membentuk rasa nasionalis. Yang pada akhirnya menumbuhkan jiwa kedaulatan,” kata Mahfud.
 
Di8 akhir paparan, Mahfud tidak lupa mengucapkan selamat kepada mahasiswa Unusa yang memiliki kesempatan menikmati bangku kuliah yang tidak semua orang mampu. 
 
Sementara itu Rektor Unusa, Achmad Jazidie mengatakan untuk membangkitkan rasa kebangsaan pada anak muda, harus mempelajari sejarah berdirinya bangsa. Anak muda sekarang harus mengetahui bagaimana peran penting nasionalisme anak muda kala itu dalam memerdekakan bangsa.
 
“Peristiwa 9 Agustus di Rengasdengklok harus diketahui dan dipelajari oleh mahasiswa, bagaimana tingginya semangat dan jiwa nasionalis anak muda. Demi memerdekakan bangsa Indonesia, mereka tidak mau berkompromi dengan negara penjajah,” papar Jazidie. 
 
Rektor mengatakan Pancasila sebagai dasar negara dan juga arah negara ini bekerja dan bergerak, menjadi materi wajib di setiap PKKMB Unusa.  
 
“Kita harus meneguhkan kembali negara kesatuan ini untuk menepis, menolak, dan melawan radikalisme,” pungkasnya. 
 
 
Editor: Ibnu Nawawi
 
Selasa 10 September 2019 17:15 WIB
Telkom Dukung Pengembangan Daerah Melalui UMKM dan Pendidikan
Telkom Dukung Pengembangan Daerah Melalui UMKM dan Pendidikan
Charity Telkom: Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah bersama anak-anak sekolah melintasi Jembatan Gantung Pasirmae, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom.
Jakarta, NU Online
Telkom mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang menjadikan perekonomian daerah menjadi lebih baik dengan adanya kesetaraan informasi, kemudahan akses dan platform e-commerce. Dikemas dalam program tanggung jawab sosial perusahaan, Telkom mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dapat mengembangkan usahanya melalui program yang diprakarsai Kementerian BUMN diantaranya Rumah Kreatif BUMN dan Balai Ekonomi Desa.
 
Rumah Kreatif BUMN (RKB) yagn merupakan program yang dicanangkan Kementerian BUMN sebagai wadah bimbingan dan pelatihan para entrepreneur dalam mengembangkan UMKM. Program ini membantu para pelaku bisnis, seperti cara meningkatkan kualitas standarisasi produk dan pemanfaatan digital dalam pengembangan usaha seperti memanfaatkan situs e-commerce blanja.com sebagai etalase online produk-produk UMKM.
 
Secara umum ada tiga tahapan pengelolaan UKM di RKB, yaitu Go Modern, Go Digital, dan Go Online. Go Modern dimulai dari bimbingan registrasi di situs www.rkb.id, standarisasi produk, serta pelatihan pengelolaan branding. Go Digital adalah para pelaku UKM mendapatkan pelatihan implementasi apps digital, sosial media, dan otomatisasi produk. Selanjutnya, Go Online di mana para pelaku UKM mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan website, listing di situs e-commerce blanja.com, serta pelatihan marketing dan motivasi.
 
Sementara itu, BUMN-BUMN juga bersinergi mendirikan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) sebagai bentuk upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM setempat serta mengangkat kekayaan seni-budaya tradisional. Hal ini sejalan dengan semangat Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, salah satunya sektor pariwisata.
 
Telkom sendiri pada tahun 2017 membangun Balkondes Tuksongo yang terletak di kawasan Candi Borobudur. Balkondes Tuksongo ditunjang dengan berbagai fasilitas dan layanan terintegrasi berbasis digital, mulai dari room automation, sistem pemesanan paket wisata berbasis online hingga sistem pembayaran dengan digital cash. Balkondes Tuksongo juga dilengkapi dengan digital signage dan fasilitas smart parking.
 
Peduli Pendidikan Nasional

Komitmen Telkom untuk dunia pendidikan sudah dilakukan sejak lama. Melalui infrastruktur dan layanan terbaik, Telkom mendukung generasi muda penerus bangsa dapat mengecap pendidikan yang layak, membantu para guru untuk dapat meningkatkan kompetensi khususnya terkait digital dan meningkatkan sarana pendidikan di sekolah-sekolah.

Sejak tahun 2000, Telkom giat mendukung dunia pendidikan melalui pemanfaatan teknologi broadband, dimulai dari program Internet Goes to School yang tersebar di lebih dari 70.000 sekolah di Indonesia. Sementara itu, untuk meningkatkan kompetensi guru demi meningkatkan kualitas belajar mengajar, Telkom menghadirkan program Bagimu Guru Kupersembahkan dan Indonesia Digital Learning.
 
Komitmen Telkom untuk mendukung peningkatan kompetensi para guru tersebut diapreasiasi oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Presiden Republik Indonesia pada tahun 2017. Telkom juga mengapresiasi guru-guru melalui penghargaan 'My Teacher My Hero' sebagai program penghargaan bagi guru yang berprestasi dalam pemanfaatan ICT di dunia pendidikan.
 
Untuk mendukung dunia pendidikan, Telkom Indonesia membangun fasilitas Broadband Learning Center di lebih dari 4.536 lokasi di seluruh Indonesia baik di sekolah, madrasah, ataupun ruang publik lainnya. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan sarana Pustaka Digital yang tersebar di 4.112 lokasi termasuk area pelayanan Plasa Telkom dengan koleksi lebih dari 1.000 e-book yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia khususnya di pelosok serta daerah terpencil, terdepan, dan terluar.
 
Dukung Wujudkan E-Government
 
Untuk mendukung Pemerintahan khususnya di daerah dalam rangka mewujudkan smart city, Telkom memiliki layanan e-Government melalui optimalisasi pemanfaatan layanan ICT yang ditujukan untuk instansi pemerintah. Melalui implementasi e-Government ini akan mendorong kinerja pemerintah, yaitu meningkatkan efisensi internal pemerintah, layanan kepada masyarakat dan dukungan keunggulan ekonomi.

Ke depannya, Telkom Indonesia akan selalu berpegang pada komitmen #SelaluAda untuk Indonesia. Mendukung generasi saat ini untuk terus produktif, adaptif dan kreatif membangun masyarakat digital Indonesia.
 
Red: Kendi Setiawan
Selasa 10 September 2019 15:45 WIB
Komitmen Telkom Dukung Pembangunan Nasional Melalui Digitalisasi hingga Pelosok Negeri
Komitmen Telkom Dukung Pembangunan Nasional Melalui Digitalisasi hingga Pelosok Negeri
Penggelaran kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) Telkom.
Jakarta, NU Online
Selama 54 tahun perjalanannya, Telkom berkomitmen untuk selalu ada dan berkontribusi pada setiap sendi kehidupan masyarakat di seluruh nusantara, hingga pelosok wilayah Terpencil, Terdepan dan Terluar atau 3T. 
Sebagai BUMN telekomunikasi, Telkom menghadirkan konektivitas ke seluruh Indonesia hingga pelosok melalui program Indonesia Digital Network.

Telkom membangun infrastruktur telekomunikasi baik di darat, laut dan udara mulai dari pembangunan jaringan backbone digital yang menghubungkan Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
 
Dengan jaringan serat optik yang dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit, jaringan backbone digital Telkom mampu menjangkau hingga pelosok serta pembangunan jaringan akses digital yang menjangkau ke rumah-rumah ataupun secara personal melalui jaringan BTS milik Telkomsel. Karenanya, seluruh masyarakat Indonesia dapat berkomunikasi dan mengakses informasi yang sangat bermanfaat bagi peningkatan daya saing bangsa juga untuk pertumbuhan perekonomian nasional. 
 
Hal itu juga sejalan dengan program Pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah, meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kualitas pendidikan serta meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.
 
Peran teknologi terhadap perekonomian ini diperkuat oleh hasil penelitian World Bank pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa pertumbuhan penetrasi broadband sebesar 10% di negara berkembang akan mendorong peningkatan perekonomian sebesar 1,38% di negara tersebut.
 
Dalam rangka mewujudkan pemerataan akses broadband di seluruh Indonesia tersebut, Telkom telah menggelar jaringan broadband fiber optic dengan total panjang mencapai 164.000 km atau setara empat kali keliling bumi. Termasuk sistem jaringan kabel laut internasional SEA-ME-WE5 yang terbentang dari Dumai ke arah Barat menuju Timur Tengah hingga Eropa Barat dan jaringan kabel laut SEA-US yang tergelar dari Manado ke arah Timur menuju Guam hingga ke Amerika Serikat, terkoneksi melalui jaringan kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) yang diharapkan dapat memperkuat jaringan Telkom untuk menjadikan Telkom sebagai global digital hub.
 
Untuk jaringan backbone fiber optik, hingga akhir tahun 2018 Telkom telah menghubungkan 458 Ibukota Kabupaten dan Kota (IKK) yang diharapkan akan meningkatkan akses broadband dan menstimulasi layanan ICT hingga ke pelosok Indonesia, termasuk daerah 3T. Melengkapi infrastruktur bakcbone digital kabel laut ini, Telkom juga memiliki sistem komunikasi satelit yang menjangkau pelosok Indonesia hingga ke seluruh daerah 3T. Terdapat tiga satelit Telkom yang masih beroperasi, yaitu Satelit Telkom 2, Satelit Telkom 3S, dan Satelit Merah Putih dengan total 133 transponder.
 
Jaringan akses digital bagi masyarakat tersedia melalui akses fiber optik (homepassed), akses mobile ataupun wifi. Hingga tengah tahun 2019 ini, jaringan akses homepassed telah menjangkau hingga 31,51 juta rumah di seluruh Indonesia. Sedangkan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel telah terbangun sebanyak 204.204 BTS yang 75% di antaranya difokuskan untuk layanan 3G dan 4G. Di samping itu pula lebih dari 385 ribu akses wifi telah tersebar di seluruh Indonesia. 
 
Keseluruhan infrastruktur ini tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di kota besar, namun yang berada di daerah 3T pun dapat merasakan manfaat yang sama. BTS Telkomsel kini telah terbangun di pulau-pulau terluar nusantara seperti di Pulau Weh di ujung Barat, Pulau Siberut, Pulau Natuna, Pulau Miangas di ujung Utara serta Pulau Rote diujung Selatan. Tercatat sebanyak 9.108 BTS telah terbangun di daerah-daerah 3T.
 
Hadirnya konektivitas hingga pelosok Indonesia memberikan dampak positif bagi setiap aspek kehidupan masyarakat, seperti perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM, pendidikan dan pemerintahan. Siswa di daerah terpencil seperti di pedalaman Pandeglang dan area perbatasan di Merauke dapat belajar melalui internet karena adanya jaringan fiber optik. 
 
Belum lama ini, Kalimantan yang memiliki kondisi geografis hutan dan sungai saat ini sudah terhubung 100% fiber optic. Momen ini ditandai melalui event Borneo Digital Island yang diselenggarakan Telkom bersama Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Seluruh IKK  di Kalimantan dapat menikmati akses informasi melalui internet. Bahkan fiber optic tersebut telah sampai hingga Nunukan dan BTS Telkomsel sudah tergelar di Sebatik, pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.
 
Semua itu tidak lepas dari komitmen Telkom untuk mendukung pemerataan konektivitas serta kesetaraan akses informasi bagi seluruh rakyat Indonesia demi mewujudkan masyarakat digital dan meningkatkan pembangunan nasional.

Red: Kendi Setiawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG