IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Kemenpora: Agar Bisa Bersaing, Pemuda Harus Inovatif dan Kreatif

Rabu 11 September 2019 6:30 WIB
Bagikan:
Kemenpora: Agar Bisa Bersaing, Pemuda Harus Inovatif dan Kreatif
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI HM Asrorun Ni’am Sholeh (kiri)
Semarang, NU Online
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI HM Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, menjadikan wirausahawan di tengah-tengah kehidupan masyarakat milenial yang punya budaya kerja menjadi wirausaha tidak hanya dengan kemampuan saja tapi juga kreativitas serta daya kreasi yang tinggi.
 
“Untuk berwirausaha dan bisa bersaing di dunia milenial ini pemuda harus inovatif dan kreatif, sehingga dapat berkembang dan bisa mempunyai tantangan ke depan, selain kreatif dan inovatif untuk menjadi sukses pemuda harus punya integritas yang kuat,” tegasnya.
 
Hal itu disampaikan saat dirinya mengisi acara kegiatan 'Penumbuhan Minat Kewirausahaan di kalangan Pemuda' Tahun 2019 yang dilaksanakan di Auditorium II Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo Jl. Prof. Dr. Hamka Ngaliyan Semarang, Jateng Selasa (10/9).
 
Dikatakan, setiap manusia memiliki potensi, salah satunya ialah berwirausaha. Dirinya mengimbau kepada para pemuda untuk menjadi wirausahawan yang sukses yang berhasil mengentaskan dirinya dari kemiskinan.
 
“Kita semua punya potensi, salah satunya yaitu berwirausaha. Seluruh pemuda mulai sekarang harus bercita-cita sebagai wirausahawan sukses, karena dengan begitu anda ikut membantu mengentaskan kemiskinan di daerah anda,” terangnya.
 
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengajak kepada para pemuda untuk memulai usaha apa yang ada di sekitaran rumahnya. “Untuk menjadi wirausahawan sukses jangan pernah menganggap sepele hal-hal sepele di sekitaran kita, bisa jadi hal sepele tersebut bisa buat kita jadi wirausahawan sukses,” pungkasnya.
 
Dalam rilisnya diterima NU Online, Selasa (10/9) Rektor UIN Wali Songo Semarang Prof Imam Taufiq menyampaikan rasa bangganya kepada para mahasiswa dan pemuda pemudi yang terpilih sebagai peserta di kegiatan ini.
 
Dikatakan, ada 500 peserta yang terpilih setelah melalui proses pendaftaran yang begitu ketat, terhitung ada 1600an pendaftar pada kegiatan bersama Kemenpora.
 
“Keinginan mahasiswa UIN Wali Songo Semarang dan para pemuda pemudi untuk berwirausaha gayung bersambut dengan program Kemenpora RI, hal ini terbukti yang  hadir 500 calon wirausahawan muda di tengah-tengah kita,” ujarnya.
 
Disampaikan, para alumni UIN khususnya yang bergerak di bidang swasta dapat dirasakan manfaatkan oleh masyarakat terutama dalam penyerapan tenaga kerja, sehingga hal ini bisa membantu pemerintah mengurangi pengangguran.
 
“Saya berharap peran alumni yang bergelut di bidang wirausaha dapat lebih berguna untuk negara sehingga mereka tidak bercita-cita menjadi seorang PNS,” harapnya.
 
Wirausahawan yang berhasil menurutnya adalah mandiri, ulet, tidak mudah mengeluh dan menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Sehingga keberhasilan yang diraihnya adalah bukti dari perjuangannya.
 
“Tampillah jadi pemuda hebat, pemuda mandiri, pemuda yang bisa membangun daerahnya sendiri dengan merubah mindset dan dengan modal usaha yang sedikit bisa dikembangkan dengan baik,” pungkasnya.
 
Hadir dalam acara di UIN Wali Songo, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI HM Asrorun Ni’am Sholeh, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai Golkar HA Mujib Rohmat, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Imam Gunawan, Rektor UIN Wali Songo Semarang Prof Imam Taufiq, serta para Dekan, para kepala lembaga dan para kabag di lingkungan UIN Wali Songo Semarang.
 
Editor: Abdul Muiz
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 11 September 2019 21:45 WIB
Belasungkawa Mentan Amran untuk Bapak Bangsa
Belasungkawa Mentan Amran untuk Bapak Bangsa
Mentan Amran Sulaiman (dua dari kiri)
Jakarta, NU Online
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden RI ke-3 Prof Bacharuddin Jusuf Habibie pada Rabu (11/9) petang.
 
Amran mengaku terpukul karena Habibie merupakan sosok panutan yang menjadi guru besar bagi bangsa Indonesia. Selain itu, Habibie  memperjuangkan modernisasi pembangunan.
 
"Pertama, Inallilahi wainalillahi rojiun saya menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya bapak bangsa yang sangat mencintai Indonesia. Kedua, tentu kepergian beliau sangat meninggalkan kesedihan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia," ujar Amran, Rabu malam.
 
Di mata Amran, sosok yang akrab disapa BJ Habibie ini adalah tokoh bangsa yang sudah berjasa besar bagi Indonesia karena mengharumkan negara di daratan dunia. Amran juga mengaku bangga karena Habibie berasal dari Sulawesi Selatan, tempat di mana Amran dilahirkan dan dibesarkan.
 
Dalam rilis yang diterima NU Online, Amran datang bersama Ketua MA Hatta Ali dan sejumlah tokoh lainya. Kemudian nampak hadir di antarnya Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin. 
 
"Berduka cita sedalam-dalamnya dengan meninggalnya bapak Profesor Baharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden ketiga. Dimana hal yang mengesankan dari beliau ini, beliau sangat memperhatikan. Dan selama beliau tidak menjabat tetap aktif untuk keutuhan bangsa dan negara," tutup Hatta.
 
Presiden BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu petang. Ia meninggal karena sakit yang dideritanya sejak lama dan mulai dirawat sejak 1 September 2019.
 
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan belasungkawa atas meninggalkan Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Pernyataan belasungkawa tersebut seperti terlihat dalam video yang diterima NU Online, Rabu (11/9) malam.
 
"Innallahi wainna ilaihi rajiun. Kami atas nama seluruh warga Nahdlatul Ulama di mana pun berada mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Presiden Indonesia yang ketiga, yaitu Profesor Doktor Insinyur BJ Habibie dengan tenang," kata Kiai Said dalam video tersebut.
 
Menurut Kiai Said, almarhum BJ Habibi adalah sosok yang sangat cerdas dan jenius. "Beliau adalah orang yang sangat cerdas dan jenius yang diakui dunia internasional," lanjutnya.
 
BJ Habibi, kata Kiai Said, telah berhasil mengangkat nama baik bangsa Indonesia dengan kecerdasan dan kemampuannya. Oleh karena itu, Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jakarta Selatan itu mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum.
 
Editor: Abdul Muiz
Rabu 11 September 2019 20:40 WIB
Kiai Said: BJ Habibie Angkat Nama Baik Indonesia di Dunia Internasional
Kiai Said: BJ Habibie Angkat Nama Baik Indonesia di Dunia Internasional
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (Foto: NU Online/Suwitno)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan belasungkawa atas meninggalkan Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Pernyataan belasungkawa tersebut seperti terlihat dalam video yang diterima NU Online, Rabu (11/9) malam.
 
"Innallahi wainna ilaihi rajiun. Kami atas nama seluruh warga Nahdlatul Ulama di mana pun berada mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Presiden Indonesia yang ketiga, yaitu Profesor Doktor Insinyur BJ Habibie dengan tenang," kata Kiai Said dalam video tersebut.

Menurut Kiai Said, almarhum BJ Habibi adalah sosok yang sangat cerdas dan jenius. "Beliau adalah orang yang sangat cerdas dan jenius yang diakui dunia internasional," lanjutnya.
 
BJ Habibi, kata Kiai Said, telah berhasil mengangkat nama baik bangsa Indonesia dengan kecerdasan dan kemampuannya. Oleh karena itu, Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jakarta Selatan itu mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum.

"Semoga arwahnya diterima oleh Allah dan mendapatkan ampunan-Nya. Segala amal baiknya diterima, segala kesalahannya diampuni dan ditempatkan di tempat yang sidiq di sisi Allah dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'aafihi wa'fu 'anhu waj'alil jannata matwaahu," Kiai Said mendoakan.
 
Sebagaimana diketahui, BJ Habibie wafat usai mendapat perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Pendiri Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) itu meninggal pada usia 83 tahun.

Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Selain sebagai Presiden ketiga RI, Habibie juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978 hingga Maret 1998.

Habibie memperistri Hasri Ainun Besari pada 12 Mei 1962 di Rangga Malela, Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, istri BJ Habibie, Ainun  yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 1937 meninggal di München, Jerman, 22 Mei 2010 pada umur 72 tahun.
 
Kisah BJ Habibi dan Ainun, serta masa-masa mereka meniti karir dan rumah tangga telah difilmkan dengan judul Habibie & Ainun dan dirilis pada tanggal 20 Desember 2012. 
 
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Kendi Setiawan
Rabu 11 September 2019 19:29 WIB
Nahdliyin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya BJ Habibie
Nahdliyin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya BJ Habibie
Presiden ke-3 Republik Indonesia, Ir H Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun. (Ilustrasi: NU Online/Aceng Danta)
Jakarta, NU Online 
Presiden ke-3 Republik Indonesia, Ir H Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia usai mendapat perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Pendiri Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) itu meninggal di usia 83 tahun.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 silam itu.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Selaku pribadi maupun atas nama warga NU saya turut berduka mendalam atas wafatnya Pak BJ Habibie,” tutur Ketua PBNU, H Robikin Emhas,  Rabu (11/9).

“Semoga segala salah-khilaf beliau diampuni oleh Allah SWT, amal ibadahnya diterima dan segenap keluarga yang ditinggal tabah,” sambung Robikin.
 
Robikin menilai BJ Habibie sebagai sosok yang demokratis. Kecerdasan yang melekat pada diri almarhum telah menempatkan bangsa Indonesia diperhitungkan di level dunia.
 
“Sebagai bangsa kita sangat kehilangan Pak BJ Habibie. Beliau adalah seorang negarawan yang demokratis. Sosok yang kecerdasannya telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” katanya.

Robikin juga melihat tokoh peraih The US Academy of Engineering ini sebagai sosok sederhana dan rendah hati. “Pak Habibie juga merupakan figur teladan dalam kehidupan keluarga. Kita dan generasi muda layak meneladaninya,” tandas Robikin.

BJ Habibie menjadi Presiden ke-3 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia mengantikan Presiden Soeharto yang menyatakan mundur pada 21 Mei 1998. Presiden Habibie menjabat sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, atau hanya sekitar 1 tahun lebih lima bulan. 

Setelah meletakkan jabatannya sebagai Presiden dan digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), BJ Habibie pun kembali menjadi warga negara biasa, ia kembali bermukim di Jerman walaupun biasa juga pulang ke Indonesia.

Editor: Zunus Muhammad

 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG