Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tahun Ini Liga Sepak Bola Antarpesantren Diselenggarakan dengan Biaya Mandiri

Tahun Ini Liga Sepak Bola Antarpesantren Diselenggarakan dengan Biaya Mandiri
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghafar Rozin (NU Online/Abdullah Alawi)
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghafar Rozin (NU Online/Abdullah Alawi)
Jakarta, NU Online 
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghafar Rozin menginformasikan bahwa tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, akan diselenggarakan kompetisi sepak bola antar pesantren atau Liga Santri Nusanatara (LSN). Menurut dia, penyelenggaraan LSN tahun ini akan dilaksanakan secara mandiri. Artinya tidak dibantu oleh biaya anggaran dari pemerintah.  

“Liga Santri Nusantara tidak hanya soal bola, tidak hanya anggaran, tetapi bentuk komitmen kesantrian kita,” katanya pada pembukaan Bimbingan Teknis Liga Santri Nusantara 2019 di Hotel Lumire, Jakarta Pusata, Rabu, (11/9). 

Menurut dia, liga yang memiliki tagline Dari Pesantren untuk Sepakbola Indonesia ini memasuki tahun kelima, usia yang harus menapaki kematangan dalam penyelenggaraan sebuah kompetisi, bentuknya pelaksanaan harus sudah ada, agar kegiatan tersebut bisa berlanjut. 
 
Oleh karena itu, ia mengajak agar panitia nasional, daerah, koordinator region agar mampu menggali dana dengan melibatkan banyak pihak.

Kiai yang akrab disapa Gus Rozin ini bersyukur, meski tanpa anggaran pemerintah, ternyata semangat pesantren di berbagai provinsi masih tetap besar. Terbukti, jika tahun sebelumnya terdapat 32 region, tahun ini masih bisa menyisakan 28 region.  

“Kami tidak menyangka bahwa ada 28 region yang siap berkompetisi, mulanya paling hanya sekitar 10, 12, 16, 18 sebanyak-banyaknya,” katanya. 

Lebih lanjut ia mengajak kepada seluruh koordinator region dan panitia penyelenggara LSN 2019 baik di tingkat daerah maupun pusat, agar bisa memastikan para peserta kompetisi adalah benar-benar santri.

“Mekanismenya kita atur bersama dan kita patuhi bersama dimulai dengan definisi  siapa santri itu, itulah yang mereka yang ikut,” katanya. “Mungkin tidak seperti tahun-tahun kemarin, golnya tidak  berkualitas  nasional atau  internasional. Tapi yang terpenting adalah menggali  bakat-bakat dari  pesantren. Kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah proses penjaringan. Tentu lebih lama dan capek, tapi hasilnya akan terlihat dalam jangka  panjang,” jelasnya.  

Liga Santri Nusantara 2019 akan diselenggarakan pada pertengahan September dan berakhir bulan November. Seri Nasional hingga final akan dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat.

Penyelenggaraan LSN 2019 tahun ini mundur dikarenakan beberapa pertimbangan,  di antaranya pilpres dan pileg. Biasanya LSN sudah dimulai pada bulan juni dan final di bulan Oktober.

LSN merupakan sarana silaturrahmi dan komunikasi antarpesantren di tingkat daerah hingga tingkat nasional yang dimulai sejak 2015. Waktu itu penyelenggara tunggal adalah Kementerian Olah Raga RI. Tahun berikutnya, Kemenpora melibatkan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dengan dibantu anggaran pemerintah. Tahun 2019 dilaksanakan RMINU secara mandiri.

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad
 
BNI Mobile