Serunya Uji Kompetensi Calon Instruktur BLK Komunitas Pesantren

Serunya Uji Kompetensi Calon Instruktur BLK Komunitas Pesantren
Praktik di Dikdas Bahasa di BLK Surakarta, Laweyan, Surakarta, (Foto: NU Online/A Rifqi H)
Praktik di Dikdas Bahasa di BLK Surakarta, Laweyan, Surakarta, (Foto: NU Online/A Rifqi H)
Surakarta, NU Online
Uji kompetensi bagi calon instruktur Balai Latihan Kerja  Komunitas Pesantren telah selesai. Menarik untuk melihat persiapan yang dilakukan oleh para santri yang menjadi peserta kegiatan pendidikan dasar (Dikdas) Bahasa di BLK Surakarta, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. 
 
Menariknya, peserta yang memiliki kemampuan di atas rata-rata mendampingi beberapa peserta yang perlu dukungan. Satu di antaranya, Alfanuha Yushida yang turut mendampingi. Kepada NU Online, Alfan mengungkapkan kesungguhan peserta. 
 
"Mereka itu memiliki semangat yang tinggi dan percaya diri," kata Alfan, Kamis (12/9).
 
Meskipun diawalnya sedikit minder, lanjutnya, akan tapi selanjutnya semakin percaya diri. Santri Pesantren Zahrotul Jannah Kulonprogo ini berharap dengan meningkatnya kepercayaan diri tersebut dapat membantu saat penilaian praktik mengajar. 
 
Selain itu, Alfan mengakui kendala selama mendampingi peserta dalam belajar bahasa Inggris terdapat pada pembiasaan. "Kendalanya, belum terbiasa dalam penulisan dan pengucapan dalam bahasa inggris," bebernya.
 
Disebutkannya, pembelajaran di BLK Surakarta menggunakan standar Oxford Dictionary, sehingga pronunciation (pengucapan)  dan grammar juga diutamakan dalam conversation. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu faktor yang menjadikan sebagain kecil peserta harus pontang-panting mempersiapkan diri.
 
Peserta lain yang mendampingi belajar, Sofi Nurani mengaku kendala dalam mendampingi arus mengerti karakter masing-masing. 
 
"Kita harus adaptasi untuk menemukan metode yang tepat agar memudahkan mereka dalam belajar," ucapnya.
 
Menerapkan metode dialog praktik dalam sebuah grup, lanjutnya, sebagai pilihan metode yang susah diterapkan. Sebab, para peserta belajar di ruang yang tersentral, sehingga harus mengambil posisi yang terpisah untuk menerapkannya.
 
Santri yang akan menjadi instruktur di BLKK Al-Hikmah Ngadipurwo Blora ini mengakui semangat yang ada didukung dengan komunitas dan penerapan role play. "Jadi, mereka sudah nyaman untuk praktik berbicara bahasa Inggris," pungkasnya. 
 
 
Pewarta: A Rifqi Hidayat
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile