IMG-LOGO
Daerah

Bupati Kubu Raya Ajak Ansor Awasi Pembangunan agar Tepat Sasaran

Sabtu 14 September 2019 17:15 WIB
Bagikan:
Bupati Kubu Raya Ajak Ansor Awasi Pembangunan agar Tepat Sasaran
Audiensi PC GP Ansor bersama Bupati Kubu Raya, Kalbar. (Foto: NU Online/pengurus)
Kubu Raya, NU Online
Keberadaan Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hendaknya turut memberikan andil bagi pembangunan daerah. Pada saat yang yang bersamaan, juga hendaknya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
 
Penegasan disampaikan Muda Mahendrawan, Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat saat menerima rombongan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kubu Raya.
 
“Saya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengurus GP Ansor Kubu Raya, dan mendukung kegiatan kegiatan Ansor yang tentunya positif untuk pembangunan dan perbaikan SDM di Kubu Raya,” katanya, Jumat (13/9).
 
Bupati juga meminta Ansor turut mendukung dan mengawasi program pembangunan pemerintah daerah, sehingga dalam pelaksanaannya tepat sasaran.
 
Terkait madrasah memang Pemerintah Daerah terbentur dengan aturan-aturan pemerintah pusat khususnya dalam mengalokasikan bantuan sosial, dimana banyak aturan yang mesti dan harus dilaksanakan. 
 
“Tapi pada prinsipnya kami menerima keluhan keluhan dari kawan- kawan Ansor dan akan mengupayakan agar aspirasi tercover dalam program APBD Kubu Raya yang akan datang,” ungkapnya.
 
Sekretaris PC GP Ansor Kubu Raya, Masidin beserta pengurus dan Kasatkorcab Banser melakukan audiensi dengan Bupati Kubu Raya di kediamannya. Ikut mendampingi, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kalimantan Barat, Muhammad Nurdin.
 
Dalam acara itu, Sekretaris PC GP Ansor menyampaikan berbagai kegiatan yang dilakukan Ansor dan Banser, baik pendidikan latihan dasar maupun kegiatan sosial. 
 
Menurut Masidin, audiensi tersebut sangat penting. Sebab, bisa menguatkan ikatan silaturahim anak muda NU khususnya Ansor dan Banser dengan bupati. Apalagi usai dilantik baru malam tersebut Ansor bisa bersilaturahim.
 
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada bupati di sela kesibukannya menyempatkan bertemu dengan pengurus Ansor dan Banser. 
 
“Kami tentu saja melaporkan kegiatan yang sudah berjalan dan program yang akan datang. Sekaligus mengharap dukungan dan doa restu kepada bupati agar Ansor bisa ikut berkiprah dalam pembangunan kepemudaan dan sosial kemasyarakatan di Kubu Raya,” jelas Masidin.
 
Pada kesempatan itu Wakil Ketua PC GP Ansor Kubu Raya, Suryadi menyampaikan kegiatan Ansor dalam waktu dekat yakni ngaji leterasi informasi.
 
Kegiatan nantinya diikuti seluruh anggota Ansor dan Banser se-Kubu Raya dan perwakilan keluarga besar badan otonom NU. 
 
“Bila tidak ada perubahan akan dilaksanakan 21 September dan juga persiapan menyambut Hari Santri di bulan Oktober,” katanya. 
 
Menurutnya, kegiatan akan diisi dengan pembaretan 300 anggota Banser dan juga apel bersama para santri. 
 
Arifin C Noer selaku Bendahara PC GP Ansor Kubu Raya  menambahkan bahwa banyak aspirasi dari pengelola pendidikan madrasah agar program pemerintah daerah juga bisa dapat dirasakan oleh siswa siswi madrasah.
 
“Dengan demikian tidak hanya sekolah negeri maupun swasta yang di bawah naungan Diknas saja yang diperhatikan. Tetapi madrasah dari mulai MI, MTs hingga MA juga bisa merasakan perhatiaan pemerintah. Sebab semua bagian dari anak anak Kubu Raya juga,” tandasnya.
 
 
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 14 September 2019 23:45 WIB
Pekan Pesantren untuk Tingkatkan Kualitas Santri di Bidang Olahraga dan Seni
Pekan Pesantren untuk Tingkatkan Kualitas Santri di Bidang Olahraga dan Seni
Pembukaan Pospeda oleh Kakanwil Kemenag Jateng
Tegal, NU Online
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Farhani mengatakan, Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren (Pospeda) merupakan kegiatan rutin dalam rangka untuk meningkatkan kualitas mutu para santri di bidang olangraga dan seni. 
 
Hal dikatakan Farhani saat membuka Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren (Pospeda) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/9) malam di Pesantren Dar Al Qur’an Al-Islami Lebaksiu Kidul Kabupaten Tegal Jawa Tengah.
 
Farhani bercerita, dahulu santri kita tidak pernah berkecimpung di ajang-ajang olahraga dan seni yang diselenggarakan Pemerintah. Sekarang Pemerintah memfasilitasi dan menyediakan anggaran sehingga santri bisa setara dengan peserta didik yang lain.
 
"Bukan hanya itu, sebagai bukti perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada ustadz dan ustadzah, Tahun ini sejumlah 171.131 ustadz dan ustadzah akan diikutkan program BPJS ketenagakerjaan. Pemerintah provinsi jawa tengah sudah menyiapkan anggaran 270 milyar untuk membayar preminya," ungkap Farhani.
 
Tidak lupa spirit untuk berkompetisi secara sportif disampaikan Farhani kepada semua santri peserta Pospeda. "Kepada dewan hakim dan juri, saya juga berpesan untuk memberikan penilaian secara profesional dan objektif. Sehingga para juara yang dihasilkan mampu mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional dengan kualitas yang benar-benar teratas," tandasnya.
 
Bupati Tegal Hj Umi Azizah menyambut baik terselenggaranya kegiatan Pospeda VIII Jawa Tengah. Umi berharap, seluruh kontingen terutama yang dari luar daerah kerasan. 
 
"Semoga berkesan singgah ke Kabupaten Tegal atau setidaknya mencicipi martabak legendaris Lebaksiu langsung dari tempat asalnya," canda Umi.
 
Umi mengapresiasi panitia dan semua pihak yang telah mengerahkan segala daya dan upaya untuk suksesnya acara Pospeda ini. Dirinya yakin, dengan penggalian bakat dan kreatifitas para santri, akan muncul bibit-bibit unggul yang berbasis nilai-nilai keagamaan.
 
Pembukaan dihadiri 2.137 santri ponpes dari Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Mereka akan berkompetisi pada 7 cabang olahraga dan 9 cabang lomba seni. Acara dibuka dengan pemukulan bedug oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Farhani didampingi Bupati Tegal Hj Umi Azizah dan Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Qur’an Al-Islami KH Abdullah Ubaid. 
 
Kontributor: Nurkhasan
Editor: Abdul Muiz
Sabtu 14 September 2019 23:30 WIB
Lasem Cabang NU yang Layak Dikunjungi
Lasem Cabang NU yang Layak Dikunjungi
Rombongan PCNU Karawang ziarah ke makam masayikh NU Lasem
Rembang, NU Online
Untuk melihat dari dekat perkembangan organisasi bentukan KH Hasyim Asy'ari di Jawa Tengah, khususnya di Lasem, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karawang, Jawa Barat mengadakan kunjungan ke PCNU di ujung timur Pantura Jawa Tengah pada Sabtu (14/9).
 
Rombongan diterima jajaran PCNU Lasem selaku tuan rumah dengan hangat didampingi jajaran pengurus badan otonom, lembaga, dan MWCNU se-Lasem.
 
Ketua PCNU Lasem KH Solahuddin Fatawi menyampaikan berterima kasih atas berkenanya PCNU Karawang bersilaturahmi dan berziarah di Lasem. Gus din juga berharap dengan adanya studi banding ini mampu membawa semangat baru dalam berkreasi menjalankan segala program keorganisasian. 
 
"Saya mewakili Pengurus PCNU Lasem, mengucapkan banyak terima kasih atas kunjunganya di tanah Lasem. Semoga berkat silaturahim dan ziarah bersama mampu memberikan semangat baru untuk berkreasi dalam menjalankan program-program keorganisasian," ujarnya.
 
Ketua PCNU Karawang, Jawa Barat KH Ahmad Ruhyat Hasby turut menyampaikan terima kasih atas kesediaan PCNU Lasem dalam menyiapkan tempat, waktu, dan sebagainya untuk kelancaran studi banding. Baginya, Lasem cabang NU yang layak dikunjungi.
 
"Terima kasih kami sampaikan kepada jajaran pengurus PCNU Lasem, yang telah bersedia meluangkan tempat dan waktu guna melancarkan kegiatan studi banding ini," ujarnya.
 
Dijelaskan, kehadirannya ke Lasem untuk melihat dari dekat cabang pertama yang dibentuk oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy'ari sekaligus untuk  bertukar pikiran melalui studi banding yang kemudian akan muncul ide dan gagasan baru mengenai program-program organisasi yang semakin kreatif dan maksimal.
 
"Kami berharap dengan adanya kegiatan studi banding ini, muncul ide dan gagasan baru baik dari kami ataupun pihak PCNU Lasem mengenai berbagai program keorganisasian," tambahnya.

Usai silaturahim dengan PCNU Lasem, rombongan PCNU Karawang diajak berziarah ke makam pendiri NU dan masayikh Lasem (Mbah Sambu, Mbah Ma'shoem, Mbah Baidlowi, dan Mbah Cholil) sebagai spirit rohani dalam menjalankan roda kepengurusan.

Rombongan PCNU Karawang, PCNU Lasem juga dijadwalkan menghadiri peringatan 40 hari wafatnya KH Maemoen Zubair di Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.
 
Kontributor: Misbahul Munir
Editor: Abdul Muis
Sabtu 14 September 2019 23:0 WIB
Rais NU Surakarta Bimbing Seorang Mualaf Masuk Islam
Rais NU Surakarta Bimbing Seorang Mualaf Masuk Islam
Pembacaan ikrar dua kalimat syahadat seorang mualaf di Masjid Agung Surakarta, Jateng
Solo, NU Online
Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta, Jawa Tengah KH Muhtarom membimbing seorang mualaf mengikrarkan dua kalimat syahadat, Sabtu (14/9) sore. 
 
Kali ini yang dibimbing masuk Islam oleh Kiai Said adalah seorang warga asal Karangmalang Sragen, Guntur Eka Saputra. Prosesi pembacaan dua kalimat syahadat dilaksanakan di Masjid Agung Surakarta dan disaksikan beberapa jamaah. 
 
Acara pembacaan ikrar dua kalimat syahadat berlangsung khidmat dan lamcar turut disaksikan oleh Ketua PCNU Surakarta H Masyhuri. Sebelum mengikrarkan kalimat syahadat, calon mualaf menceritakan apa alasan mereka berkeinginan menjadi penganut agama Islam. 

Guntur mengaku memeluk Islam tanpa adanya paksaan. Ia tertarik dengan Islam karena begitu terkesan setelah sering melihat tayangan video di media sosial dan youtube, tentang ceramah-ceramah yang disampaikan oleh para ulama NU.
 
“Seringkali saya membuka sosial media maupun youtube, saya suka mendengar keterangan-keterangan yang disampaikan oleh para kiai atau ulama, di antaranya Habib Luthfi,” terang Guntur.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PCNU Surakarta H Masyhuri mengatakan kepada NU Online, banyak yang menjadi mualaf dan memilih mengikrarkan syahadat dengan bimbingan kiai NU. 
 
"Alhamdulillah, Guntur tertarik dengan Islam NU yang ramah, semoga bisa menjadi pribadi muslim yang istiqamah dalam menjalankan ibadah," kata dia.
 
Dijelaskan, Masjid Agung Surakarta sendiri bukan pertama kali ini menjadi pelaksanaan prosesi pengikraran dua kalimat syahadat. Sebelumnya juga banyak mualaf yang dibimbing para ulama dan kiai di masjid kebanggaan warga Solo itu.
"Hari ini bertambah lagi saudara kita, yang tadinya hanya ukhuwah basyariah, sekarang menajdi ukhuwah islamiyah," tutur Kiai Muhtarom.

Disampaikan, Masjid Agung Surakarta tidak membatasi diri hanya warga Solo yang bisa mengucapkan ikrar syahadat. "Dari mana saja, siapapun dari manapun asalnya, jika ingin di Masjid Agung Surakarta, pengurus masjid siap membimbing sesuai permintaannya," jelasnya.
 
Setelah prosesi menjadi mualaf, Guntur pun mendapat hadiah berupa sarung dan buku tuntunan shalat dari pengurus Masjid Agung Surakarta, serta sertifikat untuk keperluan administrasi. Tak lupa Guntur juga mendapat hadiah dari Ketua PCNU Surakarta, yakni peci berlogo NU.

Kontributor: Ajie Najmuddin
Editor: Abdul Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG