IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Kajian Rekanita Terkini, Cara IPPNU IAIN Pontianak Sapa Kader 

Senin 16 September 2019 18:30 WIB
Bagikan:
Kajian Rekanita Terkini, Cara IPPNU IAIN Pontianak Sapa Kader 
Kajian Rekanita Terkini PKPT IPPNU IAIN Pontianak, Kalbar. (Foto: NU Online/Mellinia Nur Halizah). 
Pontianak, NU Online
Menyikapi sejumlah isu yang berkembang, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) IAIN Pontianak  Kalimantan Barat menggelar Kartini atau Kajian Rekanita Terkini
 
Kegiatan berupa diskusi tersebut dilaksanakan di halaman kampus IAIN Pontianak akhir pekan lalu. Sejumlah mahasiswa dan aktivis kampus setempat tampak bergabung memeriahkan tukar pemikiran tersebut.
 
“Ini  merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk pertama kalinya setelah diterbentuknya kepengurusan PKPT dengan  mengambil tema Peran Aktif Rekanita Produktif,” kata Mellinia Nur Halizah, Ahad (15/9).
 
Menurut salah seorang pengurus di PKPT IPPNU IAIN Pontianak tersebut, tampil sebagai pemateri adalah Jumiatik yang juga senior IPPNU Kabupaten  Kuburaya, Kalimantan Barat.
 
“Ada 4 syarat untuk menjadi rekanita aktif yang produktif,” katanya mengawali diskusi.
 
Pertama dimulai dari niat yang baik, bagaimana bisa berkontribusi untuk IPPNU sekaligus menghidupkan oranisasi dibarengi dengan kemauan. 
 
“Kedua, menggunakan waktu sebaik mungkin. Jangan terlalu menyibukkan diri dari hal yang tidak terlalu  penting. Kita harus tahu mana yang prioritas dan mana yang tidak,” urainya. Sibukkan diri kepada hal yang positif, agar waktu juga lebih bermakna, lanjutnya. 
 
Ketiga, tahu cara menggunakan teknologi sebaik-baiknya. 
 
“Gunakan sosial media dengan sebaik mungkin terutama dalam memperkenalkan IPPNU kepada orang yang mungkin belum tahu tanpa ada unsur provokasi,” jelasnya.
 
Dan yang terakhir adalah yang keempat,yaitu menjalin silaturahim dengan organisasi lain sebagai poin dari segalanya. 
 
“Agar kita semakin dikenal oleh organisasi lain dengan menunjukkan diri kita sebagai kader IPPNU,” tandasnya.
 
Selain Jumiatik, hadir pula sebagai pemateri yaitu Deviani.
 
Perempuan yang juga tercatat sebagai pengurus Pimpinan Pusat IPPNU tersebut mengatakan bahwa PKPT IPPNU harus bisa berkontribusi lebih di kampus, caranya dengan menunjukkan sikap baik sebagai kader. 
 
“Jangan egois di dalam IPPNU. Kita harus mencapai tujuan dngan bersama-sama, sering berkumpul bersama, sering membuat kajian atau pelatihan yang memiliki dampak baik untuk semua," pungkasnya.
 
 
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Senin 16 September 2019 23:30 WIB
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Bupati Jombang (kiri) saat kunjungi kegiatan PKD Ansor
Jombang, NU Online
Kaderisasi di tubuh Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi hal penting yang harus terus dilakukan. Tak ada kata kebanyakan kader, karena Ansor tak boleh kekurangan kader. Dari mereka nantinya akan lahir kader-kader yang senantiasa siap menjadi benteng Nahdlatul Ulama (NU) dan Ahlusunnah waljamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.
 
Di tubuh salah satu badan otonom (Banom) NU ini sudah tertata rapi sistem pengkaderannya. Begitu juga dengan materi atau bekal yang harus dimiliki oleh anggota dan pengurus melalui kaderisasi itu. Seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). 
 
"Dan di PKD GP Ansor ini harus mampu menyiapkan benteng Aswaja di lingkungan sekitarnya," kata Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat menghadiri PKD yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Jombang Kota, Ahad (15/9).
 
Perempuan yang juga putri Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah ini lebih jauh menyampaikan, pentingnya Ansor menjaga ajaran-ajaran Aswaja. Belakangan ini, kata dia, tak sedikit upaya yang dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu guna meniadakan ajaran-ajaran NU itu. Caranyapun beragam, di antaranya melalui fitnah yang selalu diproduksi dan disebarkan ke sejumlah kalangan.
 
"Ansor harus mulai menyiapkan calon pemimpin mumpuni, baik di tingkat paling bawah hingga di level nasional bahkan internasional. Ini bisa ditempuh dengan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang telah digodok Ansor," tegasnya.
 
Menurut pandangan Ketua PC Muslimat NU Jombang ini, jika kaderisasi berjalan dengan maksimal dan dan stok calon pemimpin sudah tak diragukan lagi, Ansor akan semakin kuat dan tentu NU juga semakin besar. 
 
"Ansor diharapkan ke depannya mampu bersinergi dengan pemerintah menyukseskan program-program pemerintah. Dan yang terpenting saat ini harus menyiapkan pemimpin yang mumpuni, baik di Jombang maupun di skala nasional," jelasnya.
 
Ketua PAC Ansor Jombang Kota Muhammad Imdad menyampaikan, peran pemuda sekarang begitu komplit. Salah satunya tantangan bonus demografi. Ini menurutnya cukup serius, ada dampak-dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Dengan demikian, Ansor perlu menyiapkan kader-kader yang interaktif, inovatif, juga produktif.
 
"Pascakegiatan ini selanjutnya tugas PC dan PAC untuk memantapkan kaderisasi jenjang selanjutnya, agar ke depannya bisa menyiapkan kader-kader yang mumpuni di bidang tertentu," tuturnya.
 
PKD diikuti 98 peserta berlangsung di Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denayar, Jombang. Pada saat yang sama juga digelar Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) untuk calon anggota Banser, berjumlahnya 227 orang. 
 
Kontributor: Syamsul Arifin
Editor: Abdul Muiz
Senin 16 September 2019 23:0 WIB
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Ketua PWNU Jatim di PWNU NTB
Mataram, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyinggung terkait perkembangan NU dan kampus UNU  yang sudah semakin terlihat dan melekat di hati publik NTB. 
 
"Jamaah NU harus terus berjuang membesarkan NU dan kampus UNU NTB. Ayo majukan NU dan UNU NTB. Ajak teman temannya, perintahkan anaknya, siapa saja untuk kuliah di UNU NTB," ujar Kiai Marzuki.
 
Hal itu disampaikan saat Ketua PWNU Jawa Timur beserta rombongan silaturrahim dengan jajaran PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB) usai meresmikan masjid bantuan NU Peduli di Lombok Utara pengganti masjid yang roboh akibat gempa, Ahad (15/9).  
 
Dikatakan, kalau ada yang bilang UNU NTB kan belum maju lanjutnya, itu wajar. "Iya tugas kita yang majukan, tugas jamaah UNU," pintanya.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa NU ini organisasi orang-orang siddikin, orang-orang jujur. Orang-orang yang tulus untuk tujuan dunia dan akhirat. "Warga NU, harus tegaskan diri NU, jangan abu-abu, kalau ijo ya ijo (hijau) kalo NU ya NU," tandasnya.
 
"Untuk terus membangun NU menjadi tugas siapa saja yang mengaku NU, semua harus bergerak dan berjuang dengan tulus, jujur seperti pendiri NU, Mbah Hasyim. Selain itu pengkaderan dan kaderisasi harus marak dan massif," imbuhnya.
 
Ketua PWNU NTB TGH Masnun Tahir mengucapkan terima kasih kepada warga NU Jawa timur atas kepeduliannya kepada warga Lombok NTB yang telah memperdulikan warga yang terdampak gempa.
 
"Kita bisa melihat bagaimana peran NU Jawa timur dan timnya membantu korban bencana gempa bumi hingga saat ini. NU Jawa Timur membangun Masjid, Mushala, TPQ, dan rumah hunian di Kabupaten Lombok Utara melalui NU Peduli Lombok.
 
Ucapan terima kasih kepada Ketua PWNU Jawa timur dan rombongan atas waktunya di tengah kesibukan mengurus umat di Jawa timur karena berknan langsung meresmikan bantuan NU peduli Lombok dan berkenan hadir silaturahim  dengan ratusan Warga NU NTB di Kantor PWNU NTB.
 
Hadir pula Rais Syuriyah PWNU NTB TGH lalu Muhamad Turmudzi Badaruddin Pengasuh Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dalam silaturahim tersebut.
 
Kontributor: Hadi
Editor: AbdulMuiz
Senin 16 September 2019 22:45 WIB
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Rapat koordinasi yang diselenggarakan PWNU bersama PCNU se-Jateng. (Foto: NU Online/A Rifqi H)
Semarang, NU Online
Persoalan kepemilikan tanah wakaf atau milik organisasi kerap menjadi kendala atau menjadi isu simpang siur. Untuk itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil mengatakan telah melakukan Momorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah. 
 
"PWNU Jateng telah melakukan MoU dengan BPN Jateng," katanya, Senin (16/9). Selanjutnya diharapkan aset tanah yang dimiliki jamiyah atau NU dapat disertifikatkan dan tata kelola dan pemanfaatannya dapat lebih maksimal guna melayani jamaah, lanjutnya.
 
Penegasan disampaikan Kiai Muzamil dalam sambutan pengarahan Rapat Koordinasi PWNU dengan PCNU bersama Lembaga Wakaf Pertanahan NU se-Jateng di lantai tiga gedung PWNU Jateng, jalan dr Cipto 180 Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.
 
Terkait kondisi kebangsaan yang terjadi dewasa ini yang banyak menyita perhatian masyarakat, Kiai Muzamil mengingatkan agar tidak berlarut-larut dalam merespons persoalan politik yang ada. Sebab, hal tersebut dapat memecah konsentrasi NU dalam mengurusi warga dan menjaga sistem kaderisasi.
 
"Kita sebagai warga NU harus selalu konsentrasi untuk menjalankan program atau kegiatan yang sudah kita musyawarahkan bersama dan tidak perlu bersikap terlalu reaktif terhadap isu-isu yang beredar di media sosial atau media lainnya," tegasnya. 
 
Kiai Muzamil melanjutkan, meski mengikuti akses dan merespons informasi yang ada, para pengurus diharapkan dapat mengambil hikmah atas peristiwa yang terjadi. 
 
"Yang positif kita ambil, yang negatif kita hapus," pesannya.
 
Lebih lanjut Kiai Muzamil mengingatkan agar pengurus di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting, dan Pengurus Anak Ranting kembali bergerak untuk memperkuat akidah, fikrah, amaliah dan harakah Islam ala Ahlussunah wal Jamaah di lingkungan masing-masing. 
 
"Kita tidak perlu khawatir, karena yakin bahwa al-harakah barakah," tegasnya.
 
Karena itu, dirinya berharap agar semua lembaga yang ada diharapkan untuk segera menindaklanjuti hasil Konferwil dan Muskerwil NU Jateng tahun 2019. 
 
 
Pewarta: A Rifqi H
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG