IMG-LOGO
Daerah

Trik MTs Ma'arif NU Cikedung Majalengka Wujudkan Sekolah Sehat

Senin 16 September 2019 18:15 WIB
Bagikan:
Trik MTs Ma'arif NU Cikedung Majalengka Wujudkan Sekolah Sehat
Kegiatan siswa MTs Ma'arif NU Cikedung dalam bidang kebersihan dan kesehatan (Foto: NU Online/Tata Irawan)
Majalengka, NU Online
Pentingnya nilai-nilai kebersihan dan kesehatan menjadi perhatian serius civitas akademika Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif Cikedung Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Tengah.
 
Hal ini diungkapkan oleh Kepala MTs Ma'arif Cikedung H E Afief Alfiana dalam pelepasan peserta Kemah Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) di lapangan MTs Ma'arif Cikedung, Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Sabtu(14/9).
 
Menurutnya, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sangat urgen dalam kehidupan maka sudah selayaknya kebersihan dan kesehatan terus dijaga dan bahkan terus ditingkatkan dalam setiap individu.
 
"Kebersihan dan kesehatan itu penting dalam kehidupan kita, maka kalian semua dituntut untuk paham dan terus belajar agar mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya di lingkungan sekolah," katanya.

Kang Haji Encep, biasa pria ini disapa, juga menjelaskan bahwa para pendiri bangsa yaitu para kiai mengajarkan bahwa kebersihan sebagian dari iman. Oleh karennya sekolahnya yang merupakan sekolah formal yang ada di lingkungan pondok pesantren betul-betul mencurahkan perhatian yang serius untuk menjadikan MTs Maarif sebagai sekolah hijau dan sehat.
 
"Berbekal keyakinan kita kepada nilai-nilai kebersihan sebagian dari iman maka akan serius menjadikan MTs Maarif Cikedung ini sebagai sekolah hijau dan sehat," jelasnya.
 
Pada akhir sambutannya, ia berharap kepada semua warga MTs Maarif khususnya para siswa yang tergabung dalam organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja yang akan ikut Jumbara sebagai duta sekolah, untuk terus menggali ilmu dan pengalaman serta menampilkan yang terbaik agar nanti hasilnya bisa mengharumkan nama baik sekolah.
 
"Harap kita semua, dengan semua yang telah dilakukan dalam bidang kebersihan dan kesehatan dilingkungan sekolah kita selama ini dapat memberikan kenyamana. Bagi kalian yang akan berangkat ke acara Jumbara semoga dapat mengharumkan nama baik sekolah dan menggali ilmu serta pengalaman," harapnya.

Di tempat yang sama, Pembina PMR MTs Maarif Cikedung, Arifah Hawa, mengungkapkan bahwa sekolahnya untuk tahun ini mengikutkan satu kontingen peserta Jumbara. Hal itu sebagai bentuk partisipasi dan kecintaan kami terhadap dunia kesehatan, khususnya lembaga Palang Merah Indonesia (PMI) yang didalamnya merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler PMR di MTs Maarif Cikedung.
 
"Kami menyambut baik kegiatan dua tahunan ini yang mana setiap acara Jumbara kami selalu ikut berpartisipasi sebagai bentuk kecintaan sekolah kami terhadap dunia kesehatan," ungkapnya.
 
Arifah menambahkan melalui Jumbara anak-anak didiknya bertemu dengan semua komunitas PMR se-Kabupaten Majalengka yang tentunya mereka akan mendapatkan tambahan ilmu, pengalaman serta teman sebagai bekal mereka nantinya dalam pengembangan diri.
 
"Melalui Jumbara ini anak-anak didik kami akan berkreasi menambah ilmu dan pengalaman juga teman dalam dunia ke PMR an," tambahnya.
 
Ia menaruh harapan yang besar bagi anak didiknya untuk bisa mengukir prestasi dalam ajang Jumbara dan juga mengaplikasikan semua ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan di acara Jumbara dalam kehidupan sehari-harinya khususnya dalam mewujudkan visi dan misi MTs Maarif untuk menjadi Sekolah hijau dan Sehat.
 
"Semoga anak-anak didik kami bisa memberikan prestasi dalan ajang Jumbara dan yang lebih penting lagi bisa mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan nantinya dalam mewujudkan visi dan misi sekolah kami yaitu menjadi Sekolah Hijau dan Sehat," pungkas perempuan muda yang juga Ketua PC IPPNU Majalengka ini.
 
Kontributor: Tata Irawan
Editor: Kendi Setiawan
Bagikan:

Baca Juga

Senin 16 September 2019 23:30 WIB
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Bupati Jombang (kiri) saat kunjungi kegiatan PKD Ansor
Jombang, NU Online
Kaderisasi di tubuh Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi hal penting yang harus terus dilakukan. Tak ada kata kebanyakan kader, karena Ansor tak boleh kekurangan kader. Dari mereka nantinya akan lahir kader-kader yang senantiasa siap menjadi benteng Nahdlatul Ulama (NU) dan Ahlusunnah waljamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.
 
Di tubuh salah satu badan otonom (Banom) NU ini sudah tertata rapi sistem pengkaderannya. Begitu juga dengan materi atau bekal yang harus dimiliki oleh anggota dan pengurus melalui kaderisasi itu. Seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). 
 
"Dan di PKD GP Ansor ini harus mampu menyiapkan benteng Aswaja di lingkungan sekitarnya," kata Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat menghadiri PKD yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Jombang Kota, Ahad (15/9).
 
Perempuan yang juga putri Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah ini lebih jauh menyampaikan, pentingnya Ansor menjaga ajaran-ajaran Aswaja. Belakangan ini, kata dia, tak sedikit upaya yang dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu guna meniadakan ajaran-ajaran NU itu. Caranyapun beragam, di antaranya melalui fitnah yang selalu diproduksi dan disebarkan ke sejumlah kalangan.
 
"Ansor harus mulai menyiapkan calon pemimpin mumpuni, baik di tingkat paling bawah hingga di level nasional bahkan internasional. Ini bisa ditempuh dengan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang telah digodok Ansor," tegasnya.
 
Menurut pandangan Ketua PC Muslimat NU Jombang ini, jika kaderisasi berjalan dengan maksimal dan dan stok calon pemimpin sudah tak diragukan lagi, Ansor akan semakin kuat dan tentu NU juga semakin besar. 
 
"Ansor diharapkan ke depannya mampu bersinergi dengan pemerintah menyukseskan program-program pemerintah. Dan yang terpenting saat ini harus menyiapkan pemimpin yang mumpuni, baik di Jombang maupun di skala nasional," jelasnya.
 
Ketua PAC Ansor Jombang Kota Muhammad Imdad menyampaikan, peran pemuda sekarang begitu komplit. Salah satunya tantangan bonus demografi. Ini menurutnya cukup serius, ada dampak-dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Dengan demikian, Ansor perlu menyiapkan kader-kader yang interaktif, inovatif, juga produktif.
 
"Pascakegiatan ini selanjutnya tugas PC dan PAC untuk memantapkan kaderisasi jenjang selanjutnya, agar ke depannya bisa menyiapkan kader-kader yang mumpuni di bidang tertentu," tuturnya.
 
PKD diikuti 98 peserta berlangsung di Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denayar, Jombang. Pada saat yang sama juga digelar Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) untuk calon anggota Banser, berjumlahnya 227 orang. 
 
Kontributor: Syamsul Arifin
Editor: Abdul Muiz
Senin 16 September 2019 23:0 WIB
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Ketua PWNU Jatim di PWNU NTB
Mataram, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyinggung terkait perkembangan NU dan kampus UNU  yang sudah semakin terlihat dan melekat di hati publik NTB. 
 
"Jamaah NU harus terus berjuang membesarkan NU dan kampus UNU NTB. Ayo majukan NU dan UNU NTB. Ajak teman temannya, perintahkan anaknya, siapa saja untuk kuliah di UNU NTB," ujar Kiai Marzuki.
 
Hal itu disampaikan saat Ketua PWNU Jawa Timur beserta rombongan silaturrahim dengan jajaran PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB) usai meresmikan masjid bantuan NU Peduli di Lombok Utara pengganti masjid yang roboh akibat gempa, Ahad (15/9).  
 
Dikatakan, kalau ada yang bilang UNU NTB kan belum maju lanjutnya, itu wajar. "Iya tugas kita yang majukan, tugas jamaah UNU," pintanya.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa NU ini organisasi orang-orang siddikin, orang-orang jujur. Orang-orang yang tulus untuk tujuan dunia dan akhirat. "Warga NU, harus tegaskan diri NU, jangan abu-abu, kalau ijo ya ijo (hijau) kalo NU ya NU," tandasnya.
 
"Untuk terus membangun NU menjadi tugas siapa saja yang mengaku NU, semua harus bergerak dan berjuang dengan tulus, jujur seperti pendiri NU, Mbah Hasyim. Selain itu pengkaderan dan kaderisasi harus marak dan massif," imbuhnya.
 
Ketua PWNU NTB TGH Masnun Tahir mengucapkan terima kasih kepada warga NU Jawa timur atas kepeduliannya kepada warga Lombok NTB yang telah memperdulikan warga yang terdampak gempa.
 
"Kita bisa melihat bagaimana peran NU Jawa timur dan timnya membantu korban bencana gempa bumi hingga saat ini. NU Jawa Timur membangun Masjid, Mushala, TPQ, dan rumah hunian di Kabupaten Lombok Utara melalui NU Peduli Lombok.
 
Ucapan terima kasih kepada Ketua PWNU Jawa timur dan rombongan atas waktunya di tengah kesibukan mengurus umat di Jawa timur karena berknan langsung meresmikan bantuan NU peduli Lombok dan berkenan hadir silaturahim  dengan ratusan Warga NU NTB di Kantor PWNU NTB.
 
Hadir pula Rais Syuriyah PWNU NTB TGH lalu Muhamad Turmudzi Badaruddin Pengasuh Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dalam silaturahim tersebut.
 
Kontributor: Hadi
Editor: AbdulMuiz
Senin 16 September 2019 22:45 WIB
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Rapat koordinasi yang diselenggarakan PWNU bersama PCNU se-Jateng. (Foto: NU Online/A Rifqi H)
Semarang, NU Online
Persoalan kepemilikan tanah wakaf atau milik organisasi kerap menjadi kendala atau menjadi isu simpang siur. Untuk itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil mengatakan telah melakukan Momorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah. 
 
"PWNU Jateng telah melakukan MoU dengan BPN Jateng," katanya, Senin (16/9). Selanjutnya diharapkan aset tanah yang dimiliki jamiyah atau NU dapat disertifikatkan dan tata kelola dan pemanfaatannya dapat lebih maksimal guna melayani jamaah, lanjutnya.
 
Penegasan disampaikan Kiai Muzamil dalam sambutan pengarahan Rapat Koordinasi PWNU dengan PCNU bersama Lembaga Wakaf Pertanahan NU se-Jateng di lantai tiga gedung PWNU Jateng, jalan dr Cipto 180 Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.
 
Terkait kondisi kebangsaan yang terjadi dewasa ini yang banyak menyita perhatian masyarakat, Kiai Muzamil mengingatkan agar tidak berlarut-larut dalam merespons persoalan politik yang ada. Sebab, hal tersebut dapat memecah konsentrasi NU dalam mengurusi warga dan menjaga sistem kaderisasi.
 
"Kita sebagai warga NU harus selalu konsentrasi untuk menjalankan program atau kegiatan yang sudah kita musyawarahkan bersama dan tidak perlu bersikap terlalu reaktif terhadap isu-isu yang beredar di media sosial atau media lainnya," tegasnya. 
 
Kiai Muzamil melanjutkan, meski mengikuti akses dan merespons informasi yang ada, para pengurus diharapkan dapat mengambil hikmah atas peristiwa yang terjadi. 
 
"Yang positif kita ambil, yang negatif kita hapus," pesannya.
 
Lebih lanjut Kiai Muzamil mengingatkan agar pengurus di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting, dan Pengurus Anak Ranting kembali bergerak untuk memperkuat akidah, fikrah, amaliah dan harakah Islam ala Ahlussunah wal Jamaah di lingkungan masing-masing. 
 
"Kita tidak perlu khawatir, karena yakin bahwa al-harakah barakah," tegasnya.
 
Karena itu, dirinya berharap agar semua lembaga yang ada diharapkan untuk segera menindaklanjuti hasil Konferwil dan Muskerwil NU Jateng tahun 2019. 
 
 
Pewarta: A Rifqi H
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG