IMG-LOGO
Daerah

Optmalkan Dana Umat, LAZISNU Kulonprogo Luncurkan ‘KAC Payment’

Senin 16 September 2019 20:30 WIB
Bagikan:
Optmalkan Dana Umat, LAZISNU Kulonprogo Luncurkan ‘KAC Payment’
Segala kebutuhan nahdliyin bisa dipenuhi lewat aplikasi KAC Payment ini. (Foto: NU Online/A Rifqi H)
Kulonprogo, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta merespons baik adanya revolusi industri. Hal ini dibuktikan dengan adanya kemudahan dalam berinfak secara online atau digital melalui aplikasi ‘KAC Payment’.
 
Kegiatan peluncuran digelar di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kulon Progo, jalan KH Ahmad Dahlan km 1, Sebokarang Wates, Kabupaten Kulonprogo, Ahad (15/9).
 
Saat peluncuran aplikasi, Direktur NUCARE-LAZISNU Kulonprogo, Amrullah Furqon menjelaskan KAC Payment adalah sebuah aplikasi layanan berbasis online.
 
Ini memudahkan warga NU dan masyarakat umum dalam berbagai transaksi elektronik seperti pembelian pulsa, token listrik, pembelian tiket pesawat dan kereta api, pembayaran tagihan pascabayar, asuransi, serta pembelian voucher internet. 
 
"Aplikasi ini kami sebut infak digital dalam rangka menyambut industri 4.0. Karena semuanya sudah berbasis teknologi, maka PCNU Kulonprogo mengikuti kemajuan zaman," jelasnya.
 
Aplikasi KAC Payment dilengkapi dengan berbagai fitur yang akan memanjakan semua member dalam bertransaksi. Selain itu juga bisa memakmurkan organisasi NU. 
“Sebab setiap melakukan transaksi melalui aplikasi ini akan disisihkan donasi Rp100 untuk PCNU Kulonprogo,” jelasnya. 
 
Dicontohkan, secara matematis bila dalam satu keluarga melakukan empat kali transaksi pembelian pulsa setiap hari, maka donasi yang disalurkan ke NU setempat cukup besar setiap bulannya. 
 
"Ini belum transaksi lainnya," tegasnya.
 
Lebih lanjut Amrullah mengingatkan, donasi yang nilainya cukup besar tersebut bisa terealiasi jika Nahdliyin secara massif dan sadar mau menggunakan aplikasi KAC Payment. 
 
"Apalagi seluruh keuntungan dari transaksi menggunakan aplikasi KAC Payment dikelola oleh LAZISNU Kulonprogo," urainya. 
 
Untuk diketahui, aplikasi KAC Payment dibuat Pengurus Ranting NU Desa Karangsari, Pengasih dalam menyongsong 2026 sebagai kebangkitan kedua NU. 
 
"Sekarang NU punya aplikasi sendiri yang bisa bersinergi dengan Nadhliyin dalam pemanfaatannya. Jika setiap transaksi menggunakan aplikasi KAC Payment, maka organisasi NU akan semakin jaya," ulasnya.  
 
Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula program pemberian santunan bagi anak yatim piatu dan kaum duafa, pembagian sembako dan bazar atau pasar murah yang dilaksanakan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU bekerja sama dengan Lazisnu Kulonprogo. 
 
Ditambahkan, acara dikemas dalam Pengajian Rutin Ahad Pon 'Menyambut Kedatangan Jamaah Haji KBIH Muslimat Kulonprogo' dan dihadiri oleh PWNU DIY, KH Masharun Ghozali.
 
Kekuatan NU
Ketua PCNU Kulonprogo, KH Wasiluddin dalam kesempatan tersebut berharap yang dilakukan saat ini dapat menjadi kesadaran masyarakat akan potensi kekuatan NU. 
 
"Melalui berbagai kegiatan sosial, kami berharap peran NU ke depan baik di bidang pendidikan, sosial, keagamaan dan kesehatan akan semakin meningkat. NU akan selalu berperan aktif dalam upaya memajukan Kabupaten Kulonprogo yang bermartabat," tuturnya.
 
Kiai Wasiludin berpendapat, aplikasi KAC Payment merupakan kebutuhan NU dalam mengimbangi tuntutan zaman, era milenial dengan perkembangan teknologi yang pesat. 
 
"Ya, dalam berdakwah dan beramar ma'ruf nahi munkar, NU memang harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi kekinian. Kalau tidak, maka NU akan ketinggalan,” ungkapnya.  Layak disyukuri generasi muda NU Kulonprogo sudah menguasai teknologi informasi dalam mengembangkan organisasi ini, lanjutnya.
 
Karena itu dirinya mengimbau agar warga NU dan masyarakat luas punya rasa handerbeni terhadap NU, yakni dengan turut memanfaatkan aplikasi KAC Payment. 
 
 
Pewarta: A Rifqi H
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Senin 16 September 2019 23:30 WIB
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Bupati Jombang (kiri) saat kunjungi kegiatan PKD Ansor
Jombang, NU Online
Kaderisasi di tubuh Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi hal penting yang harus terus dilakukan. Tak ada kata kebanyakan kader, karena Ansor tak boleh kekurangan kader. Dari mereka nantinya akan lahir kader-kader yang senantiasa siap menjadi benteng Nahdlatul Ulama (NU) dan Ahlusunnah waljamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.
 
Di tubuh salah satu badan otonom (Banom) NU ini sudah tertata rapi sistem pengkaderannya. Begitu juga dengan materi atau bekal yang harus dimiliki oleh anggota dan pengurus melalui kaderisasi itu. Seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). 
 
"Dan di PKD GP Ansor ini harus mampu menyiapkan benteng Aswaja di lingkungan sekitarnya," kata Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat menghadiri PKD yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Jombang Kota, Ahad (15/9).
 
Perempuan yang juga putri Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah ini lebih jauh menyampaikan, pentingnya Ansor menjaga ajaran-ajaran Aswaja. Belakangan ini, kata dia, tak sedikit upaya yang dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu guna meniadakan ajaran-ajaran NU itu. Caranyapun beragam, di antaranya melalui fitnah yang selalu diproduksi dan disebarkan ke sejumlah kalangan.
 
"Ansor harus mulai menyiapkan calon pemimpin mumpuni, baik di tingkat paling bawah hingga di level nasional bahkan internasional. Ini bisa ditempuh dengan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang telah digodok Ansor," tegasnya.
 
Menurut pandangan Ketua PC Muslimat NU Jombang ini, jika kaderisasi berjalan dengan maksimal dan dan stok calon pemimpin sudah tak diragukan lagi, Ansor akan semakin kuat dan tentu NU juga semakin besar. 
 
"Ansor diharapkan ke depannya mampu bersinergi dengan pemerintah menyukseskan program-program pemerintah. Dan yang terpenting saat ini harus menyiapkan pemimpin yang mumpuni, baik di Jombang maupun di skala nasional," jelasnya.
 
Ketua PAC Ansor Jombang Kota Muhammad Imdad menyampaikan, peran pemuda sekarang begitu komplit. Salah satunya tantangan bonus demografi. Ini menurutnya cukup serius, ada dampak-dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Dengan demikian, Ansor perlu menyiapkan kader-kader yang interaktif, inovatif, juga produktif.
 
"Pascakegiatan ini selanjutnya tugas PC dan PAC untuk memantapkan kaderisasi jenjang selanjutnya, agar ke depannya bisa menyiapkan kader-kader yang mumpuni di bidang tertentu," tuturnya.
 
PKD diikuti 98 peserta berlangsung di Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denayar, Jombang. Pada saat yang sama juga digelar Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) untuk calon anggota Banser, berjumlahnya 227 orang. 
 
Kontributor: Syamsul Arifin
Editor: Abdul Muiz
Senin 16 September 2019 23:0 WIB
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Ketua PWNU Jatim di PWNU NTB
Mataram, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyinggung terkait perkembangan NU dan kampus UNU  yang sudah semakin terlihat dan melekat di hati publik NTB. 
 
"Jamaah NU harus terus berjuang membesarkan NU dan kampus UNU NTB. Ayo majukan NU dan UNU NTB. Ajak teman temannya, perintahkan anaknya, siapa saja untuk kuliah di UNU NTB," ujar Kiai Marzuki.
 
Hal itu disampaikan saat Ketua PWNU Jawa Timur beserta rombongan silaturrahim dengan jajaran PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB) usai meresmikan masjid bantuan NU Peduli di Lombok Utara pengganti masjid yang roboh akibat gempa, Ahad (15/9).  
 
Dikatakan, kalau ada yang bilang UNU NTB kan belum maju lanjutnya, itu wajar. "Iya tugas kita yang majukan, tugas jamaah UNU," pintanya.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa NU ini organisasi orang-orang siddikin, orang-orang jujur. Orang-orang yang tulus untuk tujuan dunia dan akhirat. "Warga NU, harus tegaskan diri NU, jangan abu-abu, kalau ijo ya ijo (hijau) kalo NU ya NU," tandasnya.
 
"Untuk terus membangun NU menjadi tugas siapa saja yang mengaku NU, semua harus bergerak dan berjuang dengan tulus, jujur seperti pendiri NU, Mbah Hasyim. Selain itu pengkaderan dan kaderisasi harus marak dan massif," imbuhnya.
 
Ketua PWNU NTB TGH Masnun Tahir mengucapkan terima kasih kepada warga NU Jawa timur atas kepeduliannya kepada warga Lombok NTB yang telah memperdulikan warga yang terdampak gempa.
 
"Kita bisa melihat bagaimana peran NU Jawa timur dan timnya membantu korban bencana gempa bumi hingga saat ini. NU Jawa Timur membangun Masjid, Mushala, TPQ, dan rumah hunian di Kabupaten Lombok Utara melalui NU Peduli Lombok.
 
Ucapan terima kasih kepada Ketua PWNU Jawa timur dan rombongan atas waktunya di tengah kesibukan mengurus umat di Jawa timur karena berknan langsung meresmikan bantuan NU peduli Lombok dan berkenan hadir silaturahim  dengan ratusan Warga NU NTB di Kantor PWNU NTB.
 
Hadir pula Rais Syuriyah PWNU NTB TGH lalu Muhamad Turmudzi Badaruddin Pengasuh Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dalam silaturahim tersebut.
 
Kontributor: Hadi
Editor: AbdulMuiz
Senin 16 September 2019 22:45 WIB
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Rapat koordinasi yang diselenggarakan PWNU bersama PCNU se-Jateng. (Foto: NU Online/A Rifqi H)
Semarang, NU Online
Persoalan kepemilikan tanah wakaf atau milik organisasi kerap menjadi kendala atau menjadi isu simpang siur. Untuk itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil mengatakan telah melakukan Momorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah. 
 
"PWNU Jateng telah melakukan MoU dengan BPN Jateng," katanya, Senin (16/9). Selanjutnya diharapkan aset tanah yang dimiliki jamiyah atau NU dapat disertifikatkan dan tata kelola dan pemanfaatannya dapat lebih maksimal guna melayani jamaah, lanjutnya.
 
Penegasan disampaikan Kiai Muzamil dalam sambutan pengarahan Rapat Koordinasi PWNU dengan PCNU bersama Lembaga Wakaf Pertanahan NU se-Jateng di lantai tiga gedung PWNU Jateng, jalan dr Cipto 180 Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.
 
Terkait kondisi kebangsaan yang terjadi dewasa ini yang banyak menyita perhatian masyarakat, Kiai Muzamil mengingatkan agar tidak berlarut-larut dalam merespons persoalan politik yang ada. Sebab, hal tersebut dapat memecah konsentrasi NU dalam mengurusi warga dan menjaga sistem kaderisasi.
 
"Kita sebagai warga NU harus selalu konsentrasi untuk menjalankan program atau kegiatan yang sudah kita musyawarahkan bersama dan tidak perlu bersikap terlalu reaktif terhadap isu-isu yang beredar di media sosial atau media lainnya," tegasnya. 
 
Kiai Muzamil melanjutkan, meski mengikuti akses dan merespons informasi yang ada, para pengurus diharapkan dapat mengambil hikmah atas peristiwa yang terjadi. 
 
"Yang positif kita ambil, yang negatif kita hapus," pesannya.
 
Lebih lanjut Kiai Muzamil mengingatkan agar pengurus di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting, dan Pengurus Anak Ranting kembali bergerak untuk memperkuat akidah, fikrah, amaliah dan harakah Islam ala Ahlussunah wal Jamaah di lingkungan masing-masing. 
 
"Kita tidak perlu khawatir, karena yakin bahwa al-harakah barakah," tegasnya.
 
Karena itu, dirinya berharap agar semua lembaga yang ada diharapkan untuk segera menindaklanjuti hasil Konferwil dan Muskerwil NU Jateng tahun 2019. 
 
 
Pewarta: A Rifqi H
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG