Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kemnaker Beri Pelatihan Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama di Bogor

Kemnaker Beri Pelatihan Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama di Bogor
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang dalam Upgrading Trainer Terampil Berunding dalam Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), di Bogor, Jabar. (Foto: Kemnaker)
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang dalam Upgrading Trainer Terampil Berunding dalam Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), di Bogor, Jabar. (Foto: Kemnaker)
Bogor, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Persyaratan Kerja mengadakan kegiatan Upgrading Trainer Terampil Berunding dalam Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Acara ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang, di Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9).
 
Dalam sambutannya Haiyani menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini yakni sebagai upaya mendorong peningkatan kompetensi dan kapasitas para pelatih yang merupakan alumni dari Training of Trainers (TOT) Terampil Berunding Dalam Pembuatan PKB. Terkait hal ini para trainer yang terlibat baik dari unsur pengusaha, unsur serikat pekerja/buruh serta unsur pemerintah.
 
"Ke depan para trainers ini nantinya dapat memberikan pembinaan sekaligus supervisi kepada stakeholders khususnya mengenai perundingan dalam pembuatan PKB, baik di tingkat daerah maupun nasional," kata Haiyani.
 
Haiyani berpesan kepada para trainer agar memiliki konsep yang baru didalam melakukan pembinaan kepada stakeholders dan terus berupaya mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas pembuatan PKB.
 
"Pekerjaan ini tidak lagi hanya bertumpu pada tanggung jawab pemerintah namun sepatutnya menjadi pekerjaan kita bersama sebagai pelaku hubungan industrial baik unsur pekerja dan unsur pengusaha," tegas Haiyani.
 
Haiyani juga berpesan kedepannya agar dalam setiap pembuatan PKB, tidak hanya fokus melihat pada tumbuhnya perusahaan yang terlibat, melainkan dampak dan kualitasnya juga harus diukur dan dikaji secara mendalam.
 
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile