IMG-LOGO
Daerah

Kemarau Panjang, Ishari NU Mojokerto Kirim Air Bersih untuk Warga 

Senin 16 September 2019 21:0 WIB
Bagikan:
Kemarau Panjang, Ishari NU Mojokerto Kirim Air Bersih untuk Warga 
Bantuan air bersih oleh PC Ishari NU bagi warga di kawasan Mojokerto. (Foto: NU Online/Syaiful Alfuat)
Mojokerto, NU Online
Krisis air bersih hingga saat ini masih terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur akibat kemarau panjang. Seperti Kunjorowesi, Manduromanggunggajah, Kutogirang  dan Desa Wotanmasjedong. Total ada sekitar tiga ribu warga di kawasan tersebut yang mengalami kesulitan air bersih.
 
Untuk meringankan beban warga, Pengurus Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama atau Ishari NU Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kunjorowesi. Setidaknya ada empat tangki dengan kapasitas 23.400 liter air bersih yang disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
 
“Ini baru dua tangki yang didistribusikan. Dua tangki lain akan kami kirimkan beberapa hari mendatang,” kata Farit Jatmiko, Ahad (15/9).
 
Sekretaris PC Ishari NU Kabupaten Mojokerto tersebut berharap bisa membantu kebutuhan air bersih warga. 
 
Selain itu, warga Desa Medali, Kecamatan Puri ini juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Mojokerto segera memberikan solusi terbaik.
 
“Agar kebutuhan air bersih warga Kecamatan Ngoro terjamin, sehingga tidak terjadi kesulitan air bersih setiap musim kemarau tiba,” ungkap Farid.
 
Sementara Agus M Ubaid Zuhri menyatakan bahwa Ishari NU memiliki dua macam wirid atau amaliyah. Pertama adalah wirid spiritual yang berupa pembacaan shalawat hadrah  serta wirid sosial.
 
“Wirid sosial ini sebagai pemaknaan atau wujud implementasi atas wirid spiritual yang akhirnya membentuk kepekaan dan kepedulian sosial,” kata Ketua PC Ishari NU Kabupaten Mojokerto ini.
 
Tak hanya memberikan bantuan air bersih yang bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto, Ishari NU juga berencana menggelar shalawat hadrah di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro. 
 
Hal ini dilakukan, agar kader-kader Ishari NU, kader pecinta shalawat semakin berkembang di Kabupaten Mojokerto.
 
“Malam shalawat yang akan kita gelar juga sebagai ajang silaturahim dan kaderisasi, serta berupaya menghadirkan Rasulullah Muhammad SAW dengan memperbanyak bacaan shalawat," katanya.
 
Dengan kehadiran Rasulullah maka Allah SWT tidak akan menurunkan bencana dan akan senantiasa mencurahkan rahmat ke Desa Kunjorowesi terutama rahmat yang berupa kebutuhan air bersih di saat musim kemarau. 
 
Menurutnya, pembacaan shalawat sangat penting sebagai ikhtiar mendatangkan mukjizat rasulullah.
 
“Salah satu mukjizat Rasulullah Muhammad SAW bisa memancarkan air bersih untuk kebutuhan para sahabat pada saat itu melalui jari tangan beliau,” pungkas Gus Ubaid.
 
 
Pewarta: Syaiful Alfuat
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Senin 16 September 2019 23:30 WIB
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Selain Jadi Benteng Aswaja, Ansor Perlu Siapkan Kader Pemimpin
Bupati Jombang (kiri) saat kunjungi kegiatan PKD Ansor
Jombang, NU Online
Kaderisasi di tubuh Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi hal penting yang harus terus dilakukan. Tak ada kata kebanyakan kader, karena Ansor tak boleh kekurangan kader. Dari mereka nantinya akan lahir kader-kader yang senantiasa siap menjadi benteng Nahdlatul Ulama (NU) dan Ahlusunnah waljamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.
 
Di tubuh salah satu badan otonom (Banom) NU ini sudah tertata rapi sistem pengkaderannya. Begitu juga dengan materi atau bekal yang harus dimiliki oleh anggota dan pengurus melalui kaderisasi itu. Seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). 
 
"Dan di PKD GP Ansor ini harus mampu menyiapkan benteng Aswaja di lingkungan sekitarnya," kata Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat menghadiri PKD yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Jombang Kota, Ahad (15/9).
 
Perempuan yang juga putri Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah ini lebih jauh menyampaikan, pentingnya Ansor menjaga ajaran-ajaran Aswaja. Belakangan ini, kata dia, tak sedikit upaya yang dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu guna meniadakan ajaran-ajaran NU itu. Caranyapun beragam, di antaranya melalui fitnah yang selalu diproduksi dan disebarkan ke sejumlah kalangan.
 
"Ansor harus mulai menyiapkan calon pemimpin mumpuni, baik di tingkat paling bawah hingga di level nasional bahkan internasional. Ini bisa ditempuh dengan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang telah digodok Ansor," tegasnya.
 
Menurut pandangan Ketua PC Muslimat NU Jombang ini, jika kaderisasi berjalan dengan maksimal dan dan stok calon pemimpin sudah tak diragukan lagi, Ansor akan semakin kuat dan tentu NU juga semakin besar. 
 
"Ansor diharapkan ke depannya mampu bersinergi dengan pemerintah menyukseskan program-program pemerintah. Dan yang terpenting saat ini harus menyiapkan pemimpin yang mumpuni, baik di Jombang maupun di skala nasional," jelasnya.
 
Ketua PAC Ansor Jombang Kota Muhammad Imdad menyampaikan, peran pemuda sekarang begitu komplit. Salah satunya tantangan bonus demografi. Ini menurutnya cukup serius, ada dampak-dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Dengan demikian, Ansor perlu menyiapkan kader-kader yang interaktif, inovatif, juga produktif.
 
"Pascakegiatan ini selanjutnya tugas PC dan PAC untuk memantapkan kaderisasi jenjang selanjutnya, agar ke depannya bisa menyiapkan kader-kader yang mumpuni di bidang tertentu," tuturnya.
 
PKD diikuti 98 peserta berlangsung di Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denayar, Jombang. Pada saat yang sama juga digelar Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) untuk calon anggota Banser, berjumlahnya 227 orang. 
 
Kontributor: Syamsul Arifin
Editor: Abdul Muiz
Senin 16 September 2019 23:0 WIB
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Resmikan Masjid, Ketua NU Jatim Minta Nahdliyin NTB Majukan NU
Ketua PWNU Jatim di PWNU NTB
Mataram, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyinggung terkait perkembangan NU dan kampus UNU  yang sudah semakin terlihat dan melekat di hati publik NTB. 
 
"Jamaah NU harus terus berjuang membesarkan NU dan kampus UNU NTB. Ayo majukan NU dan UNU NTB. Ajak teman temannya, perintahkan anaknya, siapa saja untuk kuliah di UNU NTB," ujar Kiai Marzuki.
 
Hal itu disampaikan saat Ketua PWNU Jawa Timur beserta rombongan silaturrahim dengan jajaran PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB) usai meresmikan masjid bantuan NU Peduli di Lombok Utara pengganti masjid yang roboh akibat gempa, Ahad (15/9).  
 
Dikatakan, kalau ada yang bilang UNU NTB kan belum maju lanjutnya, itu wajar. "Iya tugas kita yang majukan, tugas jamaah UNU," pintanya.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa NU ini organisasi orang-orang siddikin, orang-orang jujur. Orang-orang yang tulus untuk tujuan dunia dan akhirat. "Warga NU, harus tegaskan diri NU, jangan abu-abu, kalau ijo ya ijo (hijau) kalo NU ya NU," tandasnya.
 
"Untuk terus membangun NU menjadi tugas siapa saja yang mengaku NU, semua harus bergerak dan berjuang dengan tulus, jujur seperti pendiri NU, Mbah Hasyim. Selain itu pengkaderan dan kaderisasi harus marak dan massif," imbuhnya.
 
Ketua PWNU NTB TGH Masnun Tahir mengucapkan terima kasih kepada warga NU Jawa timur atas kepeduliannya kepada warga Lombok NTB yang telah memperdulikan warga yang terdampak gempa.
 
"Kita bisa melihat bagaimana peran NU Jawa timur dan timnya membantu korban bencana gempa bumi hingga saat ini. NU Jawa Timur membangun Masjid, Mushala, TPQ, dan rumah hunian di Kabupaten Lombok Utara melalui NU Peduli Lombok.
 
Ucapan terima kasih kepada Ketua PWNU Jawa timur dan rombongan atas waktunya di tengah kesibukan mengurus umat di Jawa timur karena berknan langsung meresmikan bantuan NU peduli Lombok dan berkenan hadir silaturahim  dengan ratusan Warga NU NTB di Kantor PWNU NTB.
 
Hadir pula Rais Syuriyah PWNU NTB TGH lalu Muhamad Turmudzi Badaruddin Pengasuh Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dalam silaturahim tersebut.
 
Kontributor: Hadi
Editor: AbdulMuiz
Senin 16 September 2019 22:45 WIB
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Ketua NU Jawa Tengah Harapkan Seluruh Aset Jamiyah Bersertifikat
Rapat koordinasi yang diselenggarakan PWNU bersama PCNU se-Jateng. (Foto: NU Online/A Rifqi H)
Semarang, NU Online
Persoalan kepemilikan tanah wakaf atau milik organisasi kerap menjadi kendala atau menjadi isu simpang siur. Untuk itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil mengatakan telah melakukan Momorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah. 
 
"PWNU Jateng telah melakukan MoU dengan BPN Jateng," katanya, Senin (16/9). Selanjutnya diharapkan aset tanah yang dimiliki jamiyah atau NU dapat disertifikatkan dan tata kelola dan pemanfaatannya dapat lebih maksimal guna melayani jamaah, lanjutnya.
 
Penegasan disampaikan Kiai Muzamil dalam sambutan pengarahan Rapat Koordinasi PWNU dengan PCNU bersama Lembaga Wakaf Pertanahan NU se-Jateng di lantai tiga gedung PWNU Jateng, jalan dr Cipto 180 Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.
 
Terkait kondisi kebangsaan yang terjadi dewasa ini yang banyak menyita perhatian masyarakat, Kiai Muzamil mengingatkan agar tidak berlarut-larut dalam merespons persoalan politik yang ada. Sebab, hal tersebut dapat memecah konsentrasi NU dalam mengurusi warga dan menjaga sistem kaderisasi.
 
"Kita sebagai warga NU harus selalu konsentrasi untuk menjalankan program atau kegiatan yang sudah kita musyawarahkan bersama dan tidak perlu bersikap terlalu reaktif terhadap isu-isu yang beredar di media sosial atau media lainnya," tegasnya. 
 
Kiai Muzamil melanjutkan, meski mengikuti akses dan merespons informasi yang ada, para pengurus diharapkan dapat mengambil hikmah atas peristiwa yang terjadi. 
 
"Yang positif kita ambil, yang negatif kita hapus," pesannya.
 
Lebih lanjut Kiai Muzamil mengingatkan agar pengurus di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting, dan Pengurus Anak Ranting kembali bergerak untuk memperkuat akidah, fikrah, amaliah dan harakah Islam ala Ahlussunah wal Jamaah di lingkungan masing-masing. 
 
"Kita tidak perlu khawatir, karena yakin bahwa al-harakah barakah," tegasnya.
 
Karena itu, dirinya berharap agar semua lembaga yang ada diharapkan untuk segera menindaklanjuti hasil Konferwil dan Muskerwil NU Jateng tahun 2019. 
 
 
Pewarta: A Rifqi H
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG