IMG-LOGO
Internasional

Tegaskan Milik Palestina, PM Shtayyeh Gelar Pertemuan di Lembah Jordan

Selasa 17 September 2019 21:30 WIB
Bagikan:
Tegaskan Milik Palestina, PM Shtayyeh Gelar Pertemuan di Lembah Jordan
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh (usatoday.com)
Yerusalem, NU Online
Pemerintah Palestina menggelar pertemuan di Desa Fasayel, Lembah Jordan, pada Senin (16/9) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menegaskan bahwa Lembah Jordan Laut Mati Utara adalah bagian dan 'bingkisan geografi' rakyat Palestina.
 
Shtayyeh menjelaskan, pertemuan pemerintah Palestina di Lembah Jordan tersebut merupakan penegasan bahwa wilayah tersebut adalah wilayah Palestina. Di samping itu, pertemuan tersebut juga bertujuan untuk menyelesaikan segala macam persoalan yang dihadapi masyarakat setempat. 
 
"Pemerintah mengadakan pertemuan hari ini di Lembah Jordan bukan untuk mengutuk atau mencela, namun untuk hadir di antara rakyat kita untuk memperkuat keuletan mereka dalam masalah yang berkaitan dengan pemeliharaan ternak, pembangunan tangki air, dan perbaikan kolam Roma, yang akan mengairi lebih dari 3.500 dunum wilayah Fasayel," jelas Shtayyeh, dikutip laman kantor berita resmi Palestina, WAFA, Senin (16/9).
 
Dia kemudian mengomentari rencana Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang akan mencaplok Lembah Jordan dan Laut Mati Utara. Menurutnya, rencana tersebut tidak sah dan batal. Pasalnya, rakyat Palestina sudah ada di sana sebelum pemukim Yahudi yang datang secara tidak sah. 
 
"Pembicaraan mengenai pencaplokan Lembah Jordan batal dan tidak sah dan dikutuk oleh semua pihak. Itu dimaksudkan untuk meraih suara dalam pemilihan umum," jelasnya.
 
Ia menyatakan, Lembah Jordan merupakan bagian utama dari wilayah Palestina. Ia menuturkan, pemerintah Palestina akan memperkarakan Israel ke forum internasional karena mengeksploitasi tanah Palestina tersebut.
 
"Kami akan melanjutkan perjuangan ini melawan pendudukan di lapangan dan di berbagai forum internasional," tegasnya.
 
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu berjanji akan menganeksasi wilayah Lembah Yordania dan Laut Mati utara jika dirinya menang dalam pemilihan umum di negeri Zion yang digelar hari ini.
 
"Jika saya mendapat mandat dari Anda semua, masyarakat Israel, maka saya akan memastikan kedaulatan Israel di Lembah Yordania dan juga Laut Mati utara," kata Netanyahu pekan lalu, seperti diberitakan AFP, Rabu (11/9).
 
OKI Kecam Rencana PM Israel
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam rencana PM Israel Benyamin Netanyahu yang akan mencaplok Lembah Jordan dan Laut Mati Utara. Menurut OKI, langkah itu melanggar piagam PBB dan hukum internasional dan merupakan peningkatan berbahaya dalam menggerogoti hak-hak rakyat Palestina. 
 
Diberitakan kantor berita Turki, Anadolu Agency, OKI menyeru anggotanya agar mengangkat persoalan ini dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-74 yang digelar pekan depan. OKI menegaskan, perdamaian di Timur Tengah akan terwujud manakala Israel keluar dari wilayah Palestina yang diduduki pada 1967 silam.
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan
 
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 17 September 2019 19:0 WIB
Kutip Al-Qur'an, Presiden Rusia Vladimir Putin Serukan Perang di Yaman Dihentikan
Kutip Al-Qur'an, Presiden Rusia Vladimir Putin Serukan Perang di Yaman Dihentikan
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Adem Altan/AFP via Getty Images)
Ankara, NU Online
Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan penghentian perang berkepanjangan di Yaman. Dengan mengutip ayat suci Al-Qur’an, Putin meminta semua pihak yang berkonflik dalam perang Yaman untuk berdamai.
 
"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu jadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara," kata Putin seperti dikutip media Russia Today (RT), Selasa (17/9).
 
Putin menyampaikan hal itu setelah dirinya menghadiri pertemuan tinggi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani di Ankara, Turki, pada Senin (16/9) waktu setempat. Dilaporkan, Putin telah meminta izin kepada Erdogan dan Rouhani sebelum mengutip Surat Ali Imran ayat 103 tersebut. 
 
Putin juga menyinggung ajaran Islam lainnya terkait tindak kekerasan hanya boleh dilakukan jika tujuannya adalah untuk membela diri. 
 
Perang Yaman yang terjadi sejak 2015 menyebabkan ratusan ribu meninggal, membuat jutaan lainnya terusir dari rumahnya, dan menghancurkan banyak infrastruktur. Hal itu membuat Yaman mengalami krisis kemanusiaan paling parah di dunia dalam lima tahun terakhir ini.
 
Merujuk laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ada 22,2 juta warga Yaman yang hidupnya bergantung pada bantuan dan 8,4 juta dari 29 juta warga Yaman berjuang untuk mendapatkan makanan di hari-hari berikutnya.
Perang Yaman juga menghancurkan ratusan sekolah. Menurut laporan UNESCO, ada sekitar 2.500 sekolah yang rusak dan hancur semenjak perang saudara di Yaman meletus. Akibatnya, sedikitnya dua juta anak Yaman putus sekolah.
 
Perang Yaman dinilai sebagai perang proxy antara dua kekuatan besar di Timur Tengah, yaitu Arab Saudi dan Iran. Sebagaimana diketahui, perang Yaman adalah perang antara pemerintah Yaman—yang didukung beberapa negara Timur Tengah pimpinan Arab Saudi—dengan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan
Selasa 17 September 2019 15:30 WIB
Koin Emas Terlangka Bertuliskan Syahadat Ditaksir Seharga Rp27 Miliar
Koin Emas Terlangka Bertuliskan Syahadat Ditaksir Seharga Rp27 Miliar
Ilustrasi: tradearabia
London, NU Online
Sebuah koin emas terlangka di dunia bertuliskan dua kalimat syahadat bakal dilelang di London, Inggris, pada 24 Oktober mendatang. Koin tersebut disebut sebagai koin yang paling berharga. Pasalnya, harga koin emas sebesa uang koin Poundsterling itu ditaksir mencapai 1,72 juta-1,97 juta dolar AS atau setara dengan Rp24-Rp27,7 miliar (kurs Rp14.000).

Spesialis koin Islam dari Morton dan Eden, Stephen Lloyd, menyebut, koin terlangka bertuliskan syahadat tersebut merupakan incaran para kolektor koin. "Dinar ini adalah salah satu yang paling dicari dari semua koin pada masa Islam awal dan merupakan yang terbaik yang diinginkan para kolektor koin Islam awal," katanya, dikutip NU Online dari laman tradearabia, Selasa (17/9).

Menurut Lloyd, hanya ada sekitar selusin koin (serupa) yang saat ini diketahui. Sebagian koin-koin tersebut disimpan di museum internasional besar dan sebagian lainnya menjadi koleksi pribadi.

“Ini hanya spesimen kedua yang pernah ditawarkan di lelang publik,” kata Lloyd.

Dia menambahkan, pada 2011 lalu seorang juru lelang spesialis juga melelang sebuah koin emas Islam serupa. Saat itu, koin tersebut dijual dengan harga 3,72 juta poundsterling atau setara Rp65 miliar.

“(harga itu) memecahkan rekor harga untuk koin Islam apa pun dan koin emas apa pun yang dijual di Eropa,” jelasnya.

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan koin emas terlangka bertuliskan syahadat tersebut begitu bernilai. Pertama, koin tersebut menjadi mata uang dinar masa Dinasti Umayyah sejak tahun 105 H/723 M silam. Dengan demikian, koin ini menjadi salah satu koin emas terlangka yang ditemukan saat ini. Kedua, bahan baku koin emas tersebut berasal dari Hijaz. Saat ini, lokasinya berada di antara Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

Philiph K Hitti dalam bukunya History of The Arabs (2010) menjelaskan bahwa pada masa pra Islam masyarakat di Hijaz menggunakan uang Romawi dan Persia, di samping sejumlah uang perang Himyar bergambar burung hantu Attic.

Pada 695, Abdul Malik bin Marwan, Khalifah Dinasti Umayyah saat itu, mencetak uang dinar emas dan dirham perak yang murni hasil karya orang Arab. Wakil Abdul Malik di Irak, Al-Hajjaj, kemudian mencetak uang perak di Kufah pada tahun berikutnya.

Memang, sebelum masa kekhalifahan Abdul Malik ada sejumlah uang emas dan perak yang pernah dicetak penguasa Muslim saat itu. Namun, cetakan itu hanya tiruan dari mata uang Bizantium dan Persia. Pada beberapa kasus, koin-koin tersebut disertai dengan kutipan ayat Al-Qur’an.
 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Senin 16 September 2019 18:45 WIB
NU Jepang Dampingi Muallaf Pasca-Pembacaan Syahadat
NU Jepang Dampingi Muallaf Pasca-Pembacaan Syahadat
Foto: NU Jepang
Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang kembali membimbing warga Jepang mengucapkan syahadat. Adalah Naito Masaaki, seorang pengusaha, dengan tulus dan tanpa paksaan dari pihak mana pun mengikrarkan diri untuk menganut agama Islam di Masjid Nusantara Akihabara, Tokyo, Jepang pada Ahad (15/9) pukul 10.30 waktu setempat.

Dalam mengucapkan syahadat, pria asal Tokyo itu dibimbing langsung oleh Ustadz Nasril Albab Mohamad, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat. Proses pembacaan syahadat itu disaksikan oleh Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jepang Muhammad Anwar dan jamaah Masjid Nusantara Akihabara.

Anwar mengatakan bahwa pembacaan syahadat adalah ikrar awal orang masuk dan menjadi penganut agama Islam. Selanjutnya, NU Jepang juga tidak ingin lepas tanggung jawab begitu saja. “Maka kami sebagai Muslim harus aktif membimbing untuk jangka panjang,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa NU Jepang menawarkan kepada para mualaf yang masuk Islam di dua masjid yang dibina oleh PCINU Jepang untuk memperdalam agama Islam secara gratis di pondok pesantren di Indonesia.

“Kami tawarkan bebas biaya bagi mereka yang masuk Islam di Masjid Nusantara Akihabara atau Masjid Al-Ikhlas Kabukicho dan ingin memperdalam agama Islam di pesantren-pesantren di Indonesia, kami akan berikan tiket PP gratis dan kebutuhan hidup selama mondok,” terangnya.

Di samping itu, Anwar juga menjelaskan bahwa PCINU memiliki madrasah pengajian yang berkelas dengan metode tilawati di Masjid Nusantara. Pengajian ini diasuh oleh Ustadz Nasril Albab Mohamad dan Ustadz Sholahuddin yang tengah menempuh studi doktor di Universitas Waseda. Kegiatan yang dilakukan saban Sabtu pukul 14.00 sampai 16.00 itu juga dibantu oleh para relawan pengajar.

“Hingga saat ini, siswa Madrasah Nusantara berjumlah 11 anak-anak dan 13 orang dewasa,” jelasnya.

Madrasah tersebut dibagi menjadi empat kelas. Kelas pemula diperuntukkan bagi mereka yang belum mengenal dengan huruf Arab sama sekali. Kelas 2, bagi yang sudah kenal huruf, tetapi belum mengetahui metode tilawati.

Adapun kelas 3 dimaksudkan untuk yang sudah bisa membaca kalimat sambung tapi belum lancar dalam membaca. Kelas paling tinggi atau kelas 4 dikhususkan bagi yang sudah lancar membaca, namun belum menguasai hukum bacaan atau tajwid.

Selain itu, Masjid Al-Ikhlas Kabukicho juga membuka yasinan dan tahlilan setiap Kamis malam Jumat pukul 20:00 waktu Jepang. Ada pula yasinan dan tahlilan pada Sabtu malam Ahad pukul 20.00 di Masjid Nusantara Akihabara. “Setiap yasinan dan tahlilan, kami selalu menyediakan makan malam,” ungkapnya.

Usai pengajian pada malam Minggu, Masjid Nusantara biasanya melanjutkan kegiatan dengan latihan rebana sampai pukul 01.00 malam. “Kemudian istirahat dan shalat subuh berjamaah dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama,” pungkasnya.

Pewarta : Syakir NF
Editor : Alhafiz Kurniawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG