Inspirasi Novel 'Zonis' dari Maraknya Peredaran Narkoba di Aceh

Novel 'Zonis' karya Sekretaris LTN NU Aceh, Syamsul Bahri (foto: NU Online/Syamsul Bahri)
Novel 'Zonis' karya Sekretaris LTN NU Aceh, Syamsul Bahri (foto: NU Online/Syamsul Bahri), Inspirasi Novel 'Zonis' dari Maraknya Peredaran Narkoba di Aceh
Novel 'Zonis' karya Sekretaris LTN NU Aceh, Syamsul Bahri (foto: NU Online/Syamsul Bahri), Inspirasi Novel 'Zonis' dari Maraknya Peredaran Narkoba di Aceh
Banda Aceh, NU Online
Sekretaris LTN NU Aceh, Syamsul Bahri baru saja menerbitkan sebuah novel. Zonis, Suatu Awal di Panteue, disebut-sebut telah ditulisnya sejak tahun 2017. Namun karena kesibukan studi dan mengajar di STISNU Aceh dan tugas kulia, novel tersebut baru bisa selesai tahun ini.
 
"Novel ini sudah saya mulai sejak tahun 2017. Namun karena tugas kuliah S3 baru sekarang bisa terbit," ujarnya, Selasa (17/9).
 
Di Aceh jarang seorang akademisi menulis karya fiksi. Sosok Syamsul Bahri adalah seorang penulis aktif, tulisannya berbentuk artikel ataupun buku.
 
Ia punya alasan mengapa menulis karya fiksi. "Dalam dunia akademisi kita berkutat dengan karya ilmiah. Padahal ada hal-hal yang tidak bisa kita sampaikan dalam dunia nyata. Namun, bisa kita sampaikan secara fiktif dalam novel. Kita bisa mengeksplorasi imajinasi kita seluas-luasnya. Untuk itulah saya tulis Zonis ini," ungkapnya.
 
Novel Zonis terinspirasi dari maraknya peredaran narkoba di Aceh. Dalam novel dikisahkan bagaimana seorang Abu, yaitu tokoh kampung di kota Meureudu, Aceh, harus berhadapan dengan geng bandar narkoba. Warga kampung tidak ada yang berani menegur para pemuda mabuk ganja. yang sudah merajalela. Sehingga, ikut memengaruhi anak-anak sekolah. Tapi, Abu punya prinsip sendiri.
 
"Ada satu slogan persaudaraan rahasia yang menjadi prinsip hidup Abu dalam novel ini. Abu memegang prinsip tujuan kita diutuskan ke muka bumi ini adalah untuk memberantas kedzaliman, itulah prinsip Abu. Ya, dalam novel saya jelaskan semua. Sehingga beliau pun memiliki banyak musuh. Beberapa orang GAM ikut memusuhinya," kata Syamsul serius.
 
Dengan ketebalan 284 halaman, Zonis diterbitkan oleh LSAMA Aceh. Syamsul mengatakan, novelnya cocok dibaca umur remaja dan dewasa. Namun bagaimana sosok Zonis yang diceritakan dalam novel ini?
 
"Banyak orang mengira novel ini mengulas tentang zionis, yang identik dengan perkumpulan rahasia kaum Yahudi. Anggapan ini tidak bisa dipungkiri, artinya bisa saja terjadi, karena nama Zonis dekat dengan Zionis. Tinggal tambah huruf i. Makanya banyak orang beranggapan ini novel Zionis. Zonis, dalam novel ini adalah anak Abu. Dia seorang remaja yang hidup di tengah konflik, dan peredaran ganja cukup besar," paparnya.
 
Ia pun berpromosi. "Saya pikir jika ingin tahu cerita tentang Zonis sebaiknya baca novel ini sampai selesai ya. Cocok untuk remaja kita maupun orang tua," katanya.
 
Red: Kendi Setiawan
BNI Mobile