IMG-LOGO
Daerah

Jaga Masjid NU, LTMNU Malang Bentuk Tim Sertifikasi Masjid

Sabtu 21 September 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Jaga Masjid NU, LTMNU Malang Bentuk Tim Sertifikasi Masjid
Masjid (Foto: ilustrasi/NUO)
Malang, NU Online
Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Malang, Jawa Timur membentuk tim sertifikasi masjid. Tugas yang diemban tim ini di antaranya melayani masjid-masjid milik Nahdlatul Ulama yang diatasnamakan organisasi maupun perorangan untuk memiliki sertifikat berbadan hukum Nahdlatul Ulama.
 
Sertifikasi dengan badan hukum NU ini penting  untuk menjaga aset-aset NU yang sampai saat ini disinyalir cukup banyak di Kabupaten Malang. Aset-aset tersebut saat ini masih ditangani oleh warga NU secara perseorangan.
 
Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU)  Malang, Ustadz Pujiono saat memberikan sambutan dalam acara konferensi dan sarasehan yang dilaksanakan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Karangploso, Rabu (18/09).
 
“Ada tim yang sudah dibentuk untuk mengurusi masjid-masjid NU yang belum bersertifikat atau belum berbadan hukum untuk dibuatkan sertifikat berbadan hukum NU," jelasnya.
 
Sampai dengan saat ini menurutnya telah ada sekitar 60 masjid di Kecamatan Karangploso yang telah menyatakan diri bergabung dan telah bersertifikat dengan berbadan hukum Nahdlatul Ulama. Masjid-masjid tersebut adalah masjid yang ikut pada kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang difasilitasi LTM NU Malang.
 
“Sudah ada sekitar 60 masjid yang sudah berbadan hukum NU, yaitu yang ikut program PTSL," katanya.
 
Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang ini juga mengungkapkan bahwa penting bagi pengurus dan warga NU untuk menjaga aset-aset Nahdlatul Ulama utamanya masjid.
 
“Mengapa (hal ini penting, red.)? karena itu bagian dari aset-aset NU yang harus kita jaga ke depannya," sambungnya sekaligus menekankan kepada para pengurus khususnya tim yang telah dibentuk untuk ikhlas dalam berkhidmah di NU.
 
Hadir pada acara yang dilaksanakan di Aula STAINU Malang ini, Gus Nahdlil Khoir sebagai Ketua Yayasan Annahdliyah, Ustadz Yusuf Azwar Anas, Sekretaris PCNU Malang, dan Ustadz Asnan Al-Qadri, Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Malang.
 
Kontributor: R. Ahmad Nur Kholis
Editor: Muhammad Faizin
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 21 September 2019 23:15 WIB
150 Banser Siak Padamkan Kebakaran Lahan di Pelalawan  
150 Banser Siak Padamkan Kebakaran Lahan di Pelalawan  
Banser Siak memadamkan kebakaran lahan (Foto: NU Online/Didik Herwanto)
Pelalawan, NU Online
Sedikitnya 150 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Kerinci Kanan, Kabupaten Siak turun memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (21/9).
 
Kehadiran anggota Banser ini dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Siak, KH M Thoyib Firdaus. Usai apel di depan Kantor Desa Simpang Perak Jaya, 150 anggota Banser tersebut dibagi menjadi empat tim, selanjutnya mereka bergabung dengan pasukan TNI, Polri dan Manggala Agni yang sudah satu bulan lebih berjibaku memadamkan api yang membakar ratusan hektar lahan milik masyarakat.
 
"Kita melihat bencana asap tak kunjung berkurang. Ini sudah satu bulan lebih begini. Kebetulan di Siak tidak ditemukan titik api, makanya Ansor dan Banser kita terjunkan kesini (Pelalawan). Kita miris TNI, Polri dan pemadam kebakaran berjuang sendiri. Padahal ini juga tanggung jawab kita bersama," ujar M Thoyib di sela-sela memadamkan api.
 
Kondisi kanal-kanal yang mengering menjadi tantangan tersendiri dalam memadamkan api di lahan gambut.  Sebab, memadamkan satu titik saja membutuhkan pasokan air yang banyak,mengingat tipikal gambut, padam di atas, tapi membara di bawah.
 
"Memang sulit, apalagi kondisi airnya semacam ini (sangat minim). Makanya kami jadi paham kenapa satu titik saja butuh waktu berbulan-bulan untuk memadamkanya," sambung M Thoyib.
 
Sementara itu Satkorcab Banser Kabupaten Siak Toni Yufida menegaskan, anggotanya akan ditempatkan di lokasi-lokasi yang masih rawan terbakar. Mekanismenya  menggunakan pola sift. "Ya tetap sampai padam. Pokoknya kami pantang pulang sebelum padam," tegasnya.  
 
Kordinator Tim Pemadam Zona Pelalawam, David (47) mengaku bersyukur anggota Banser turut berpartisipasi membantu pemadaman kebakaran. Ia mengatakan, hampir satu bulan ini pasukan pemadam kebakaran seperti putus asa, karena ketika di satu titik telah padam, di titik lain muncul kebakaran. Seperti telah dipadamkan di dekat Desa Sering, di Desa Pelalawan terbakar. Begitu terus menerus.
 
"Wah kalau dibilang lelah, kami sudah lelah, Pak. Bayangkan satu bulan kami siang malam ada di sini. Dipadamkan di sini, di sana terbakar. Dipadamkan di sana, di lokasi lain terbakar.  Karena tipikal gambut kan membara di bawah, kami terus terang kewalahan. Makanya dengan hadirnya Sahabat-sahabat Banser sebanyak ini kami jadi terbantu. Terima kasih sekali," ujarnya.
 
Editor: Kendi Setiawan
Sabtu 21 September 2019 23:0 WIB
Alasan Banser Tidak Takut Nyinyiran
Alasan Banser Tidak Takut Nyinyiran
Ketua GP Ansor Jawa Barat, Deni Haidar (Foto: NU Online/Aiz Lutfi)
Purwakarta, NU Online
Serangan dan nyinyiran di media sosial yang ditujukan kepada Ansor-Banser seolah tidak pernah berhenti. Akan tetapi, hal itu tidak membuat organisasi pemuda NU itu meresponnya dengan emosi berlebihan. Sebagian besar dari mereka bahkan menganggapnya sebagai bahan hiburan.
 
Demikian disampaikan Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Deni Haidar saat menghadiri kegiatan Rapat Pleno PBNU yang digelar di Pesantren Al-Muhajirin, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/9).
 
"Kami dari Ansor-Banser Jawa Barat punya tagline 'Kumaha Maneh' (Terserah kamu). Mau ini mau itu terserah kamu, tidak bakal ngaruh sama pendirian dan pergerakan kami. Kami biasa saja tidak baper karena standar akhlak kami adalah kiai," tandasnya.
 
Bagi Ansor-Banser, kata Deni, sosok atau tokoh yang dijadikan panutan Banser adalah kiai-kiai NU. Semua fatwa dan arahan yang disampaikan oleh para kiai NU pasti akan dilaksanakan oleh Banser.
 
"Banser itu takutnya sama kiai. Hanya kiai yang bisa menghentikan dan menggerakkan langkah Banser. Kalau ada kekeliruan yang dilakukan oleh Banser tentu saja para kiai akan langsung menegur. Kalau kiai masih diam saja berarti kiai merestui," ujarnya.
 
Ditambahkannya, Banser tidak akan peduli dengan nyinyiran yang dilancarkan pihak-pihak tertentu, karena mereka hanya melihat Banser dari kejauhan saja. Para penyinyir tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan Ansor maupun Banser sehingga tidak paham dengan ajaran dan prinsip yang dipegang oleh Banser.
 
"Kami juga sudah tidak aneh dengan nyinyiran-nyinyiran yang ditujukan kepada Banser, karena orangnya ya itu itu juga yang dari dulu memang tidak suka dengan Banser," tegasnya.
 
Deni melanjutkan, bagi orang yang tidak paham dengan pergerakan Banser masih ada ruang dialog untuk menjelaskan melalui tabayun. Tetapi yang repot itu adalah orang yang sejak awal tidak suka dengan Banser karena penjelasan apa pun yang disampaikan oleh Banser tidak akan pernah bisa diterima.
 
"Kalau misalnya dengan mem-bully Banser bisa menambah pahala dan masuk surga silahkan lanjutkan kami senang, karena kehadiran kami bisa menambah pahala dan memasukkan ke surga. Tapi jika dengan nyinyir malah tambah dosa ya berhentilah," katanya.
 
Namun demikian, kata Deni, Banser selalu terbuka dan menerima kritik dari siapa pun. Hal itu karena walau bagaimana pun juga Banser adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
 
Lebih lanjut Deni menceritakan saat ini PW GP Ansor sedang melakukan konsolidasi organisasi sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas Banser. 
 
"Jadi Banser itu tidak hanya soal pakai seragam, yel-yel dan sebagainya. Tapi bagaimana Banser bisa mengkhidmahkan dirinya di tempat masing-masing, serta bisa memberikan manfaat dan maslahat kepada masyarakat," pungkasnya.
 
Kontributor: Aiz Luthfi
Editor: Kendi Setiawan
Sabtu 21 September 2019 18:0 WIB
Ansor Kotawaringin Barat Bagi-bagi Masker kepada Ribuan Jamaah
Ansor Kotawaringin Barat Bagi-bagi Masker kepada Ribuan Jamaah
GP Ansor Kotawaringin Barat (Kobar) membagikan ribuan masker kepada jamaah yang hadir pada Tabligh Akbar di Ponpes Mambaul Hasan Lidda'wah di Kobar. (Foto: NU Online/Zainal Arifin)
Pangkalan Bun, NU Online
Beberapa hari ini Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dilanda kabut asap di beberapa titik. Hal ini menyebabkan sebagian wilayah tercemar polusi udara yang sangat tidak sehat.

Menanggapi hal ini, PC GP Ansor Kabupaten Kobar turut ambil bagian dengan membagikan ribuan masker kepada jamaah yang hadir pada Tabligh Akbar di Ponpes Mambaul Hasan Lidda'wah asuhan Habib Abdurrahman Al-Qadri di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
 
Dalam kesempatan itu, bertindak sebagai penceramah adalah KH Agus Ali Masyhuri dari Sidoarjo atau akrab disapa Gus Ali. Ketua GP Ansor Kobar, Abdul Saleh mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
 
“Semoga dengan pembagian masker bisa mengurangi dampak negatif kabut asap yang dialami masyarakat,” terang Saleh kepada NU Online, Jumat (20/9).
 
Sementara itu, Wakil Kasatkorcab Banser Kotawaringin Barat menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin masyarakat terlebih ibu-ibu dan anak-anak menjadi korban dari kabut asap ini.
 
“Kita jaga ibu-ibu dan anak-anak dari menghirup asap yang tidak sehat ini,” imbuhnya.
 
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Kotawaringin Barat, habaib, kiai, tokoh masyarakat, dan ribuan masyarakat sekitar.
 
 
Kontributor: Zainal Arifin
Editor: Musthofa Asrori
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG