IMG-LOGO
Daerah
HARI SANTRI 2019

NU Pontianak Songsong Hari Santri dengan Dzikir Kebangsaan 

Sabtu 21 September 2019 11:0 WIB
Bagikan:
NU Pontianak Songsong Hari Santri dengan Dzikir Kebangsaan 
Sayyid Syaikh Amin bin Muhammad Adduhaibi al-Jailani di IAIN Pontianak, Kalbar. (Foto: NU Online/Khusnul Khotimah)
Pontianak, NU Online
Dzikir kebangsaan ini diisi dengan kehadiran Sayyid Syech Amin bin Muhammad Adduhaibi al-Jailani dari Libanon. Juga digelar bedah buku Bermulai dari Cinta sebagai matarangkai Hari Santri yang dilaksanakan di aula Abdul Rani IAIN Pontianak.
 
H Ahmad Faruki mengemukakan bahwa acara diselenggarakan demi mengingatkan berbagai kalangan akan pentingnya hari santri. 
 
“Selama ini hari santri hanya diketahui oleh sebagian orang khususnya para santri. Karenanya kegiatan ini juga mengundang sejumlah kalangan masyarakat serta mahasiswa IAIN Pontianak,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pontianak, Kalimantan Barat ini, Jumat (20/9).
 
Acara terbilang cukup istimewa karena menghadirkan Sayyid Syaikh Amin bin Muhammad Adduhaibi al-Jailani yang merupakan keturunan ke-27 Syaikh Abdul Qodir al-Jailani.
 
Demikian pula dengan kehadiran tokoh penting yaitu Kiai Ali Badri, Wali Kota Pontianak, Rektor IAIN Pontianak, Kepala Kemenag, Danramil, serta Kodim Kota Pontianak. 
 
Menurut Rahmat Bustomi, PC NU Kota Pontianak telah menyusun beberapa rangkaian kegiatan hari santri salah satunya satunya dzikir kebangsaan bersama Syaikh Amin.
 
“Juga akan disusul beberapa rangkaian lomba seperti jalan santai ala santri serta apel untuk para santri dalam waktu yang telah ditentukan demi memperingati hari santri,” katanya.
 
Sayyid Syaikh Amin Bin Muhammad Adduhaibi al-Jailani dari Lebanon  menyampaikan begitu banyak pemaparan yang penting dan bermanfaat yang diterjemahkan oleh KH Ali Badri.
 
Di akhir pemaparannya, Syaikh Amin memberikan ijazah dalam bentuk amalan yang menganjurkan para hadirin untuk membaca shalawat, lailahaillallah serta istighfar setiap pagi dan sore dan di lanjutkan dengan shalawat kembali.
 
“Karena setiap hari kita hendaknya mengawali shalawat dan mengakhiri dengan shalawat pula,” ungkapnya.
 
Kegiatan dilanjut dengan bedah buku, Bermula dari Cinta karya Kiai Ali Badri.
 
Dalam buku tersebut mengupas tentang hikmah, teori, konsep dan motivasi yang terkandung dalam al-Qur’an. Hal itu membuktikan kesesuaian kitab suci dengan fitrah manusia sehingga bisa dijadikan pedoman dalam segala aspek. 
 
 
Kontributor: Khusnul Khotimah
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 21 September 2019 23:15 WIB
150 Banser Siak Padamkan Kebakaran Lahan di Pelalawan  
150 Banser Siak Padamkan Kebakaran Lahan di Pelalawan  
Banser Siak memadamkan kebakaran lahan (Foto: NU Online/Didik Herwanto)
Pelalawan, NU Online
Sedikitnya 150 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Kerinci Kanan, Kabupaten Siak turun memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (21/9).
 
Kehadiran anggota Banser ini dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Siak, KH M Thoyib Firdaus. Usai apel di depan Kantor Desa Simpang Perak Jaya, 150 anggota Banser tersebut dibagi menjadi empat tim, selanjutnya mereka bergabung dengan pasukan TNI, Polri dan Manggala Agni yang sudah satu bulan lebih berjibaku memadamkan api yang membakar ratusan hektar lahan milik masyarakat.
 
"Kita melihat bencana asap tak kunjung berkurang. Ini sudah satu bulan lebih begini. Kebetulan di Siak tidak ditemukan titik api, makanya Ansor dan Banser kita terjunkan kesini (Pelalawan). Kita miris TNI, Polri dan pemadam kebakaran berjuang sendiri. Padahal ini juga tanggung jawab kita bersama," ujar M Thoyib di sela-sela memadamkan api.
 
Kondisi kanal-kanal yang mengering menjadi tantangan tersendiri dalam memadamkan api di lahan gambut.  Sebab, memadamkan satu titik saja membutuhkan pasokan air yang banyak,mengingat tipikal gambut, padam di atas, tapi membara di bawah.
 
"Memang sulit, apalagi kondisi airnya semacam ini (sangat minim). Makanya kami jadi paham kenapa satu titik saja butuh waktu berbulan-bulan untuk memadamkanya," sambung M Thoyib.
 
Sementara itu Satkorcab Banser Kabupaten Siak Toni Yufida menegaskan, anggotanya akan ditempatkan di lokasi-lokasi yang masih rawan terbakar. Mekanismenya  menggunakan pola sift. "Ya tetap sampai padam. Pokoknya kami pantang pulang sebelum padam," tegasnya.  
 
Kordinator Tim Pemadam Zona Pelalawam, David (47) mengaku bersyukur anggota Banser turut berpartisipasi membantu pemadaman kebakaran. Ia mengatakan, hampir satu bulan ini pasukan pemadam kebakaran seperti putus asa, karena ketika di satu titik telah padam, di titik lain muncul kebakaran. Seperti telah dipadamkan di dekat Desa Sering, di Desa Pelalawan terbakar. Begitu terus menerus.
 
"Wah kalau dibilang lelah, kami sudah lelah, Pak. Bayangkan satu bulan kami siang malam ada di sini. Dipadamkan di sini, di sana terbakar. Dipadamkan di sana, di lokasi lain terbakar.  Karena tipikal gambut kan membara di bawah, kami terus terang kewalahan. Makanya dengan hadirnya Sahabat-sahabat Banser sebanyak ini kami jadi terbantu. Terima kasih sekali," ujarnya.
 
Editor: Kendi Setiawan
Sabtu 21 September 2019 23:0 WIB
Alasan Banser Tidak Takut Nyinyiran
Alasan Banser Tidak Takut Nyinyiran
Ketua GP Ansor Jawa Barat, Deni Haidar (Foto: NU Online/Aiz Lutfi)
Purwakarta, NU Online
Serangan dan nyinyiran di media sosial yang ditujukan kepada Ansor-Banser seolah tidak pernah berhenti. Akan tetapi, hal itu tidak membuat organisasi pemuda NU itu meresponnya dengan emosi berlebihan. Sebagian besar dari mereka bahkan menganggapnya sebagai bahan hiburan.
 
Demikian disampaikan Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Deni Haidar saat menghadiri kegiatan Rapat Pleno PBNU yang digelar di Pesantren Al-Muhajirin, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/9).
 
"Kami dari Ansor-Banser Jawa Barat punya tagline 'Kumaha Maneh' (Terserah kamu). Mau ini mau itu terserah kamu, tidak bakal ngaruh sama pendirian dan pergerakan kami. Kami biasa saja tidak baper karena standar akhlak kami adalah kiai," tandasnya.
 
Bagi Ansor-Banser, kata Deni, sosok atau tokoh yang dijadikan panutan Banser adalah kiai-kiai NU. Semua fatwa dan arahan yang disampaikan oleh para kiai NU pasti akan dilaksanakan oleh Banser.
 
"Banser itu takutnya sama kiai. Hanya kiai yang bisa menghentikan dan menggerakkan langkah Banser. Kalau ada kekeliruan yang dilakukan oleh Banser tentu saja para kiai akan langsung menegur. Kalau kiai masih diam saja berarti kiai merestui," ujarnya.
 
Ditambahkannya, Banser tidak akan peduli dengan nyinyiran yang dilancarkan pihak-pihak tertentu, karena mereka hanya melihat Banser dari kejauhan saja. Para penyinyir tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan Ansor maupun Banser sehingga tidak paham dengan ajaran dan prinsip yang dipegang oleh Banser.
 
"Kami juga sudah tidak aneh dengan nyinyiran-nyinyiran yang ditujukan kepada Banser, karena orangnya ya itu itu juga yang dari dulu memang tidak suka dengan Banser," tegasnya.
 
Deni melanjutkan, bagi orang yang tidak paham dengan pergerakan Banser masih ada ruang dialog untuk menjelaskan melalui tabayun. Tetapi yang repot itu adalah orang yang sejak awal tidak suka dengan Banser karena penjelasan apa pun yang disampaikan oleh Banser tidak akan pernah bisa diterima.
 
"Kalau misalnya dengan mem-bully Banser bisa menambah pahala dan masuk surga silahkan lanjutkan kami senang, karena kehadiran kami bisa menambah pahala dan memasukkan ke surga. Tapi jika dengan nyinyir malah tambah dosa ya berhentilah," katanya.
 
Namun demikian, kata Deni, Banser selalu terbuka dan menerima kritik dari siapa pun. Hal itu karena walau bagaimana pun juga Banser adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
 
Lebih lanjut Deni menceritakan saat ini PW GP Ansor sedang melakukan konsolidasi organisasi sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas Banser. 
 
"Jadi Banser itu tidak hanya soal pakai seragam, yel-yel dan sebagainya. Tapi bagaimana Banser bisa mengkhidmahkan dirinya di tempat masing-masing, serta bisa memberikan manfaat dan maslahat kepada masyarakat," pungkasnya.
 
Kontributor: Aiz Luthfi
Editor: Kendi Setiawan
Sabtu 21 September 2019 18:0 WIB
Ansor Kotawaringin Barat Bagi-bagi Masker kepada Ribuan Jamaah
Ansor Kotawaringin Barat Bagi-bagi Masker kepada Ribuan Jamaah
GP Ansor Kotawaringin Barat (Kobar) membagikan ribuan masker kepada jamaah yang hadir pada Tabligh Akbar di Ponpes Mambaul Hasan Lidda'wah di Kobar. (Foto: NU Online/Zainal Arifin)
Pangkalan Bun, NU Online
Beberapa hari ini Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dilanda kabut asap di beberapa titik. Hal ini menyebabkan sebagian wilayah tercemar polusi udara yang sangat tidak sehat.

Menanggapi hal ini, PC GP Ansor Kabupaten Kobar turut ambil bagian dengan membagikan ribuan masker kepada jamaah yang hadir pada Tabligh Akbar di Ponpes Mambaul Hasan Lidda'wah asuhan Habib Abdurrahman Al-Qadri di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
 
Dalam kesempatan itu, bertindak sebagai penceramah adalah KH Agus Ali Masyhuri dari Sidoarjo atau akrab disapa Gus Ali. Ketua GP Ansor Kobar, Abdul Saleh mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
 
“Semoga dengan pembagian masker bisa mengurangi dampak negatif kabut asap yang dialami masyarakat,” terang Saleh kepada NU Online, Jumat (20/9).
 
Sementara itu, Wakil Kasatkorcab Banser Kotawaringin Barat menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin masyarakat terlebih ibu-ibu dan anak-anak menjadi korban dari kabut asap ini.
 
“Kita jaga ibu-ibu dan anak-anak dari menghirup asap yang tidak sehat ini,” imbuhnya.
 
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Kotawaringin Barat, habaib, kiai, tokoh masyarakat, dan ribuan masyarakat sekitar.
 
 
Kontributor: Zainal Arifin
Editor: Musthofa Asrori
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG