IMG-LOGO
Nasional

LBH Ansor Jemput Korban Pengantin Pesanan di Bandara Soekarno-Hatta

Sabtu 21 September 2019 17:30 WIB
Bagikan:
LBH Ansor Jemput Korban Pengantin Pesanan di Bandara Soekarno-Hatta
Tim LBH Ansor menjemput korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Bandara Soetta, Sabtu (21/9). (Foto: Dok. LBH Ansor)
Jakarta, NU Online
Beberapa korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus operandi pengantin pesanan wanita WNI untuk warga negara asing Tiongkok di Daratan Tiongkok, kini telah mendapatkan penanganan dalam bentuk pendampingan hukum dan advokasi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP Gerakan Pemuda Ansor. 
 
Modus operandi TPPO wanita-wanita Indonesia tersebut adalah melalui perantara kedok biro jasa yang sebenarnya “agen perjodohan” utk WNA Tiongkok pria, di Jakarta. Beberapa orang korban telah berhasil pulang dan dijemput oleh kerjasama strategis antara LBH Ansor dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).
 
Jumat (20/9) kemarin, Ketua LBH Ansor serta Ketua Bidang Hukum dan HAM PP GP Ansor H Abdul Qodir Binagil menginisiasi kerjasama strategis ini dengan Ketua SBMI Hariyanto di Jakarta.
 
Ketua PP GP Ansor bidang hubungan internasional Abdul Aziz Hasyim Wahid, yang juga Koordinator Bidang Edukasi & Training LBH Ansor menyampaikan, sebagai tindak lanjut, hari ini Koordinator Litigasi LBH Ansor, Dendy Z Finsa melaksanakan penjemputan dan pendampingan korban TPPO di Cengkareng, Sabtu (21/9) sore.
 
“Bersama dengan personil SBMI, yang juga telah beberapa kali menerima pengaduan tentang TPPO dengan modus ini di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang, Banten,” kata Aziz Wahid kepada NU Online melalui telepon seluler, Sabtu, (21/9) siang.
 
Kerjasama strategis ini, kata dia, dilanjutkan dengan harapan bahwa 200-an WNI wanita di daratan Tiongkok yang menjadi korban TPPO serupa dapat diselamatkan. Dan segera mendapatkan penangangan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan WNI di mancanegara dan peraturan perundang-undangan terkait TPPO.
 
“Berdasarkan informasi yang kami terima, NH akan mendarat di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta pukul jam 14. 55 WIB,” ungkap keponakan Gus Dur ini.
 
Tim Advokasi
Dalam perkara ini, lanjut Aziz Wahid, LBH Ansor memiliki peran sebagai tim asistensi dan advokasi terhadap pengurusan pelaporan serta tindak lanjut pelaporan kepada aparatur negara yang berwenang. “Termasuk melaporkannya ke Bareskrim Polri dan ke Satgas TPPO,” ungkapnya.
 
Ia menambahkan, saat ini pihaknya menjadi kuasa hukum dari beberapa korban TPPO dengan modus tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun NU Online, Sebanyak 14 perempuan Indonesia korban kasus pengantin pesanan di China berhasil dipulangkan ke Indonesia pada Selasa (3/9).
 
Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, belasan WNI itu berasal dari Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Mereka dipulangkan melalui pendampingan Kedutaan Besar RI di Beijing, Tiongkok.
 
Kasus TPPO berkedok perjodohan belakangan ini marak terjadi. Dalam kurun enam bulan terakhir, tepatnya sejak Januari-Juli 2019, tercatat 32 kasus pengantin pesanan yang ditangani Kemlu RI. Puluhan perempuan itu dijodohkan dengan pria Tiongkok dengan iming-iming kesejahteraan yang terjamin.
 
Hingga berita ini diturunkan, tim penjemput masih menanti kedatangan di terminal 3 bandara Soetta. “Tunggu kabar berikutnya dari kami yaa. Mohon doanya semoga lancar,” pungkas Aziz Wahid.
 
 
Pewarta: Musthofa Asrori
Editor: Muiz
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 21 September 2019 20:0 WIB
HARI SANTRI
Pesan Menag untuk para Santri Pegiat Media
Pesan Menag untuk para Santri Pegiat Media
Menag H Lukman Hakim Saifuddin bersama Direktur PD Pontren Ahmad Zayadi dalam Kopdar Santrinet Nusantara di Ballroom Hotel Artotel, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (20/9).
Jakarta, NU Online
Moderasi beragama adalah upaya untuk memberikan pemahaman agama yang moderat. Tidak terlalu mengandalkan teks dan mengesampingkan akal serta konteks di satu sisi, atau menuhankan akal dan mengesampingkan teks di sisi yang lain.
 
Demikian disampaikan Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin dalam Kopdar Santrinet Nusantara, Jumat (20/9), di Ballroom Hotel Artotel, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.
 
Titik tekan moderasi beragama, lanjut pria berkacamata itu, adalah pemahaman orang dalam beragama, bukan agamanya.
 
Ia juga mengingatkan kepada puluhan santri yang merupakan admin dan pegiat media sosial itu agar menahan diri: tidak terjebak saling serang, menyalahkan, atau menebar kebencian.
 
Putra Menag KH Saifuddin  Zuhri ini pun mencontohkan Gus Nadir -Prof Nadirsyah Hosen- dalam bermedia sosial, yang lebih memberikan pemahaman dan cara pandang yang mencerahkan, tidak menyerang dan menabuh gendang permusuhan.
 
“Angka 4 itu tidak hanya datang dari 2x2. Tapi juga bisa dari 2+2, 10-6, dan berbagai jalan. Tugas santrilah memberikan alternatif pandangan dan pemahaman dalam membuat konten. Seperti dalam kitab Bidayatul Mujtahid yang merangkum pelbagai pandangan, aqwāl," ungkap pria yang juga mahir membuat puisi ini, memberi logika.
 
Menjawab ‘keluhan’ peserta dalam forum ini, Menag juga sepakat agar ke depannya kementerian yang diembannya membantu para santri pegiat medsos ini dengan program-program yang matang dan terencana.
 
“Banyak jurnal ilmiah bagus yang itu bisa dijadikan konten narasi, meme atau video-animasi yang lebih populer dan bisa diterima banyak kalangan,” ungkap Menag dalam acara bertajuk Pengarusutamaan Konten Perdamaian ini.
 
Ia berpesan, agar para admin dan pegiat medsos mampu berdamai dengan dirinya sendiri, sehingga dalam membuat konten tidak dengan kebencian, melainkan dengan cinta. Meskipun itu ditujukan pada kelompok yang berbeda.
 
“Dalam sejarahnya -sebagaimana kita tahu bersama- Rasulullah ketika dilempari batu atau dihina tidak menyerang balik. Ia memilih membalas dengan cinta,” pungkasnya.
 
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendis Kemenag RI untuk menyambut Hari Santri 2019. Setidaknya, 86 admin dan pegiat media hadir dari berbagai wilayah di Indonesia.
 
 
Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Musthofa Asrori
Sabtu 21 September 2019 7:30 WIB
Sarjana Islam Harus Memahami Tantangan Revolusi Industri 4.0
Sarjana Islam Harus Memahami Tantangan Revolusi Industri 4.0
Ruchman Basori menerima cinderamata dari Binti Maunah. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Tulungagung, NU Online 
Sebanyak 807 calon sarjana mengikuti Yudisium Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Tulungagung, Jawa Timur sebelum mereka diwisuda bersama fakultas lainnya pada pekan depan. Yudisium diisi dengan ceramah bertema Menjadi Sarjana yang Kompetitif di Era Revolusi Industri 4.0, Jumat (20/9).
 
Wakil Rektor Bidang Adminstrasi, Perencanaan dan Keuangan IAIN Tulungagung, Saifuddin Zuhri menerima penyerahan 807 calon sarjana dari Binti Maunah selaku Dekan FTIK. Saifuddin berharap agar para mahasiswa dapat mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajarinya di tengah masyarakat. 
 
“Masyarakat sangat berharap kiprah sarjana IAIN apalagi pendidikan Islam, dalam mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan yang menjamur,” kata Saifuddin.
 
Ruchman Basori Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan yang didaulat sebagai narasumber tunggal mengatakan sarjana pendidikan Islam tidak akan menganggur. Karena ilmunya sangat dibutuhkan masyarakat. 
 
“Banyak peran yang dimainkan dari mulai menjadi guru dalam pengertian yang sebenarnya, ahli agama dan menjadi pemikir untuk memberikan solusi atas problem-problem masyarakat yang kompleks,” kata alumni FTIK IAIN Walisongo ini.
 
Untuk tidak menganggur, Ruchman berharap agar sarjana baru ini memahami dengan benar pangsa pasar yang sudah bergerak memasuki era revolusi insdutri 4.0. Salah satunya ditandai dengan kegiatan manufaktur terintegrasi melalui penggunaan teknologi wireless dan big data secara massif.
 
“Berbagai macam kebutuhan manusia saat ini telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan transaksi,” terang kandidat doktor Universitas Negeri Semarang ini.
 
Kepada calon sarjana, Ruchman mengingatkan di era digitalisasi akan menghilangkan sekitar 1-1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025 karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis. Sementara ada 65% murid sekolah dasar di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada di hari ini. 
 
Di balik ancaman lanjut Ruchman juga ada peluang yaitu era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2.1 juta pekerjaan baru. 
 
“Beberapa jenis model bisnis dan pekerjaan di Indonesia sudah terkena dampak dari arus era digitalisasi misalnya toko konvensional tergantikan dengan model bisnis marketplace dan taksi atau ojek tradisional tergeserkan dengan moda-moda berbasis online,” urainya.
 
Ruchman juga menyinggung 5 keterampilan yang pertumbuhan permintaannya akan paling tinggi berdasarkan beberapa sektor industri yaitu cognitive abilities, system skills, complex problem solving, content skills dan process skills
 
“Para pendidik alumni PTKI saya yakin mampu menjalankan peran-peran yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0 ini,” tegas Ruchman.
 
Binti Maunah menyatakan kebanggannya bahwa FTIK adalah fakultas yang paling banyak peminatnya di IAIN Tulungagung. 
 
“10 Prodi yang ada selalu membludak peminatnya bahkan kami telah banyak menolak calon mahasiswa karena keterbatasan ruang pembelajaran,” kata Binti.
 
Kepada calon wisudawan, Binti berharap agar sarjana binaannya untuk berkomitmen tinggi pada prioritas disertai dengan semangat perjuangan dan kerja keras untuk bersaing dengan sarjana lain.
 
 
Pewarta: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
Jumat 20 September 2019 23:30 WIB
LP Ma'arif NU Bakal Bangun Gedung Pusat Pelatihan Guru di Grogol
LP Ma'arif NU Bakal Bangun Gedung Pusat Pelatihan Guru di Grogol
Desain gedung pusat pelatihan guru LP Ma'arif NU di Grogol, Jakarta Barat. (Foto ilustrasi: LP Ma'arif NU)
Jakarta, NU Online
Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU akan membangun gedung baru di Grogol, Jakarta Barat. Pembangunan yang akan dimulai tahun 2019 ini akan jadi pusat pembelajaran para guru di lingkungan LP Ma’arif NU.

Ketua LP Ma’arif NU KHZ. Arifin Junaidi mengemukakan hal tersebut dalam rapat Reboan hari Rabu lalu. Pembangunan pusat pelatihan guru (teacher training center) akan dipusatkan di tanah hibah Ma’arif NU Grogol, Jakarta Barat.

Menurut Arifin Junaidi, pembangunan ini dilakukan secara bertahap. Rencananya ada dua tahap sesuai siteplan. Tahap pertama dimulai awal Oktober 2019 dan selesai pada awal tahun 2020.

“Selesai tahap pertama akan dilanjutkan pada pembangunan tahap kedua. Tahap kedua akan selesai pada akhir 2020,” ujar Arifin Junaidi kepada NU Online lewat keterangan tertulisnya, Jumat (20/9).

Sejauh ini LP Ma’arif NU selalu melaksanakan pelatihan seperti IPA, bahasa, dan pelajaran lainnya. Pelatihan tersebut pernah dilaksanakan di Jatim, Jateng, Jabar, Kalimantan, dan lainnya.

“LP Ma’arif NU tidak perlu repot untuk mencari gedung dalam penyelenggaraan pelatihan. Di gedung ini akan jadi pusat pelatihan guru setiap LP Ma’arif NU menyelenggarakan pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan (GTK),” ujar Ketua Panitia Pembangunan Saidah Sakwan.

Menurut Saidah, pembangunan diperkirakan menelan biaya sebesar Rp41 miliar. Dana tersebut belum terkumpul, tapi LP Ma’arif akan bertekad menyelesaikan pembangunan gedung itu sesuai rencana.

“Gedung akan dikelola secara modern berdasarkan kebutuhan era sekarang. Di sana akan ada pusat pelatihan, tempat istirahat, dan parkir secukupnya,” ujar Saidah. 

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Kendi Setiawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG