IMG-LOGO
Jelang Muktamar Ke-34 NU
PLENO PBNU 2019

Sejumlah Rekomendasi Pleno PBNU 2019 di Purwakarta

Ahad 22 September 2019 1:30 WIB
Bagikan:
Sejumlah Rekomendasi Pleno PBNU 2019 di Purwakarta
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj saat konferensi pers penutupan Rapat Pleno PBNU, Sabtu (21/9) malam di Purwakarta Jawa Barat (Foto: NU Online/Nurdin)
Purwakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan sejumlah program prioritas sebagai langkah konkret dalam menyongsong Muktamar ke-34 NU. Salah satu program prioritas tersebut tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penyiapan kelembagaan.
 
Dalam upaya mewujudkannya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menekankan harus ada upaya nyata untuk lebih meningkatkan dan mengefektifkan peran NU dalam bidang ekonomi. 
 
"Program ekonomi keumatan harus dimulai dengan kerja-kerja nyata yang langsung memberikan dampak kepada Nahdliyin," kata Kiai Said saat memberikan Konferensi Pers Penutupan Rapat Pleno PBNU 2019 di Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/9) malam.
 
Pertama, penanganan masjid, terutama masjid di BUMN. Melihat pentingnya peran masjid-masjid dan musala, program NU  dari pusat hingga ranting dan anak ranting menjelang Muktamar tahun 2020 harus mengutamakan penggarapan masjid secara lebih intensif. Hal itu bisa ditempuh dan dimulai dari melakukan program-program konkret keseharian sampai dengan pemberdayaan masjid guna memajukan kemasalahan umat. 
 
Kedua, menghidupkan lembaga dakwah, yaitu sosialisasi Islam kebangsaan dan Islam wasathiyah melalui medsos. Nahdlatul Ulama herus lebih intensif dalam mengembangkan kerja dakwah melalui medsos. 
 
Medsos harus diisi dan dipenuhi oleh konten-konten Aswaja. 'Pasar bebas agama' di medsos harus dimenangkan dan dikuasai NU. Tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar harus dijawab. Fitnah harus diluruskan. Tabayun harus dilakukan. Nama baik NU, marwah dan kemuliaan para kiai, para ulama harus direhabilitasi dan dipulihkan. 
 
Ketiga, pengkaderan; yaitu dengan membangkitkan hamasah Nahdliyah dan kader mumpuni. Pengkaderan dengan segenap tingkatannya: PPWK (khusus jajaran Syuriyah), MKNU (untuk pengurus NU), PKPNU (untuk kader-kader profesional),  dan jenis pengkaderan lain harus dimaksimalkan. Demikian juga dengan pelatihan teknis dan keahlian khusus yang strategis seperti penguatan IT, medsos, produksi film pendek, video dakwah, desain grafis dan lain-lain. 
 
Keempat, penguatan pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi. Usaha ekstra untuk memajukannya. Investasi diperlukan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan kelengkapan sarana dan prasarana. Inovasi diperlukan untuk membangun keunggulan dan menjadi daya tarik kepada calon mahasiswa. 
 
Program beasiswa harus disediakan untuk menarik mahasiswa untuk kuliah di universitas-universitas NU sekaligus sebagai penguatan pendidikan kader-kader Nahdliyin di bawah. Maka kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha dan pendidikan tinggi di luar negeri harus digalakkan.
 
Kelima, mengadvokasi RUU Pesantren, RUU PKS dan RUU KUHP serta RUU Pertanahan. Jika RUU Pesantren sudah disahkan menjadi UU Pesantren dan Pendidikan Kegamaan, maka harus dikawal agar bermanfaat bagi pesantren dan tidak justru membawa mafsadah bagi pesantren. 
 
Langkah konkret dan nyata guna mengawal implmentasi UU tersebut harus dirumuskan lebih tajam dan terukur. Selain itu rapat pleno juga mendorong segera disahkannya RUU PKS dan RUU KUHP. Sedangkan terhadap RUU Pertanahan agar dilakukan carry over.
 
Keenam, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penyiapan kelembagaan. Harus ada upaya nyata untuk lebih meningkatkan dan mengefektifkan peran NU dalam bidang ekonomi. Program ekonomi keumatan harus dimulai dengan kerja-kerja nyata yang langsung memberikan dampak kepada nahdliyyin.
 
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Kendi Setiawan
Bagikan:

Baca Juga

Ahad 22 September 2019 6:45 WIB
PBNU Terus Perluas Peranan dalam Meningkatkan Pelayanan Umat
PBNU Terus Perluas Peranan dalam Meningkatkan Pelayanan Umat
Rapat Pelno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Purwakarta, Jawa Barat. (Foto: NU Online/Fathoni)
Purwakarta, NU Online
Rapat Komisi Bidang Program pada Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2019 di Pesantren Al-Muhajirin 2 Ciseureuh, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/9) sore menghasilkan beberapa poin penting. Di antara poin itu antara lain PBNU sepakat memperluas peranan untuk meningkatkan pelayanan kepada umat. 

Rapat komisi yang dipimpin Ketua PBNU Syahrizal Syarif itu dihadiri puluhan peserta terdiri dari  para Pengurus Tahfidiyah, Pengurus Lembaga dan Pengurus Banom NU. Para peserta berdikusi panjang terkait program NU jelang Muktamar ke-34 NU.

Penguatan peranan yang dimaksud yakni PBNU perlu memperkuat kelembagaan yang fokus menangani sejumlah persoalan di masyarakat seperti soal kebakaran hutan dan lahan, kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi umat, penguatan pemahaman agama yang utuh, dan metode dakwah. 

Berbagai penguatan tersebut akan ditindaklanjuti setelah Pleno digelar sehingga saat Muktamar 34 penguatan peranan tersebut dibahas dan disahkan. Hasilnya bisa melahirkan lembaga baru maupun memperkuat lembaga yang ada. 

“Nanti usulan bapak ibu kita bawa di forum lain, disini semua peserta hanya berhak mengusulkan,” kata Pimpinan Sidang Syahrizal Syarif saat merespon salah satu peserta sidang. 

Para peserta sidang bergantian menyampaikan pendapatnya terkait dengan program NU jelang Muktamar ke-34. Meski beberapa usulan dianggap bersifat jangka panjang, seluruh usulan ditindak lanjuti untuk diperdalam pada workhsop di masing-masing lembaga atau Banom. 

“Kedepan kami beharap juga bahwa kehadiran NU di masyarakat dalam merespon berbagai hal diintegrasikan, misalnya cukup dengan brain NU peduli, NU peduli ini atas nama semua lembaga, bareng-bareng membantu masyarakat dalam hal apapun,” kata Ketua PP Lazisnu Achmad Sudrajat yang menjadi peserta sidang. 

Usulan lain datang dari PP LP Ma'arif NU, bahwa banyak sekali keluarga besar LP Ma'arif NU di daerah yang meminta NU untuk memperkuat masalah kemandirian ekonomi. Sehinngga, masalah pendidikan di masyarakat terbantu karena hadirnya berbagai upaya yang dilakukan PBNU. 

Dari berbagai usulan tersebut seluruh peserta berharap PBNU jelang Muktamar 34 ini bisa terus membantu masyarakat dengan memperluas peranan masing-masing lembaga atau Banom. Dengan begitu, kehadiran organisasi masyarakat seperti NU bisa bermanfat secara nyata.

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
Ahad 22 September 2019 3:0 WIB
PLENO PBNU 2019
Dari Jamu hingga Kitab Kuning Dipamerkan di Stan UMKM Pleno PBNU di Purwakarta
Dari Jamu hingga Kitab Kuning Dipamerkan di Stan UMKM Pleno PBNU di Purwakarta
Pameran produk UMKM di arena Rapat Pleno PBNU, 19-22 September 2019 di Purwakarta. (Foto: NU Online/Risvan Faqih Sya'bani)
Purwakarta, NU Online
Berbagai produk usaha pesantren dan UMKM dikenalkan melalui pameran UMKM di arena Rapat Pleno PBNU, Purwakarta Jawa Barat. Pameran memang sengaja menonjolkan produk-produk pesantren karena panitia mengusung tema 'one pesantren one product (OPOP)'.
 
Ada 60 pesantren dan UMKM yang mengisi stan pameran dalam kegiatan yang berlangsung 19-22 September 2019 ini. NU Online sengaja mendatangi langsung lokasi pameran seperti busana Muslim, makanan tradisional, dan lainnya.
 
Salah satu yang menarik adalah stan Pesantren Al-Asy’ary Simpang Purwakarta. Pasalnya stan ini menjual kitab-kitab kuning karangan mendiang pengasuh pesantren, KH Afif Hasanudin atau yang dikenal dengan panggilan Abah Engkang.

"Ada kitab Qurrotul ‘Ain, Al-Fawaidussaniyah, Asrorussholah, Tadzkirotul Ihsan, dan lainnya," kata Risvan Faqih Sya’bani, yang menjaga stan pesantrennya.
 
Menurut Risvan, ada total sepuluh judul kitab yang dipamerkan pada kesempatan itu. Baru mengikuti pameran di luar Pesantren Al-Asy'ary, Risvan mengaku pameran tersebut cukup diminati masyarakat.
 
"Kemarin banyak santri yang beli kitabnya,” kata Risvan, Sabtu (21/9).

Ada pula stan Pesantren Putri Assalam Plered yang mengenalkan makanan ringan berlabel ‘Krupuk Umah’. Krupuk yang diproduksi guru-guru dan para santri itu, dibanderol dengan harga lima ribu rupiah per bungkus.
 
"Biasanya krupuknya dititipkan di warung-warung sekitar pesantren. Alhamdulillah bisa ikut dipamerkan di sini," kata seorang santri putri yang tengah berjaga di stan tersebut, yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Menurutnya, pesantrennya sudah lama memproduksi krupuk tersebut. Untuk memproduksinya dilakukan dua hari sekali.
 
Selain stan kedua pesantren tersebut, ada pula stan Herblass, produk jamu dan herbal Susi Suryani. Siti Nuraida, petugas di stan itu mengatakan kebanyakan produk herbalnya menyasar ibu-ibu. Pada hari pembukaan Rapat Pleno yang dihadiri KH Ma’ruf Amin, stannya dipadati pengunjung utamanya ibu-ibu.

Herblass menyediakan dua jenis produk jika dilihat dari bentuknya, yakni cair dan kapsul. Produk-produk tersebut berbahan baku kunyit, antanan, kunyit asam manis, kunyit putih.
 
Ada pula yang berbahan sambiloto, daun sirsak,  temu lawak, temu putih, jahe, rempah rempah, mengkudu, habatusauda, daun sirsak, daun manggis.  
 
"Tiap produk berbeda manfaat (khasiatnya),” kata Aida.
 
Aktif sejak 2005, Herblass sejauh ini sudah dipasarkan ke Bandung, Jakarta, Palembang, dan Kalimantan.
 
"Alhamdulillah, produk Herblass kalau di Purwakarta sudah diakui oleh masyarakat," kata Aida.

Menurut Aida, sering mengikuti pameran dan tergabung dalam komunitas UMKM, pameran seperti yang diadakan kali ini semakin mengenalkan produknya.
 
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Alhafiz Kurniawan
Ahad 22 September 2019 2:45 WIB
Berbagi Resep, Kru Kopi Abah Gelar Pelatihan Gratis Peracikan Kopi
Berbagi Resep, Kru Kopi Abah Gelar Pelatihan Gratis Peracikan Kopi
Foto: Kopi Abah/Agus Fuad
Purwakarta, NU Online
Kopi Abah punya cara unik untuk memberikan pemahaman dan pengenalan dasar meracik minumam kopi. Salah satunya ialah dengan memanfaatkan momentum Rapat Pleno PBNU di Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/9) sore.

Agus Fuad dari Kedai Kopi Abah mengatakan, hadirnya Kopi Abah untuk memperkuat perekonomian masyarakat kecil termasuk santri. Pelatihan barista yang diadakan di arena Rapat Pleno bertujuan agar Kopi Abah, tidak saja bergeak dalam usaha ekonomi yaitu melalui kedai-kedainya, namun juga agar bisa memberikan manfaat bagi orang banyak.

Kopi Abah sendiri dikembangkan oleh Gerakan Santri Usahawan (Gus Iwan). Secara filosofis Kopi Abah memiliki kepanjangan, komitmen pikiran arus bawah. 

“Adanya Kopi Abah yang digerakkan para santri membuktikan bahwa santri juga dapat berbuat atau berperan untuk sesamanya,” kata Agus Fuad.

Pelatihan barista yang dilakukan di arena Pleno PBNU, bukan satu-satunya yang diadakan oleh Kopi Abah. Pasalnya, pelatihan barista secara gratis, menjadi kegiatan rutin kru kedai Kopi Abah setiap pekan.

Terpisah, pimpinan Kopi Abah, Nur Rohman menambahkan Kopi Abah merupakan program yang menjadi bukti komitmen dalam memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang, khususnya dalam menyebar semangat kewirausahaan.

Menurut Rahman, setiap pekan ada 20 orang yang mengikuti pelatihan barista gratis yang diadakan Kopi Abah. Sebagai lanjutan dari pelatihan gratis ini, pihaknya memberikan kesempatan kepada para peserta untuk magang di gerai-gerai Kopi Abah.

“Bahkan, ada juga beberapa alumni pelatihan yang menjadi karyawan Kopi Abah. Kami juga mempersilakan bagi alumni yang memilih bekerja di tempat lain,” imbuhnya.

Kopi Abah juga sering berkunjung ke sejumlah pesantren di berbagai daerah untuk memberikan pelatihan barista dan pelatihan kewirausahaan.

“Pada dasarnya kami percaya bahwa kunci dari bisnis yang benar itu adalah terima dan kasih. Maksudnya, ketika kita sudah mendapatkan keuntungan, maka kita tidak boleh lama-lama menyimpan untuk diri sendiri. Kita harus segera memberikan kepada yang membutuhkan,” kata Rahman.

Ia menegaskan prinsip seperti itulah yang bisa membuat bisnis, bahkan hidup menjadi seimbang.
 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Alhafiz Kurniawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG