Ketua Umum Muslimat NU Ajak Jadikan Gawai sebagai Media Dakwah

Ketua Umum Muslimat NU Ajak Jadikan Gawai sebagai Media Dakwah
Khofifah Indar Parawansa di hadapan jamaah peringatan Harlah Muslimat NU di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Khofifah Indar Parawansa di hadapan jamaah peringatan Harlah Muslimat NU di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Surabaya, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Hj Khofifah Indar Parawansa mengajak kepada warganya untuk menyisir sentra pertumbuhan ekonomi. Ini senada dengan keinginan KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri NU dan Muslimat NU yang pada 1924 menggagas Nahdlatut Tujjar yaitu kebangkitan para pedagang.
 
Pada saat yang sama, juga mengajak para perempuan untuk juga menjadikan gawai atau telepon pintar sebagai sarana dakwah.
 
Penegasan disampaikan perempuan yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pada acara Haul Akbar Pendiri Muslimat NU dan Kajian Inspirasi 1441 yang dilaksanakan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Ahad (22/9). 
 
“Training centernya saat ini di Unusa (Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, red) yang sudah saya resmikan satu bulan yang lalu. Saya ingin ini menjadi inovasi dakwahnya Muslimat NU yakni dakwah bil maal,” katanya di hadapan ribuan jamaah. Dirinya berharap program ini terus dikuatkan, lanjutnya.
 
“Sekarang tahun 2019 kita menyelenggarakan haul akbar pendiri Muslimat NU untuk memberikan semangat bagi kita, bagaimana Muslimat NU bisa menguatkan ekonominya sebagai media dakwah dan mewujudkan gagasan KH Abdul Wahab Chasbullah untuk kebangkitan para pedagang,” tegasnya. 
 
Menurutnya, inovasi berikutnya adalah dakwah melalui digital IT yakni information technology atau teknologi informasi . Mengingat hampir semua anggota Muslimat NU memegang gawai atau telepon genggam. 
 
“Saya ingin mengajak kepada kita semua, pemanfaatan digital IT lewat handphone juga kita pakai sebagai sarana dakwah. Terima kasih jajaran Muslimat NU telah banyak melakukan khataman al-Qur'an one day one juz. Ada juga yang mengamalkan one week one juz,” ujarnya. 
 
Dijelaskan, dakwah melalui digital IT ini bisa dilakukan untuk khataman Quran. Khataman tersebut ada yang satu hari satu juz, juga ada yang sepekan satu juz. 
 
Dirinya berharap hal ini dapat dijaga. Yang mampu sehari satu juz atau sepekan. “Saya minta tolong kalau bisa satu hari satu juz dan cukup anggota grupnya, cepat bikin grup,” katanya. 
 
Kalau yang bisa satu minggu satu juz dan cukup grupnya, secepatnya membuat grup. “Sehingga dakwah melalui digital IT antara lain adalah menggerakkan seluruh energi positif kita dengan mengkhatamkan al-Qur'an,” ungkapnya. 
 
Dengan memperbanyak gerakan mengkhatamkan al-Qur'an, diharapkan Allah menganugerahkan limpahan keberkahan. “Baik kepada bangsa Indonesia dan Jawa Timur pada khususnya,” pungkasnya.
 
Pewarta: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile