Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Silaturahim dengan Habib Umar, MDHW Serukan Gerakan Nahdlatul Qulub

Silaturahim dengan Habib Umar, MDHW Serukan Gerakan Nahdlatul Qulub
Habib Umar bin Hafidz (kedua dari kanan) saat hadir dalam forum pertemuan para dai, akademisi, dan tokoh nasional di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (21/9). (Foto: MDHW)
Habib Umar bin Hafidz (kedua dari kanan) saat hadir dalam forum pertemuan para dai, akademisi, dan tokoh nasional di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (21/9). (Foto: MDHW)
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) mengadakan Forum Pertemuan Para Dai, Akademisi dan Tokoh Nasional dengan tema Sinergi Cinta untuk Membangun Kemaslahatan Umat.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PB MDHW bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Majelis Al-Muwasholah Baina Ulama Almuslimin dan Majelis Jalsah Ad-Duat. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung UTC Kampus A UNJ Rawamangun Jakarta Timur, Sabtu (21/9) lalu.

Kegiatan tersebut istimewa karena turut hadir Al-Habib Umar bin Hafidz dari Yaman, Syekh Osama Al-Azhari dari Mesir, Prof Habib Said Aqiel Hussein Al-Munawwar, Habib Ahmad bin Salim Jindan. Sementara Rektor UNJ diwakili oleh Dianta Sebayang. 

Hadir juga puluhan habaib dari Majelis Al-Muwasholah dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon serta sekitar 500 undangan yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, akademisi, para dai dan para ustadz se-Jabodetabek.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya diberikan kesempatan menyampaikan pidato pengantar dalam Silaturrahmi Habib Umar bin Hafidz bersama tokoh nasional, para dai dan akademisi di UNJ. 
 
Hery juga menyampaikan perlunya Gerakan Nahdlatul Qulub di seluruh dunia agar umat Islam fokus kepada gerakan perbaikan moralitas dan mental. Menurutnya, gerakan itu yang akan memberikan peluang lebih besar bagi umat Islam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan negaranya. Karena umat Islam hidup di berbagai masyarakat dan negara yang beragam, sehingga bentuk pengabdian dan integrasinya berbeda-beda. 

“Gerakan yang harus kita lakukan adalah gerakan moral, gerakan Nahdlatul Qulub, kebangkitan jiwa dan perbaikan akhlak dan kualitas sumber daya manusia Muslim di seluruh dunia," ujar Hery lewat keterangan tertulisnya kepada NU Online.

Menurutnya, moralitas dan akhlak Islam harus menerangi dunia yang tengah mengalami krisis ini. Dan itu dapat dicapai dengan perbaikan hati dan moral secara terus menerus. Umat Islam harus bersikap pro-aktif dalam dialog dan kerjasama antar peradaban (ta’aruf al-hadharat) pada setiap tingkatan dan wilayah masing-masing. 

"Dialog dan kerja sama adalah kunci peradaban yang lebih baik, dengan itu akan tercipta kedamaian dan kerukunan universal yang menjadi tujuan bersama," tambah Hery.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
BNI Mobile