Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ada Pelabuhan Internasional, Muslimat Subang Diimbau Siap Hadapi Perubahan

Ada Pelabuhan Internasional, Muslimat Subang Diimbau Siap Hadapi Perubahan
Pengajian rutin ibu-ibu Muslimat NU Subang, Jabar (Foto: NU Online/Aiz Luthfi)
Pengajian rutin ibu-ibu Muslimat NU Subang, Jabar (Foto: NU Online/Aiz Luthfi)
Subang, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Subang, Jawa Barat meminta kepada para kadernya agar siap menghadapi tantangan global, terlebih mereka yang ada di wilayah Pantura. Pasalnya, Pelabuhan Internasional di Kecamatan Pusakajaya, Subang sudah mulai dibangun. Ini dinilai akan berdampak besar terhadap masyarakat luas.

Hal ini disampaikan Ketua Muslimat NU Subang, Hj Iis Salamah di sela-sela kegiatan pengajian Syahriyahan Muslimat NU yang digelar di aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang, Ahad (22/9). 

"Pelabuhan Internasional Patimban yang saat ini sedang dibangun tentu akan membawa dampak sosial, ekonomi dan sebagainya terhadap masyarakat Subang, jadi segala sesuatunya harus disiapkan mulai dari sekarang," ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, Muslimat NU Subang harus selalu siap dengan berbagai perubahan-perubahan nantinya. Yang sangat mungkin terjadi adalah dampak sosial, lantaran masyarakat di sana otomatis akan berinteraksi dengan banyak pihak. Jika tidak siap menurutnya eksistensi warga asli Subang cenderung tergerus oleh setiap perkembangan yang terjadi.

"Walaupun Patimban ada di wilayah Pantura tapi akses menuju ke sana bisa dilalui dari berbagai penjuru dan jalur yang ada di Subang, hal ini tentu akan mempunyai dampak kepada hampir seluruh masyarakat Subang," ucapnya.
 
Ditambahkan, ibu-ibu Muslimat sebenarnya punya peran penting dalam keluarga. Untuk itu mereka harus bisa mengingatkan semua anggota keluarganya terkait tantangan yang harus dihadapi, dan mereka bisa menjawabnya dengan ilmu dan kompetensi diri.
 
"Kalau kita tidak punya ilmu dan kompetensi nanti kita hanya akan jadi penonton di kampung sendiri," ujarnya.

Penting juga untuk Muslimat NU harus bisa memegang teguh ajaran Ahlusunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, sebab dengan adanya pelabuhan bertaraf internasional itu, bukan hanya akan membawa dampak sosial dan ekonomi saja tapi juga terhadap ajaran agama.

"Nanti kan berbagai macam latar belakang orang akan datang ke Subang, termasuk latar belakang ajaran dan pemahaman agama, kalau Aswaja kita lemah akan mudah dipengaruhi," tambahnya.

Hadir pada kesempatan ini, ribuan jamaah dan pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Subang memadati kantor PCNU setempat. Pantauan di lokasi, jamaah sampai membludak ke luar gedung. Hadir pula Ketua LDNU Subang, Kiai Jampang Muda menyampaikan ceramah agama.

Kontributor: Aiz Luthfi
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile