IMG-LOGO
Daerah

Mengunjungi Masjid dan Gereja yang Berhadapan di Desa Tempur Jepara

Rabu 25 September 2019 6:30 WIB
Bagikan:
Mengunjungi Masjid dan Gereja yang Berhadapan di Desa Tempur Jepara
Kunjungan GP Ansor Gebog ke Desa Tempur (Foto: NU Online/Nai Fa)
Jepara, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah mengunjungi Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Kunjungan ini dalam rangka studi keberagaman.
 
Noor Yanto selaku Koordinator Lapangan menuturkan perjalanan menuju lokasi dengan menggunakan sepeda motor tanpa mengabaikan aturan lalu lintas dan berkendara.
 
Dalam sambutannya Ketua GP Ansor PAC Kecamatan Gebog Moh Syaifuddin Nawawi mengatakan kegiatan ini untuk membangkitkan ghirah kebersamaan karena di Desa Tempur ini ada masjid dan gereja yang berhadapan. Kunjungan dilakukan untuk menumbuhkan jiwa toleransi para kader.
 
Pengurus PR GP Ansor Desa Tempur dan Ketua PAC GP Ansor Keling menyambut baik kedatangan GP Ansor Kecamatan Gebog ini. 
 
"Terima kasih kepada para sahabat yang telah jauh-jauh datang ke sini dengan semangat organisasi," tutur Ahmad Said, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Keling.
 
Tentang masjid dan gereja yang saling berhadapan dijelaskan oleh Syafawi, Pembina PAC GP Ansor Kecamatan Keling. Menurutnya perbedaan adalah fitrah. Dengan adanya perbedaan menjadi lebih berwarna.
 
"Seandainya sama tidak mungkin bisa berjalan seperti halnya jika kaki kita kanan semua tidak bisa jalan. Di Desa Tempur ini memang ada masjid dan gereja berhadapan, tetap rukun dan saling membantu," bebernya.
 
Syafawi meneruskan, seperti halnya umat Muslim jika ada acara, umam non-Muslim ikut membantu dalan hal apa pun. Begitu juga jika non-Muslim di desa tersebut ada acara, umat Islam membantu penuh.
 
"Pernah suatu ketika salah satu mereka ada yang punya hajat minta bantuan. Tidak berpikir panjang langsung kita bantu, karena kebaikan bersama," katanya. 
 
Ia menegaskan, jangan menjadikan perbedaan sebagai permusuhan, tetapi jadikanlah perbedaan sebagai tali silaturahim dan mempererat persaudaraan.
 
Hadir juga di kegiatan ini Martoyo selaku tuan Rumah, Amiruddin Kasatkoryon Kecamatan Kelet, dan para pengurus Ranting Desa Tempur.
 
Kontributor: Nailul Falah
Editor: Kendi Setiawan 
 
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 25 September 2019 23:0 WIB
LAZISNU Batang Gelar Bimtek UPZIS Tingkat Kecamatan
LAZISNU Batang Gelar Bimtek UPZIS Tingkat Kecamatan
Peserta Bimtek LAZISNU Batang. (Foto: NU Care-LAZISNU)
Batang, NU Online
Sebagai upaya pengelolaan ZIS secara profesional, NU Care-LAZISNU Kabupaten Batang, Jawa Tengah menggelar bimbingan teknis manajemen dan tata kelola NU Care-LAZISNU.
 
Kegiatan dihadiri 60 perwakilan dari 15 Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (UPZIS) di tingkat kecamatan atau Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Pelaksanaan Bimtek digelar di Panti Asuhan Roudhotul Mahabubin, Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Ahad (22/9).

"Kegiatan Bimtek dibagi menjadi tiga kelas. Kelas fundraising, manajemen keuangan dan kelas manajemen program. Dan narasumber dihadirkan dari PW (Pengurus Wilayah) NU Care-LAZISNU Jateng," kata Supriyadi, Direktur NU Care-LAZISNU Batang, Rabu (25/9).

Dirinya menyampaikan, dalam waktu dekat NU Care-LAZISNU Batang akan segera meluncurkan aplikasi sistem informasi manajemen.
 
"Segera diluncurkan dalam waktu dekat aplikasi sistem informasi manajemen, yang memuat database muzakki serta munfiq, dan juga perolehan ZIS serta pelaporan keuangan LAZISNU sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi kepada masyarakat," ungkapnya.
 
Di kelas fundraising, lanjutnya, diperkenalkan aplikasi NUcash sebagai metode penghimpunan ZIS secara digital.

"Zakat dan donasi bisa dengan mudah. Kapan pun dan dimana pun. Lewat aplikasi milik NU sendiri, yaitu NUcash. Aplikasinya bisa diunduh di Play Store," imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Batang, Ahmad Taufiq, dalam sambutannya memberi apresiasi kepada NU Care-LAZISNU yang siap mengelola dana ZIS dengan professional.
 
"Dengan kegiatan ini diharapkan LAZISNU di Kabupaten Batang semakin maju dan bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.

Pada kegiatan itu hadir Sekretaris PCNU Batang, Ketua Pergunu, Ketua LP Ma’arif NU, Ketua LTNU Batang, serta sejumlah Ketua MWC NU di Kabupaten Batang.
 
Kontributor: Wahyu Noerhadi
Editor: Kendi Setiawan
 
Rabu 25 September 2019 21:0 WIB
HARI SANTRI 2019
Meriahkan Hari Santri, NU Jatim Gelar Festival Budaya
Meriahkan Hari Santri, NU Jatim Gelar Festival Budaya
Ketua Panitia Hari Santri PWNU Jatim, KH Abdussalam Sochib. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Surabaya, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengumumkan agenda besar Hari Santri, Oktober mendatang. Setidaknya ada tiga kegiatan yang menghadirkan banyak kiai dan warga, di antaranya adalah festival budaya santri.
 
Penegasan ini disampaikan KH Abdussalam Sochib yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Hari Santri PWNU Jawa Timur. Keterangan disampaikan usai digelarnya rapat gabungan dalam rangka memeriahkan hari santri.
 
“Puncak peringatan Hari Santri PWNU Jatim akan di gelar pada Ahad yakni tanggal  27 Oktober 2019 di halaman kantor ini,” katanya kepada media ini, Rabu (25/9). 
 
“Pertama yang akan menjadi ikon kita adalah Santri Culture Festival atau festival budaya santri,” kata kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang tersebut.
 
Festival ini akan dilaksanakan malam hari, pada Ahad (27/10), di halaman kantor PWNU Jatim. 
 
Lalu ada parade santri mengelilingi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. “Tujuan parade santri ini untuk menampilkan budaya santri yang isinya mencakup religi, seni, budaya dan prestasi,” kata Gus Salam, sapaan akrabnya.
 
Tidak hanya itu, Gus Salam mengatakan pihaknya juga mengundang KH Ahmad Bahauddin Nursalim. Kiai yang akrab disapa Gus Baha’ tersebut menjadi pembicara di acara daurah mahasiswa pada Sabtu (12/10).
 
“Daurah mahasantri ini akan dihadiri seribu mahasantri kader NU dari berbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Dan pembicara utamanya adalah ulama muda NU dari Jawa Tengah yaitu Gus Baha',”  jelasnya. 
 
Wakil Ketua PWNU Jatim tersebut menyampaikan tahun ini pihaknya sudah menunjuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Malang Raya sebagai tuan rumah hari santri nanti. 
 
“Kami menunjuk PCNU Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu sebagai tuan rumah resepsi yang di gelar pada Selasa, (22/10). Kegitannya meliput pemberian ijazah sanad kitab Arbain Nawawi oleh 9 masyayikh utama dari kiai NU di Jawa Timur,” tandasnya. 
 
Sebelumnya, Hari Santri sudah diputuskan melalui rapat gabungan syuriyah dan tanfidziyah, Selasa (10/9) di kantor PWNU Jatim. 
 
 
Kontributor: Lina
Editor: Ibnu Nawawi
 
Rabu 25 September 2019 20:45 WIB
BPP Kendari Gelar Pelatihan Produkvititas di Bone
BPP Kendari Gelar Pelatihan Produkvititas di Bone
Pembukaan Pelatihan Peningkatan Produktivitas oleh BPP Kendari, Selasa (24/9) (Foto: Kemnaker)
Bone, NU Online
Dalam upaya menggenjot peningkatan kualitas SDM, BPP Kendari menyelenggarakan pelatihan peningkatan produktivitas. Pelatihan diadakan di Kantor Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulsel selama lima hari yakni 24-28 September 2019.
 
Dalam sambutan pembukaan, Kepala BPP Kendari Andi Asriani Koko menekankan bahwa pentingnya peningkatan produktivitas sumber daya manusia sebagai daya ungkit (laverage) peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Kami selalu suntikan motivasi kepada peserta bahwa kemajuan suatu usaha ditentukan oleh produktivitas yang berasal dari kualitas sumber daya manusia," kata, Selasa (24/9).

Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Camat Tonra, Kepala Desa, Koramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah se-Kecamatan Tonra, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
 
Editor: Kendi Setiawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG