Tidak Ikut Aksi Demo Bukan Berarti Tidak Mengawal RUU

Tidak Ikut Aksi Demo Bukan Berarti Tidak Mengawal RUU
Imbauan PC IPNU Kota Surabaya, Jatim
Imbauan PC IPNU Kota Surabaya, Jatim
Surabaya, NU Online
Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim, Kamis (26/09) berakhir dengan damai dan selesai secara tertib. Meski demikian, berbeda hal dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang ada di Surabaya, mereka memilih tidak ikut karena sudah ada instruksi dari kiai–kiai.
 
Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kota Surabaya Abul A'ala Al Maududi karena ini adalah instruksi kiai untuk tidak ikut serta dalam aksi tersebut. 
 
"Melanjutkan titah dari para kiai agar tidak ikut serta dalam aksi demo tersebut, dan saya sudah mengimbau kepada seluruh kader IPNU-IPPNU Surabaya agar taat pada titah dari para kiai," ucapnya.
 
Abul, sapaan akrabnya menambahkan, di dalam aksi berdasarkan pantauan dari beberapa pengurus, Alhamdulillah mereka semua taat pada titah para kiai untuk tidak ikut serta dalam aksi.
 
"Meski tidak ikut dalalm  aksi, saya yakin kader IPNU-IPPNU Surabaya tetap memiliki hati yang menggebu-gebu untuk turut serta melakukan perubahan–perubahan yang positif untuk agama, nusa, dan bangsa. Salah satunya mengawal dari Rancangan Undang – Undang  (RUU) yang di nilai memiliki kontroversial ini, karena tidak ikut aksi demo bukan berarti tidak mengawal RUU," jelasnya.
 
Ketua PC IPPNU Kota Surabaya Nala Auna Rabba mengatakan, bukan berarti pihaknya tidak menyetujui terhadap adanya aksi tadi. Namun, selain taat pada instruksi para kiai, pihaknya juga menghindari dari hal–hal yang tidak diinginkan.
 
"Oleh karena itu, mari kita tetap jaga kota kita agar tetap kondusif. Meskipun aksi sudah selesai, kita lebih cermat dan selektif dalam hal menerima informasi–informasi, apalagi dari media sosial," jelasnya.
 
Selain mengingatkan terkait lebih bijak dalam menerima informasi–informasi. Nala, juga menganjurkan agar jangan mudah terpengaruh terhadap berbagai informasi yang tersebar di media sosial, sebaiknya melakukan tabayyun.
 
"Selain banyaknya informasi yang kita dapat, kita harus tetap waspada terhadap informasi yang beredar. Lebih-lebih kalau itu sifatnya penting lakukanlah tabayyun, agar apa yang kita dapatkan bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.   
 
Kontributor: Hisam Malik
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile