Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Cerita Soekarno Hadiri Muktamar Pertama IPNU

Cerita Soekarno Hadiri Muktamar Pertama IPNU
Haul KH Tolchah Manshur oleh IPNU DKI Jakarta, Ahad (29/9) (Foto: NU Online/M Syakir NF)
Haul KH Tolchah Manshur oleh IPNU DKI Jakarta, Ahad (29/9) (Foto: NU Online/M Syakir NF)
Jakarta, NU Online
Setahun setelah terbentuk, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar muktamar kali pertamanya. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan itu dihadiri langsung oleh Presiden Soekarno.
 
Hal itu diceritakan oleh Sekretaris ketiga IPNU KH Munsif Nachrowi saat menghadiri peringatan Haul KH Tolchah Manshur yang digelar oleh Pimpinan Wilayah IPNU Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta pada Ahad (29/9) di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.
 
Mulanya, IPNU yang masih berkedudukan di Yogyakarta mengirim utusan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berlokasi di Jakarta. Utusan tersebut bermaksud untuk menyampaikan agenda muktamar.
 
PBNU tidak hanya mendukung dan akan menghadiri kegiatan tersebut, tetapi juga langsung menemui Presiden Soekarno untuk meminta kehadirannya dalam muktamar pertama itu.
 
"Dan, Presiden Soekarno pun menyetujui untuk hadir,” katanya.
 
KH Munif nachrowi merupakan adik kelas Kiai Tolchah sewaktu mondok di Malang. Kiai Munif hanya berbeda usia lima tahun dengan KH Tholhah Mansur. Kiai Munif lahir 1930, dan Kiai Toclhah lahir 1935.
 
Saat muktamar IPNU pertama itu belum ada televisi, hanya ada Radio Republik Indonesia (RRI). Acara Muktamar IPNU saat itu disiarkan secara langsung di RRI. "Orang-orang di luar NU heran, IPNU yang baru setahun berdiri sudah dihadiri Bung Karno," kenangnya. 
 
Acara haul ini juga turut dihadiri oleh Nyai Zunatul Mafruchah, salah satu putri Kiai Tolchah Manshur. Ia memberikan kenang-kenangan kepada IPNU DKI berupa buku Terjemah Burdah yang ditulis oleh KH Tolchah Manshur. Selain itu, ia juga menceritakan bagaimana perikehidupan Kiai Tolchah sebagai seorang ayah dan seorang tokoh yang penuh dengan kesederhanaan.
 
Selain dua pembicara tersebut, hadir juga Ketua Umum PP IPNU 2006-2009 Idy Muzayyad, Ketua Majelis Alumni IPNU DKI Jakarta H Abdul Azis Suaedi, Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim, Ketua PW IPNU DKI Jakarta 2012-2015 Muhammad Said.
 
Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya