IMG-LOGO
Humor

Salah Menempati Kursi Pesawat Terbang

Senin 30 September 2019 22:40 WIB
Bagikan:
Salah Menempati Kursi Pesawat Terbang
Kursi pesawat terbang. (via Travelingyuk)
Pemuda asal Bangkalan Madura, Kholilul hendak mengunjungi keluarganya di Jakarta dengan maniki pesawat terbang.

Namun karena tidak memperhatikan nomor seat di boarding pass, Kholilul  serta merta langsung duduk di bagian depan. Padahal, kursinya di bagian belakang.

Tetiba ada seorang perempuan muda datang, “Maaf mas, kursi yang sampean duduki itu kursi saya,” kata si perempuan.

“Eh mbak, jangan sembarangan, ini kursi milik pesawat, kursi sampean di rumah,” jawab Kholilul lantang.

Seketika pramugari datang, “Maaf pak, ini tempat duduk ibu, kursi bapak di bagian belakang,” ucap pramugari.

“Eh mbak, sampean ini siapa? Kursi saya di rumah, bukan di belakang. Ini kursi pesawat tempat duduk semua penumpang,” Kholilul masih keukeuh.

Keributan itu menyita semua mata penumpang, tak terkecuali pria asal Surabaya bernama Joyo yang sedikit banyak memahami karakter orang Madura.

“Maaf mas, sampean tujuannya ke mana?” tanya Joyo.

“Saya mau ke Jakarta,” jawab Kholilul dingin.

“Kursi tempat duduk sampean sekarang bukan untuk penumpang tujuan Jakarta, nanti sampean nyasar loh. Tujuan Jakarta tempat duduknya di belakang,” terang Joyo. Kholilul seketika mlipir ke belakang. (Fathoni)
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Senin 30 September 2019 14:15 WIB
Instansi Terkorup di Indonesia
Instansi Terkorup di Indonesia
Ilustrasi korupsi. (Foto: Shutterstock)
Dalam agenda lawatannya ke sejumlah negara, seorang menteri dari Indonesia sampai di negeri Somalia di Afrika.

Selain problem-problem kemanusiaan akut yang ia berusaha tangani di negeri itu, menteri dari Indonesia juga menyoroti tingkat korupsi yang tinggi di Somalia.

Ketika bertatap muka dalam agenda rapat dengar informasi dari para anggota DPR Somalia, sang menteri menyampaikan kritik kepada para pejabat negara yang banyak melakukan korupsi.

Tak pelak para anggota parlemen Somalia sedikit kesal dengan lawatan menteri dari Indonesia itu. Sampai pada akhirnya, dalam suatu kesempatan, seorang anggota DPR ingin membalasnya dengan datang ke Indonesia dan menunjukkan bahwa di Indonesia pun ada pejabat instansi yang korup.

Maka ia berfoto di depan instansi itu dan hasilnya diberikan ke sang menteri. Dalam suratnya, anggota DPR Somalia menulis, "Tuan menteri, ternyata instansi di belakang saya ini adalah instansi terkorup di negara Anda."

Menteri dari Indonesia tersebut tertawa karena anggota DPR Somalia itu berfoto di belakang kantor "Somalia Embassy". (Fathoni)
Ahad 29 September 2019 11:0 WIB
Presiden Wisatawan
Presiden Wisatawan
KH Abdurrahman Wahid. (Foto: Pojok Gus Dur)
 
Pada kesempatan kunjungan ke Eropa, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjenguk istri BJ Habibie, Hasri Ainun Besari yang sedang dirawat karena sakit di Brussels, Belgia.

Suasana menjadi cair ketika Gus Dur datang. Pada kesempatan itu, Habibie bertanya kepada Gus Dur soal banyolan bernada ejekan yang dilakukan Gus Dur di hadapan Presiden Fidel Castro saat kunjungan ke Cuba.

Saat itu, Soekarno disebut Gus Dur sebagai presiden gila wanita, Soeharto disebut gila harta, termasuk Habibie yang disebut Gus Dur sebagai gila beneran. Sementara Gus Dur menyebut dirinya sebagai presiden yang bikin orang gila.

Mendengar pertanyaan Habibie, Gus Dur menanggapi, “bukan begitu Pak Habibie, kalau Presiden Soekarno itu negarawan, Soeharto hartawan, lah kalau Pak Habibie Presiden ilmuwan. Sementara kalau saya sendiri presiden wisatawan, yang suka keluyuran.” (Fathoni)
 
*) Disarikan dari "Fragmen Sejarah NU" (Abdul Muni'im DZ, 2017)
Jumat 27 September 2019 9:30 WIB
Gus Dur dan Komitmen Pemberantasan Korupsi
Gus Dur dan Komitmen Pemberantasan Korupsi
Ilustrasi humor Gus Dur.
“Bangsa ini terlalu takut kepada orang-orang yang berbuat salah.” Hal itu ditegaskan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika menanggapi situasi politik nasional, terutama pemberantasan korupsi.

Dalam hal mendukung pemberantas korupsi, saat itu Gus Dur secara tegas memberikan semangat kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak takut kepada siapa pun.

Gus Dur mengatakan di dalam Gedung KPK pada Oktober 2009, “KPK harus berani dan jujur untuk berpegang pada tugas pemberantasan korupsi. Kenapa takut? Polisi juga orang.”

Gus Dur benar-benar menekankan pentingnya pemberantasan korupsi. Dalam proses memberikan dukungan moral tersebut, Maman Imanulhaq bertugas melantunkan doa.

Selesai mengunjungi KPK, ketika berada di dalam mobil menuju Kantor PBNU, Gus Dur sempat bergurau, “Kiai, kalau doa jangan korupsi. Masa doa rabbana taqabbal minna-nya tidak ada watub ‘alaina-nya.” (Ahmad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG