IMG-LOGO
Nasional

Gus Nadir Luncurkan 'Tafsir Al-Quran untuk Kalangan Milenial'


Selasa 1 Oktober 2019 16:30 WIB
Bagikan:
Gus Nadir Luncurkan 'Tafsir Al-Quran untuk Kalangan Milenial'
Peluncuran buku karya Rais Syuriyah PCINU Australia KH Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) 'Tafsir Al-Quran di Medsos' di Pesantren Takhaassus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Senin (30/9) (Foto: IIQ Pers)
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah PCINU Australia KH Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) merilis buku terbarunya yang berjudul, Tafsir Al-Quran di Medsos di Pesantren Takhaassus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Jalan M Thoha Nomor 31, Pamulang Timur, Tangerang Selatan, Senin (30/9) malam. Melalui buku ini, Gus Nadir mendekatkan pesan ilahi dan kalangan milenial.

Gus Nadir menyampaikan bahwa penulisan buku Tafsir Al-Quran ini diawali dengan peristiwa gaduh politik Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia menyatakan keresahannya ketika itu, di mana pengertian Al-Qur’an dipermainkan untuk kepentingan politik partisan.
 
"Saya tidak mau melihat Al-Qur'an dipolitisasi. Saya menjelaskan maksud tafsir surat tersebut apa. Kekhawatiran dibaca oleh orang awam dan berbahaya jika ditelan mentah-mentah oleh orang awam," kata Gus Nadir ratusan jamaah yang didominasi oleh kalangan milenial.
 
Gus Nadir mengatakan bahwa dirinya belakangan sangat aktif menulis pesan-pesan agama di media sosial seperti sekarang ini. Sebelumnya, ia aktif menuangkan gagasan-gagasannya di forum mailing list.
 
"Sebelum medsos seperti yang dikenal sekarang, ada mailing list. (Dulu) lebih aktif menulis di mailing list. Adapun awal mula penulisan buku ini muncul pada kasus Pilkada DKI 2017 soal Al-Maidah ayat 51," kata Gus Nadir.

Ketua Pesantren Takhassus IIQ Jakarta KH Ahmad Fathoni menyampaikan hal serupa di hadapan jamaah yang kebanyakan mahasiswi berharap umat Islam menyampaikan pesan ilahi dengan baik. Ia mengingatkan mereka untuk menghindari bahasa yang kasar dalam menyampaikan pesan-pesan agama.
 
"Jadilah ahlul Qur'an yang menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan qaulan kariman (kata-kata yang baik), jangan kata-kata yang kasar. Jangan jadi sumbu pendek, sedikit-sedikit bilang kafir. Jangan begitu," kata Kiai Ahmad Fathoni.

Pada peluncuran buku ini hadir sebagai narasumber Direktur Wahid Foundation Hj Yenny Wahid dan Gitaris Slank Ridho Hafiedz dengan Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IIQ Muhammad Ulinnuha.
 
Peluncuran buku ini disambut meriah masyarakat terutama kalangan remaja. Mereka memenuhi kompleks Pesantren Takhaassus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Kendi Setiawan
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG