IMG-LOGO
Daerah

Mantapkan Dasar Negara, Pesantren Ini Gelar Peringatan Kesaktian Pancasila

Selasa 1 Oktober 2019 20:30 WIB
Bagikan:
Mantapkan Dasar Negara, Pesantren Ini Gelar Peringatan Kesaktian Pancasila
Upacara peringatan hari kesaktian pancasila di Pesantren Al-Furqon, Droyorejo, Gresik, jatim. (Foto: NU Online/M Jauhari Utomo)
Gresik, NU Online
1 Oktober diperingati secara khusus di Pondok Pesantren Al-Furqon, Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Sejumlah pimpinan dan santri pesantren setempat melaksanakan upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila. 
 
“Peringatan ini sangat penting dalam rangka menanamkan ideologi Pancasila sejak dini. Ke depannya diharapkan minimal para siswa sudah tidak ada lagi yang tidak hafal Pancasila,” kata H Abd Muid, Senin (1/10).
 
Dirinya yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, saat ini pesantren sudah mendapatkan jalan yang lebar untuk lebih mengembangkan diri. 
 
“Hal ini menyusul disahkannya UU Pesantren yang lalu. Oleh karenanya para santri dan pengurus pesantren lebih berperan aktif memanfaatkan kesempatan ini,” harapnya.
 
Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Gresik tersebut mengajak seluruh kalangan khususnya yang berada di lingkungan pesantren setempat untuk manfaatkan kesempatan yang ada.
 
“Anak-anak santri, kembangkan semua potensi kalian. Kita sudah ada penjaminnya,” ungkapnya. 
 
Terkait upacara yang digelar, dirinya juga berpesan agar jangan sampai ada yang terprovokasi oleh orang atau kelompok yang melemahkan Pancasila. 
 
“Mantapkan Pancasila dalam benak kalian masing-masing. Kita bergegas menuju Indonesia yang unggul, santri unggul, serta Indonesia makmur," tuturnya penuh semangat.
 
Para santri telah diajak nonton film G30S PKI pada malam sebelumnya. Kegiatan tersebut sengaja diadakan untuk mengenalkan kepada mereka tentang peristiwa kelam itu. 
 
“Karena tidak hanya masyarakat sipil dan aparat TNI yang menjadi korban. Banyak kiai, santri, anggota Ansor dan Banser yang turut berjuang dan harus gugur,” jelasnya.
Di tempat terpisah, sejumlah santri mengapresiasi pemutaran film tersebut.
 
"Saya senang bisa memelajari sejarah masa lalu pendahulu kami. Hal tersebut membuat saya timbul tekad kuat untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cinta NKRI, khususnya dari kalangan santri,” kata salah seorang santri kepada NU Online
 
 
Kontributor: M Jauhari Utomo
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 1 Oktober 2019 22:6 WIB
Cara Cerdas Fatayat NU Pamekasan Masyarakatkan Shalawat Nahdliyah
Cara Cerdas Fatayat NU Pamekasan Masyarakatkan Shalawat Nahdliyah
PC Fatayat NU Pamekasan, Jatim (Foto: NU Online/Hairul Anam)
Pamekasan, NU Online
Shalawat nahdliyah harus mewarnai kehidupan masyarakat, utamanya warga nahdliyin. Ia mesti dihafalkan dan pesan moralnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Demikian ditegaskan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur Juwairiyah kepada NU Online di PCNU Pamekasan, Selasa (1/10) siang. 
 
Menurutnya, shalawat nahdliyah perlu untuk terus dikenalkan ke masyarakat. "Hingga tingkat ranting. Itu salah satu misi PC Fatayat NU Kabupaten Pamekasan melangsungkan lomba lagu Indonesia Raya, Himne Fatayat, Shalawat Nahdliyah yang diiringi Al-Banjari, dan lomba senam," ungkapnya.
 
Acara yang puncaknya pada Ahad (29/9) lalu di Aula Lantai II Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan diikuti banyak peserta.
 
"Di samping guna memeriahkan Hari Santri, maksud dan tujuan diadakakannya lomba ialah sebagai ajang silaturrahim antara pengurus cabang dan PAC serta pengurus Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Pamekasan. Tak kalah pentingnya mengenalkan dan memasyrakatkan shalawat nahdliyah," paparnya.
 
Diterangkan, pengurus dan kader Fatayat NU harus paham apa makna di dalam shalawat Nahdliyah, termasuk himne fatayat. Kalau tidak dilombakan, adakalanya banyak yang tidak hafal dan kurang mengenal secara utuh.
 
"Kan lucu kalau anggota Fatayat tidak hafal dan tidak paham apa itu mars Fatayat, himne, dan shalawat Nahdliyah. Maka dari itu, saya beserta sahabat-sahabat pengurus PC Fatayat NU Pamekasan sangat antusias sekali untuk mengadakan gebyar lomba walau harus mengeluarkan biaya agak banyak dan memakan pikiran. Juga mengeluarkan tenaga yang banget capeknya," papar  Juwairiyah.
 
Menurutnya, itu demi Fatayat ke depan lebih maju, berkualitas, dan bermartabat, sehingga lebih dikenal masyarakat. PC Fatayat NU Pamekasan punya program unggulan, di antaranya belajar atau mengaji kitab setiap bulan yang diikuti PAC Fatayat dan Ranting  se-kabupaten.
 
"Fatayat NU Kabupaten Pamekasan juga siap memberi sosialisasi pencegahan stanting ke berbagai daerah yang ada di Kabupaten Pamekasan. Itu membuktikan bahwa Fatayat NU Kabupaten pamekasan juga sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah, biar Pamekasan bebas stunting.
 
Para juara lomba PC Fatayat NU Pamekasan tampak menyebar di berbagai kecamatan, yaki Kecamatan Larangan juara pertama di paduan suara dan himne. Juga juara terbaik dirijen, disusul Galis dan Pasean.
 
Sedangkan Al-Banjari juara pertama PAC Kota, disusul Pakong dan Larangan. Sedangkan senam juara pertama PAC Proppo, disusul Kadur dan kota.
 
"Kami harap kepada semua sahabat yang sudah beruntung untuk pertahankan dan ditingkatkan. Yang belum mohon bersabar, masih ada kesempatan di event-event lainnya," pungkasnya.
 
Pewarta: Hairul Anam
Editor: Abdul Muiz
Selasa 1 Oktober 2019 22:0 WIB
Kemampuan Desain Bisa Digunakan Menjawab Tantangan Zaman
Kemampuan Desain Bisa Digunakan Menjawab Tantangan Zaman
Ketua PC IPNU Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Dwi Wahyu H (tengah). (Foto: NU Online/Ahmad Hanan) 
Gresik, NU Online
Perubahan zaman menuju arah kemajuan membuat terjadinya perubahan pada tantangan yang ada. Pada zaman ini, salah satu tantangan yang nampak begitu nyata wujudnya adalah penyebaran informasi hoaks dan fitnah yang disebarkan melalui sarana internet, khususnya lewat media sosial.
 
Penegasan diutarakan Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Dwi Wahyu H. 
 
Hal tersebut disampaikan usai diselenggarakannya Madrasah Design beberapa waktu berselang yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kota Gresik. 
 
Menurutnya, salah satu cara untuk melawan penyebaran hal-hal yang bersifat negatif di media sosial adalah menjadi santri yang memiliki kemampuan di bidang desain grafis.
 
“PAC IPNU-IPPNU Kota Gresik menjawab bahwa internet itu banyak manfaatnya daripada hal-hal yang negatif. Salah satunya adalah menjadi santri yang mempunyai keahlian di bidang desain grafis,” katanya, Selasa (1/10).
 
Wahyu, sapaan akrabnya, mengibaratkan internet dengan sebuah pisau. Maksudnya adalah baik atau tidaknya hal yang dihasilkan oleh internet itu tergantung dari bagaimana cara pengguna internet. Jadi bisa digunakan untuk hal yang baik maupun tidak.
 
“Kalau kita ngomong tentang internet, internet jika saya ibaratkan sebagai pisau. Ketika dipegang oleh ibu rumah tangga akan dipergunakan sebagai alat rumah tangga. Ketika pisau digunakan oleh para penjahat, itu akan bisa melukai orang yang akan dijahati,” ungkapnya.
 
Madrasah design diselenggarakan atas kerja sama dengan Santri Design Community, sebuah komunitas desain yang beranggotakan para santri. Setidaknya ada puluhan peserta yang mengikuti kegiatan ini.
 
Wahyu juga mengajak para pelajar NU untuk turut serta dalam melawan hoaks dan ujaran kebencian yang sering terjadi pada saat ini. Terlebih lagi, setelah para peserta pelatihan ini mendapatkan ilmu dan pengalaman baru mengenai desain grafis.
 
“Kalau kita melihat media sosial, berita hoaks dan ujaran kebencian itu sedang marak pada akhir-akhir ini. Kalau Gus Miftah pernah berkata 'mari kita berdakwah di medsos'. Mungkin ini adalah salah satu bentuk dari apa yang disampaikan oleh Gus Miftah,” kata Wahyu.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kota Gresik, Lora Toyyib Mubarok memberikan apresiasinya atas penyelenggarakan kegiatan ini. Tak hanya itu, dirinya juga mengajak kader IPNU dan IPPNU untuk kembali menata niat dalam mengabdi kepada NU.
 
“Madi kita coba mengubah himmah kita, ke-NU-an kita, bagaimana ke-NU-an ini bisa tumbuh lagi tanpa harus menilai dari trah mana, suku mana dan sebagainya,” ungkapnya.
 
Lora Toyyib juga membagikan sebuah kutipan yang mendorongnya untuk selalu mengabdi kepada NU.
 
“Kami bangga dengan IPNU dan IPPNU sekarang. Satu kutipan yang sangat indah yang selalu mendorong saya untuk mengabdi kepada NU. Di tangan pemuda lah bagaimana hidup matinya sebuah umat. NU tidak akan berjaya, tidak akan hidup jika para penerusnya melempem semua,” pungkasnya.
 
Kegiatan tersebut dihadiri KH Abdullah Anam yang merupakan Rais MWCNU Kota Gresik, Wakil Ketua MWCNU Kota Gresik Lora Toyyib, Sekretaris MWCNU Kota Gresik M Said, juga Ketua Pengurus Cabang (PC) IPNU Gresik.
 
 
Pewarta: Ahmad Hanan
Editor: Ibnu Nawawi
 
Selasa 1 Oktober 2019 21:0 WIB
Shalawatan Semarakkan 1 Abad Pesantren Abu Dzarrin Bojonegoro
Shalawatan Semarakkan 1 Abad Pesantren Abu Dzarrin Bojonegoro
Shalawatan peringati 1 abad Pesantren Abu Dzaarin Bojonegoro, Jatim (Foto: NU Online/M Yazid)
Bojonegoro, NU Online
Ribuan masyarakat dan pecinta shalawat memadati Pesantren Abu Dzarrin, Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (30/9) malam.
 
Gema shalawat bersama Habib Anis Bin Idrus bin Sahab dari Jakarta dan Ahbabul Musthofa Bojonegoro mengisi rangkaian puncak 1 abad pesantren tertua di Kota Minyak, sebutan lain Kabupaten Bojonegoro.
 
Meskipun gema shalawat nabi berlangsung di kompleks pondok yang dipenuhi ribuan masyarakat, namun seputaran jalan jurusan Bojonegoro - Nganjuk ramai lancar. Pasalnya selain masyarakat sekitar dan syekhermania, para alumni Pesantren Abu Dzarrin juga larut dalam lantunan shalawat nabi.
 
"Shalawat bersama Habib Anis ini merupakan puncak memperingati berdirinya satu abad Pesantren Abu Dzarrin sekaligus untuk mengajak shalawatan bareng," kata Salah satu Pengasuh Pesantren Abu Dzarrin KH Najmul Ulum.
 
Menurut Gus Ulum, shalawatan ini untuk meningkatkan spiritualitas keimanan bagian dari bukti cinta pada Nabi Muhammad SAW. Sehingga tidak hanya masyarakat sekitar, shalawat bareng ini dihadiri komunitas-komunitas shalawat dari berbagai wilayah di Bojonegoro, Nganjuk, Lamongan, Blora, Tuban, dan yang lainnya.
 
Dikatakan, dengan bershalawat pastinya dapat menebarkan pesan cinta, damai, dan membuat masyarakat bahagia. "Shalawat ini untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang shalih dan salihah, serta generasi yang kuat untuk selalu mensyiarkan agama di masyarakat," tuturnya.
 
Diketahui, tanggal 25 September 1919 Masehi, Pesantren Abu Dzarrin, tepatnya di Dusun Kendal, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, mulai dirintis dan didirikan oleh seorang ulama yang bernama KH Abu Dzarrin.
 
Bangunan yang ada mulanya hanya berupa sebuah masjid dan merupakan bangunan yang sudah tua yakni peninggalan seorang penghulu Bojonegoro yang bernama H Umar. Sementara santri yang ada baru satu atau dua dari desa setempat dan sekitarnya.
 
Namun hari Kamis tanggal 5 Juni 1958 Masehi. KH Abu dzarrin dipanggil untuk menghadap Allah SWT, (wafat) yang pada saat itu jumlah santri sekitar 300 santri yang menetap di pesantren. Sejak saat itu pengasuh dan pengelolaan  pesantren diteruskan oleh putra laki-laki beliau yang pertama yaitu KHM Dimyathi dan di bantu oleh putra keduanya yaitu KHA Muniran.
 
Sejak itu pula pesantren ini di beri nama Pesantren 'Abu Dzaarin' untuk menghormati dan mengingat jasa beliau sebagai perintis dan pendiri  pesantren.
 
Sekarang ini lembaga di bawah naungan Abu Dzarrin di antaranya pendidikan formal yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Roudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pesantren Abu Dzarrin, dan Sekolah Menengah Kejuruan Pondok Pesantren Abu Dzarrin (SMK PPAD).
 
Sedagkan Pendidikan non formal ada Madrasah Takhasusiyah Al-Dimyatiyah (MTHA), Madrasah AL-Adnaniyah (MAN), Jamiyyah Thariqah Qadiriyah Wan Naqsabandiyah, Tahfidzul Qur'an, Majelis Ratibul Haddad, Pengajian Kitab Kuning dengan sistem sorogan / wetonan untuk para santri baik putra maupun putri.
 
Kemudian, Majelis Ta'lim (pengajian bagi kaum tua) dengan sistem kuliah, Program Excelent SMP & SMK Abu Dzarrin, dan bermacam-macam pendidikan keterampilan antara lain: pertukangan, peternakan, perpustakaan, pramuka, bengkel (montir), komputerisasi, dan lain-lain.
 
Kontributor: M Yazid
Editor: Abdul Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG