Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Mantapkan Dasar Negara, Pesantren Ini Gelar Peringatan Kesaktian Pancasila

Mantapkan Dasar Negara, Pesantren Ini Gelar Peringatan Kesaktian Pancasila
Upacara peringatan hari kesaktian pancasila di Pesantren Al-Furqon, Droyorejo, Gresik, jatim. (Foto: NU Online/M Jauhari Utomo)
Upacara peringatan hari kesaktian pancasila di Pesantren Al-Furqon, Droyorejo, Gresik, jatim. (Foto: NU Online/M Jauhari Utomo)
Gresik, NU Online
1 Oktober diperingati secara khusus di Pondok Pesantren Al-Furqon, Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Sejumlah pimpinan dan santri pesantren setempat melaksanakan upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila. 
 
“Peringatan ini sangat penting dalam rangka menanamkan ideologi Pancasila sejak dini. Ke depannya diharapkan minimal para siswa sudah tidak ada lagi yang tidak hafal Pancasila,” kata H Abd Muid, Senin (1/10).
 
Dirinya yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, saat ini pesantren sudah mendapatkan jalan yang lebar untuk lebih mengembangkan diri. 
 
“Hal ini menyusul disahkannya UU Pesantren yang lalu. Oleh karenanya para santri dan pengurus pesantren lebih berperan aktif memanfaatkan kesempatan ini,” harapnya.
 
Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Gresik tersebut mengajak seluruh kalangan khususnya yang berada di lingkungan pesantren setempat untuk manfaatkan kesempatan yang ada.
 
“Anak-anak santri, kembangkan semua potensi kalian. Kita sudah ada penjaminnya,” ungkapnya. 
 
Terkait upacara yang digelar, dirinya juga berpesan agar jangan sampai ada yang terprovokasi oleh orang atau kelompok yang melemahkan Pancasila. 
 
“Mantapkan Pancasila dalam benak kalian masing-masing. Kita bergegas menuju Indonesia yang unggul, santri unggul, serta Indonesia makmur," tuturnya penuh semangat.
 
Para santri telah diajak nonton film G30S PKI pada malam sebelumnya. Kegiatan tersebut sengaja diadakan untuk mengenalkan kepada mereka tentang peristiwa kelam itu. 
 
“Karena tidak hanya masyarakat sipil dan aparat TNI yang menjadi korban. Banyak kiai, santri, anggota Ansor dan Banser yang turut berjuang dan harus gugur,” jelasnya.
Di tempat terpisah, sejumlah santri mengapresiasi pemutaran film tersebut.
 
"Saya senang bisa memelajari sejarah masa lalu pendahulu kami. Hal tersebut membuat saya timbul tekad kuat untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cinta NKRI, khususnya dari kalangan santri,” kata salah seorang santri kepada NU Online
 
 
Kontributor: M Jauhari Utomo
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile