IMG-LOGO
Nasional

Kemnaker dan Alumni UI Rancang Kerja Sama Peningkatan Kualitas SDM

Rabu 2 Oktober 2019 1:0 WIB
Bagikan:
Kemnaker dan Alumni UI Rancang Kerja Sama Peningkatan Kualitas SDM
Kemnaker dan Iluni UI rancang kerja sama peningkatkan kualitas SDM Indonesia. (Foto: Kemnaker)
Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri dan Ketua Umum dan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) bertemu guna membahas usulan kerja sama pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
 
Ketua Iluni 2019-2022, Andre Rahadian mengatakan pihaknya mengajukan program kerja sama yang nantinya akan dikolaborasikan dengan Kemnaker.
 
"Kami ingin pemerintah dan akademisi perguruan tinggi bisa bersama-sama memajukan SDM Indonesia," katanya sesuai dengan rilis yang diterima NU Online, Senin (30/9).
 
Andre mengatakan, pihak Iluni UI mengajukan usulan kerja sama untuk mengembangkan program pelatihan vokasi serta berwirausaha bagi para calon tenaga kerja agar siap memasuki pasar kerja.
 
"Kami mendukung upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Saat ini, UI telah memiliki Learning Centre 4.0 yang didominasi dari kalangan milenial. Ini bisa kita manfaatkan secara optimal,” kata Andre.
 
Menaker Hanif menyambut baik usulan kerja sama Iluni UI. Menurutnya, pengembangan SDM Indonesia tak hanya dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan pihak terkait lainnya, termasuk dari kalangan akademisi.
 
"Dalam menyiapkan SDM yang unggul tentu perguruan tinggi memiliki peran yang sentral guna menciptakan SDM yang memiliki pemikiran yang adaptif," kata Hanif.
 
Menurut Hanif, saat ini peran perguruan tinggi masih didominasi oleh pendidikan formal saja. Padahal, saat ini diperlukan pendidikan berbasis pelatihan guna menghasilkan SDM yang kompeten, serta pemberian edukasi dalam menyikapi era digitalisasi saat ini.
 
"Terkait tahap implementasi kerja samanya nanti, perlu untuk dibahas lebih lanjut di dalam forum Focus Group Discussion yang melibatkan para praktisi ahli guna menyiapkan kurikulum vokasi yang tepat," tutup Hanif.
 
Editor: Kendi Setiawan
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 2 Oktober 2019 23:0 WIB
Kemenag Segera Terbitkan Buku Ajar PAI Terkini
Kemenag Segera Terbitkan Buku Ajar PAI Terkini
Direktur PAI Ditjen Pendis Kemenag Rohmat Mulyana Sapdi (tengah) di sela konferensi pers Pentas PAI di kantor Kemenag, Rabu (2/10). (Foto: NU Online/AR Ahdori)
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (Dit PAI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) tengah mempersiapkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk semua tingkatan pendidikan.
 
Buku bahan ajar PAI tersebut nantinya akan dijadikan rujukan bagi seluruh guru mata pelajaran PAI di SD, SMP, dan SMA/SMK seluruh Indonesia ketika mengajar di kelas. 
 
Direktur PAI Ditjen Pendis Kemenag, Rohmat Mulyana Sapdi, memastikan ribuan buku yang tengah di-review tersebut akan diedarkan ke semua guru PAI 2020 tahun depan. Menurutnya, pada buku terbitan teranyarnya itu, banyak keunggulan yang dinilai mampu mempermudah pendidik memahami isi buku.
 
“Buku ini sebagai bahan ajar di SD, SMP, SMA/SMK. Nah, tadi saya katakan bahwa buku itu sedang kami review. Bentuknya sudah seperti buku. Kami sedang menyisirnya agar tidak ditemukan kesalahan. Misalnya, antara ilustrasi tidak nyambung dengan narasi,” katanya kepada NU Online ditemui di kantornya usai konferensi pers Pentas PAI, Rabu (2/10) sore.
 
Ia menjelaskan, buku yang terdiri dari materi-materi keislaman secara umum tersebut mengacu kepada Kurikulum Nasional tahun 2013. Hanya saja, dalam buku itu materi yang diamanatkan oleh Kurikulum 2013 ditulis dalam bentuk desain menarik.
 
Upaya itu dilakukan semata untuk mempermudah pembaca dalam memahami materi. “Termasuk di buku terbitan terbaru ini dilengkapi pantun-pantun islami,” ujar mantan Sekretaris Balitbang Diklat Kemenag ini. 
 
Terkait status buku apakah wajib dipegang oleh anak didik atau tidak, ia masih mempertimbangkannya. Sebab, jumlah siswa PAI di semua tingkatan di Indonesia lebih dari 37,7 juta.
 
Solusinya, lanjut Rohmat, dimungkinkan dilengkapi dengan e-book, sehingga buku tetap dapat dipelajari tanpa membeli buku secara fisik. Sudah tentu, lebih efektif dan efisien.
 
“Pesan saya terkait dengan ini, saya kira belajar agama ya belajar dari teks buku kami. Jangan akses sana sini dari sumber pengetahuan yang tidak jelas. Jadi, buku kami Insya Allah lebih selamat jika dipelajari,” pungkasnya. 
 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Musthofa Asrori
 
Rabu 2 Oktober 2019 21:0 WIB
Pentas PAI Kemenag Perkuat Pemahaman Islam Moderat
Pentas PAI Kemenag Perkuat Pemahaman Islam Moderat
Direktut PAI Ditjen Pendis Kemenag Rohmat Mulyana Sapdi (kedua dari kiri) saat Konferensi Pers di Kantor Kemenag Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/10). (Foto: NU Online/panitia)
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam siap menggelar Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pentas PAI Tingkat Nasional ke IX ini akan berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu-Selasa, 9-14 Oktober 2019 mendatang.
 
Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendis Kemenag, Rohmat Mulyana Sapdi, mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan kreativitas siswa PAI di berbagai sekolah di Indonesia. Peserta yang tampil, kata dia, merupakan peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti serangkaian perlombaan yang akan dihelat. 
 
“Kegiatan juga diharapkan meningkatkan kesadaran pemahaman agama siswa terutama pemahaman agama yang moderat,” tutur Rohmat Mulyana saat Konferensi Pers di Kantor Kemenag Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/10). 
 
Ia menjelaskan, agar semua rangkaian berjalan dengan maksimal seluruh perangkat yang diperlukan pada perhelatan dua tahunan itu telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
 
Ada 10 jenis perlombaan yang akan dihelat antara lain Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Pidato, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Cerdas Cermat, Kaligrafi, Nasyid, Debat PAI, Kreasi Busana, Penulisan Cerita Remaja Islami, dan Lomba Karya Ilmiah Remaja. 
 
Menurut Rohmat Mulyana, Pentas PAI 2019 harus berdampak terhadap pemahaman siswa kepada Islam Washatiyah sehingga upaya mewujudkan islam rahmatan lil alamin bagi kalangan siswa sekolah terealisasi dengan baik. 
 
Ia mendapatkan laporan dari beberapa lembaga yang menyebutkan bahwa radikalisme sudah masuk ke semua tingkatan sekolah termasuk sekolah milik pemerintah seperti SD, SMP, dan SMK/SMA. 
 
“Makanya melalui kegiatan ini juga kami dalam rangka menata kegiatan Rohis yang dinilai menjadi pintu gerbang masuknya ajaran intoleran di sekolah,” ucap mantan Sekretaris Balitbang Diklat Kemenag ini. 
 
Di sela rangkaian kegiatan, pihaknya juga akan menggelar Saresehan Moderasi Agama untuk memperkuat pemahaman islam yang ramah. Dengan begitu, ratusan siswa dibekali mana pemahaman Islam yang harus diterima mana ajaran Islam yang harus dikonfirmasi ulang kepada guru atau kiai. 
 
Seiring dengan itu, Kemenag juga memaparkan hasil survei yang dilakukan oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2017 silam. Survei terkait radikalisme agama tersebut menunjukkkan adanya pemahaman radikal di kalangan remaja, yakni 37.71 persen meyakini bahwa perang sangat relevan dilakukan untuk melawan non muslim. 
 
Kemudian, 23.35 persen setuju bahwa bom bunuh diri itu termasuk jihad Islam, dan  34.03 persen juga sepakat jika muslim yang murtad harus dibunuh. Terakhir, sebanyak 33,34 persen menyatakan perbuatan intoleran terhadap kelompok minoritas tidak masalah. 
 

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Musthofa Asrori
 
Rabu 2 Oktober 2019 17:0 WIB
Kuatkan Nilai Kebangsaan, Lirboyo Gelar Pameran Sejarah Pesantren
Kuatkan Nilai Kebangsaan, Lirboyo Gelar Pameran Sejarah Pesantren
H Agus Sunyoto dan H D Zawawi Imron di kegiaman KH Anwar Manshur, Pesantren Lirboyo, Kediri. (Foto: NU Online/Imam Kusnin Ahmad)
Kediri, NU Online 
Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur menggelar pameran kesejarahan dalam rangka penguatan nilai kebangsaan. Kegiatan ini hasil kerja sama dengan Direktorat Sejarah, Dirjen Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama.
 
Mengusung tema Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman, Sejarah dan Tradisi Kebangsaan di Pesantren, acara dipusatkan di Pondok Lirboyo sejak Rabu hingga Jumat (2-4/10).. Kegiatan ini didukung Paguyuban Tosan Aji serta Keris Panji Joyoboyo Kediri. 
 
“Kegiatan ini sebagai bukti bahwa kita tidak melupakan sejarah atas keberadaan para pendiri pondok pesantren,” kata Agus Imam Mubarok, Rabu (2/10). Acara juga diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para santri, lanjutnya.
 
Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lesbumi NU Jatim ini menjelaskan bahwa sangat penting bagi semua kalangan khususnya para santri untuk memahami peninggalan ataupun warisan para ulama.
 
“Karena tidak semua orang tahu,” tegasnya.
 
Dalam pandangannya, acara yang mendapat dukungan Kemendikbud ini merupakan bentuk apresiasi luar biasa terhadap sosok tiga tokoh pendiri Pondok Lirboyo. 
 
“Namun demikian tidak mengecilkan perjuangan ulama besar lainnya seperti KH Djazuli Usman selaku pendiri Pondok Ploso maupun KH Mochammad Ma’ruf yang juga pendiri Pondok Kedonglo,” terang Gus Barok, sapaan akrabnya.
 
Meskipun berada di lokasi pesantren, acara ini terbuka untuk umum dan tidak ada pungutan biaya apapun. 
 
“Acara pertama berupa halaqah kebangsaan dengan menghadirkan H Agus Sunyoto yang merupakan Ketua Lesbumi PBNU dan H D Zamawi Imron sebagai sosok budayawan dan sastrawan dari Sumenep,” jelasnya.
 
Acara kedua, lomba esai kebangsaan dengan menggunakan bahasa Arab yang akan diikuti seluruh perwakilan pondok pesantren. 
 
“Kemudian acara ketiga, pameran kesejarahan dengan memamerkan seluruh potensi, termasuk sosok muassis yang berjuang sekuat tenaga saat mendirikan pesantren,” tuturnya.
 
Dirinya menjelaskan, pentingnya ditampilkan bukti sejarah bagaimana Pesantren Lirboyo berdiri tahun 1910 atas perjuangan tiga tokoh yakni KH Abdul Karim, KH Marzuki dan KH Ali Makhrus.
 
“Para kiai itu adalah tokoh yang sangat luar biasa dalam pergerakannya, di samping kiai lain yang begitu solid sehingga memiliki ribuan santri dari penjuru Indonesia,” terangnya. 
 
Selain itu, selama kegiatan juga juga akan digelar pameran. “Dari mulai pameran kitab, pusaka pesantren, foto, serta pemutaran film terkait kegiatan pesantren,” pungkasnya.
 
 
Pewarta: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG