Rakornas LKKNU Samakan Visi dan Misi Pusat, Wilayah, dan Cabang

Rakornas LKKNU Samakan Visi dan Misi Pusat, Wilayah, dan Cabang
Rakornas kedua LKKNU di Jakarta (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
Rakornas kedua LKKNU di Jakarta (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
Jakarta, NU Online 
Setelah melaksanakan Rapat Korrdinasi Nasional (Rakornas) pertama pada Oktober 2017, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) kembali menggelar kegiatan serupa di Hotel Acacia, Jakarta, Jumat-Ahad (4-6). Kegiatan bertema Pemberdayaan Desa Berbasis Keluarga tersebut diikuti seluruh penguru LKKNU di tingkat pusat, wilayah dan cabang se-Jabodetabek. 

Ketua LKK PBNU Hj Ida Fauziyah mengatakan Rakornas kedua ini adalah upaya menyamakan visi antara LKK PBNU dengan LKK wilayah, dan cabang. 

“Misi kita itu kan membangun Indonesia sejahtera berkeadilan dan berkeadaban melalui keluarga maslahah. Misinya kemaslahatan keluarga Indonesia yang berpijak pada nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah an-nahdliyah,” jelasnya di sela Rakornas. 

Menurut Ida, isu strategis yang dilakukan LKKNU di rakornas adalah mengembangkan kapasitas organisasi, penguatan kapasitas fungsi keluarga maslahah, kemudian advokasi kegiatan pendidikan keluarga, lingkungan, perlindungan ibu dan anak agar terwujudnya keluarga maslahah, kemudian mendorong terciptanya ruang publik yang memicu terwujudnya keluarga masalahat, kemudian membangun dan menguatkan jaringan. 

“Nah, tema yang diambil dalam rakornas ini adalah konsep pemberdayaan desa berbasis masyarakat. Sebenarnya yang kita lakukan adalah membangun Indonesia sejahtera berkeadilan dan berkeadaban itu melalui keluarga. Keluarga Indonesia itu, keluarga masyarakat NU kebanyakan di desa,” jelasnya. 

LKKNU, lanjutnya, melihat bahwa arah pembangunan pemerintahan Jokowi ini setelah UU Desa berjalan, orientasinya adalah penguatan desa sebagai garda terdepan pembangunan. 

“Nah, begitu kuatnya komitmen pemerintah untuk membangun desa itu, maka kita berkepentingan agar pembangunan desa itu berbasis keluarga. Jadi, berbasis keluarga itu, ketika kita berbicara tentang kesejahteraan ekonomi maka itu berbasis keluarga,”ujarnya. 

Lebih lanjut Ida mengatakan, pada rakornas tersebut dibahas konsep keluarga maslaha ala NU yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an dan hadits yang aplikatif. 

“Kita berharap, konsep keluarga maslahah yang kita godok di rakornas ini dibahas di Muktamar NU ke-34 yang akan berlangsung tahun depan. Meski yang mengajukan LKKNU, tapi kami berharap ini menjadi konsepnya keluarga NU, pedoman bagi warga NU dalam mengelola rumah tangga,” harapnya. 

Kegiatan yang dibuka Ketua PBNU H Robikin Emhas tersebut diakhiri dengan Festival Keluarga Maslahat di tempat yang sama.  

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad 
 
BNI Mobile