Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Generasi Unggul Harus Tumbuh Subur di Indonesia

Generasi Unggul Harus Tumbuh Subur di Indonesia
Ketua LKKNU Ida Fauziyah saat membuka kegiatan Festival Gerakan Keluarga Maslahah di Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (6/10) pagi. (Foto: NU Online/AR Ahdori)
Ketua LKKNU Ida Fauziyah saat membuka kegiatan Festival Gerakan Keluarga Maslahah di Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (6/10) pagi. (Foto: NU Online/AR Ahdori)
Jakarta, NU Online
Generasi unggul yang menjadi harapan segenap bangsa harus tumbuh subur di negara Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dimulai dari lingkaran terkecil, yakni keluarga.
 
Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKKNU), Ida Fauziyah, mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Festival Gerakan Keluarga Maslahah di Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (6/10) pagi.
 
"Keluarga harus dianggap penting sebagai perangkat yang dapat melahirkan generasi tangguh serta generasi yang mampu menjawab tantangan zaman," tandas Ida. 
 
Menurut dia, harapan tersebut muncul jika iklim dalam keluarga kondusif dan maslahah. Keluarga maslahah, lanjutnya, berpeluang melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh.
 
“Bisa kan membangun Indonesia yang maju di saat menghadapi beberapa masalah? Semua itu bisa kalau semua sudah menganggap keluarga sebagai bagian terpenting untuk melahirkan keluarga tangguh dan menjawab tantangan zaman,” katanya.
 
Ia mengungkapkan, untuk menciptakan keluarga yang maslahah harus diawali dari suami atau istri yang shaleh atau shalehah. Juga harus memperhatikan nafkah yang digunakan keluarga apakah halal atau tidak. Dengan begitu, upaya menyambut golden moment oleh keluarga di Indonesia bisa terpenuhi.
 
“Berangkat dari itu bagaimana menyambut golden moment kalau tidak menganggap keluarga itu penting,” ucapnya menegaskan.
 
Aktivis perempuan asal Jawa Timur ini menyebutkan dua mandat yang diberikan PBNU kepada LKKNU. Pertama, menjaga Islam Ahlusunnah Wal Jamaah di lingkungan keluarga. Kedua, menanamkan penguatan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Dua komitmen yang diikhtiarkan LKKNU itu, lanjutnya, sudah dimulai dari keluarga pengurus Nahdlatul Ulama di semua level. Jika komitmen tersebut terus digerakkan, Ida optimis akan lahir generasi yang unggul dan mencintai agama dan negaranya.
 
“Visi kami adalah mengabarkan Indonesia menuju Indonesia yang berkeadilan dan berkeadaban. Jadi, tugas ini akan ringan apabila dibantu seluruh penggerak LKKNU,  menjadi ambassador (duta) bagi terciptanya keluarga yang maslahah,” tuturnya.
 
Seperti diketahui, Festival Gerakan Keluarga Maslahah merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dihadiri 25 Pengurus Wilayah se-Indonesia, sejak Jum'at (4/10) lalu. LKKNU adalah salah satu lembaga di NU yang ditugaskan PBNU mengawal mengenai kemaslahatan keluarga.
 
 
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Musthofa Asrori
 
BNI Mobile