Langkah NU Lombok Tengah Tingkatkan Minat Tulis Warganya

Langkah NU Lombok Tengah Tingkatkan Minat Tulis Warganya
Kegiatan Mardinu Lombok Tengah digelar bersama pengurus MWCNU dan PRNU. (Foto: NU Online/Hadi)
Kegiatan Mardinu Lombok Tengah digelar bersama pengurus MWCNU dan PRNU. (Foto: NU Online/Hadi)
Lombok Tengah, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat berupaya meningkatkan minat menulis di kalangan generasi NU.
 
Hal ini diungkapan Ketua LTNNU Lombok Tengah, Ahmad Jumaili. Ia sudah merencanakan adanya program Madrasah Literasi Digital Nahdlatul Ulama (Mardinu) yang nanti dilaksanakan di semua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Lombok Tengah. 
 
Kegiatan Mardinu itu salah satunya akan dikonsep roadshow ngaji jurnalistik yang juga melibatkan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) yang ada di kabupaten setempat. Hal ini diakuinya sudah berjalan. Pada Sabtu kemarin (5/10) dilaksanakan di PRNU Pandan Indah, kemudian hari ini, Ahad (6/10) dilakukan di PRNU Kuta. 
 
"Untuk literasi membaca dan menulisnya kita buat Ngaji Jurnalistik, sementara untuk desain, video dan website nanti ada sesi berikutnya," ungkap alumni santri Situbondo Jawa timur ini, Ahad (6/10). 
 
Ia memandang perlunya digalakkan dunia jurnalistik. Pasalnya selama ini kegiatan warga NU di kampung-kampung sangat banyak namun sepi publikasi, sementara mengharapkan media mainstream meliput setiap kegiatan NU dinilai sangat tidak mungkin, sehingga alternatif yang bisa dipilih adalah mendorong warga NU sendiri untuk melek media.
 
"Kami hadir untuk mengajak sahabat-sahabat NU mau mengikat makna setiap kegiatan apapun yang dilakukan di MWCNU dan Ranting NU masing-masing," ujarnya.
 
Diakui dia, pemuda di wilayah setempat belum banyak yang bisa menulis dengan baik dan benar. Untuk itu perlu ada kebrakan dari LTNNU khususnya. "Kalau kita lihat generasi muda kita hari ini, khususnya anak muda NU, tidak banyak yang menyukai dunia tulis menulis, ini tentu sangat memprihatinkan," ucapnya.
 
Padahal, lanjutnya tradisi menulis merupakan salah satu cara mengikat ilmu yang diwariskan para ulama terdahulu, dan semestinya bisa dilanjutkan oleh generasi muda sekarang. Tradisi itu satu sisi sebagai media dakwah generasi NU saat ini.
 
Untuk itu, melalui kegiatan Maridinu, diharapkan akan bisa melahirkan kader muda NU yang melek media, juga menyadari pentingnya kemampuan menulis, minimal menulis berbagai kegiatan NU di tempat masing-masing.
 
"Kalau bicara kegiatan dan program yang dilaksanakan warga NU, banyak sekali, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat hingga acara pengajian, tapi kalau tidak ada yang menulis dan mempublikasikan, tidak akan banyak diketahui masyarakat," kata mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram ini.
 
Di samping itu kehadiran Maridinu juga diharapkan bisa memberikan pencerahan warga NU untuk bisa melawan berbagai berita hoaks di media sosial, khususnya yang banyak menyerang para tuan guru dan kiai NU.
 
Kontributor: Hadi
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile