Kemandirian Ekonomi Pesantren Al-Imdad Farm Diapresiasi Pemerintah

Kemandirian Ekonomi Pesantren Al-Imdad Farm Diapresiasi Pemerintah
Kunjungan Kepala Subdit Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI, Basnang Said di Pesantren Al-Imdad Bantul, Yogyakarta. (Foto: NU Online/Muhammad Yusuf Anas)
Kunjungan Kepala Subdit Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI, Basnang Said di Pesantren Al-Imdad Bantul, Yogyakarta. (Foto: NU Online/Muhammad Yusuf Anas)
Bantul, NU Online
Kepala Subdit Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI, Basnang Said, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul, Yogyakarta atas upayanya mewujudkan keberadaannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan atau lembaga dakwah, tetapi juga lembaga pemberdayaan masyarakat.
 
Hal ini disampaikan di sela-sela kunjungannya di Al-Imdad Farm, sebuah kawasan edu wisata pertanian terpadu yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al-Imdad dalam rangkaian kegiatan Roan Akbar yang digagas oleh Direktorat Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Ahad (6/10).
 
Basnang Said menjelaskan bahwa usaha Al-Imdad dalam mengelola edu wisata ini tak lepas dari kesesuaiannya dengan salah satu diktum dalam Arwah al-Ma’had atau ruhnya pesantren, yaitu kemandirian. Ia juga menambahkan bahwa di dalam UU Pesantren yang belum lama ini disahkan oleh pemerintah, juga disebutkan bahwa salah satu syaratnya mendirikan pesantren itu adalah kemandirian.
 
“Saya rasa edu wisata yang ditunjukkan oleh Al-Imdad ini sudah merupakan pelaksanaan dari kemandirian ekonomi pesantren dan ini adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat sebagaimana yang tercantum dalam UU Pesantren yang disahkan sekarang,” ujar Basnang. 
 
Dalam kunjungannya, Basnang menyempatkan diri mengelilingi Al-Imdad Farm yang mengelola beberapa program budidaya, di antaranya kambing, ayam kampung, ikan lele, maggot, bawang merah, terong, lombok, dan pupuk organik cair. Bahkan dirinya juga ikut menyaksikan proses pembuatan tempe serta melihat salah satu produk unggulan Al-Imdad Farm, yaitu bibit padi unggul ZR 01 umur genjah 75 hari.
 
“Kita berharap, dengan upaya pemberdayaan masyarakat santri yang dilakukan oleh Al-Imdad melalui edu-wisata pertanian terpadu ini, akan terwujud kemandirian dan dengan kemandirian tersebut pesantren bisa menjalankan fungsinya dengan baik,” imbuhnya.
 
Basnang juga menambahkan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, akan terus memberikan pendampingan agar potensi kemandirian ekonomi pesantren bisa berjalan dengan baik. Salah satu upaya itu adalah dengan dijalinnya kerjasama belum lama ini antara Kementerian Agama dengan Kementerian Perekonomian agar produk-produk pesantren tidak hanya dipasarkan secara internal tapi juga bisa disosialisasikan ke kalangan luar pesantren.
 
Di akhir kunjungannya ke Al-Imdad Farm, Basnang Said menyempatkan diri melakukan proses panen tanaman bawang merah bersama beberapa stake-holder Pondok Pesantren Al-Imdad ditemani para santri. 
 
Kontributor: Muhammad Yusuf Anas
Editor: Syamsul Arifin 
BNI Mobile