IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

LAZISNU Kudus Salurkan 100 Tangki Air untuk Warga

Rabu 9 Oktober 2019 11:0 WIB
Bagikan:
LAZISNU Kudus Salurkan 100 Tangki Air untuk Warga
Bantuan 100 tangki air dari LAZISNU Kudus untuk warga (Foto: NU Online/M Farid)
Kudus, NU Online
Kemarau panjang turut berdampak pada sebagian desa di empat kecamatan  Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kendati begitu Pengurus Cabang Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Kudus sigap menangani hal tersebut dengan program 100 tangki air bersih untuk warga.
 
Bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan swasta, program 100 tangki air ini menyasar kepada 15 desa di 4 kecamatan, yakni Undaan, Kaliwungu, Mejobo, dan Jekulo.
 
"Kami siapkan 100 tangki yang masing-masing tangkinya 8.000 liter," ujar Wakil Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Kudus Sugiono kepada NU Online, Selasa (08/10/19).
 
Pria yang akrab disapa Ndan Igus itu menuturkan, penyaluran air bersih itu sudah berlangsung sejak kemarin. Air bersih yang disalurkan, kata dia, biasanya dimanfaatkan oleh warga untuk memasak, mandi, dan mencuci.
 
"Rata-rata warga menggunakannya seperti itu, itupun mereka nasih harus berhemat menggunakannya sebab droping air terkadang bisa sampai 3 hari sekali," terangnya.
 
Ndan Igus menambahkan, kekeringan ini sebenarnya sudah terjadi hampir tiga bulan. Untuk itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pemerintah supaya pendistribusian bisa merata ke semua daerah terdampak kekeringan.
 
"Makanya ada Babinsa juga yang mengawal untuk mengantisipasi warga supaya tidak berebut," jelasnya.
 
Selain itu, ia juga bersyukur pihak swasta mau membantu suksesnya program ini. Seperti di Kecamatan Kaliwungu, ada PT Djarum dan PT Nojorono yang membantu. Kemudian di Kecamatan Jekulo juga sudah dibantu oleh PT Pura.
 
"Semoga kekeringan ini tidak meluas dan bisa segera berakhir," harapnya.
 
Kepala Dusun Terang Mas Kecamatan Undaan, Machsun, mengungkapkan program ini sangat membantu. Apalagi kemarau kali ini cukup panjang hingga membuat tiga bulan desanya kering kerontang.
 
"Beberapa warga sampai memilih tidak mandi sebab khawatir tidak bisa masak," ujar Machsun.
 
Senada dengan Machsun, Purnomo yang merupakan warga Desa Lambangan, Undaan juga merasakan hal yang sama. Ia pun bersyukur ada pihak-pihak yang membantu menyediakan air bersih untuk mereka.
 
"Alhamdulillah, karena kami memang hanya bisa mengandalkan bantuan air seperti ini," sebutnya. 
 
Untuk mengatasi bencana kekeringan, sebagian besar sekolah dan juga masyarakat juga melaksanakan salat istisqa untuk memohon datangnya hujan. Ada yang melaksanakannya di lapangan desa, halaman sekolah bahkan di lahan persawahan. 
 
Kontributor: M Farid
Editor: Abdul Muiz
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 9 Oktober 2019 20:30 WIB
LAZISNU Bali Bantu Renovasi Ma'had Nurul Islam di Kalimantan Barat
LAZISNU Bali Bantu Renovasi Ma'had Nurul Islam di Kalimantan Barat
Rangkaian pemberian bantuan PW NU Care-LAzISNU Bali di Ma'had Nurul Islam, Parit Gotong Royong, Saga, Sungai Enau, Kuala mandor B, Kubu Raya, Kalbar. (Foto: NU Online/Muhammad Rokib)
Kubu Raya, NU Online
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bekerja sama dengan Pengurus Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberikan bantuan pembangunan renovasi Ma'had Nurul Islam. Lokasinya di Parit Gotong Royong, Dusun Saga, Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B. Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (9/10).
 
Peresmian tersebut dihadiri ratusan orang dari berbagai lembaga se-Desa Sungai maupun instansi pemerintah dan lainnya.
 
Pada kesempatan itu, mudir ma'had atau pembina Ma'had Nurul Islam, Ustadz Muhammad Taufiq Maulana menyampaikan, pendidikan merupakan salah satu untuk membangun bangsa, terutama bangsa Indonesia.
 
"Saya sudah istikharah dan silaturahim ke kiai di Pondok Sukorejo bahwa Desa Sungai Enau akan manjadi madinatul'ilmih, dan hal ni sudah manjadi nyata dengan kahadiran Gapki yang memberikan bantuan renovasi yang diberikan kepada Ma'had Nurul Islam," katanya.
 
Gus Tama, sapaan akrabnya mengharapkan agar bantuan dari Gapki terus berkelanjutan. Dirinya juga menyebutkan bahwa masih banyak gedung yang perlu direnovasi dan bahkan untuk gedung TK saja di Ma'had Nurul Islam masih belum ada.
 
"Semoga bantuan ini terus berkesinambungan, untuk bisa mencetak generasi yang shalih dan shalihah, sehingga berguna dan berbakti kepada kedua orang tua, agama bangsa dan negara," ungkapnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua PW NU Care-LAZISNU Bali, H Ekky Resal, mengatakan bahwa Gapki saat ini telah mempraktikkan undang-undang tentang santri melalui bantuan renovasi kepada Ma'had Nurul Islam juga bisa mengembangkan kurikulum pesantren.
 
Ia menjelaskan bahwa pihaknya selaku bidang pananggulangan bencana dan LAZISNU Bali telah melakukan survei terlebih dahulu sebelum diberikannya bantuan renovasi kepada Ma'had Nurul Islam.
 
Dari hasil survei tersebut, ia mengatakan bahwa Nurul Islam layak dan terpilih menerima bantuan dari Gapki. Hal itu menurutnya bukan karena dekat dengan lembaga ataupun lain sebagainya. 
 
“Akan tetapi bantuan tersebut diberikan kepada Ma'had Nurul Islam karena sesuai dengan kondisi yang ada dan dibutuhkan,” katanya.
 
Rezal juga menyebutkan, bahwa Gapki telah memberikan bantuan di berbagai tempat dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
 
"Jadi ada hubungan dana CSR seperti gempa di Palu dan Gapki telah membangun atau mempunyai masjid bernama Sirajul," ungkapnya.
 
Sedangkan Ketua Gapki, Joko Supriyono menuturkan bahwa bantuan renovasi yang diberikan kepada Ma'had Nurul Islam merupakan salah satu kegiatan sosial.
 
"Hal ini merupakan kegiatan sosial ayang dilakukan oleh Gapki. Jadi, memang punya kerja sama dengan NU melalui kegiatan sosial," ucapnya.
 
Ia juga mencontohkan, seperti bantuan gempa di Palu, Lombok dan di Kalimantan Barat saat ini tepatnya di Ma'had Nurul Islam.
 
Joko juga memperjelas bahwa bantuan yang diberikan kepada Ma'had Nurul Islam juga merupakan kebijakan yang diberikan oleh Gubernur Kalbar.
 
"Sebagaimana kata gubernur, Kalbar ini harus mencapai desa mandiri. Jadi harus kerja sama dengan Gapki Kalbar, Pemda dan Pemprov untuk melaksanakan kegiatan sosial lainnya," bebernya.
 
Joko menerangkan bahwa bantuan CSR tersebut akan berkelanjutan, dan dirinya pun menyarankan agar Gapki Kalbar bisa memperkuat ataupun lebih mengoptimalkan.
 
"Kegiatan bantuan CSR ini berkelanjutan, jadi harapan besarnya arus diperkuat oleh Gapki Kalbar," harapnya.
 
Staf ahli bidang hukum dan politik Gubernur Kalimantan Barat, Hermanus sangat mengapresiasi ikhtiar Gapki yang telah  memberikan dukungan berupa bantuan kepada Ma'had Nurul Islam. Menurutnya, hal tersebut mungkin program yang  pertama kali dilakukan oleh Gapki di Kalbar.
 
"Harapannya jika ada langkah pertama, harapan besarnya akan ada program lanjutan atau bantuan selanjutnya," harapnya.
 
Hermanus juga menerangkan bahwa dengan adanya program bantuan dari Gapki kepada Ma'had Nurul Islam merupakan salah satu untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di kawasan tersebut.
 
"Kami Pemprov sangat menyambut baik dengan program yang telah dilaksanakan oleh Gapki sejalan dengan program Presiden RI yang akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagaimana pada HUT RI mempunyai hastag yaitu SDM unggul Indonesia maju," tandasnya.
 
 
Kontributor : Muhammad Rokib
Editor: Ibnu Nawawi
 
Rabu 9 Oktober 2019 19:0 WIB
HARI SANTRI 2019
Meriahkan Hari Santri, Sekolah di Sidoarjo Gelar Simulasi Bencana
Meriahkan Hari Santri, Sekolah di Sidoarjo Gelar Simulasi Bencana
SMP Nidhomuddin, Krembangan, Taman, Sidoarjo, menggelar program mitigasi bencana. (Foto: NU Online/Humas)
Sidoarjo, NU Online
Isu kebencanaan masih menjadi topik yang penting untuk terus digaungkan. Hal tersebut mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan akan berbagai bencana, khususnya bencana alam. Maka diperlukan sosialisasi pengetahuan atas kebencanaan itu sendiri sedini mungkin dan secara menyeluruh.
 
Menindaklanjuti kondisi tersebut, SMP Nidhomuddin, Krembangan, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur menggelar program mitigasi bencana, Rabu (9/10). 
 
Kegiatan tersebut atas kerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Dengan mengadakan pelatihan siaga bencana, Kepala SMP Nidhomuddin, Dihaudin mengemukakan bahwa kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2019.
 
“Dalam memperingati hari santri, kami mengadakan pelatihan siaga bencana,” katanya. 
 
Selama kegiatan, sejumlah siswa dan guru, serta warga sekitar mendapatkan pelatihan dan pendidikan berkaitan dengan kerawanan terhadap potensi bencana. Juga upaya penanganan dini terhadap korban bencana.
 
Lebih lanjut, Sekretaris PC LPBINU Sidoarjo, Ahmad Zainuddin menjelaskan bahwa dalam waktu berbeda nantinya akan melibatkan para relawan dan tenaga sukarelawan dari Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corp Barisan Pelajar (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sidoarjo. 
 
“Kami yang punya para relawan akan melakukan pelatihan ke sekolah-sekolah dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan simulasi berkaitan dengan penanggulangan bencana,”  jelasnya.
 
Selama kegiatan pelatihan di SMP Nidhomuddin tersebut melibatkan sejumlah peserta didik dan seluruh guru serta warga sekolah lainnya. 
 
Selain materi yang disampaikan oleh trainer dari PC LPBINU Sidoarjo, juga ada simulasi yang dibantu dari ambulan dari Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sidoarjo. 
 
Demikianlah sekolah ini menyelenggarakan kegiatan dalam memperingati hari santri dibuat dengan kemasan berbeda, sehingga ada nuansa lain. Yakni dengan menggelar pelatihan penanggulangan bencana.
 
Kegiatan dimulai pukul 09.00 sampai jam 12.00 berjalan semarak karena banyak simulasi yang digelar. Hal tersebut membuat adrenalin siswa terpacu seperti turun dari lantai 2 ke lantai 1 dengan seutas tali dan lain sebagainya.
 
 
Pewarta: Syakir NF
Editor: Ibnu Nawawi
 
Rabu 9 Oktober 2019 18:0 WIB
NU Se-Timur Daya Deklarasikan 8 Sikap Menolak Tambak Udang
NU Se-Timur Daya Deklarasikan 8 Sikap Menolak Tambak Udang
Suasana pembacaan 8 sikap menolak tambak udang yang digelar oleh para Nahdliyin Se-Timur Daya MWCNU Sumenep, Madura (Foto: NU Online/ Hairul Anam)

Sumenep, NU Online

Para Nahdliyin Se-Timur Daya yang terdiri dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gapura, Dungkek, Batang-Batang, dan Batu Putih mendeklarasikan pernyataan sikap terhadap pemborongan tanah besar-besar oleh investor di Desa Badur, Batu Butih, Sumenep, Selasa (8/10).

 

Pernyataan sikap yang dipandu oleh KH Kamalil Ersyad tersebut memuat delapan poin. Pertama, pemilik tambak udang PT. Hidup Sentosa Tambak Madura selama ini telah menggangu lahan warga yang menolak untuk dijual yang masuk rencana kawasan tambak. Kedua, keberadaan tambak udang tersebut telah memicu beberapa masalah sosial di Desa Badur, Batu Putih.

 

“Ketiga, pembangunan tambak udang itu tidak memilki dasar aturan konstitusi yang jelas. Hal ini terbukti bahwa pembangunan tambak tersebut ternyata tidak sesuai RTRW yang ada,” teriaknya.

 

Keempat, dalam Perda RTRW tersebut bahwa Desa Badur, Batuputih, masuk dalam kawasan perkebunan, bukan untuk tambak udang.

 

Kelima, tambak udang di Desa Badur, Batuputih akan menutup akses jalan warga menuju laut.

 

“Jadi, bagi warga yang ingin ke laut pada akhirnya harus menempuh jalan memutar karena jalan terdekat yang sejak dulu biasa mereka lewati telah digusur menjadi area tambak udang seperti yang terjadi di Lombang, Lapa Daya, dan Andulang,” tambahnya.

 

Keenam, limbah tambak udang akan menyebabkan pencemaran laut sebagaimana tambak udang di Desa Lombang, Lapa Daya, dan Andulang. Limbah yang dibuang ke laut menyebabkan air laut menjadi gatal, bau, dan membunuh ikan-ikan yang hidup di area laut tersebut.

 

Ketujuh, berdasarkan enam poin di atas, maka MWC NU Se-Timur Daya menolak pembangunan tambak udang tersebut karena dinilai banyak mudlaratnya daripada maslahatnya.

 

“Kedelapan, meminta kepada pemerintah daerah untuk mengkaji ulang pernyataan sikap yang telah kami sampaikan setahun lalu berkaitan dengan Perda RTRW, perizinan, investasi dan alih fungsi lahan serta bertindak tegas dan cerdas demi kemaslahatan rakyat Sumenep turun-menurun,” urainya.

 

Sebelum pernyataan sikap dibacakan, Wakil Ketua PCNU Sumenep, A Dardiri Zubairi mengungkapkan kegelisahan dirinya dan warga nahdliyin terhadap masa depan Sumenep jika tambang tersebut tidak dibatalkan.

 

Menurutnya, orang-orang Madura nantinya takut tersisihkan dari tanah kelahirannya sendiri. Hal serupa, katanya, telah terjadi kepada orang-orang asli betawi di Jakarta, mereka tersisih dari tanah kelahirannya.

 

“Selama ini para kaum kapitalis mulai menguasai lahan melalui wilayah pesisir. Ibarat makan bubur, mulai dimakan dari pinggir, kalau masih lapar, akan dihabiskan ke tengahnya," imbunya.

 

Kiai asal Gapura tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan, yang mereka tolak adalah pembangunan yang merugikan rakyat, dan berdampak buruk terhadap lingkungan hidup.

 

Lebih jauh, ia mengajak segenap masyarakat untuk tidak menjual tanahnya kepada para invesor, mengingat dampak buruk yang akan terjadi di kemudian hari.

 

Setelah pernyataan sikap selesai dibacakan, dilangsungkan dengan istighosah yang dipimpin oleh KH Taifur Ali Wafa.

 

Pewarta: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG