IMG-LOGO
Daerah

Gus Yusuf: Radikalis Sering Bertanya dengan Jebakan Batman'

Kamis 10 Oktober 2019 4:0 WIB
Bagikan:
Gus Yusuf: Radikalis Sering Bertanya dengan Jebakan Batman'
KH M. Yusuf Chudlori (Foto: nujateng.com)
Semarang, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, KH M. Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf menjadi pembicara utama dalam acara Mujahadah dan Tabligh Akbar Menyongsong Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Masjid Al Husna, Jl Satrio Wibowo I Tlogosari Kulon Semarang, Senin (7/10). Dalam taushiahnya, dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati di dalam memilih pesantren.

"Kalau mau memondokkan putra-putrinya harus pilih pesantren yang jelas. Jelas pesantrennya, jelas masyayikh-nya (guru, ustadz dan kiainya). Selain itu, juga jelas ajaran aqidahnya yakni Ahlussunnah wal Jamaah," jelas Gus Yusuf.

Kiai muda ini melanjutkan, memilih tempat belajar bagi anak merupakan hal yang sangat penting. Hal itu, lantaran pada saat ini banyak bertebaran paham-paham radikalisme yang menyusup. Oleh karena itu, pesantren yang akan dipilih untuk tempat belajar agama harus jelas dan tidak mengajarkan paham yang melenceng. 

Paham radikalisme, menurut dia sangat berbahaya. Berbagai cara mereka tempuh untuk bisa memengaruhi dan mengubah akidah yang sudah ditanam sejak kecil. Biasanya, mereka (para radikalis) akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak atau biasa kita dengar dengan istilah jebakan batman.

"Jangan sampai kita kena jebakan batman.Tiga pertanyaan yang biasanya dilemparkan, baik mana antara Al-Qur’an dan Pancasila? Baik mana antara Jokowi dan Nabi Muhammad? Kemudian, baik mana antara negara Islam atau negara kafir?" kata dia menyontohkan. 

Ketiga pertanyaan ini menurut Gus Yusuf, tidak perlu dijawab. Karena ini merupakan pertanyaan yang menjebak. Dijelaskan lebih lanjut olehnya, bahwa pancasila dan Al-Qur’an tidak bisa dipertentangkan. Karena, sila yang ada dalam pancasila mengadopsi dari Al-Qur’an. Tidak ada satu sila pun yang bertentangan dengan Al-Qur’an.

"Indonesia bukan negara agama tapi negara beragama. Indonesia bukan negara Islam dan bukan negara kafir, tapi negara Pancasila," jelas dia.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Jawa Tengah, Ahsan Fauzi mengungkapkan, PRIMA DMI Jateng merupakan wadah berhimpunnya remaja masjid di Jateng. Pihaknya, ingin mempersatukan pemuda remaja masjid melakukan kegiatan positif baik di masjid, sekolah, universitas dan lain-lainya. Tujuannya adalah untuk membentengi pemuda dari paham radikalisme dan pengaruh narkoba atau minuman keras.

Ke depan, sambung dia, kegiatan ini tidak hanya pengajian. Rencananya, mereka juga akan menggelar kegiatan yang sifatnya menghibur seperti musik, band, nasyid dan lain sebagainya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan tidak hanya berupa pengajian saja. Namun, kita gelar dengan kegiatan-kegiatan olahraga, seni dan budaya yang sifatnya menghibur dan positif, seperti kegiatan out bond, latihan kepemimpinan, penanaman nilai-nilai kebangsaan dan lainya. Di sela kegiatan tersebut nanti disisipi tausiah," katanya. 

Sebelum tausiah tabligh alkbar oleh Gus Yusuf, jamaah diajak mujahadah dan membaca Asmaul Husna yang dipimpin langsung oleh pengasuh Majelis Khidmah Al Asmaul Husna, KH Amjad Al Hafidz. 

Editor: Abdullah Alawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 10 Oktober 2019 23:45 WIB
HARI SANTRI
Bupati Pringsewu Buka Santri Expo 2019 dalam Rangka Hari Santri
Bupati Pringsewu Buka Santri Expo 2019 dalam Rangka Hari Santri
Bupati Pringsewu, KH Sujadi, meresmikan Santri Expo 2019 di halaman Pendopo, Kamis (10/10). (Foto: NU Online/Faizin)
Pringsewu, NU Online
Dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2019, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu menggelar Santri Expo 2019 di halaman Pendopo. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama sepekan, 10-17 Oktober 2019, ini dibuka resmi oleh Bupati Pringsewu, KH Sujadi.
 
Bupati yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu berharap kegiatan ini para santri akan termotivasi menjadi jiwa-jiwa yang kreatif dan mandiri. Kemandirian hidup saat ini penting dimiliki para santri untuk menghadapi perkembangan zaman dan persaingan kehidupan yang semakin ketat.
 
"Para santri tetap sarungan namun harus memiliki pemikiran luas. Apalagi saat ini sudah ada Undang Undang Pesantren di mana santri akan lebih luas lagi dalam ikut serta berperan bagi kemaslahatan bangsa dan negara," katanya bupati yang karib disapa Abah Sujadi ini.
 
Dengan berbagai aktivitas di dalam Santri Expo saat ini seperti dalam bidang perdagangan, santri juga harus mampu mengelola kemampuan untuk menangkap peluang bisnis. Hal ini juga harus dilandasi dengan akhlakul karimah.
 
"Santri harus trengginas menyikapi perkembangan zaman. Namun sopan santun dan akhlakul karimah mesti harus dipertahankan sebagai ciri seorang santri," ujarnya.
 
Sementara Ketua Pelaksana Hari Santri 2019 KH Munawir memaparkan agenda kegiatan yang bakal menyemarakkan santri expo tersebut. Di antaranya adalah puluhan stand yang diisi dengan berbagai produk kerajinan para santri dan kuliner nusantara.
 
"Kita sudah menyiapkan aneka barang dagangan dalam ekspo selain kegiatan perlombaan dan acara lainnya," katanya tentang kegiatan yang sudah dimulai sejak satu tahun lalu.
 
Selama tujuh hari, arena Santri Expo akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti Wisuda Akbar Tahfidzul Qur'an, Pentas Seji,  Festival Hadrah, Rebana, dan Solo Song Religi, lomba mewarnai pada santri, dan Goes Santri Nusantara.
 
Setelah membuka acara tersebut, Bupati Pringsewu beserta rombongan berkesempatan melihat stand-stand yang ada. Beberapa produk langsung dibeli oleh Abah Sujadi dan juga mencicipi berbagai kuliner dan minuman yang disuguhkan. Ikut serta dalam meninjau stand, seluruh tamu undangan dan diikuti oleh para santri.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori
 
Kamis 10 Oktober 2019 23:30 WIB
Bantu Gempa Ambon, STAI Mempawah Kalbar Galang Dana
Bantu Gempa Ambon, STAI Mempawah Kalbar Galang Dana
Penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa STAI Mempawah, Kalbar. (Foto: NU Online/ Maulidah Rahmah)
Mempawah, NU Online
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Tarbiyah bersama Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah, Kalimantan Barat melakukan penggalangan dana. Kegiatan demi meringankan korban gempa Ambon, Maluku.
 
“Gempa yang terjadi di Ambon beberapa hari lalu dan juga sejumlah gempa susulan setelahnya menarik simpati masyarakat Indonesia, begitu juga mahasiswa STAI Mempawah,” kata Nour Fitri Islamiah, Kamis (10/10).
 
Penggalangan dana yang dipelopori oleh pengurus HMJ Syariah dan Tarbiyah serta Dema STAI Mempawah dilaksanakan dimulai sejak pagi hingga sore. 
 
“Kegiatan dipusatkan di Jalan Gusti Sulung Lelanang atau tepatnya depan kampus mendapat respons baik dari masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” kata Ketua HMJ Tarbiyah STAI Mempawah tersebut.
 
Nour Fitri Islamiah mengatakan bahwa penggalangan dana sebagai bagian dari kepedulian serta keterpanggilan kampus atas musibah yang melanda kawasan Ambon, Maluku. 
 
“Dalam hal ini sudah menjadi tugas mahasiswa sebagai harapan bangsa untuk saling membantu walaupun tidak saling mengenal,” ungkapnya. 
 
Pada saat yang sama, Haris Rosi selaku Ketua HMJ Syariah menegaskan bahwa kegiatan ini semata untuk saling membantu.
 
"Tujuan utama kami dalam penggalangan dana ini adalah membantu saudara-saudara kita yang ada di Ambon sana yang sekarang sedang mengalami musibah bencana alam yang sangat dahsyat yang memporak-porandakan daerah tersebut,” katanya. 

Dijelaskan bahwa dana yang terkumpul akan disalurkan kepada para relawan di Ambon yang sudah dikoordinasikan jauh hari sebelum kegiatan ini.
 
Seperti disampaikan sejumlah media bahwa beberapa kantor pemerintahan dan rumah warga, serta fasilitas umum yang berada di kawasan Kota Ambon, rusak parah setelah gempa beruntun yang diawali dengan gempa berkekuatan 5,2 magnitudo. 
 
Sejumlah kantor pemerintahan yang rusak parah yakni gedung perkantoran Dinas Sosial Kota Ambon, Dinas Kebersihan dan Pertanaman Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Desa, serta kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Meteorologi Legal Kota Ambon. 
 
Di samping bangunan pemerintah, sejumlah rumah warga juga ikut rusak ringan maupun berat. Rumah warga yang rusak berada di kawasan Passo hingga kawasan Soaya. Salah satu rumah warga di Passo hingga bahkan mengalami kemiringan. Gempa juga menyebabkan pagar sekolah SMP Al-Watan di kawasan Gunung Malintang, Kecamatan Sirimau roboh. 
 
Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon belum mendata secara keseluruhan rumah-rumah warga dan juga fasilitas publik lainnya yang rusak. 
 
“Kita masih cek semua, masih melakukan pendataan,” kata Kepala BPBD Kota Ambon, Demy Paays. 
 
Sebelumnya diberitakan, delapan gempa susulan mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis (10/10) siang. Gempa tersebut membuat warga di Kota Ambon panik berhemburan keluar dari rumah untuk mencari tempat aman.  
 
 
Pewarta: Siti Maulida
Editor: Ibnu Nawawi
 
Kamis 10 Oktober 2019 20:45 WIB
HARI SANTRI 2019
NU Kota Pasuruan Gelar Jambore Santri
NU Kota Pasuruan Gelar Jambore Santri
Pertemuan membahas teknis kegiatan Jambore Santri di Kota Pasuruan (Foto: Andi)
Pasuruan, NU Online
Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober dimeriahkan dengan berbagai macam acara yang dilakukan beragam elemen masyarakat khususnya masyarakat santri sebagai entitas wajah Islam Indonesia.

Seperti yang dilakukan oleh PCNU Kota Pasuruan, dala bulan Oktober tahun ini telah disiapka serangkaian kegiatan Hari Santri. Peringatan peringatan Hari Santri bekerjasama dengan banyak pihak termasuk dengan Pemerintah Kota Pasuruan. Total kegiatan yang dilaksanakan dalam mengisi Oktober bulan Santri tahun ini sebanyak 21 jenis kegiatan.

Di antara acara yang diselenggarakan oleh PCNU Kota Pasuriuan adalah Jambore Santri yang diselenggarakan pada tanggal 12-13 Oktober 2019. Acara yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan tersebut akan dihadiri oleh berbagai Kontingen perwakilan Pondok Pesantren serta sekolah di Pasuruan.

Dalam menyiapkan suksesnya acara tersebut pihak panitia menyiapkan pertemuan teknis Rabu (9/10). Pertemuan dihadiri oleh perwakilan lembaga pendidikan dan pondok pesantren yang akan berpartisipasi mengirimkan kontingennya dalam Jambore Santri PCNU Kota Pasuruan 2019.
 
Jumlah peserta yang diperkirakan hadir mengikuti kegiatan Jambore Santri tahun ini lebih dari 430 santri dan siswa dari pondok dan sekolah setingkat SMP dan SLTA di Pasuruan.

Ketua Panitia Jambore dari Lakpesdam NU Kota Pasuruan M Iskandar Zulkarnain menyampaikan bahwa Jambore Santri Tahun ini adalah Jambore Santri kedua setelah untuk pertama kali berhasil dilaksanakan pada tahun 2018 kemarin.
 
"Kegiatan Jambore Santri adalah salah satu kegiatan yang murni ide gagasannya dari PCNU Kota Pasuruan yang bertujuan untuk menanamkan jiwa dan semangat santri dalam Format kegiatan Jambore. Nilai Keislaman, Keindonesiaan serta pembentukan Karakter santri yang mandiri menjadi materi yang disiapkan dalam kegiatan Jambore Santri," ucap pria yang juga Sekretaris Lakpesdam NU Kota Pasuruan tersebut.

Dalam Jambore Santri NU Kota Pasuruan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari LP Ma'arif NU Kota Pasuruan. Lembaga yang membidangi Pendidikan dibawah Naungan NU tersebut tahun ini mengirimkan banyak kontingen untuk menyukseskan acara.
 
Ustadz Dhofir, mewakili LP Ma'arif NU Kota Pasuruan menyampaikan bahwa LP Ma'arif NU tahun ini mendukung penuh dari sisi kepesertaan sehingga Jambore Santri Tahun ini bisa semakin meriah. "Karena kita punya tujuan yang sama yaitu menanamkan karakter santri yang nasionalis religius kepada para pelajar," ujar aktivis GP Ansor ini.
 
Jambore Santri bakal diwarnai beberapa agenda seperti Kuliah Santri, Bedah Buku Bapak NU Kita, berbagai lomba dan permainan tradisional. Lomba-lomba yang diadakan bertujuan untuk mengasah kreativitas dan ketangkasan santri dan juga meningkatkan jiwa kompetisi untuk menjadi yang terbaik.
 
Kontributor: Andi, Zul
Editor: Kendi Setiawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG