IMG-LOGO
Trending Now:
Internasional

Mahasiswa Indonesia Lintas Organisasi Meriahkan Hari Santri 2019 di Mesir

Kamis 10 Oktober 2019 16:45 WIB
Bagikan:
Mahasiswa Indonesia Lintas Organisasi Meriahkan Hari Santri 2019 di Mesir
Panitia menggelar rapat persiapan peringatan Hari Santri 2019. (Foto: numesir.net)
Kairo, NU Online
Para santri asal Indonesia yang tinggal di Mesir menyambut persiapan Hari Santri 2019 dengan gegap gempita. Panitia Hari Santri 2019 Mesir dari lintas afiliatif–seperti PCINU, PPMI, PCI Muhammadiyah, PCI Persis, PwK Nahdlatul Wathan, dan PwK PII Mesir- terus mematangkan persiapan menuju acara puncak.

Untuk memeriahkan peringatan Hari Santri 2019, panitia menyusun pra-acara gabungan yang melibatkan seluruh panitian lintas afilaitif tersebut. Salah satu lomba yang diadakan adalah kompetisi di bidang seni, olahraga dan keilmuan, serta kegiatan bakti sosial. Pada 22 Oktober, kegiatan hanya akan diisi dengan apel santri.

Panitia juga mengagendakan sejumlah kegiatan pada puncak perayaan Hari Santri 2019 yang dijadwalkan jatuh pada 29 Oktober. Salah satunya adalah seminar keputrian terkait kode etik mahasiswi Indonesia di Mesir, dialog kebangsaan, teater gabungan afiliatif, penampilan tiap-tiap afiliatif, stan-stan pameran karya santri Nusantara, dan pengumuman hasil lomba selama masa pra-acara.

Di samping acara gabungan, masing-masing afiliatif juga memiliki agenda-agenda sendiri untuk menyambut perayaan Hari Santri 2019. PCI Muhammadiyah menggelar Seminar Pengantar Ilmu Falak pada Sabtu, 12 Oktober di Markaz Dakwah PCIM. PCINU mengadakan Bahtsul Masail Kubra (BMK) pada Rabu, 16 Oktober mendatang. PWK Nahdlatul Wathan dan PWK PII Mesir masing-masing akan mengadakan Daurah Intensif Mawarits, Wakaf dan Wasiat, dan Hardisk, semacam pojok diskusi kebahasaan.

Ketua Hari Santri 2019, Muhammad Ismail, berharap, afiliatif-afiliatif lain dapat ikut hadir dalam beberapa acara internal yang diselenggarakan oleh masing-masing afiliatif.

“Dengan peringatan ini, saya harap kita, sesama santri Al-Azhar bisa lebih saling terbuka,” kata alumni Pesantren Amanatul Ummah itu, seperti diberitakan laman numesir.net, Rabu (9/10).

Sebelumnya, Panitia Hari Santri 2019 Mesir telah melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, di Wisma Duta KBRI Kairo, Garden City.

Dalam kesempatan itu, Kamaruddin menyambut baik serangkaian acara yang digagas Panitia Hari Santri 2019. 
 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 10 Oktober 2019 18:45 WIB
HARI SANTRI 2019
Semarak Hari Santri di Tiongkok, Lomba Baca Kitab hingga Seminar Online
Semarak Hari Santri di Tiongkok, Lomba Baca Kitab hingga Seminar Online
PCINU Tiongkok ikut semarakkan peringatan Hari Santri 2019.
Jakarta, NU Online
Peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2019 mendatang disambut bahagia oleh jutaan santri di Indonesia. Tidak ayal mereka kerap menyelenggarakan ragam kegiatan untuk memperingati hari bersejarah itu. 
 
Tak mau kalah dengan yang di Indonesia, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok juga ikut memeriahkan peringatan Hari Santri 2019 di Negeri Tirai Bambu. Mereka menggelar ragam kegiatan yang dibuka untuk umum. 
 
Ada tiga rangkaian acara yang digagas PCINU Tiongkok untuk menyemarakkan Hari Santri 2019. Pertama, Perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Qirotaul Kutub (MQK) Internasional Online. Lomba ini memiliki tiga tahapan, yaitu pendaftaran (10-15 Oktober), pengambilan dan pengumpulan video (15-18 Oktober), dan pengumuman juara (22 Oktober). Bagi yang tertarik mengikuti lomba ini, bisa mendaftarkan diri ke nomor +86 132-6220-9697 (Mustafa Jung).
 
Kedua, Webinar (Seminar Online) via Zoom. Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam acara ini. Mereka adalah KH Imron Rosyadi Hamid (Rais Syuriyah PCINU Tiongkok), Gus Ach Dhofir Zuhry (Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah dan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Al-Farabi Malang), dan Gus Abdullah Hamid (Dosen UIN Sunan Ampel yang juga Pengurus RMI PBNU). Seminar online ini akan dilaksanakan pada Ahad, 20 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB/20.00 CST.
 
Ketiga, Pengajian yang diselenggarakan di Nanjing, Tiongkok. Acara ini akan digelar pada Sabtu, 19 Oktober pukul 08.00 WIB/09.00 CST. Untuk informasi lebih lanjut mengenai peringatan Hari Santri di Tiongkok, silahkan hubungi +86 178-0805-2423 (Faishol) dan +62 857-0111-0373.

Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. 
 
Untuk diketahui, Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu. Tanggal 22 Oktober tersebut merujuk pada satu peristiwa bersejarah, yakni seruan Resolusi Jihad yang dibacakan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 silam. 
 
Seruan itu berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.
 
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Muchlishon
 
Kamis 10 Oktober 2019 16:30 WIB
HARI SANTRI 2019
PCINU Sudan Gelar Pembukaan Hari Santri Nasional
PCINU Sudan Gelar Pembukaan Hari Santri Nasional
Suasana pembukaan rangkaian peringatan HSN tahun 2019 yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Eri Prasetyanto (Foto: NU Online/Ilman).

Khartoum, NU Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan melakukan pembukaan rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019 di wisma PCINU Sudan, Khartoum, Senin (07/10). Acara ini diadakan sebagai wujud peringatan peran kiai dan santri untuk negara Indonesia.

 

Acara yang dilaksanakan sore hari itu dimulai dengan pembacaan salawat oleh Jam’iyyah Syifaul Qulub (JSQ) PCINU Sudan dan pembacaan ayat suci Alquran.

 

Ketua panitia HSN, Muhammad Hilmi Yusuf At-Tamimi dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HSN merupakan agenda tahunan PCINU Sudan, yang selayaknya kaum santri memperingatinya.

 

“Pada tahun ini kita mengangkat tema Santri Dunia untuk Indonesia Lebih Damai. Semoga dengan adanya peringatan Hari Santri Nasional ini kita bisa lebih menghargai jasa kiai dan santri dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan, Eri Prasetyanto dalam kesempatan ini menyatakan betapa pentingnya Hari Santri Nasional untuk diperingati. Hari Santri menunjukkan adanya hubungan antara santri dan negara. Pentingnya memperingati Hari Santri adalah untuk mengingat peran santri dan kiai bagi Indonesia.

 

“Resolusi Jihad yang dikemukakan pada tanggal 22 Oktober-lah yang menjadi awal terjadinya perang 10 November di Surabaya. Jadi tanggal 22 Oktober adalah Hari Santri dan 10 November adalah Hari Pahlawan,” terangnya.

 

“Namun kita sebagai santri mempunyai tugas baru, yaitu menjaga Indonesia dari kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan Indonesia,” lanjutnya.

 

Pembukaan rangkaian peringatan HSN tahun 2019 tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Eri Prasetyanto.

 

“Dengan mencari Ridlo Allah SWT dan mengingat peran kiai dan santri dan menanamkan jiwa santri serta meneladani para ulama, mari kita buka acara Hari Santri Nasional ini dengan membaca Bismillahirrohmanirrohim,” katanya sebelum memotong pita.

 

Acara dilanjutkan dengan pembacaan agenda acara yang akan berlangsung hingga tanggal 22 Oktober, di antaranya MTQ, Stand Up Comedy, Bedah Buku, NU Sehat, Eat Bulaga, Seminar Dakwah, HUT Kaukabul Fushaha, NU Games Tenis Meja, NU Games Futsal, Pengajian Al-Hijrah, Nonton Bareng dan Diskusi, Khotmil Qur’an bil Ghaib, dan ditutup dengan penutupan peringatan HSN, pengumuman pemenang lomba, dan peluncuran kamus.

 

Acara tersebut diakhiri dengan doa yang dibawakan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan, Kiai Akhyaruddin.

 

Kontributor: Ilman/lukman

Editor: Aryudi AR

 

Kamis 10 Oktober 2019 11:0 WIB
Tingkatkan Mutu Layanan Haji, Saudi Luncurkan Aplikasi ‘Smart Hajj’
Tingkatkan Mutu Layanan Haji, Saudi Luncurkan Aplikasi ‘Smart Hajj’
Ilustrasi: masjidil haram (delfi.ee)
Makkah, NU Online
Arab Saudi bertekad terus meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah. Yang teranyar, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi baru saja meluncurkan Smart Hajj atau Smart Haji, sebuah sistem digitalisasi yang memudahkan para jamaah dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.

Pada Rabu (9/10), pemerintah Arab Saudi melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdulfattah Mashat menandatangani nota kesepahaman dengan CEO Elm Abdul Rahman Aljadhai untuk mengembangkan dan mengoperasionalkan sebuah platform yang bisa memudahkan para jamaah haji dan umrah. Sebagaimana diketahui, Elm adalah perusahaan teknologi terbesar di Arab Saudi.

“Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sedang melakukan transformasi digital yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi terkemuka. Ini akan menjadi solusi untuk peningkatan kualitas layanan haji bagi para tamu Allah,” kata Mashat, diberitakan Arab News, Rabu (9/10).

Kepala Perencanaan dan Strategi di Kementerian Haji dan Umrah, Amr al-Maddah, menjelaskan, Smart Hajj memastikan jutaan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia ‘diangkut’ dengan cepat, mudah, dan aman ke situs-situs keagamaan dengan jadwal yang ditentukan. 

Aplikasi Smart Hajj nantinya akan memudahkan para jamaah mendapatkan layanan informasi ketika melaksanakan ibadah. Melalui Smart Hajj, pergerakan, keamanan, keselamatan, dan logistik jamaah bisa dipantau dengan baik. Dengan menggunakan internet of things, anasisi geospasial, dan kamera, Smart Hajj memantau jamaah haji  dan umrah secara real-time.

Saudi Sasar Jamaah Umrah untuk Sukseskan Visi 2030 
Tidak lain, peningkatan kualitas layanan haji dan umrah tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah jamaah yang datang ke Makkah. Sebelumnya, Otoritas Arab Saudi mencabut kebijakan visa progresif untuk umrah.

Sejak 2016, Arab Saudi menerapkan kebijakan visa progresif untuk umrah. Berdasarkan dengan peraturan itu, jamaah yang hendak menjalankan ibadah umrah untuk kedua kalinya di tahun yang sama dikenakan biaya tambahan sebesar 2.000 riyal atau setara Rp7,6 juta.

Dengan kebijakan baru tersebut, maka biaya 2.000 riyal untuk jamaah yang umrah dua kali di tahun yang sama menjadi hilang. Namun demikian Saudi menerapkan kebijakan baru, yaitu menarik biaya untuk setiap pengajuan umrah dalam bentuk Government Fee sebesar 300 riyal atau setara Rp1,1 juta. Biaya tersebut akan berlaku untuk setiap calon jamaah yang mengajukan visa umrah, baik yang pertama maupun seterusnya.

Pencabutan kebijakan visa progresif untuk umrah tersebut merupakan salah satu upaya Saudi untuk meyukseskan Visi 2030 yang digagas Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MBS). Di antara visi tersebut adalah meningkatkan jumlah jamaah umrah hingga 30 juta per tahun pada 2030 mendatang.
 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG