IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional
RISET DIKTIS

Strategi Pengembangan Madrasah di Tengah Persaingan Global

Kamis 10 Oktober 2019 20:15 WIB
Bagikan:
Strategi Pengembangan Madrasah di Tengah Persaingan Global
Siswa madrasah mengikuti pembelajaran (Foto: NU Online/Abdul Hakim Hasan)
Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan formal di Indonesia. Tidak berbeda dari lembaga sekolah umum, madrasah lebih menekankan pengajaran berbasis agama. Lembaga sekolah dikelola oleh Kemendikbud sedangkan madrasah diserahkan pada Kemenag.  
 
Seperti yang telah ditekankan dalam SKB Tiga Menteri tahun 1975, baik madrasah maupun sekolah umum memiliki status sama-sederajat. Karena legalisasi dari SKB tersebut menuntut madrasah menstandarkan kurikulumnya dengan sekolah umum yang setingkat.

Meskipun begitu, sejak kehadiran sekolah umum, madrasah menjadi sebuah lembaga yang semakin hari kian menurun peminatnya. Hambatan manejerial dan kemampuan SDM dalam madrasah yang kurang memadai menjadi salah satu permasalahan pokok yang menuntut untuk mendapat perbaaikan.
 
Menurut ahli pendidikan, kondisi penurunan minat ini diakibatkan oleh kualitas lulusan. Lulusan dari sekolah umum dianggap jauh lebih unggul ketimbang lulusan madrasah. Terlebih ketika para lulusan ini dihadapkan oleh persaingan global yang menuntut para alumni menguasai banyak hal dan kompetensi. Dan masyarakat berpandangan  hanya sekolah umumlah yang mampu menjamin semua itu.
    
Keadaan yang demikian tentu menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga-lembaga madrasah. Bagaimana caranya agar tetap mempertahankan eksistensinya di tengah-tengah persaingan global yang tak bisa terhindarkan. Tentu dibutuhkan formulasi-formulasi khusus agar madrasah mampu bersaing dengan lembaga sekolah pada umumnya.
 
Penelitian berbasis pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Asep Jihad, Wati Susilawati, dan Ridha Abdullah pada objek kajian Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Barat, berupaya menganalisis permasalahan-permasalahan pokok yang terjadi di dalam madrasah. Dalam laporan penelitian tersebut, Asep Jihad dkk juga memberikan solusi terkait strategi pengembangan madrasah yang nantinya dapat diimplementasikan bagi madrasah-madrasah lain.

Beberapa strategi yang disampaikan dalam penelitian yang berjudul Pengembangan Model Daya Saing Global Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jawa Barat, adalah meningkatkan layanan pendidikan. Asep dkk menyebutkan indikator utama dari strategi ini adalah bagaimana caranya agar peserta didik tidak putus sekolah dan mutu pendidikan tidak semakin menurun. Kedua, melakukan perluasan dan pemerataan kesempatan pendidikan di madrasah dan menekankan agar tiap warga negara layak berpendidikan minimal MTs (SMP), atau paling tidak tiap warga mengalami peningkatan budaya belajar dengan sudah tidak ada lagi masyarakat  yang buta huruf.
 
Langkah ketiga, menurut hasil penelitian yang didukung Diktis Kemenag itu adalah meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan di madrasah. "Seperti yang telah diketahui, dalam kebijakan Mapenda dalam meningkatkan mutu relevansi madrasah terdapat empat aspek, yakni kurikulum yang berkelanjutan di semua jenjang dan jenis madrasah, pembinaan profesi guru madrasah, sarana pendidikan yang memadai, dan kepemimpinan madrasah," papar Asep dalam laporannya.
 
Keempat, mengembangkan manajemen pendidikan madrasah. Salah satu hal yang harus dilakukan dalam strategi ini adalah lebih menekankan pada kebijakan program. Kelima, memberdayakan kelembagaan madrasah. Sebagai pusat pembelajaran, pendidikan, dan pembudayaan pemberdayaan madrasah ini harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Dalam penelitian tersebut pengembangan itu berupa standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian seperti yang telah tertuang dalam PP RI No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Para peneliti menyebutkan, strategi pengembangan ini dapat diimplimentasikan pada lembaga madrasah agar madrasah tidak tertinggal dengan sekolah umum. Meski dituntut untuk terus melakukan penyetaraan tapi madrasah harus tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai lembaga yang mengemban amanah dalam mengembangkan nilai-nilai agama. Sebab, harapan utama madrasah adalah sebagai lembaga yang dapat melahirkan generasi muda Muslim yang utuh, tidak terpecah kepribadiannya, yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Asep Jihad, dkk juga memberikan rekomendasi-rekomendasi yang nantinya dapat dijadikan evaluasi utamanya bagi madrasah-madrasah di Jawa Barat sebagai objek kajiannya. Salah satu rekomendasinya adalah meningkatkan mutu SDM, sebab selama ini kualitas SDM di dalam madrasah masih sangat tertinggal dari sekolah umum. Dengan memberi pelatihan, simulasi, diskusi kasus dan role playing, SDM madrasah diharapkan mampu terus mengalamk peningkatan.
 
Selain itu, meski madrasah dianggap sebagai lembaga yang setara dengan sekolah umum, nilai dan karakter keislaman dalam madrasah harus tetap dipertahankan. Muatan pendidikan umum dari 30 persen menjadi 60 persen sesuai dengan kurikulum di sekolah umum. Artinya, muatan pendidikan agama tidak dikurangi apalagi dihilangkan, hanya saja dibutuhkan penambahan waktu (jam pelajaran).
 
Strategi berikutnya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan mutu madrasah adalah dengan menciptakan inovasi berkelanjutan. Sebab, perubahan global tidak bisa dihindarkan, maka inovasi-inovasi berkelanjutan harus dilakukan untuk memacu kualitas dan daya saing yang tinggi. "Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen madrasah serta masyarakat, pemerintah guru dan elemen yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung," urai para peneliti. 
 
Penulis: Nuri Farikhatin
Editor: Kendi Setiawan
 
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 10 Oktober 2019 23:52 WIB
Mohon Doa ke PBNU, Santri Malang Akan Keliling Afrika dengan Sepeda
Mohon Doa ke PBNU, Santri Malang Akan Keliling Afrika dengan Sepeda
Hakam Mabruri diapit Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini dan Ketua PBNU Robikin Emhas (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
Jakarta, NU Online
Lulusan Pondok Pesantren An-Nur II Malang, Jawa Timur, atas nama Hakam Mabruri akan berkeliling benua Afrika dengan bersepeda. Perjalanan akan memasuki 14 negara dan diperkirakan akan menempuh waktu selaa setahun. 

Sebagai seorang lulusan pondok pesantren, Hakam meminta restu kepada orang tuanya, istrinya dan para gurunya. Juga kepada para kiai di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kamis (10/10) Hakam menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di ruangannya, lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta. 

Mendengar niatnya, Kiai Said menggelengkan kepala dan berdecak kagum. Kemudian ia bersam para kiai yang kebetulan berada di ruangannya mendoakan Hakam Mabruri agar selamat saat berangkat, selama perjalanan, hingga kembali ke kampung halamannya di Bululawang. 

“Saya mendoakan santri Malang, Hakam Mabruri agar Allah melindunginya dari bahaya apa pun,” katanya. 

Menurut Kiai Said, perjalanan seperti Hakam memang pernah dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu seperti Ibnu Batutah sembari menyebarkan agama Islam. Ia bersyukur ternyata saatada seorang lulusan pondok pesantren yang melakukannya. 

“Jangan lupa mencatat apa yang dilihat dan ditemui selama perjalan,” pesannya. 

Perjalanan ini bukan yang pertama kali dilakukan Hakam Mabruri. Pada tahun 2017 ia melakukan hal serupa, bersepeda hingga Arab Saudi. Bahkan waktu itu, ia tidak sendirian, melainkan bersama istri tercintanya, Rofingatul Islamiyah. 

Hakam yang merupakan anggota Gerakan Pemuda Ansor Malang ini bersama istrinya menempuh perjalanan selama 14 bulan. Memang dari satu negara ke negara lain ada yang menggunakan pesawat terbang seperti dari Thailand ke India dan dari India ke Yordania. Hal itu karena masalah perizinan di negara tersebut seperti terjadi ketika akan memasuki Pakistan, Palestina dan Israel. 

Misi perjalanan Hakam kali ini sama dengan perjalanan sebelumnya, yaitu memperkenalkan Islam Indonesia ke penduduk Afrika. Kalimat yang akan dia sampaikan adalah bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin dan cinta perdamaian. 

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor:Alhafiz Kurniawan    
 
Kamis 10 Oktober 2019 23:29 WIB
Lakpesdam PBNU Akan Susun Peta Jalan UMKM Nahdliyin ke Dunia Digital 
Lakpesdam PBNU Akan Susun Peta Jalan UMKM Nahdliyin ke Dunia Digital 
FGD UMKM digital di Gedung PBNU yang digelar Lakpesdam. (Foto: NU Online/Abdullah Alawi
Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) akan menindaklanjuti Focus Group Discussion bertema di Gedung PBNU terkait mendorong Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) ke dunia digital yang dilaksanakan di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (8/10) lalu.  

“Sebagai lembaga riset PBNU, Lakpesdam akan menyusun dokumen peta jalan ruang tumbuh Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Riset tersebut adalah peta kondisi saat ini dan rekomendasi untuk perbaikan di masa yang akan datang,” uangkap panitia FGD, Ahmad Maulani di Jakarta, Kamis (10/10). 

Kedua, tambah Maulani, PBNU melalui Lakpesdam akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi (high level meeting )dengan stakeholders kunci dalam bidang tersebut.

“Stakeholders kuncinya adalah Kemenkop UKM, Kominfo, dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP),” ungkapnya. 

Ketiga, PBNU melalui Lakpesdam akan melakukan konsolidasi internal NU dengan lembaga dan badan otonom (banom) untuk menyiapkan roadmaps pengembangan digital ekonomi berbasis pesantren, masjid dan forum-forum kewargaan NU.

“Poin ketiga iniu juga akan diusulkan menjadi salah satu pembahasan kunci dalam muktamar NU ke 34 untuk menyiapkan 100 tahun NU,” katanya. 

FGD bertema Infrastruktur Kebijakan dalam Meningkatkan Kontribusi Ekonomi UKM melalui Pemanfaatan Ekonomi Digital dibuka Wakil Ketua Umum PBNU KH Mochammad Maksum Mahfoedz dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari pelaku, pengamat, dan pengambil kebijakan ekonomi digital.

Pihak-pihak yang hadir pada kesempatan tersebut adalah perwakilan dari Kementerian komunikasi dan informatika, Dirjen Aplikasi Informatika /APTIKA, Kementerian Keuangan, Kementerian perindustrian, dari Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Bank Indonesia, Kementerian Koordinator bidang perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Otoritas Jasa Keuangan RI, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). 

Selain mereka, hadir pula perwakilan dari idEA (Indonesian E-Commerce Association), Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicrat Indonesia (ASEPHI), The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Kamar dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Penyelenggara inovasi keuangan digital Indonesia/AFTECH, Gojek, Bukalapak, Tokopedia,  Sekretariat Kabinet, Bank Dunia, Badan Ekonomi Kreatif, Sampoerna Retail Community, dan lain-lain. 
 
Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad
 
Kamis 10 Oktober 2019 22:45 WIB
ADVERTORIAL
Hadir di Masyarakat, Telkom Renovasi Sekolah hingga Beri Sambungan Elektrifikasi
Hadir di Masyarakat, Telkom Renovasi Sekolah hingga Beri Sambungan Elektrifikasi
Menteri BUMN RI Rini M Soemarno (kiri) didampingi Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kedua dari kiri) tengah berinteraksi dengan siswa SMP Satu Atap Pulau Messah, Kec. Komodo, Kab. Manggarai Barat, NTT yang sedang memanfaatkan Pustaka Digital sebagai sarana akses bacaan yang disediakan Telkom sebagai komitmen peran aktif mencerdaskan bangsa.
Jakarta, NU Online
Dalam rangka mewujudkan komitmen kehadiran nyata Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah-tengah masyarakat Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memberikan bantuan untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diberikan berupa perbaikan sarana sekolah dan penyediaan Broadband Learning Center (BLC) di SMP Negeri Satu Atap Pulau Messah, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat serta bantuan sambungan sarana elektrifikasi untuk 400 Kepala Keluarga (KK) di NTT.

Menteri BUMN RI Rini M Soemarno didampingi Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah berkesempatan melakukan peninjauan ke SMP Negeri Satu Atap Pulau Messah serta berkunjung dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat sambungan elektrifikasi pada Ahad (6/10). Pada kesempatan itu, Rini berpesan agar para siswa lebih giat belajar dan banyak membaca buku untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Rini mengapresiasi semangat sinergi BUMN yang saling bahu-membahu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, baik berupa renovasi dan penyediaan fasilitas sekolah maupun sambungan elektrifikasi. Sementara untuk Pustaka Digital yang sudah disediakan oleh Telkom di SMP Negeri Satu Atap, Rini berharap agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin tak hanya untuk meningkatkan minat baca namun juga untuk menambah pengetahuan siswa-siswi generasi penerus bangsa.

Sejalan dengan yang disampaikan Menteri BUMN, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan Telkom ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. 

“Sebagai perusahaan milik negara, Telkom ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dan layanan ICT terbaik, serta menghadirkan konektivitas merata di seluruh Indonesia. Penyediaan sarana BLC dengan Pustaka Digital merupakan wujud komitmen Telkom untuk mencerdaskan bangsa dengan kemudahan akses bacaan serta memajukan generasi muda Indonesia yang berdaya saing, tak hanya di domestik namun hingga mancanegara,” jelas Ririek.

Editor: Muchlishon
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG